Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI COVID-19 PADA SAAT POSYANDU DI DESA KWALA BINGEI Aritonang, Juneris; Siregar, Laura M; Saragih, Frida Liharris; Argaheni, Niken Bayu
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 1 (2021): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v4i1.1823

Abstract

Posyandu services were stopped during the Covid-19 pandemic, posyandu services were carried out independently with the implementation model being handed over to each region according to the conditions or covid zone of each region. The implementation of the posyandu must strictly comply with established health protocols to minimize the risk of Covid-19 transmission. The initial survey conducted found that mothers were still worried about bringing their children to the posyandu. In addition, it was also found that at the time of implementing the posyandu there were still mothers who had not complied with the health protocols. This research is a descriptive study which aims to see the knowledge of mothers about the prevention of Covid-19 infection at the posyandu in Desa Kwala Bingei in 2020. The population of this study is all mothers who have toddlers and carry out posyandu with a total sample of 37 people. The results of the study found that the majority of respondents had less knowledge (65%) about the prevention of Covid-19 infection at the time of implementing the posyandu. From the results of this study, an activity in the form of health education to groups of mothers who have toddlers is needed which is related to increasing knowledge in preventing Covid-19 infection during the posyandu period, thereby reducing maternal anxiety of carrying posyandu children and posyandu activities to continue running smoothly according to health protocols.
PENGARUH RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI PMB RONNI SIREGAR Siregar, Dian Adriyani; Aritonang, Juneris; Haslin, Sharfina
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i1.5671

Abstract

Persalinan normal merupakan proses pengeluaran janin dan plasenta yang terjadi pada usia kehamilan aterm secara spontan tanpa adanya komplikasi yang diiringi dengan nyeri persalinan yang fisiologis. Nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin, sepertinya peningkatan intensitas nyeri, partus macet/lama, distress pada janin yang berujung pada asfiksia janin, perdarahan dan kematian ibu dan bayi. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dapat mengurangi nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar. Jenis dan design pada penelitian ini adalah pre eksperimental dengan one grup pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 17 responden ibu bersalin primigravida. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri responden pada kelompok sebelum diberikan perlakuan rata rata 8,33 dan sesudah diberika perlakuan rata rata 4,92. Hasil analisis data diperoleh significancy p-value 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar.
PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI NAFAS DALAM DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI PMB RONNI SIREGAR Siregar, Dian Adriyani; Aritonang, Juneris; Haslin, Sharfina
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5672

Abstract

Persalinan normal merupakan proses pengeluaran janin dan plasenta yang terjadi pada usia kehamilan aterm secara spontan tanpa adanya komplikasi yang diiringi dengan nyeri persalinan yang fisiologis. Nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin, sepertinya peningkatan intensitas nyeri, partus macet/lama, distress pada janin yang berujung pada asfiksia janin, perdarahan dan kematian ibu dan bayi. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dapat mengurangi nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar. Jenis dan design pada penelitian ini adalah pre eksperimental dengan one grup pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 17 responden ibu bersalin primigravida. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri responden pada kelompok sebelum diberikan perlakuan rata rata 8,33 dan sesudah diberika perlakuan rata rata 4,92. Hasil analisis data diperoleh significancy p-value 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar.
Edukasi Tentang Determinan Kunjungan ANC-6 Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Kehamilan Haslin, Sharfina; Aritonang, Juneris; Simanjuntak, Netti Meilani; Andriani, Rika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1733

Abstract

Kunjungan antenatal ke-6 (ANC-6) merupakan indikator penting dalam pemantauan kehamilan yang berkualitas dalam deteksi dini komplikasi kehamilan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor paritas, pengetahuan ibu hamil, dan dukungan suami berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kunjungan ANC-6, dengan dukungan suami sebagai determinan paling dominan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan suami mengenai pentingnya kunjungan ANC-6 sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Kegiatan dilakukan di PMB Lidya pada Juni 2025 dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi kelompok kecil, dan penyebaran leaflet edukatif. Peserta terdiri atas 15 ibu hamil dan 8 suami. Hasil pre dan post-test menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan. Selain itu, terjadi peningkatan komitmen dari para suami dalam mendampingi istri melakukan kunjungan ANC. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis determinan kunjungan ANC-6 dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan cakupan kunjungan ANC dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan.
ANALISIS DETERMINAN KUNJUNGAN ANTENATAL KEENAM (ANC-6) PADA IBU HAMIL: STUDI DI PMB LIDYA Haslin, Sharfina; Aritonang, Juneris; Simanjuntak, Netti Meilani; Andriani, Rika
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1507

