Articles
IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC SEBAGAI PENENTU JUMLAH KONSUMSI KALORI PENDERITA DIABETES MELITUS
Yosep Agus Pranoto;
Hani Zulfia Zahro;
Suryo Adi Wibowo
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kekurangan asupan kalori dalam tubuh dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemas dan kinerja otak juga semakin menurun. sebaliknya kelebihan kalori dalam tubuh, maka akan mengakibatkan kegemukan (obesitas). hal ini merupakan masalah besar bagi penderita diabetes melitus, karena salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan penderita diabetes melitus ini adalah menjaga asupan kalori yang masuk kedalam tubuh melalui terapi diet dan menjaga pola makan. Broca merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan kalori bagi diabetasi. Pada beberapa kasus tertentu, penghitungan kalori menggunakan metode broca menghasilkan jumlah kalori dengan nilai batas minimal dan batas maksimal sehingga dapat menyebabkan ketidakpastian jumlah kalori yang dikonsumsi oleh diabetasi. Fuzzy logic merupakan boolean logic yang ditingkatkan. fuzzy logic menggunakan tingkat nilai kebenaran dari segala hal untuk menggantikan boolean logic dengan menggunakan fuzzy logic diharapkan dapat mengatasi ketidakpastian jumlah kalori yang harus dikonsumsi oleh diabetasi. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai yang sama antara output program dengan analisis perhitungan manual baik pada metode broca maupun pada fuzzy logic. pada perhitungan fuzzy logic tidak menghasilkan nilai kalori maksimum dan nilai kalori minimum seperti pada metode broca
APLIKASI PEMETAAN BERBASIS WEBSITE UNTUK PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MALANG
Suryo Adi Wibowo;
Moh Miftakhur Rokhman;
Yosep Agus Pranoto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem pengolahan dan pengelolaan informasi geografis berupa peta digital. Semakin pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini, menjadikan peta konvensional terlihat ketinggalan zaman, dan tidak efisien jika dibandingkan dengan peta digital. Isu pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan tidak terlepas dari peningkatan jangkauan dan perluasan pelayanan kesehatan, termasuk pembangunan kesehatan di daerah-daerah pinggiran kota besar salah satunya yaitu di kabupaten Malang. Penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan di daerah seringkali mengalami hambatan karena sulitnya medan. Tidak ada atau kurangnya sarana transportasi, komunikasi, serta minimnya informasi letak geografis,sehingga permasalahan tersebut menjadi isu penting yang terjadi di masyrakat yang menjadikan kurang popuernya akses kesehatan di PUSKESMAS yang seharusnya menjadi Sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan terutama di wilayah kabupaten malang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan pusat kesehatan masyarakat khususnya di wilayah kabupaten malang secara efektif dan efisien dengan perangkat lunak yang ada, sehingga dapat dihasilkan produk yang informatif untuk masyrakat khusunya kabupaten Malang. Dari hasil pengujian fungsional, fungsi 100% sudah sesuai dengan kebutuhan aplikasi.Pada pengujian fungsional penulis menyimpulkan bahwa 100% fungsi telah berjalan di browser yang telah direncanakanpengujian user menunjukkan bahwa 50% pengguna menilai tampilan aplikasi sudah baik, 62.5% pengguna menilai aplikasi mudah digunakan, 62.5% pengguna menilai statistik sudah baik, 75% pengguna menilai fitur pemetaan sudah baik, dan 75% pengguna menilai aplikasi ini bermanfaat.
