Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Produk Herbal Daun Pegagan dan UKS Digital sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMK PGRI 3 Denpasar Sagitarini, Putu Noviana; Agustini, Ni Komang Tri; Wulansari, Nadya Treesna; Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya; Swari, Ni Putu Widya Candra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22129

Abstract

ABSTRAK Permasalahan remaja seperti pergaulan bebas, kehamilan tidak diinginkan, pernikahan dini, ketidakpatuhan konsumsi tablet tambah darah masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Salah satu strateginya adalah program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) untuk mendukung peningkatan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi, UKS berbasis web dan pembuatan teh celup daun pegagan. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi, pelatihan dan pengembangan produk. Sasaran adalah siswa yang ditunjuk sebagai konselor sebaya sebanyak 48 orang. Peserta sangat antusias dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, uks berbasis web dan pembuatan teh celup daun pegagan. Kata Kunci: Konselor Sebaya, Kesehatan Reproduksi, UKS, Daun Pegagan  ABSTRACT Adolescent issues such as risky sexual behavior, unintended pregnancy, early marriage, and non-compliance with iron tablet supplementation remain major public health concerns in Indonesia. One of the strategies to address these challenges is the Adolescent-Friendly Health Services program, which aims to improve adolescents’ understanding of reproductive health. The present program was designed to enhance the knowledge of peer counselors on reproductive health, web-based school health units, and the production of Centella asiatica herbal tea bags. This community service activity employed a combination of socialization, training, and product development methods. The target participants were 48 students appointed as peer counselors. The participants demonstrated high levels of enthusiasm, and post-activity assessments indicated a notable improvement in knowledge regarding reproductive health, web-based UKS, and the process of producing Centella asiatica tea bags. Keywords: Peer Counselors, Reproductive Health, School Health Unit, Centella Asiatica
Program Manajemen Pencegahan Anemia melalui Pendekatan Multidisiplin pada Remaja Putri di Wilayah Binaan Desa Melinggih Susanti, Ni Luh Putu Dina; Agustini, Ni Komang Tri; I KetutSwarjana, I KetutSwarjana; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Lewar, Emanuel Iileatan; Mastryagung, Gusti Ayu Dwina; Anggaraeni, Komang Rossa Tri; Widnyani, Ida Ayu Ary; Aryasa, Jiyestha Aji Dharma; Kusuma, I Gusti Agung Ari; Rittiruang, Amonwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22241

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja masih menjadi masalah global yang memerlukan intervensi dari berbagai multidisiplin. Selain itu, kesadaran terhadap pentingnya pencegahan anemia belum menjadi perhatian utama di kalangan remaja. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan remaja dalam manajemen pencegahan anemia serta merubah perilaku remaja dalam menerapkan hidup sehat cegah anemia. Kegiatan yang tercapai adalah peningkatan pengetahuan remaja dalam manajemen pencegahan anemia pada remaja. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman remaja dalam melakukan pencegahan anemia dan perubahan perilaku hidup sehat untuk mendukung pencegahan anemia serta meningkatkan kesadarannya melakukan skrining kesehatan secara rutin. Kata Kunci: Anemia, Remaja, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan.  ABSTRACT Anemia in adolescents remains a global problem that requires multidisciplinary interventions. In addition, awareness of the importance of anemia prevention has not yet become a major concern among adolescents. This activity is able to increase knowledge and adolescents in anemia prevention management and change adolescent behavior in implementing a healthy lifestyle to prevent anemia. The activity achieved is an increase in adolescent knowledge in anemia prevention management in adolescents. This activity is able to increase adolescents' understanding in preventing anemia and changes in healthy lifestyle behavior to support anemia prevention and increase their awareness of conducting routine health screenings. Keywords: Anemia, Adolescent, Health Education, Knowledge.
Kebutuhan Pelayanan Komplementer pada Ibu Hamil di Kota Denpasar Agustini, Ni Komang Tri; Harditya, I Kadek Buja
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v5i1.332

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan layanan komplementer pada ibu hamil di Kota Denpasar. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional pada 96 ibu hamil di Kota Denpasar yang diberikan kuisioner kebutuhan layanan komplementer Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan usia kehamilan trimester I membutuhkan layanan komplementer akupresur dan akupuntur dalam kehamilan, yoga dalam kehamilan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil trimester II sedangkan ibu hamil trimester III membutuhkan layanan hypnobirthing atau meditasi. Implikasi: Adanya kebutuhan akan layanan komplementer yang terintegrasi dengan pelayanan ibu hamil membuat penyedia layanan kesehatan perlu mendapatkan pelatihan terapis komplementer.
Inisiasi Program Asbak (Aksi Sekolah Berantas Anemia Komprehensif) untuk Model Percontohan Health Promoting School di Denpasar Agustini, Ni Komang Tri; Yoga, Wahyu Krisna; Permana, Pande Putu Gede Putra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17353

