Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Idaroh

PENCEGAHAN PERILAKU UJARAN KEBENCIAN (HOAX) DI MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Cinangsi Kecamatan Gandrungmagu Kabupaten Cilacap Jawa Tengah) Alfi, Imam; Halwati, Umi; Kuswantoro, Kuswantoro
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v1i2.457

Abstract

The development of information and communication technology encourages access and dissemination of information to be unlimited. The spread of hate speech, to negative behavior on social media is increasingly happening. In the end, human activities are dominated by gadgets for reasons of being faster, more practical and more efficient. This situation makes people faced with the problem of self-control in the use of gadgets. This research is a qualitative research with a field approach. Determination of informants is done by snowball sampling technique, namely data obtained from key informants. This key-informant helps or will be able to develop based on the instructions given by him. This research data collection used interview and observation techniques. Meanwhile, data analysis was carried out through data reduction from data obtained in the field. Based on the results of the study, it can be concluded that the factors supporting hoax behavior are: 1). Unfavorable Situation, 2). Easy internet access for the Gawai Community 3). Lack of awareness and responsibility 3). Lack of role of community leaders. The preventive measures can be carried out in the following ways: 1). Be careful with provocative titles 2). Pay attention to site addresses 3) Fact check 4). Check the authenticity of photos 6) Participate in anti-hoax discussion groups. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas. Penyebaran ujaran kebencian, hingga perilaku negative di media social semakin banyak terjadi. Pada akhirnya aktifitas manusia lebih banyak didominasi oleh gawai dengan alasan lebih cepat, praktis dan efesien. Keadaan ini menjadikan masyarakat dihadapkan pada persoalan kontrol diri dalam penggunaan gawai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling, yaitu data didapatkan dari key informan. Key-informan ini membantu atau akan dapat berkembang berdasarkan petunjuk yang diberikan olehnya Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi. Sedangkan, Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data dari data yang diperoleh di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa faktor-faktor pendukung perilaku hoaks adalah : 1). Situasi Tidak Kondusif, 2). Akses internet mudah Masyarakat Gawai 3). Minimnya kesadaran dan tanggung jawab 3). Kurang perannya tokoh masyarakat. Adapaun tindakan penceganhannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1). Hati-hati dengan judul provokatif 2). Cermati alamat situs 3) Periksa fakta 4). Cek keaslian foto 6) Ikut serta grup diskusi anti-hoaks.
KEBEBASAN BERAGAMA MENURUT TAFSIR AL-MISBAH AL-QURAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 256 Kuswantoro, Kuswantoro; Alfi, Imam
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 2 No 2 (2022): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v2i2.543

Abstract

Freedom of religion is often misinterpreted as freedom not to have a religion or freedom to change religions. This is a miss-interpretation of religious freedom. In Surat Al-Baqarah 256 it states that there is freedom of religion, but the scholars say there is no absolute freedom to change religions, this refers to the Al-Quran mufasir Quraish Shihab. This research method uses library research methods to collect data by means of documentation. The results of the research based on the interpretation of Al Baqarah 256 are that freedom of religion exists in Islam, namely freedom in belief or in religion, people who embrace Islam or other religions may not be on the basis of coercion, but the commentators do not explain freedom to change religions. Kekebasan beragama sering disalah artikan kebebasan untuk tidak bergama atau kebebasan untuk berpindah-pindah agama. Hal tersebut merupakan kesalahan penafsiran dari kebebasan beragama. Pada Surat Al-baqarah 256 memang menyatakan adanya kebebasan beragama, namun para ulama mengatakan tidak ada kebebasan mutlak untuk berpindah agama hal ini merujuk pada Al-Quran mufasir Quraish Shihab. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) pengumpulan data dengan cara dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan tafsiran surat Al Baqarah 256 adalah kekebasan beragama ada dalam Islam yaitu kebebasan dalam keyakinan atau dalam agama, orang memeluk agama Islam atau agama lain tidak boleh atas dasar paksaan, akan tetapi ulama tafsir tidak menjelaskan kebebasan berganti agama.