Abstract

Cakupan pelayanan antenatal dipantau melalui kunjungan K1 hingga K6. Standar saat ini menetapkan minimal enam kali kunjungan selama kehamilan. Namun, pencapaiannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pekerjaan, paritas, pengetahuan, dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keempat faktor tersebut dengan kunjungan K6 pada ibu hamil di Klinik Mawar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 35 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kunjungan K6 (p = 0,418). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,002), pengetahuan (p = 0,020), dan dukungan suami (p = 0,000) dengan kunjungan K6. Diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil serta penguatan peran suami melalui pendekatan keluarga dan komunikasi efektif. Program berbasis komunitas juga direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC secara lengkap.
PENGARUH LATIHAN BRIDGING DAN TIGHTROPE WALKER TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) Siregar, Wilda Wahyuni; Rahmawati, Siti; Octavariny, Raisha; Hayati, Kardina; Ginting, Luci Riani; Aritonang, Juneris
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.3753

Abstract

The results of the Basic Health Research (Riskesdas) in 2013 showed that the percentage of children with gross motor development disorders in Indonesia was 12.4%. The child's ability to move (motor) is closely related to one aspect of motion, namely dynamic balance. Dynamic balance is the ability to maintain balance when the body is moving. Any disturbance in balance will affect the child's ability to carry out activities. Balance is the integration of the visual, somatosensory and musculoskeletal systems that will adapt to the environment. This system develops during childhood. Until 10 years, control of dynamic balance in children is not as excellent as in adults. This study was to determine the effect of giving bridging and tightrope walker exercises for dynamic balance in preschoolers. This study is a quasi-experimental with a pre-test & post-test one group design. The sample in this study was 11 children of preschool age at Posyandu Regensi Pratama Depok. The treatments were bridging and tightrope walker exercises. The bridging exercise should be done with holding for 5 seconds, gradually increasing to 10 seconds for 3 sets of 10 repetitions with a rest time between sets of 10 seconds. Meanwhile the tightrope walker exercise is done for 10 repetitions. Training sessions were conducted 2 times a week for 6 weeks. The measuring instrument used is PBS (Pediatric Balance Scale). The research data obtained p value = 0.003 which means that bridging and tightrope walker exercises can increase the level of dynamic balance in preschooler children (p <0.05). The results of this study can be used as a reference to make exercise programs for dynamic balance in preschooler children.
Improving Knowledge Of Prebiotic Food Sources Among Pregnant Women To Prevent Anemia Haslin, Sharfina; Simanjuntak, Netti Meilani; Aritonang, Juneris; Simaremare, Ernawati; Hulu, Lenyi Risdayanti; Lestari, Anisa
Outline Journal of Community Development Vol. 3 No. 2: November 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/bd900h74

Abstract

Anemia during pregnancy remains a significant public health concern, affecting both maternal and fetal health. Adequate intake of prebiotic foods has been suggested as a strategy to improve intestinal health and enhance iron absorption, thereby contributing to anemia prevention. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about prebiotic food sources as a preventive measure against anemia. The intervention employed interactive educational sessions, including lectures, discussions, and demonstrations on the consumption of prebiotic foods. Participants were pregnant women registered at local community health posts or healthcare facilities. Knowledge levels were assessed using structured questionnaires before and after the intervention. The pre-test results indicated that nearly half of the participants (48%) had low knowledge, while only 16% demonstrated high knowledge. Following the educational intervention, knowledge improved significantly, with 68% of participants achieving a high knowledge level and only 8% remaining in the low category. These findings indicate that targeted educational programs on prebiotic food consumption effectively enhance pregnant women’s understanding of anemia prevention. Increasing awareness and knowledge about prebiotic foods can encourage healthier dietary practices, ultimately contributing to a reduction in anemia prevalence during pregnancy.
Optimalisasi UPPKA Berbasis Produksi Cemilan Sehat, Pencegah Stunting dan Peningkatan Ekonomi Kesejahteraan Anita, Surya; Aritonang, Juneris; Enitari Napitupulu, Evi; Kristina Sianipar, Yuliarta; Loi, Manisari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ad7xs091

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, serta risiko penyakit kronis. Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, merupakan salah satu lokus penanganan stunting dengan masih ditemukannya balita stunting pada tahun 2025. Program PROCES PASTI (Optimalisasi UPPKA Berbasis Produksi Camilan Sehat) dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberdayakan kelompok UPPKA melalui pemanfaatan pangan lokal, khususnya daun kelor dan ikan lele. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pengolahan pangan sehat menjadi camilan sehat, penyediaan teknologi inovasi (alat tepat guna), penguatan kapasitas dalam aspek pengemasan, legalitas, serta strategi pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah camilan sehat bergizi, proses terbentuknya unit usaha camilan sehat yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga, serta meningkatnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Selain itu, kohesi sosial dan semangat gotong royong antaranggota UPPKA semakin kuat, menjadikan perempuan desa sebagai agen perubahan dalam ketahanan pangan keluarga. Program ini juga membuka peluang integrasi dengan UMKM dan koperasi desa untuk keberlanjutan usaha. Dengan demikian, PROCES PASTI membuktikan bahwa integrasi edukasi gizi, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha pangan lokal dapat mendukung pencapaian SDGs, menciptakan peluang ekonomi melalui unit usaha camilan sehat. Dalam jangka panjang, penciptaan ekosistem kewirausahaan berbasis pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan, perbaikan status gizi, dan penguatan ekonomi desa secara menyeluruh.