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku konsumsi makanan tidak bergizi dan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri masih rendah. Solusi yang ditawarkan adalah inisiasi program ASBAK (Aksi Sekolah Berantas Anemia Komprehensif). Tujuan: Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sebaya di sekolah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada sesama teman dan remaja di sekolah, mengaplikasikan UKS berbasis digital web dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah jajanan sehat dan diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan. Hasil: Kegiatan yang tercapai adalah peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan anemia remaja, peningkatan keterampilan melakukan skrining kesehatan secara mandiri, pemanfaatan kebun gizi untuk pengolahan jajanan sehat. Kesimpulan: Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian khususnya kesehatan remaja. Kata Kunci: Anemia, Program ASBAK, Kemandirian, Kader Kesehatan Remaja  ABSTRACT The behavior of consuming unhealthy food and adolescent compliance in consuming iron tablets for adolescent girls is still low. The solution offered is the initiation of the ASBAK (Comprehensive School Action to Eradicate Anemia) program. This activity is able to improve the knowledge and skills of peer cadres in schools in providing health services to fellow friends and adolescents in schools, applying digital web-based UKS and improving students' skills in processing healthy snacks and it is hoped that this activity can be carried out routinely and sustainably. Monitoring and evaluation are carried out continuously. The activities achieved are increasing cadre knowledge about preventing adolescent anemia, increasing skills in conducting independent health screening, utilizing nutritional gardens for processing healthy snacks. Conclusion: This activity is able to improve knowledge, skills and independence, especially adolescent health.  Keywords: Anemia, ASBAK Program, Independence, Adolescent Health Cadres
Pemberdayaan dan Kemandirian Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Pembentukan Kampung Komplementer di Kelurahan Pedungan Agustini, Ni Komang Tri; Puspitasari, Lia; Harditya, I Kadek Buja; Wulandari, Ni Putu Dita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12510

Abstract

ABSTRAK Kelompok ibu dan anak merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan sehingga diperlukan program percepatan penurunan angka kesakitan serta masalah terkait melalui pemberdayaan Masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah Pembentukan Kampung Komplementer. Untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan Kader dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai layanan komplementer, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui peningkatan kemandirian kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah membentuk kader komplementer, pelatihan dan pendampingan kader tentang metode komplementer meliputi ramuan herbal dan obat tradisional, pijat bayi, akupresur, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan yang tercapai adalah peningkatan pengetahuan kader tentang metode komplementer, peningkatan keterampilan melakukan teknik komplementer secara mandiri, pemanfaatan tanaman obat sebagai pelengkap kesehatan. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian khususnya kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Komplementer, Pemberdayaan, Kemandirian, Kesehatan, Ibu, Anak  ABSTRACT Mothers and children included as a vulnerable group who need accelerated program to reduce morbidity and related problems through community empowerment. The solution offered is the establishment of a complementary village. To increase community empowerment, especially women and cadres, by increasing knowledge and skills regarding complementary services, and improving the quality of community life through increasing health independence. The activities carried out are forming complementary cadres, training and mentoring cadres on complementary methods including herbal concoctions and traditional medicines, baby massage, acupressure, and the use of family medicinal plants. Monitoring and evaluation is carried out on an ongoing basis. The results of the activities achieved were increasing cadres' knowledge about complementary methods, increasing skills in carrying out complementary techniques independently, and using medicinal plants as a complement to health. This activity is able to increase empowerment and independence, especially maternal and child health.  Keywords: Complementary, Empowerment, Independency, Health, Mother, Child
GAMBARAN KEBUTUHAN PELAYANAN IBU HAMIL TERINTEGRASI KOMPLEMENTER DI KOTA DENPASAR Agustini, Ni Komang Tri; Sagitarini, Putu Noviana; Sari, Ni Made Candra Citra
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i2.2791

