Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DESCRIPTION OF TRIGLYCERIDE LEVELS IN MEN WHO CONSUME ALCOHOLIC BEVERAGES IN BONGOIME VILLAGE,TILONGKABILA DISTRICT, BONE BOLANGOREGENCY, GORONTALO PROVINCE bagu, meylan; Kadir, Laksmyn; Naim, Rizman
Journal of Health, Technology and Science (JHTS) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal of Health, Tecnology and Science (JHTS)
Publisher : LPPM Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/jhts.v5i2.1814

Abstract

Alcohol consumption is often associated with increased plasma triglyceride concentrations and has relevance to the risk of cardiovascular disease and pancreatitis. Ethanol consumed, as much as 90%, will be metabolized by the body, especially in the liver. Ethanol metabolism in the liver results in an increase in cytosolic and mitochondrial nicotinamide adenine dinucleotide dehydrogenase (NADH), leading to disruption of normal metabolism in the liver. The purpose of this study is to find out the picture of thyrglyceride levels in men who consume alcoholic beverages.The method in this study uses a quantitative approach with a descriptive type of research. The sampling technique in this study uses a purposive sampling technique, assuming the number of samples is 20 samples. Using univariate data analysis techniques.The results of the study showed that in people who consumed alcohol seen from the frequency distribution based on age, at the age of 20-30 years had a thyricide level of (35%), at the age of 31-40 years there was a total (45%), at the age of 41-50 there was a total (10%), and 51-60 a total (10%), the results showed that the most presentation was at the age of 31-40 years with a percentage (45%) based on the results of triglyceride tests in alcohol consumers, Normal results were obtained from 13 respondents and abnormal results for 7 respondents, with an average normal result of 105 mg/dl and an average abnormal result of 231 mg/dl and there was an influence on the number of alcohol consumers with triglyceride levels.
Analisis Self Efficacy dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo Gani, Rahmawati Abd; Boekoesoe, Lintje; Kadir, Laksmyn
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo. Rancangan penelitian analisis correlational, pendekatan cross sectional. Sampel 72 orang dengan rumus slovin, teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square dan analisis regresi liner. Hasil penelitian adalah ada hubungan antara self efficacy dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo (? value 0,004). Jenis kelamin laki-laki (? value 0,005), pendidikan tinggi (? value 0,014), gaya hidup baik (? value 0,005), kepatuhan minum obat tinggi (? value 0,022), aktivitas fisik sedang (? value 0,003), perilaku tidak merokok (? value 0,045) dan berat badan normal (0,000) serta obesitas ringan (0,041) menjadi faktor yang mempengaruhi hubungan antara self efficacy dengan kejadian hipertensi. Variabel kepatuhan minum obat, aktivitas fisik dan obesitas berpengaruh bersama-sama paling berpengaruh secara signifikan terhadap hubungan antara self efficacy dengan kejadian hipertensi (F hitung 10,844; ? value 0,000; R 0,569; R Square 0,324). Kesimpulan: hubungan antara self efficacy dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo dipengaruhi oleh variabel kepatuhan minum obat, aktivitas fisik dan obesitas sebesar 32,4%.
Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis: Data Wilayah Kerja Puskesmas Tilango, Kabupaten Gorontalo Akadji, Hijrawaty Dj.; Boekoesoe, Lintje; Kadir, Laksmyn
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case control study (community baseid casei control stuidy). Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 33 kasus dan 66 kontrol dengan melakukan matching pada alamat penderita. Analisis dilakukan dengan menggunakan Odds Rasio (OR) deingan Confideint Inteirval (CI) 95% pada uiji Manteil Haeinszeil dan uji regresi logistik biner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa riwayat keluarga, (OR=5,469; p=0,000), kontak serumah (OR=4,614; p=0,001) dan kepadatan hunian (OR=5,231; p=0,000) merupakan faktor risiko kejadian tuberkulosis dengan nilai OR > 1 dan p value < 0,05, dimana kontak serumah sebagai faktor risiko yang paling dominan.
Risiko Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Puskesmas Momunu Kabupaten Buol Azis, Sri Sudaryani Sy. Abd.; Jusuf, Herlina; Kadir, Laksmyn
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin, pengetahuan ibu dan status gizi balita dengan kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Puskesmas Momunu Kabupaten Buol. Jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan survey analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi ada balita yang datang berkunjung di Puskesmas Momunu pada saat penelitian dilakukan. Jumlah Sampel sebanyak 155 balita yang dihitung dengan rumus slovin. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji yang digunakan yaitu chi square dengan nilai ? = 0,05. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan jenis kelamin balita (? value 0,000), pengetahuan ibu (? value 0,000), status gizi balita (? value 0,000) dengan kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Puskesmas Momunu Kabupaten Buol.
Faktor Risiko Kejadian Karies Gigi pada Anak Sekolah di SDN 16 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo Laiya, Darfin; Boekoesoe, Lintje; Kadir, Laksmyn
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang umum terjadi pada anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Karies gigi pada anak-anak dapat menyebabkan rasa nyeri, gangguan makan, serta masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berisiko terkait dengan kejadian Karies Gigi pada anak-anak di SDN 16 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari siswa-siswa kelas IV, V, dan VI. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,997) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian karies gigi. Namun, cara menyikat gigi (p=0,000), frekuensi menyikat gigi (p=0,006), dan kebiasaan makan makanan kariogenik (p=0,004) adalah faktor-faktor risikoyang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Karies Gigi. Nilai odds ratio (OR) > 1 dan p value < 0,05 mengindikasikan bahwa frekuensi menyikat gigi merupakan faktor risiko yang paling kuat terkait dengan kejadian karies gigi pada anak-anak.
Faktor Risiko Kejadian Diare pada Balita: Studi Observasional di Puskesmas Momunu, Kabupaten Buol Pagisi, Winarti A Sy; Kadir, Laksmyn; Tarigan, Sylva Ninta
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor  risiko kejadian diare pada balita berdasarkan variable umu anak,jenis kelamin,status gizi,status imunisasi,umur ibu, pendidikan, pengetahuan,kebiasaan cuci tangan ibu,pendapatan,ketersediaan sarana air bersih,pemanfaatan sarana air bersih,ketersediaan jamban dan pemanfaatan jamban. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 160 responden. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan desain cross sectional. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara status gizi terhadap kejadian diare pada balita (p-value = 0.000), status imunisasi (p-value = 0.000), perilaku cuci tangan (p-value = 0.038), Pendapatan (p-value = 0.025), ketersediaan sarana air bersih (p-value = 0.044),pemanfaatan sarana air bersih (p-value = 0.006), ketersediaan jamban(p-value = 0.000).pemanfaatan jamban(p-value = 0.044) Kesimpulan dari penelitian ini adalah jamban memiliki risiko besar terhadap kejadian diare. Oleh karena itu disarankan untuk  membuat aturan kebijakan penanganan penyakit menular khususnya diare dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk dapat bersinergi secara komprehensip di Kabupaten Buol.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Kelor dalam Olahan Brownis dan Sayur Kelor sebagai Strategi Pencegahan Stunting Hasan, Hamsidar; Manno, Mohamad Reski; Kadir, Laksmyn; Hunowu, Sri Yulian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34081

