Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Litsea elliptica Blume Chandra, Pra Panca Bayu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17435

Abstract

Litsea elliptica merupakan jenis yang berasal dari genus Litsea yang tumbuh di daerah tropis yang memiliki sekitar 45 genus dan lebih dari 2.000 spesies. Indonesia merupakan negara tropis di Asia Tenggara dengan genus tumbuhan yang beragam, salah satu Pulau yang banyak ditemukan Litsea adalah Pulau Kalimantan. Potensi sebagai obat yang berasal dari bahan alam memiliki peluang sebagai bahan baku obat tradisional. Metabolit sekunder yang terkandung dalam daun Litsea elliptica yaitu flavonoid, alcohol aromatic, fenolik, asam lemak, triterpen, asam ftalat monoester, furaldehide. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar tannin total ekstrak daun Litsea elliptica. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi maserasi kemudian dilakukan proses penguapan hingga diperoleh ekstrak kental. Skrining fitokimia terhadap ekstrak kental yang diperoleh menggunakan pereaksi kimia. Hasil skrining fitokimia diperoleh bahwa ekstrak daun Litsea elliptica mengandung alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida dan minyak atsiri. Kandungan tannin total ditetapkan menggunakan Metode Folin Denis dengan instrumen spektrofotometri UV-Vis diperoleh kadar tannin total ekstrak daun Litsea elliptica sebesar sebesar 2661,22 mg/100 gram dengan nilai SD 24.
Analisis Kuantitatif Flavonoid Total dalam Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) sebagai Dasar Pengembangan Produk Farmasi Alami: Quantitative Analysis of Total Flavonoids in Bidara (Ziziphus mauritiana) Leaf Extract as a Basis for Natural Pharmaceutical Product Development Christian, Yulius Evan; Chandra, Pra Panca Bayu; Hermawati, Ema; Ismyama, Dian Farida
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/v2zj1q78

Abstract

Bidara leaves (Ziziphus mauritiana) are a herbal plant that is known to be rich in bioactive compounds, especially flavonoids, which have antioxidant, anti-inflammatory and antimicrobial activities. This study aims to determine the total flavonoid content in bidara leaf extract and evaluate the potential of its secondary metabolites for pharmaceutical and cosmetic applications. Phytochemical screening was carried out to identify secondary metabolite content, which included flavonoids, alkaloids, saponins, tannins and phenolics. Extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol solvent, followed by filtering and evaporation of the solvent using a rotary vacuum evaporator at a temperature of 40°C to produce a thick extract. Determination of total flavonoid levels was carried out using the UV-Vis spectrophotometric method with aluminum chloride reagent at a wavelength of 441 nm, using quercetin as a standard. The results showed that the total flavonoid content in bidara leaf extract reached 3202.43 mg QE/100 g dry extract. This high flavonoid content supports antioxidant activity through the mechanism of capturing free radicals, chelating transition metal ions, and inhibiting lipid peroxidation. In addition, the flavonoids in the extract have the potential to be anti-inflammatory by inhibiting pro-inflammatory enzymes and modulating cytokines, as well as antimicrobial through disrupting microbial membranes. The conclusion of this research is that bidara leaf extract has great potential to be developed as an active ingredient in pharmaceutical and cosmetic formulations.
Identifikasi Bakteri Escherichia coli Pada Minuman Es Teh di Lingkungan Pasar Embrio Jakarta Timur Menggunakan Metode MPN Coliform: Identification of Escherichia coli Bacteria in Iced Tea Drinks in the Embrio Market Environment, East Jakarta Using the MPN Coliform Method Sari, Putri Eka; Chandra, Pra Panca Bayu; Putri, Weni Pratiwi
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/gcs9qj33

Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis minuman yang digemari oleh Masyarakat. Minuman es teh saat ini menjadi salah satu minuman yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Masalah yang ditemui pada minuman es teh adalah higienitas dalam proses pembuatannya. Akibat dari kontaminasi ini adalah penyakit diare, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, diare menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di antara 10 penyakit lainnya pada tahun 2023, dengan total kasus mencapai 188.514. Wilayah Jakarta Timur memiliki kasus diare tertinggi di Provinsi DKI Jakarta, dengan jumlah sebanyak 51.030 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kontaminasi Escherichia coli pada sampel minuman es teh yang dikumpulkan dari lingkungan Pasar Embrio. Penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number (MPN) yang diawali dengan uji penduga, uji penguat dan uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan uji penduga dan uji penguat diperoleh nilai MPN kontaminasi bakteri dalam sampel adalah >1.100 MPN/ml. Hasil ini melebihi ambang batas yang ditentukan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia untuk kualitas air minum. Uji pelengkap menunjukan 3 sampel koloni bakteri berwarna hijau metalik yang menandakan sampel positif bakteri E. coli. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa sampel minuman es teh di lingkungan Pasar Embrio Jakarta Timur positif tercemar bakteri Escherichia coli.
Quality Evaluation and Phytochemical Screening of Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet Rhizome Extracts Christian, Yulius Evan; Hermawati, Ema; Qodriah, Rahmatul; Efrilia, Mega; Falestin, Senny Listy Kartika; Chandra, Pra Panca Bayu; Whardhani, Sabrina K.
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.651

Abstract

Indonesia has rich biodiversity that provides potential sources of traditional medicine, including Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet rhizomes, which are widely used in ethnomedicine. This study aimed to evaluate the quality parameters and phytochemical constituents of both rhizomes in accordance with pharmacopoeial standards. The research involved simplicia preparation, extraction using 96% ethanol by maceration, and subsequent quality testing, including specific, non-specific, and phytochemical screening. Macroscopic and microscopic examinations confirmed the authenticity of the rhizomes, and purity tests showed that foreign organic matter levels were within the acceptable limits (≤2%). The extractive values demonstrated that K. galanga had a higher water-soluble content, whereas the two species had comparable ethanol fractions. Specific and non-specific quality parameters were quantitatively determined in compliance with the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. The water-soluble extractive value was 11.30% for K. galanga and 9.20% for Z. zerumbet, while ethanol-soluble extractive values were both 5.30%. Loss on drying and moisture content remained below 10% for both rhizomes, meeting the required threshold. Specific gravity values of 0.8367 g/mL (K. galanga) and 0.79 g/mL (Z. zerumbet) indicated proper extract concentration. These parameters confirm the extracts' quality, stability, and suitability for further phytopharmaceutical development.
Evaluasi Aktivitas Antiinflamasi Nanoemulsi Teripang (Stichopus variegatus) Secara In Vitro dengan Metode Denaturasi Bovine Serum Albumin Hermawati, Ema; Ismyama, Dian Farida; Christian, Yulius Evan; Chandra, Pra Panca Bayu
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69257

Abstract

Teripang atau dikenal juga dengan sebutan gamat (Stichopus variegatus) merupakan bahan alam kelautan yang banyak dimanfaatkan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Teripang berpotensi dikembangkan di bidang obat maupun bidang kosmetik, karena mengandung berbagai macam bioaktif.  Salah satu kandungan teripang adalah saponin yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi dan aktibakteri. Tantangan dari pembuatan produk kosmetik yang terbuat dari bahan aktif bahan alam adalah stabilitas dan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit. Teknologi nanopartikel digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavabilitas bahan aktif. Ekstrak teripang diperoleh melalui metode maserasi dengan rendemen 5,3%. Kadar saponin pada ekstrak teripang yang ditetapkan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kadar sebesar 6,14 mg/g sampel. Nanoemulsi ekstrak teripang diformulasikan menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan sebagai polimer pembentuk. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran partikel rata-rata 733,7 nm, polydispersity index (PDI) 0,584, serta zeta potensial +29,14 mV, yang mengindikasikan stabilitas koloid yang baik. Aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode denaturasi Bovine Serum Albumin (BSA) dan diperoleh nilai IC₅₀ sebesar 144,34 bpj, yang menunjukkan kemampuan penghambatan denaturasi protein.