Abstract

Terapi komplementer yang saat ini menjadi pilihan pengobatan maupun pelengkap pengobatan pada ibu hamil yang berdampak pada kebutuhan akan pelayanan ibu hamil yang terintegrasi pada pelayanan komplementer. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan layanan komplementer pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross sectional pada 96 ibu hamil di Kota Denpasar yang diberikan kuisioner kebutuhan layanan komplementer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan usia kehamilan trimester I membutuhkan layanan komplementer akupresur dan akupuntur dalam kehamilan, yoga dalam kehamilan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil trimester II sedangkan ibu hamil trimester III membutuhkan layanan hypnobirthing atau meditasi. Adanya kebutuhan akan layanan komplementer yang terintegrasi dengan pelayanan ibu hamil membuat penyedia layanan kesehatan perlu mendapatkan pelatihan terapis komplementer.
Hubungan Paparan Informasi dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Agustini, Ni Komang Tri; Sagitarini, Putu Noviana; Wahyuningsih, Luh Gde Nita Sri
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v5i2.685

Abstract

Anxiety is a common experience during pregnancy and can have significant implications for both the mother's health and the developing fetus. One factor that can contribute to maternal anxiety is exposure to information. The vast amount of information available to pregnant women through various sources, such as books, websites, and social media, can be overwhelming and confusing. Furthermore, the quality and accuracy of information available online can vary widely. This can make it difficult for pregnant women to determine which sources are reliable and trustworthy. As a result, they may become overwhelmed with doubt and uncertainty, leading to increased anxiety. The purpose of the study was to determine the relationship between exposure to information and the level of anxiety of pregnant women. The study used a descriptive cross-sectional correlation design using the Pregnancy Anxiety Questionnaire-Revised for All Pregnant Women Regardless of Parity (PRAQ-R2). The sample used 80 respondents using consecutive sampling technique. Data analysis using Chi Square test. The results showed that information exposure including exposure to information (p=0.01), confidence in information (p=0.009), and information support (0.021) were associated with the level of anxiety of pregnant women. This study highlights the importance of providing clear, accurate, and supportive information to pregnant women to help reduce anxiety and promote positive mental health outcomes.
Program Pelayanan Kesehatan Terpadu dalam Optimalisasi Gizi Balita dan Pengelolaan Sampah di Desa Sudimara Tabanan Agustini, Ni Komang Tri; Wahyunadi, Ni Made Dwi; Sanjana, I Wayan Edi; Tripayana, I Nyoman; Antares, Ardhinata
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23195

Abstract

ABSTRAK Kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan sangat dipengaruhi oleh perilaku gizi dan pengelolaan lingkungan. Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, merupakan salah satu daerah dengan permasalahan gizi anak balita serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan untuk skrining kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang bagi anak balita serta menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Meliputi penyuluhan gizi dan praktik pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal, pemeriksaan kesehatan masyarakat (tekanan darah, GDS, kolesterol, dan asam urat), serta edukasi dan demonstrasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan, pembuatan kompos, dan eco-enzym. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan perangkat desa. Sebanyak 85–90% peserta memahami cara penyusunan MP-ASI bergizi seimbang, sementara 70% peserta mulai menerapkan pemilahan sampah di rumah. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, baik dalam aspek gizi maupun pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme untuk membentuk Bank Sampah Desa Sudimara sebagai bentuk keberlanjutan program. Kata Kunci: Gizi Balita, Kesehatan,Skrining, Pengelolaan Sampah.  ABSTRACT Public health in rural areas is greatly influenced by nutritional behavior and environmental management. Sudimara Village, Tabanan District, is one of the areas with nutritional problems for toddlers and low public awareness of household waste management. This activity was carried out to screen the public health, increase public knowledge about balanced nutrition for toddlers and raise awareness of sustainable waste management. Includes nutrition counseling and practice of making Complementary Breastfeeding Food (MP-ASI) from local food ingredients, public health checks (blood pressure, GDS, cholesterol, and uric acid), as well as education and demonstration of household waste management through sorting, composting, and eco-enzyme production. The activity was attended by 40 participants consisting of housewives, Posyandu cadres, and village officials. As many as 85–90% of participants understood how to prepare balanced nutritional MP-ASI, while 70% of participants began to implement waste sorting at home. This activity showed a significant increase in participants' knowledge, both in terms of nutrition and waste management. Furthermore, the community demonstrated enthusiasm for establishing the Sudimara Village Waste Bank as a form of program sustainability. Keywords: Toddler Nutrition, Health, Screening, Waste Management
Determinants of Reproductive Health Behavior among Adolescents: A Cross-Sectional Study Putu Noviana Sagitarini; Ni Komang Tri Agustini; Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu; Ni Made Candra Citra Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.263

