Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Uji Efektivitas Perasan Daun Sirsak dan Biji Sirsak (Annona Muricata Linn) sebagai Larvasida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles sp. : Effectiveness Test of Soursop Leaf and Soursop Seeds Juice (Annona Muricata Linn) as Vegetable Larvacides Against Mortality of Mosquito Larvae of Anopheles sp abdullah, Mohammad Rizki; Kadir, Laksmyn; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7112

Abstract

Anopheles sp merupakan vektor penyakit malaria yang sampai kini masih menjadi ancaman kesehatan global. Pengendalian populasi nyamuk Anopheles sp secara kimiawi menggunakan larvasida nabati dinilai lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas perasaan daun sirsak dan biji sirsak (Annona muricata Linn) sebagai larvasida nabati terhadap mortalitas larva nyamuk Anopheles sp. Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK). Populasi penelitian adalah larva Anopheles sp. Jumlah sampel sebanyak 600 ekor larva yang ditempatkan pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, dengan pengulangan sebanyak 3 kali dan diamati mortalitas larva setelah 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tertinggi berada pada perasan biji sirsak dengan konsentrasi 20% dengan mortalitas sebesar 100%, sedangkan hasil terendah berada pada perasan daun sirsak dengan konsentrasi 10% dengan mortalitas sebesar 70%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengendalian vektor penyakit malaria yang ramah lingkungan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Jajan Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo: Factors Related to Snacking Behavior of Students at Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda, Gorontalo City Ismail, Nurhavia; Kadir, Sunarto; Kadir, Laksmyn
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7445

Abstract

Makanan jajanan dikenal dengan istilah “streed food” atau dalam bahasa Indonesia bermakna jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, di pasar, di sekolah, tempat pemukiman serta tempat yang sejenisnya. Rumusan masalah apakah terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan siswa di MI Al-Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan siswa di MI Al-Huda.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 259 siswa di MI Al-Huda Kota Gorontalo. Sampel yang diambil sejumlah 157 siswa yang diperoleh dengan rumus Slovin. Data di analisis univariat dan bivariat menggunakan statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan perilaku jajan siswa paling banyak dalam kategori sering sebanyak 100 siswa dengan presentase (63,7%) dan kategori tidak sering sebanyak 57 siswa dengan presentase (36,3%). Hasil pengetahuan gizi (p value = 0,003), kebiasaan sarapan pagi (p value = 0,000), peran orangtua (p value = 0,000), peran teman sebaya (p value = 0,000), kebiasaan membawa bekal (p value = 0,000) dan besaran uang saku (p value = 0,000). Simpulan ada hubungan antara pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan pagi, peran orang tua, peran teman sebaya, kebiasaan membawa bekal dan besaran uang saku dengan perilaku jajan. Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai perilaku jajan siswa terutama pada siswa sekolah dasar.
Pengaruh Pemberian Minuman Ekstrak Jahe Terhadap Laju Pernapasan Pada Perokok Di Wilayah Desa Langagon Bolaang Mongondow : The Effect of Giving Ginger Extract Drink on Respiratory Rate in Smokers in Langagon Village Area Bolaang Mongondow Ginoga, Febriyanti; Kadir, Sunarto; Kadir, Laksmyn
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7438

Abstract

Merokok menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat terutama laki-laki. Hal ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mekanisme paru-paru menjadi rusak. Pengobatan secara tradisional mengunakan minuman ekstrak jahe merah menjadi cara untuk mengurangi dampak berbahaya dari merokok. Rumusan Masalah yaitu apakah terdapat pengaruh pemberian minuman ekstrak jahe terhadap laju pernapasan pada perokok di wilayah Desa Langagon Bolaang Mongondow. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian esktrak jahe sebelum dan sesudah pada perokok di wilayah Desa Langagon Bolaang Mongondow. Metode penelitian menggunakan jenis metode pre-experimental dengan melihat laju pernapasan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah laki-laki perokok aktif berjumlah 224 orang dengan sampel 50 orang berusia >30 tahun sesuai kriteria inklusi dan esklusi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik non-parametik yakni uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon untuk laju pernapasan sebelum pemberian minuman ekstrak jahe dan setelah pemberian minuman ekstrak jahe didapatkan p-value 0,000 (p<0,05). Dengan nilai rata-rata 14,32 nafas/menit dengan min 16 nafas/menit dan max 20 nafas/menit. Adanya pengaruh laju pernapasan sebelum pemberian minuman ekstrak jahe dan setelah. Diharapkan kepada masyarakat untuk tetap mengkonsumsi minuman dengan ekstrak jahe secara rutin dan sesuai dengan anjuran konsumsi.
Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dan Self Control Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo: The Relationship Between Peer Conformity and Self-Control with Smoking Behavior Among Adolescents in Lamu Village, Tilamuta Subdistrict, Boalemo Regency Saliko, Andrias; Kadir, Laksmyn; Arsad, Nikmatisni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7570

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat. Konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma social yang ada. Self control merupakan kumpulan kualitas dan keterampilan bawaan yang dimiliki individu dengan maksud untuk mengelola perilaku mereka untuk memengaruhi pola perilaku di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konformitas teman dan self-control dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Lamu, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 68,8% responden memiliki konformitas teman yang tinggi, 71,2% memiliki self-control yang rendah, dan 70% memiliki perilaku merokok yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konformitas teman dengan perilaku merokok (p = 0,000), dimana remaja dengan konformitas tinggi cenderung memiliki kebiasaan merokok yang lebih tinggi. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara self-control dengan perilaku merokok (p = 0,004), di mana remaja dengan self-control rendah lebih cenderung merokok dibandingkan yang memiliki self-control tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah konformitas teman yang tinggi dan self-control yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya perilaku merokok pada remaja. Diperlukan intervensi berbasis lingkungan sosial dan peningkatan edukasi tentang self-control guna menekan angka perilaku merokok pada remaja di wilayah tersebut.
Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango: Customer Satisfaction Analysis Using the Customer Satisfaction Index Method in the Tilango Community Health Center Work Area Lamasai, Nurazkiyah; Kadir, Laksmyn; Abudi, Ramly
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8280

