Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN DAKWAH MAJELIS TAKLIM AN-NISA DI DESA BEWA KECAMATAN LORE SELATAN KABUPATEN POSO Khairuddin Cikka
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.822 KB)

Abstract

This paper discusses Majelis Taklim (Islamic Study Group) An-Nisa located in Bewa Village, South Lore, District of Poso. Since its establishment in 1995 until now, Majelis Taklim An-Nisa has contributed a lot to the development of da’wah (Islamic propagation) in Poso, especially in Bewa village. This Majelis Taklim is supported by the government, especially the Ministry of Religious Affairs, and local communities. One of the most important contributions from Majelis Taklim is guiding mothers who converted to Islam after the Poso conflict in 1998-2000. Nevertheless, this Majelis Taklim also has obstacles in carrying out its da’wah activities, which include transportation, inadequate communication, and a lack of preachers.
DAMPAK INOVASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID 19 Nur Afni; Hairuddin Cikka; Iksan Kahar
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol17.Iss2.250

Abstract

The Covid-19 pandemic has hit many countries around the world. Almost all activities have been limited with the aim of preventing the corona virus from spreading, one of which has felt the impact is educational activities. Since 2019 until today, Indonesia has carried out an online learning process. With online learning, it opens our thinking horizons for the enormous potential of information and communication technology (internet) which previously was not used optimally in various lines of life, especially in the field of education, without being limited by space and time, educational activities can be carried out anywhere and anytime. In addition, while there is no certainty when this pandemic will end, strong learning is an absolute necessity that must be met by all Indonesian people.
MAKNA BERAGAMA PASCAGEMPA, TSUNAMI, DAN LIKUIFAKSI (STUDI ATAS MASYARAKAT PALU, SIGI, DAN DONGGALA) Saude Saude; Darmawansyah Darmawansyah; Hairuddin Cikka
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.353 KB)

Abstract

Penelitian lapangan (field research) ini mengkaji makna beragama menurut masyarakat muslim Palu, Sigi, dan Donggala pasca gempa, tsunami dan likuifaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat memaknai keunikan yang dinamis atas kenyataan sosial yang menjadi sasaran penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara elaboratif dengan kontruk teori agar mendapatkan hasil penelitian yang komprehensif. Hasil dari penelitiannya adalah makna beragama masyarakat Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala pasca gempa, Tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 semakin meningkat disebabkan karena sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa musibah yang terjadi karena teguran dari Allah Swt dan karena itu teguran menurut sebagian masyarakat sudah saatnya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt karena dengan kedekatan itu maka kebaikan akan selalu ada dan musibah akan dijauhkan. Walaupun ada juga sebagian masyarakat yang meyakini bahwa musibah yang terjadi adalah karena pergeseran lempengan sesar Palu Koro. Akan tetapi, sebagai umat yang beragama musibah adalah ujian dari allah Swt dan yang kita lakukan adalah berbenah diri dengan selalu bertakwa dan menjalankan perintah agama.
SINOPSIS DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (Cara Mudah Memahami dan Mengingat Peristiwa Sejarah) Hairuddin Cikka
Scolae: Journal of Pedagogy Vol 2 No 2 (2019): Vol 2 No.2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Dampal Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.149 KB) | DOI: 10.56488/scolae.v2i2.70

Abstract

History includes the journey of human life in filling the development of the world from time to time. Every history hasmeaning and value, so humans can make their own history and history shapes humans, using history as a living materialwill cause a variety of analyzes in the atmosphere of historical culture. History repeats itself again and again. Historyhas meaning and gives meaning where humans are like a world that revolves around itself. History is written as apicture or as a teacher who gives a guide. The Qur'an, among others, explains the stories as role models to be used as abasis for consideration for mankind in every action and attitude.In order to easily understand history learning, new breakthroughs need to be made so that students or anyone who readsor studies history are interested in learning history in order to understand and take advantage of every event that occurs,so the most effective solution is to make a synopsis in history courses or learning
KONSEP-KONSEP ESENSIAL DARI TEORI DAN MODEL PERENCANAAN DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN Hairuddin Cikka
Scolae: Journal of Pedagogy Vol 3 No 2 (2020): Vol 3 No.2 Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Dampal Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.604 KB) | DOI: 10.56488/scolae.v3i2.81