Abstract

Introduction: Adolescents are vulnerable to reproductive health problems due to limited knowledge, inadequate access to information, and a lack of family support. These conditions may influence adolescents’ reproductive health maintenance behaviors and increase the risk of reproductive health problems in the future. Research Methodology: This study aimed to analyze the factors influencing adolescent reproductive health behavior. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach conducted among 243 female students at SMPN 1 Kediri Tabanan. Data were collected using a structured questionnaire that included variables of knowledge, attitudes, peer influence, access to information, family support, and reproductive health behavior. Data analysis was performed using the Spearman Rho test and ordinal logistic regression. Result: The results showed that knowledge, attitudes, access to information, and family support were significantly associated with adolescent reproductive health behavior (p < 0.05), whereas peer influence was not significant. Multivariate analysis indicated that knowledge and family support simultaneously had a significant effect on adolescent reproductive health behavior, with family support emerging as the dominant factor (OR = 2.64). Conclusion: Adolescent reproductive health behavior is influenced by both individual and environmental factors. Therefore, integrated interventions that enhance health education and strengthen family involvement are necessary to promote optimal reproductive health behaviors among adolescents.
Pemanfaatan Complementary and Alternative Medicine pada ibu hamil Ni Komang Tri Agustini; Putu Noviana Sagitarini; Komang Rosa Tri Anggaraeni
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 18 No 1 (2023): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v18i1.227

Abstract

The use of CAM (Complementary and Alternative Medicine) is an important part as an option to reduce discomfort experienced by pregnant women. The aims of study describe the use of CAM in pregnant women during pregnancy. The result of study the largest source of information on using CAM was obtained from family and closest friends (42.9%). The reasons for using CAM during pregnancy were because it was easy to obtain and cheap (40.8%). Indications for using CAM are treating complaints of coughs, colds, flu during pregnancy (39.8%). The use of CAM during pregnancy is of great interest to pregnant women. The benefits obtained during the use of CAM are one of the reasons mothers use CAM. CAM is used to treat sickness experienced by mothers during pregnancy. However, there is a need for further research on mother's perceptions of using CAM and collaboration between medical health services and alternative medicine is urgently needed so that they can work together to improve maternal welfare.
Co-Authors Abda Abda Agra Darmawati, I Dewa Ayu Anak Agung Istri Wulan Krisnandari, Anak Agung Istri Wulan Andriati, Ida Ayu Nyoman Santiari Anggaraeni, Komang Rosa Tri Anggaraeni, Komang Rossa Tri Antares, Ardhinata Artsanthia, Jintana Aryasa, Jiyestha Aji Dharma Dayu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Dewa Ayu Anggan Pujiani Dewi, I Gusti Agung Kumala Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Gusti Ayu Dwina Mastryagung I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Kumala Dewi I Gusti Agung Kumala Dewi I Ketut Alit Adianta I KetutSwarjana, I KetutSwarjana I Nyoman Dharma Wisnawa Ida Ayu Ary Widnyani, Ida Ayu Ary Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu Ida Ayu Nyoman Santiari Andriati IGN Made Kusuma Negara Kusuma Negara Kadek Buja Harditya Komang Ayu Parwati Komang Rosa Tri Anggaraeni Kusuma, I Gusti Agung Ari Lewar, Emanuel Iileatan Luh Gde Nita Sri Wahyungsih Luh Gde Nita Sri Wahyuningsih luh Gde Nita Sri Wahyuningsih Luh Gde Nita Sri Wahyuningsing Made Bintang Suci Iswari Made Rismawan Made Rismawan Nadya Treesna Wulansari Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Candra Citra Sari Ni Nyoman Rantini Ni Putu Kamaryati Nugrahini, Ni Luh Gede Hari Permana, Pande Putu Gede Putra Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya Putra, I Nyoman Arya Maha Ricky Purnama Putri Rittiruang, Amonwan Sanjana, I Wayan Edi Siluh Putu Shinta Devi Aryastini Swari, Ni Putu Widya Candra Tripayana, I Nyoman Wahyunadi, Ni Made Dewi Wahyunadi, Ni Made Dwi Wahyuningsih, Luh Gde Nita Sri Wulandari, Ni Putu Dita Yoga, Sukma Wisnu Yoga, Wahyu Krisna