PEMANFAATAN DELPHI. 7 UNTUK OBJECT ORIENTED PROGRAMING PADA SISWA SMKN 1 AMPELGADING
Moh Miftakhur Rokhman;
Suryo Adi Wibowo;
Yosep Agus Pranoto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu implementasi rekayasa perangkat lunak yang saat ini berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah Object Oriented Programing yang dapat digunakan untuk melakukan pemrograman dengan di dukung kemampuan menampilkan GUI (Graphic User Interface). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memebrikan pelatihan tentang pembuatan aplikasi yang berbasis Object Oriented Programing (OOP) serta implementasi program DELPHI. 7 pada siswa SMK Negeri 1 Ampelgading.Masalah yang dapat diidentifikasi adalah masih banyak siswa SMK Negeri 1 Ampelgading yang belum mengenal dasar Object oriented programing dengan memanfaatkan Delphi.7 untuk keperluan yang mendorong kemajuan teknologi di bidang rekayasa perangkat lunak untuk memperkuat daya saing bangsa serta dapat berkontribusi dalam bidang rekayasa perangkat yang dapat membuka peluang usaha alam bidang rekayasa perangkat lunak.Hasil dari pengabdian masyarakat SMK Negeri 1 AmpelgadingDari hasil uji coba didaptakan hasil memuaskan dimana pelatihan ini dapat membantu siswa dalam mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian praktek.Setelah mengikuti pelatihan ini siswa telah mampu mengaplikasikan pemrograman untuk memecahkan permasalahan di sekelilingnya melalui pembuatan aplikasi sederhana yang bermanfaat.Pelatihan ini dapat membantu menambah pemahaman siswa terhadap konsep OOP.
PELATIHAN PEMBUATAN GAME MENGGUNAKAN GREENFOOT
Joseph Dedy Irawan;
Sonny Prasetio;
Suryo Adi Wibowo;
Yosep Agus Pranoto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak sekali murid dan guru di SMK khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasimengeluhkan sulitnya mempelajari pemrograman komputer, karena banyak sekali perintah-perintah yang harusdipelajari, sehingga mereka merasa sulit dan menjadi semakin malas mempelajarinya.Teknologi pemrograman sangat berkembang dengan pesat, salah satu diantaranya adalah Greefoot,dimana pemrograman ini dapat digunakan untuk pembuatan game dengan cara yang sangat mudah karena hanyamemerlukan sedikit perintah sehingga akan sangat memudahkan murid dan guru mempelajarinya.Dengan mengadakan pelatihan pembuatan game menggunakan greenfoot, diharapkan para murid danguru dapat mempelajari pemrograman dengan mudah serta minat untuk mempelajari pemrograman menjaditinggi sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih mudah dan lancar.
APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SEBAGAI FILTER PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
Suryo Adi Wibowo;
Yosep Agus Pranoto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Filter penerimaan beasiswa adalah proses penyaringan untuk mengetahui mahasiswa mana yang berhak untuk mendapatkan beasiswa baik yang berasal dari perusahaan swasta maupun dari instansi – instansi miik pemerintah yang terkait.pada kegiatan ini diawali dengan proses mengevaluasi atau menilai aktivitas yang dilakukan peserta didik perguruan tinggi . Kegiatan ini dapat dilakukan oleh bidang kemahasiswaan maupun dari pihak stakeholder atau perusahaan yang terkait.perusahaan dapat memberikan umpan balik kepada bidang kemahasiswaan perguruan tinggi tentang pelaksanaan evaluasi dan persyaratan yang mereka inginkan selama tidak merugikan peserta didik dan perguruan tinggi terkait. Hasil dari evaluasi ini digunakan untuk memberikan kesempatan peserta didik mendapatkan bea siswa.studi kasus dilakukan di prodi teknik informatika ITN malang.Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer yang menyajikan dan memproses informasi yang memungkinkan pembuatan keputusan menjadi lebih produktif, dinamis dan inovatif. SPK dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat menjadi solusi dalam melakukan penilaian terhadap aktifitas mahasiswa. Peralatan utama AHP adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Keberadaan hierarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks atau tidak terstruktur dalam sub – sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hierarki. Salah satu keunggulan AHP adalah dapat digambarkan secara grafis sehingga mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusanBerdasarkan hasil pengujian yang dilakukan mempermudah proses penyaringan beasiswa PPA yang ada di ITN malang didapatkan hasil perengkingan sesuai dengan hasil output yang di masukan yaitu 5 nilai tertinggi dari seluruh sampel sebanyak 32 pemohon beasiswa. Dari hasil pengujian aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk filter penerima beasiswa menggunakan model analytical hierarchy didapatkan nilai simpangan tertinggi sebesar 0,63%..