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Pendidikan memunculkan sumber daya manusia yang akan memegang peran penting untuk memajukan bangsa baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya. Baik buruknya pendidikan suatu bangsa akan berpengaruh terhadap pembangunan. Sumber daya manusia harus dikembangkan melalui proses pendidikan. Manusia merupakan pemegang peran penting dalam hal ini, posisinya sebagai objek utama haruslah digunakan dengan sebaiknya. Pendidikan dan perubahan sosial merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan sangat berkaitan antara satu dengan yang lain. Pendidikan sebagai lembaga yang dapat dijadikan sebagai agen perubahan sosial dan sekaligus menentukan arah perubahan sosial yang disebut dengan pembangunan masyarakat. Sedangkan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat dirancang sesuai dengan arah perubahan, tetapi perubahan juga terjadi setiap saat tanpa dirancang karena pengaruh budaya dari luar. Pendidikan mempunyai pengaruh besar dalam pembangunan budaya, ekonomi dan politik suatu bangsa. Peran pendidikan sebagai human capital adalah sebagai wadah atau alat untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, karena pendidikan merupakan salah satu aspek yang mendukung dan mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, pendidikan sangat ditekankan untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia.
Transformasi Peningkatan Disiplin Pendidik dalam Proses Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Era Society 5.0 Pasca Endemi Covid 19 Saude, Saude; Afdal, Afdal; Cikka, Hairuddin; Kahar, M. Iksan; Idris, Idris
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.511 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1174

Abstract

Era Society 5.0 merupakan proses kolaboratif di mana manusia sebagai pusatnya (human-centric) dan teknologi sebagai fondasinya (berbasis teknologi). Pendidikan era 5.0 merupakan proses pendidikan yang menitikberatkan pada pembangunan manusia sebagai makhluk yang berakal, berilmu, dan beretika, yang dibantu oleh kemajuan teknologi saat ini. Guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mengelola kelas dalam rangka meningkatkan peran guru dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa. Guru adalah pendidik profesional yang tanggung jawab utamanya mendidik dan mengembangkan peserta didik dari pendidikan anak usia dini hingga jalur pendidikan formal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan kajian Kepustakaan. Menurut Moleong dalam Sukaesih menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian.
Analisis Kebijakan Pengembangan Pendidikan (Studi Pembelajaran Daring (Online) di Masa Pandemi Covid-19 Hairuddin Cikka; M. Iksan Kahar
Madika: Jurnal Politik dan Governance Vol. 1 No. 2 (2021): Madika: Jurnal Politik dan Governance
Publisher : Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/madika.v1i2.835

Abstract

Covid-19 has had a tremendous impact, especially in the field of education, both higher education and basic education. One of the impacts of the covid-19 pandemic is the implementation of a learning system that is carried out online (on a network) from their respective homes which tends to use technology as a learning medium, sometimes there are obstacles in its application. In addition, several obstacles that arise in the implementation of online learning include the first, the difficulties of teachers in managing online learning and are still focused on completing the curriculum. Second, not all parents are able to optimally accompany their children to study at home because they have to work or have the ability to be a child's learning companion. Third, the students also have difficulty concentrating on studying from home as well as increasing saturation which has the potential to cause health problems. Distance learning during the Covid-19 pandemic is a challenge in education in Indonesia. Some of these challenges or obstacles are in the form of unequal mastery of science and technology among teachers or educators, problems with internet access which causes not all students to participate, and the high cost of learning quotas. Therefore, synergy, serious, systematic, and sustainable efforts are needed from all relevant parties including families, communities, and the government to resolve existing educational problems. All of these improvement efforts can of course only take place properly if there are government policies that are a shared view of life and policies that can provide solutions to existing problems related to the COVID-19 pandemic, in this case the government is of course the front line in making and determining policies. solution education.
The Repositioning of the Islamic Boarding School Cultural Da'wah Movement in Spreading Wasathiyah Islamic Values Arif, Arifuddin M.; Cikka, Hairuddin; Zaifullah, Z.; Kahar, M. Iksan
Golden Ratio of Social Science and Education Vol. 2 No. 2 (2022): June - November
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grsse.v2i2.128

