Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Fungsi, Kategori, dan Peran Sintaksis Menggunakan Teori RRG dalam Acara “Indonesia Lowyers Club” Atika Gusriani; Zherry Putria Yanti; Yuniarti, Lisa
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.224

Abstract

The predicate is a determining element in a sentence. Sentences that are not clearly structured, result in the sentence being ineffective. This of course results in incomplete functions, categories, and roles in a sentence, making it difficult to understand. The purpose of this research is to describe functions, categories, and syntactic roles using the theory of Role and Reference Grammar (RRG) in the "Indonesia Lowyers Club" event. Distribution method is the main method used to analyze data. Before the data is selected based on its use, the data is recorded first. Furthermore, the data that has been collected is selected based on the needs of the indicators that have been set. The results of the research show that the function in syntax is filled by the components of subject, nucleus (core/predicate), object, and periphery (additional information). Categories in syntax are filled by components of nominal phrases (nouns), verbs (verbs), pronouns (pronouns), adjectives (adjectives), adverbs (adverbs), and clauses. The role in syntax is filled by the component agent (actor), predicate or nucleus indicating activity, and undergoer (patient/object).
Analisis Makna Asosiatif Lirik Lagu œDiri Karya Tulus Gusriani, Atika; Yanti, Zherry Putria; Tatalia, Ricci Gemarni
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63690

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis lirik lagu "Diri" dari album Tulus. Tulus, seorang musisi Indonesia terkenal, tidak hanya menciptakan lagu untuk hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan motivasi melalui karya karyanya. Lagu terbarunya pada 2022, "Diri," mengandung makna yang mendalam mengenai penerimaan diri sendiri. Komunikasi Tulus disampaikan melalui lirik lagu, yang membuat karyanya terus diminati oleh masyarakat. Makna asosiatif dalam lirik lagu seringkali berbeda dari makna sebenarnya, namun tetap memiliki kaitan dengan makna yang lebih dalam. Penelitian ini makna asosiatif yang di dapatkan pada keseluruhan lirik lagu tersebut, pesan yang disampaikan adalah tentang perjalanan pribadi untuk mencapai kedamaian batin. Mulai dari berdamai dan mengampuni diri sendiri, berbicara dengan diri sendiri secara positif, hingga memahami dan menghargai diri, lirik ini menyoroti pentingnya pertumbuhan pribadi dan kesembuhan emosional. Pesan tersebut juga mengajak pendengar untuk menjauhi rasa sakit, bersikap bijak dalam mendengarkan dan memahami batasan diri, serta merayakan kehidupan yang cukup bermakna.
Pendampingan Guru Dalam Penyusunan E-Modul Keterampilan Menulis Berbasis Deep Learning Yuniarti, Lisa; Yanti, Zherry Putria; Gusriani, Atika; Noprina, Winda; Handayani, Dina Fitri; Srinengsi, Salma; Almeyda, Aulia
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i1.1498

Abstract

Pembelajaran menulis di era digital menuntut pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada produk akhir, tetapi juga pada proses kognitif dan reflektif yang mendalam. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih menunjukkan keterbatasan dalam perancangan bahan ajar digital yang mampu memfasilitasi tahapan menulis secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun e-modul keterampilan menulis berbasis deep learning melalui pendekatan pendampingan kolaboratif-reflektif. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 16 V Koto Kampung Dalam dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyajian materi, diskusi interaktif, dan pembimbingan langsung dalam perancangan e-modul, yang dilakukan melalui tahapan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan kompetensi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun aktivitas menulis berbasis proses, mengembangkan instrumen penilaian autentik, serta mengintegrasikan media digital secara pedagogis. E-modul yang disusun tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar digital, tetapi sebagai perangkat pembelajaran yang menuntun proses menulis secara bertahap dan reflektif. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan berperan penting dalam mendukung implementasi pembelajaran menulis yang sistematis, interaktif, dan berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik.
PENGARUH PLACE-BASED EDUCATION TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI: PERAN MEDIASI PSYCHO-INDIGENOUS Gusriani, Atika; Suroso, Suroso; Sudiati, Sudiati; Yanti, Zherry Putria; Yuniarti, Lisa; Katrina, Suraya
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.82941

Abstract

This study aimed to examine the effect of Place-Based Education on descriptive writing skills through the mediating role of Psycho-Indigenous, which includes emotional attachment to place and cultural perception. The study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group model within an explanatory sequential mixed methods framework. The study population comprised all ten-grade students at MAN 2 Padang, and a sample of 72 students was selected using cluster convenience sampling techniques and divided into an experimental group (36 students) and a control group (36 students). The research instruments included a descriptive writing test with an analytical rubric, a place attachment scale, a psycho-indigenous reflection instrument, and a semi-structured interview guide. Data were collected through a pretest, six-week intervention, posttest, and interviews. Quantitative data were analyzed using a paired-sample t-test, independent-sample t-test, and multiple regression analysis to test mediation, whereas qualitative data were analyzed using thematic analysis techniques. The results showed that Place-Based Education significantly improved descriptive writing skills with a very large effect (Cohen's d = 1.64). Regression analysis proved that emotional attachment and cultural perception acted as partial mediators, with an increase in R² from 0.37 to 0.56. Qualitative findings revealed that direct experience with a place enriched sensory details, integrated cultural meanings, and encouraged the internalization of experiences before writing. This study concluded that Place-Based Education improved the quality of descriptive writing through the internalization of emotional and cultural spatial experiences.