WEBSITE UNTUK SUPPLY DEMAND KEDELAI PRODUKSI DALAM NEGERI GUNA MENJAGA KESTABILAN PERSEDIAAN KEDELAI
Nelly Budiharti;
Suryo Adi Wibowo;
Nurlaily Vendyansyah;
Guntur Adi Prasetyo;
Rachmad Agung Laksono
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 2 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (788.062 KB)
|
DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i2.009
Selama ini koperasi ngudi makmur 2 menggunakan metode konvensional dalam menjalankan pemasaran produk hasil tani terutama produk kedelai. Anggota melakukan transaksi jual beli menggunakan telpon atau secara langsung kepada pembeli. Metode konvensional ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar serta hasil dari pemasaran yang diharapkan tidak efektif. Penelitian ini untuk mengatasi permasalahan dalam ketahanan pangan kedelai yaitu aksesibilitas dengan memetahkan alur supplay demand, kemudian membuat aplikasi sehingga transaksi dilakukan dengan cara on line, Untuk mewujudkan ketersediaan kedelai dengan mencukupi kebutuhan dan harga yang stabil. Selanjutnya untuk mempermudah pengguna yang terkait dengan kegiatan investasi dan transaksi jual beli kedelai produksi dalam negeri. Dengan menerapkan sistem penjualan online berbasis teknologi diharapkan akan terjadi saling terintegrasi dan dapat saling berkordinasi serta berbagi informasi antar penyedia dan pengguna kedelai. Dari penelitian ini dihasilkan kelompok tani yang dapat menggunakan transaksi/Supply Demand Secara Online.
Desain Dan Implementasi Pengelolaan Persediaan Barang Berbasis Website Di Bengkel RPM Motor
kartiko;
Suryo Adi Wibowo;
Yosep Agus Pranoto
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.498 KB)
|
DOI: 10.36040/jasten.v3i1.4754
Keberadaan sistem informasi gudang pada sebuah perusahaan tidak boleh diabaikan. Karena dengan adanya sistem ini pemilik perusahaan dapat melakukan kontrol stok barang untuk mengetahui peminatan pasar pada perusahaannya. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang menjadi mitra adalah Bengkel RPM Motor yang berlokasi di desa Ngenep, Kabupaten Malang. Dalam kegiatan ini tim pengabdi memberikan sumbangsih berupa pembuatan website inventory management system yang didukung dengan kegiatan pelatihan untuk mempermudah mitra dalam pemahaman sistem. Sistem ini dibangun dengan sistem login berbasis website sehingga dapat diakses secara intranet pada perusahaan mitra. Modul yang disediakan oleh sistem terdiri dari tiga moul utama yaitu modul master, modul penjualan dan modul pembelian. Modul master data terdiri dari data barang, customer, supplier, kategori, user. Modul data penjualan terdiri dari transaksi penjualan, penawaran penjualan, laporan penjualan. Modul data pembelian terdiri dari transaksi pembelian, penawaran pembelian, laporan pembelian. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pengembangan perangkat lunak yaitu waterfall. Pada sistem ini diterapkan metode Sequential Search yang diterapkan untuk fungsi proses pencarian data, sehingga dapat mempersingkat proses pencarian. Hasilnya mitra mendapatkan manfaat baik karena dimudahkan dalam melakukan management barang pada perusahaan. Buku pedoman dan kegiatan pelatihan menambah pemahaman mitra dalam mengoperasikan perangkat lunak
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN WEBSITE DAN MAIL SERVER SEBAGAI MEDIA PROMOSI KAMPUNG WISATA PEDULI IKLIM
Kartiko Ardi Widodo Kartiko Ardi Widodo;
Nurlaily Vendyansyah;
Suryo Adi Wibowo;
Yosep Agus Pranoto
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (820.893 KB)
|
DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6035
Wisata Peduli Perubahan Iklim Tirta Rona memiliki keistimewaan sendiri karena dibangun bersama-sama oleh warga RW 07 Tlogomas, Kota Malang. Wisata Tirta Rona mempunyai manfaat tersendiri untuk warga RW 07 Tlogomas karena memiliki banyak manfaat seperti menyerap air, membantu menyimpan air, pengolahan limbah dan komposter. Melihat antusias warga dalam mengelola wisata ini yang sangat baik, tidak sebanding dengan tamu yang berkunjung. Hal ini disebabkan oleh pengelola wisata yang kurang memanfaatkan teknologi sebagai media promosi. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah layanan informasi Wisata Peduli Perubahan Iklim Tirta Rona yang lebih modern dan mampu bermanfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan nama baik dan citra pengabdi serta Perguruan Tinggi di dimata masyarakat umum. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dirancang dalam tujuh tahapan proses yang saling terkait dan berkelanjutan yaitu : (1) Tahap survey lokasi mitra dan wawancara kebutuhan, (2) Tahap analisis, (3) Tahap perancangan perangkat lunak, (4) Tahap pengembangan perangkat lunak, (5) Tahap sosialisasi, (6) Tahap pelatihan dan pendampingan, dan (7) Tahap Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang pentingnya promosi terhadap suatu bisnis. Mitra sudah dapat melakukan pengolahan data melalui website admin tanpa dibantu oleh tim pengabdi.
