Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JRKN

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS 2 DENSEL Ni Komang Tri Agustini; Putu Noviana Sagitarini; I Gusti Agung Kumala Dewi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.077 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v6i1.362

Abstract

COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi saat ini. Hal ini berdampak pada pelayanan di semua akses pelayanan termasuk Keluarga Berencana. Program KB mengalami penurunan selama pandemic, hal ini disebabkan karena keterbatasan akses pelayanan akibat pembatasan gerak. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB selama masa pandemic COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional dengan sampel adalah ibu di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Teknik sampling adalah concecutive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebesar 58,7% ibu menggunakan KB saat pandemic COVID 19. Terdapat hubungan yang bermakna dengan penggunaan KB yaitu keterpaparan informasi (p value < 0,001) dan dukungan suami  (p value < 0,001). Faktor usia, tingkat pendidikan dan jumlah anak tidak memiliki hubungan bermakna dengan penggunaan KB. Komitmen suami untuk mendukung istri sangat penting. Perlu peningkatan akses pelayanan KB, peningkatan ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas pelayanan KB termasuk pelayanan KIE dan Konseling. Kata kunci: Faktor-faktor, penggunaan KB, Pandemi COVID-19
GAMBARAN TINGKAT KOMPETENSI SOSIAL KONSELOR SEBAYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN Ni Komang Tri Agustini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.415 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.156

Abstract

Latar belakang: PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) bertujuan untuk mengatasi permasalahan remaja yang ada saat ini. Implementasi program ini adalah pembentukan konselor sebaya. Kegiatan yang dilakukan konselor sebaya adalah memberikan informasi kepada remaja cara mengakses layanan kesehatan reproduksi dan membangun dukungan masyarakat tentang kesehatan reproduksi remaja. Kemampuan konselor sebaya dalam menjalankan tugasnya terlihat dari kompetensi sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat gambaran kompetensi sosial konselor sebaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah konselor sebaya di masyarakat dengan jumlah konselor sebanyak 56 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner identitas diri dan skala kompetensi sosial. Analisis deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan distribusi karakteristik responden dan tingkat kompetensi sosial. Hasil: Penelitian mengungkapkan delapan orang responden memiliki kategori kompetensi sosial yang tinggi (14,3%), tiga puluh sembilan orang memiliki kompetensi sedang (69,6%) dan sebanyak sembilan orang memiliki kompetensi sosial rendah (16,1%). Kesimpulan: Kompetensi yang dimiliki konselor sebaya adalah memberikan informasi tentang PKPR kepada remaja di masyarakat. Konselor yang memiliki kompetensi sosial baik maka akan mampu memperluas hubungan interpersonal di lingkungannya.
PENGALAMAN ORANGTUA TENTANG MANFAAT BAWANG MERAH PADA ANAK YANG MENGALAMI DEMAM: STUDI FENOMENOLOGI Made Rismawan; IGNM Kusuma Negara; Ni Komang Tri Agustini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.134 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.175

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Pengalaman orang tua penting diteliti agar manfaat bawang merah khususnya untuk menurunkan demam anak menjadi lebih jelas sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut pada anak yang mengalami demam. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Selatan. Penelitian ini menggali pengalaman orang tua khususnya tentang cara pemberian bawang merah pada anaknya. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dengan teknik in-deepth interview. Hasil pengumpulan data dianalisa menggunakan analisa data kualitatif. Hasil Penelitian. Semua informan pada penelitian ini menyatakan bahwa pemberian bawang merah bermanfaat menurunkan demam yang dirasakan oleh anak mereka. Pembahasan. Pemberian bawang merah pada anak yang mengalami demam dapat dilakukan oleh orang tua. Melalui pemberian bawang merah ini, maka akan mampu menurunkan komplikasi akibat demam. Orang tua juga harus mampu mengidentifikasi derajat demam anak sehingga dapat memutuskan dengan tepat kapan waktunya anak harus dibawa ke pelayanan kesehatan. Simpulan. Pemberian bawang merah mampu menurunkan demam yang dirasakan oleh anakKata kunci : pengalaman orang tua, pemberian bawang merah, anak demam. ABSTRACT. Background. Parents' experience is important to be investigated to identify the benefits of shallot in particular to reduce a child's fever become clearer. So that it can prevent further complications in children who have a fever. Research methods. This research is a qualitative research with a phenomenological approach carried out at the Health Center I of South Denpasar. This research explores the experiences of parents especially about how to give shallot to their children. The type of data in this study are primary and secondary data using semi-structured interview guidelines with in-depth interview techniques. The results of data collection were analyzed using qualitative data analysis. Research result. All informants in this study stated that giving shallot was useful in reducing the fever felt by their children. Discussion. Giving shallot to children who have a fever can be done by parents. By giving shallot, it will be able to reduce complications due to fever. Parents also need to be able to identify the degree of a child's fever so that they can decide exactly when the child should be taken to health services. Conclusions. Giving shallot can reduce the fever felt by children.Keywords: parental experience, giving shallots, fever children.
Co-Authors Agra Darmawati, I Dewa Ayu Anak Agung Istri Wulan Krisnandari, Anak Agung Istri Wulan Andriati, Ida Ayu Nyoman Santiari Anggaraeni, Komang Rosa Tri Anggaraeni, Komang Rossa Tri Antares, Ardhinata Artsanthia, Jintana Aryasa, Jiyestha Aji Dharma Dayu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Dewa Ayu Anggan Pujiani Dewi, I Gusti Agung Kumala Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Gusti Ayu Dwina Mastryagung Harditya, I Kadek Buja I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Kumala Dewi I Gusti Agung Kumala Dewi I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Kadek Nuryanto I Ketut Alit Adianta I KetutSwarjana, I KetutSwarjana I Nyoman Dharma Wisnawa Ida Ayu Ary Widnyani, Ida Ayu Ary Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu Juniari, Ni Komang Ayu Komang Ayu Parwati Komang Rosa Tri Anggaraeni Kusuma, I Gusti Agung Ari Lewar, Emanuel Iileatan Lia Puspitasari Luh Gde Nita Sri Wahyungsih luh Gde Nita Sri Wahyuningsih Luh Gde Nita Sri Wahyuningsing Made Bintang Suci Iswari Made Rismawan Nadya Treesna Wulansari Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Candra Citra Sari Ni Nyoman Rantini Ni Putu Kamaryati Nugrahini, Ni Luh Gede Hari Permana, Pande Putu Gede Putra Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya Putra, I Nyoman Arya Maha Ricky Purnama Putri Rittiruang, Amonwan Sanjana, I Wayan Edi Siluh Putu Shinta Devi Aryastini Swari, Ni Putu Widya Candra Tripayana, I Nyoman Wahyunadi, Ni Made Dewi Wahyunadi, Ni Made Dwi Wahyuningsih, Luh Gde Nita Sri Wulandari, Ni Putu Dita Yoga, Sukma Wisnu Yoga, Wahyu Krisna