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan konsumsi pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki kandungan protein, zat besi, kalsium, vitamin, serta antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan daun kelor dalam olahan pangan, seperti brownis kelor dan sayur kelor, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menyediakan makanan sehat bagi keluarga. Program ini menggunakan pendekatan edukasi dan pelatihan pengolahan pangan berbasis kelor kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari Pre-test, penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor serta dilakukan Post-test. Setelah itu diberikan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah kelor menjadi produk yang lebih bervariasi, serta peningkatan minat masyarakat untuk menjadikan kelor sebagai pangan sehari-hari. Dengan demikian, pemanfaatan daun kelor dalam berbagai olahan pangan dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. 
Analisis bakteri escherichia coli dan bakteri salmonella sp pada pentol Saleh, M Sahrul A; Kadir, Sunarto; Nakoe, Moh. Rivai; Kadir, Laksmyn
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1190

Abstract

Background: Meatballs (Pentol) are a commonly consumed food that are often susceptible to bacterial contamination. They are popular among students. However, the food safety of meatballs is a concern due to the potential for contamination with pathogenic bacteria. Purpose: To analyze the presence of Escherichia coli and Salmonella sp. in meatballs sold around the UNG campus. Method: This quantitative descriptive study involved five fish meatball vendors, both on and off campus. The sample size was the same as the population, with each sample weighing 25 grams, equivalent to three meatballs. Data analysis used the Most Probable Number (MPN) method. Results: A total of five samples were examined, and all tested positive for Escherichia coli and Salmonella sp. in fish meatballs using Salmonella Shigela Agar (SSA) media. Conclusion: Escherichia coli bacteria were present in fish meatballs using the Most Probable Number (MPN) method in five meatball samples from fish meatball vendors. The results of this study did not meet the requirements of SNI No. 7388:2009. Of the five samples tested, five tested positive for Salmonella sp.   Keywords: Escherichia Coli; Pentol; Salmonella sp.   Pendahuluan: Pentol merupakan salah satu jajanan yang sering di konsumsi oleh Masyarakat yang tidak luput dari adanya kontaminasi bakteri. Pentol adalah makanan yang populer di kalangan mahasiswa. Namun, keamanan pangan pentol menjadi perhatian karena potensi kontaminasi bakteri patogen. Tujuan: Untuk menganalisis keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp pada pentol yang ada di sekitaran kampus UNG. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi dalam penelitian ini adalah 5 orang pedagang pentol ikan di dalam kampus maupun diluar kampus. Jumlah sampel sama dengan populasi yaitu 5 pedagang pentol ikan dengan berat setiap satu sampel yaitu 25 gram atau setara tiga biji pentol. Analisis data menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil: Sebanyak 5 sampel yang diperiksa, semua sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli dan bakteri Salmonella sp pada pentol ikan menggunakan media Salmonella Shigella Agar (SSA). Simpulan: Terdapat bakteri Escherichia coli pada pentol ikan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) pada 5 sampel pentol dari pedagang pentol ikan. Hasil pada penelitian ini tidak memenuhi syarat sesuai dengan standar SNI No.7388:2009, dari 5 sampel yang diperiksa terdapat 5 sampel positif Salmonella sp.   Kata Kunci: Escherichia Coli; Pentol; Salmonella sp.
PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GORONTALO MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) Abdullah, Ferael Fira Feronica; Saleh, Sri Endang; Solang, Margaretha; Hasan, Ani M; Kadir, Laksmyn
VARIANCE: Journal of Statistics and Its Applications Vol 6 No 1 (2024): VARIANCE: Journal of Statistics and Its Applications
Publisher : Statistics Study Programme, Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/variancevol6iss1page29-38