Smart Farming System untuk Tanaman Hidroponik Berbasis Internet of Things
Suryo Adi Wibowo;
Kartiko Ardi Widodo;
Deddy Rudhistiar
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30812/bite.v5i1.2691
Background: The tropical climate that Indonesia has, with the sun shining all year round, is the advantage of Indonesia being on the equator. This tropical climate causes thousands of types of flora and fauna to grow beautifully and thrive in Indonesia as well as plants that can be cultivated, such as vegetables. It is not wrong if, at this time, vegetable plants are the target of flora hobbyists. Currently, several types of vegetable crops can be developed using the hydroponic or vertical garden method so that they can generate income even on limited land. This reason has made many flora lovers develop vertical gardens en masse or for hobby purposes. The problems that are often faced by these hobbies include the maintenance process and even delays in providing nutrients to the planting medium.Objective: The researchers designed a smart farming system for hydroponic plants based on the Internet of Things (IoT) to facilitate the maintenance of vertical garden plants.Methods: The method used in this research was fuzzy logic and the Internet of things.Result: The results of system testing found that the average deviation of the TDS sensor was 3.229% and that of the Ph meter sensor was 4.081%. Using a smart hydroponic system can increase the growth of mustard plants by 1.775%.Conclusion: IoT-based smart farming systems for hydroponic plants have been successfully developed.
PENENTUAN RUTE TERDEKAT DENGAN ALGORITMA HAVERSINE MENGGUNAKAN LOCATION BASED SERVICE
Nurlaily Vendyansyah;
Suryo Adi Wibowo
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 6 No 1 (2024): EDISI 19
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51401/jinteks.v6i1.3811
Kebutuhan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan yang crusial. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian lebih pada kebutuhan kesehatan untuk masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memiliki kartu kesehatan oleh pemerintah Indonesia. Kartu kesehatan yang dimaksud adalah seperti yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau disingkat dengan BPJS, atau jaminan kesehatan yang dikeluarkan oleh asuransi swasta. Faktanya informasi kesehatan tersebut pada website resmi pemerintah Indonesia khususnya pada kabupaten malang belum diinformasikan dengan baik. Pendukung penting layanan kesehatan diantaranya adalah laboratorium kesehatan dan apotek. Kasus yang banyak terjadi pada masyarakat, adalah ketika memerlukan informasi layanan kesehatan seperti apotek seringkali mengalami kendala untuk mengetahui informasi ketersedian obat yang diresepkan oleh dokter. Urgensi dari penelitian ini adalah bagaimana mengetahui jarak apotek di sekitar berdasarkan data geografis. Data geografis yang digunakan pada penelitian yaitu berupa data garis bujur (longitude) dan garis lintang (latitude) baik sumber (source) maupun tujuan (destination). Informasi lokasi divisualisasikan menggunakan google map. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa metode haversine dapat digunakan untuk menghitung jarak antar lokasi di permukaan bumi yang berbentuk bulat dengan menggunakan data geografis dengan Location Based Service (LBS) yang memanfaatkan triangulasi Base Station (BTS) dari operator seluler.