Abstract

Pondok Pesantren As an indigenous institution engaged in education, it is a center for the effective spread of Islam in Indonesia. The performance of the Islamic boarding school da'wah movement in its socio-historical setting has enforced and maintained the values ​​of the Islamic tradition of Ahlussunnah wa al-jama'ah typical of Indonesia (Islam Nusantara). Its contribution is very large in enlightening the religious understanding of Muslims with its cultural strategies and approaches. As a religious and moral strengthening institution that exists and has a dialectic with the times, it must continue to adapt and reposition its educational and da'wah movement in accordance with the development trends of modern society and the challenges of globalization that have given rise to various configurations, including; advances in science and technology, communication technology, freedom to access knowledge and information, liberal, radical, intolerant attitudes and thoughts, and so on. The configuration of globalization above is an opportunity as well as a challenge for the Islamic boarding school da'wah movement in upholding Wasathiyah Islamic values ​​in Muslim society and the world. The Islamic boarding school da'wah movement must transform from a "cultural-conventional" da'wah pattern to a "cybernetic-global" da'wah pattern while still holding the principle of delivering moderate da'wah, namely; bi al-hikmah, bi al-mauidzah al-hasanah, and bi al-mujlah in ihsan.
STRATEGI DAKWAH DIGITAL HANAN ATTAKI DI YOUTUBE Cikka, Hairuddin; Nurafifah, Nurafifah; Munif, Muhammad; Suharto, Suharto; Najmuddin, Mumhammad
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol20.Iss1.398

Abstract

The da'wah strategy used by Hanan Attaki is to approach young people, raising the dominant da'wah content that discusses a lot about the discourse of love, the ease and beauty of marriage, life tests, taaruf and so on. In carrying out his da'wah, he often wears a casual appearance typical of young people, such as plaid shirts, collared shirts, t-shirts covered with batik shirts or jackets. One of the typical styles of Hanan Attaki is his appearance which tends to wear a beanie or kupluk hat, beard, thin mustache and box-rimmed glasses. Hanan Attaki as a preacher who is able to carry out studies with interesting themes in accordance with the problems and what young people need. There are several types of content on Hanan Attaki's youtube channel, including themes about disappointment, patience, love, motivation and many more. The influence of Hanan Attaki's da'wah among young people is that many young people want to migrate by studying through Hanan Attaki's youtube account. Abstrak Strategi dakwah yang digunakan Hanan Attaki adalah dengan melakukan pendekatan terhadap anak muda, mengangkat konten dakwah yang dominan banyak membahas menganai wacana cinta, kemudahan dan keindahan menikah, ujian-ujian hidup, taaruf dan sebagainya. Dalam menjalankan dakwahnya, ia kerap berpenampilan kasual khas anak muda, seperti kemeja kotak-kotak, baju berkerah, kaos dilapisi baju batik atau jaket. Salah satu gaya khas dari Hanan Attaki adalah penampilannya yang cenderung meggunakan topi jenis beanie atau kupluk, berjanggut, berkumis tipis dan berkacama berbingkai kotak. Hanan Attaki sebagai pendakwah yang mampu mengusung kajian dengan tema-tema yang menarik sesuai dengan permasalahan dan apa yang dibutuhkan anak muda. Ada beberapa jenis konten di channel youtube Hanan Attaki diantaranya mengenai tema tentang kecewa, sabar, cinta, motivasi dan masih banyak lagi. Adapun pengaruh dakwah Hanan Attaki di kalangan anak muda yaitu, banyak anak muda yang ingin berhijrah dengan belajar melalui akun youtube Hanan Attaki.
Review of Islamic Law on Customary Law Values in Community in North Lore Utara And Lore Peore, Poso-Indonesia Cikka, Hairuddin; Syaifullah MS
Sociological Jurisprudence Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/scj.7.1.2024.61-66

Abstract

Long before state law, customary law was in effect, and no ordinary or customary law itself taught deviant behavior. Customs correct the wrong and provide solutions to social problems. The custom in the Pekurehua area is called the Pekurehua Tawailia custom, which is divided into the four largest divisions, namely the Posamboko custom/marriage, the mpogalo galo custom, or social order, the mpowia custom or farming methods, and the ngkapate custom or death. The reciprocal relationship between religion and custom creates a value that consists of several forms; namely, religion affects culture (tradition) in its formation, the value is religion. Still, the symbol is culture (custom). Religion can affect religious symbols; for example, Indonesian culture affects Islam, culture (tradition) can replace the value system and religious symbols. Religion and customs also have two similarities, namely both a value system and a symbol system.