Abstract

Stunting adalah sebuah siklus yaitu sejak dari masa remaja putri, menjadi calon pengantin, ibu hamil, dan menjadi seorang ibu. Permasalahan stunting harus diselesaikan dengan berbagai cara dan dari seluruh tingkatan, utamanya dalam peningkatan kualitas remaja putri untuk dipersiapakan menjadi seorang calon ibu guna dalam upaya pencegahan terjadinya stunting di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan pernikahan dini terhadap pencegahan stunting di Kabupaten Gorontalo. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah remaja putri di Kabupaten Gorontalo, dengan Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisi data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitan menunjukan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pernikahan dini berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan stunting. Sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi dan pernikahan dini tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan stunting. Dan perilaku remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan pernikahan dini berepengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan stunting. Dengan demikian sangat penting bagi remaja putri di Kabupaten Gorontalo untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku mengenai kesehatan reproduksi dan pernikahan dini untuk keberhasilan program pencegahan stunting di Kabupaten Gorontalo
Analisis faktor sanitasi, maternal, dan kontrasepsi sebagai penentu risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun Bagu, Fery Rahmat Angriawan; Solang, Margaretha; Kadir, Laksmyn
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.1844

Abstract

Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in children under two years of age. Various factors, such as sanitation, maternal health, and contraceptive use, are known to increase the risk of stunting. Purpose: To analyze sanitation, maternal health, and contraceptive use as determinants of risk in infants under two years of age. Method: This quantitative study used a cross-sectional design involving 174 respondents selected through stratified proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire, with the dependent variables being sanitation, maternal health, and contraceptive use. The independent variable was stunting status, assessed based on standard anthropometric indicators. Statistical analysis used the Chi-Square test and Binary Logistic Regression. Results: There was a significant association between sanitation (p < 0.05), maternal health (p < 0.05), and contraceptive use (p < 0.05) and risk. Poor sanitation, high-risk maternal health, and not using contraceptives increased the likelihood of stunting in children under two years of age. Conclusion: Sanitation, maternal factors, and contraceptive use are significantly associated with the risk of stunting. Children exposed to poor sanitation, maternal risk factors, and those not using contraceptives are at higher risk of stunting.   Keywords: Contraception; Infants Under Two Years; Maternal; Sanitation; Stunting.   Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada anak di bawah usia dua tahun. Berbagai faktor, seperti sanitasi, kondisi maternal, dan penggunaan kontrasepsi diketahui berperan dalam meningkatkan risiko stunting. Tujuan: Untuk menganalisis faktor sanitasi, maternal, dan kontrasepsi sebagai penentu risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 174 responden yang dipilih melalui proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan pembagian variabel dependen adalah sanitasi, faktor maternal, dan penggunaan kontrasepsi, sedangkan variabel independen adalah status stunting dinilai berdasarkan indikator antropometri standar. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Biner. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi (p < 0.05), faktor maternal (p < 0.05), dan penggunaan kontrasepsi (p < 0.05) dengan risiko stunting. Sanitasi yang buruk, kondisi maternal berisiko tinggi, dan tidak menggunakan kontrasepsi meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting pada anak di bawah dua tahun. Simpulan: Sanitasi, faktor maternal, dan penggunaan kontrasepsi berhubungan signifikan dengan risiko stunting. Anak yang terpapar sanitasi buruk, kondisi maternal berisiko, serta tidak menggunakan kontrasepsi memiliki peluang lebih tinggi mengalami stunting.   Kata Kunci: Bayi di Bawah Dua Tahun; Kontrasepsi; Maternal; Sanitasi; Stunting.