Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Stimulus Pertumbuhan Organ Reproduksi Ayam Buras Betina melalui Aplikasi Pemberian Phytoestrogen dari Kelompok Isoflavonoid Hasil Ekstrak Limbah Edamame Nurkholis, Nurkholis; Nusantoro, Suluh; Setiawan, Dwi Agus; Andriani, Mira; Syahniar, Theo Mahiseta
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.27727

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi ayam buras betina yang diberi flavonoid dari ekstrak limbah kedelai edamame. Penelitian dilakukan dalam dua tahap; kuantifikasi total flavonoid ekstrak limbah kedelai edamame dan eksperimen menggunakan ayam buras berumur 8-16 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas empat kelompok umur dan lima perlakuan pemberian ekstrak limbah edamame per oral, dengan level 0% (P0), 0,02% (P1), 0,04% (P2), 0,08% (P3), dan 0,16% (P4) dari jumlah pakan yang diberikan. Variabel yang diamati yaitu pertambahan bobot badan (PBB), berat organ reproduksi, dan panjang saluran reproduksi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan uji lanjut menggunakan Duncan. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa ekstrak limbah edamame mengandung senyawa flavonoid dari golongan isoflavon dan secara kuantitatif diperoleh 40 ppm total flavonoid. Penggunaan ekstrak limbah edamame secara signifikan meningkatkan PBB, panjang saluran reproduksi, dan berat organ (P0,05).(Stimulus for reproductive organs growth of female domestic chickens through phytoestrogens application of isoflavones group from edamame waste extracts)ABSTRACT. This study aimed to access the growth and development of female domesticated chicken reproductive organs after being treated with the addition of flavonoid compound from extract of edamae waste. The research consisted of two experiments; quantification of flavonoids compounds in edamame waste and feeding trial using female domesticated chickens (aged 4-16 weeks). The later used Randomized Block Design, consisted of four groups and five treatments (addition of edamame waste extract at 0%, 0.02%, 0.04%, 0.08%, and 0.16% of the amount of feed given). The variables observed were body weight gain, reproductive organ weight, and reproductive tract length. The data obtained were analyzed using analysis of variance analysis of variance (ANOVA) and Duncan's test. The phytochemical test showed that the edamame waste extract contained flavonoid compounds from the isoflavone group. The addition of edamame waste extract significantly affected body weight gain, reproductive tract length, and reproductive organ weight (P0.05).
Pendampingan Pembuatan Pupuk Kompos Menggunakan Drum Komposter pada Kelompok Warga Perumahan ATR 2 Jember: Pengabdian Lestari, Datik; Andriani, Mira; Syahniar, Theo Mahiseta; Ratri, Putri Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4706

Abstract

The management of household organic waste is a growing challenge in residential areas due to increasing waste volumes and limited source-level treatment systems. This community service program aimed to build the capacity of residents in ATR-2 Housing, Jember, to process organic waste through assisted compost production using an aerobic drum composter. Activities included socialization, hands-on practice in filling and operating the drum composter, and monitoring and evaluation of the composting process. A 60-liter drum composter was operated using a layering technique of organic materials, addition of dry materials, and application of the EM4 activator. Results showed that liquid organic fertilizer could be harvested approximately one week after initial filling, while solid compost reached maturity within 30–40 days, characterized by a darker color, crumbly texture, and absence of foul odor. The program contributed to a reduction in organic waste volume, improved residents’ awareness and skills, and supported the use of compost on communal public facility planting areas. The mentoring-based approach proved effective and has potential for replication in other neighborhood or residential community settings.
Implementasi Pakan Wafer dengan Selenium Organik pada Domba Cross Merino Kelompok Ternak Sido Makmur Jember Andriani, Mira; Nurkholis, Nurkholis; Siswantoro, Dharwin; Syahniar, Theo Mahiseta
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1813

Abstract

Abstrak Selenium (Se) merupakan mikro mineral penting yang sering ditambahkan dalam pakan ternak domba untuk meningkatkan efisiensi reproduksi. Selenium organik memiliki keunggulan karena dapat tersimpan dalam jaringan tubuh sehingga berperan lebih optimal dalam mendukung produktivitas ternak. Selain kandungan nutrisi, bentuk pakan juga memengaruhi efektivitas dan efisiensi pemberian pakan. Pakan dalam bentuk wafer memiliki kelebihan dalam kemudahan penanganan, penyimpanan, serta menjamin keseimbangan nutrisi sesuai komposisi pakan, sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas ternak. Pemberian pakan wafer dengan penambahan selenium organik diharapkan mampu meningkatkan reproduktivitas induk domba Cross Merino sekaligus menurunkan tingkat mortalitas.Implementasi pakan wafer dengan selenium organik juga menjadi solusi dalam pemanfaatan bahan pakan lokal serta menjaga kualitas pakan agar dapat tersedia sepanjang tahun. Metode kegiatan pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan dan praktik, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak Kelompok Ternak Sido Makmur mengalami peningkatan pemahaman mengenai penggunaan selenium organik sebesar 0,2 mg/kg pakan yang diaplikasikan dalam bentuk pakan wafer menggunakan teknologi hydraulic press. Peningkatan pemahaman ini menjadi indikator keberhasilan kegiatan pengabdian. Dengan demikian, teknologi pakan wafer berbasis selenium organik berpotensi diterapkan secara berkelanjutan untuk menurunkan mortalitas ternak dan mendukung keberlanjutan usaha ternak domba di Kelompok Ternak Sido Makmur.