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan pelanggan setelah membandingkan produk atau jasa yang mereka terima dengan harapan mereka. Rumusan Masalah bagaimana analisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian untuk menganalisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden Pasien Rawat Inap, penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data disajikan dalam bentuk presentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 38 responden karakteristik dalam tangible kategori sangat puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%) karakteristik dalam emphty kategori sangat puas sebanyak (89,5%) dan kategori cukup puas sebanyak (10,5%) karakteristik dalam reliability kategori puas sebanyak (94,7%) dan kategori cukup puas sebanyak (5,3%) karakteristik dalam responsiveness kategori puas (57,9%) kategori cukup puas sebanyak (26,3%) dan kategori tidak puas sebanyak (15,8%) dan karakteristik dalam assurance kategori puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%). Dapat disimpulkan nilai tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Puskesmas Tilango secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai CSI sebesar 71,55%. Disarankan kepada pihak Puskesmas Tilango agar dapat memberikan pelaksanaan upaya perbaikan harus dipantau agar kepuasan pelanggan benar-benar terpenuhi.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Kelor dalam Olahan Brownis dan Sayur Kelor sebagai Strategi Pencegahan Stunting Hasan, Hamsidar; Manno, Mohamad Reski; Kadir, Laksmyn; Hunowu, Sri Yulian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34081

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan konsumsi pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki kandungan protein, zat besi, kalsium, vitamin, serta antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan daun kelor dalam olahan pangan, seperti brownis kelor dan sayur kelor, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menyediakan makanan sehat bagi keluarga. Program ini menggunakan pendekatan edukasi dan pelatihan pengolahan pangan berbasis kelor kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari Pre-test, penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor serta dilakukan Post-test. Setelah itu diberikan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah kelor menjadi produk yang lebih bervariasi, serta peningkatan minat masyarakat untuk menjadikan kelor sebagai pangan sehari-hari. Dengan demikian, pemanfaatan daun kelor dalam berbagai olahan pangan dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. 
Analisis bakteri escherichia coli dan bakteri salmonella sp pada pentol Saleh, M Sahrul A; Kadir, Sunarto; Nakoe, Moh. Rivai; Kadir, Laksmyn
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1190

Abstract

Background: Meatballs (Pentol) are a commonly consumed food that are often susceptible to bacterial contamination. They are popular among students. However, the food safety of meatballs is a concern due to the potential for contamination with pathogenic bacteria. Purpose: To analyze the presence of Escherichia coli and Salmonella sp. in meatballs sold around the UNG campus. Method: This quantitative descriptive study involved five fish meatball vendors, both on and off campus. The sample size was the same as the population, with each sample weighing 25 grams, equivalent to three meatballs. Data analysis used the Most Probable Number (MPN) method. Results: A total of five samples were examined, and all tested positive for Escherichia coli and Salmonella sp. in fish meatballs using Salmonella Shigela Agar (SSA) media. Conclusion: Escherichia coli bacteria were present in fish meatballs using the Most Probable Number (MPN) method in five meatball samples from fish meatball vendors. The results of this study did not meet the requirements of SNI No. 7388:2009. Of the five samples tested, five tested positive for Salmonella sp.   Keywords: Escherichia Coli; Pentol; Salmonella sp.   Pendahuluan: Pentol merupakan salah satu jajanan yang sering di konsumsi oleh Masyarakat yang tidak luput dari adanya kontaminasi bakteri. Pentol adalah makanan yang populer di kalangan mahasiswa. Namun, keamanan pangan pentol menjadi perhatian karena potensi kontaminasi bakteri patogen. Tujuan: Untuk menganalisis keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp pada pentol yang ada di sekitaran kampus UNG. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi dalam penelitian ini adalah 5 orang pedagang pentol ikan di dalam kampus maupun diluar kampus. Jumlah sampel sama dengan populasi yaitu 5 pedagang pentol ikan dengan berat setiap satu sampel yaitu 25 gram atau setara tiga biji pentol. Analisis data menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil: Sebanyak 5 sampel yang diperiksa, semua sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli dan bakteri Salmonella sp pada pentol ikan menggunakan media Salmonella Shigella Agar (SSA). Simpulan: Terdapat bakteri Escherichia coli pada pentol ikan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) pada 5 sampel pentol dari pedagang pentol ikan. Hasil pada penelitian ini tidak memenuhi syarat sesuai dengan standar SNI No.7388:2009, dari 5 sampel yang diperiksa terdapat 5 sampel positif Salmonella sp.   Kata Kunci: Escherichia Coli; Pentol; Salmonella sp.
PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GORONTALO MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) Abdullah, Ferael Fira Feronica; Saleh, Sri Endang; Solang, Margaretha; Hasan, Ani M; Kadir, Laksmyn
VARIANCE: Journal of Statistics and Its Applications Vol 6 No 1 (2024): VARIANCE: Journal of Statistics and Its Applications
Publisher : Statistics Study Programme, Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/variancevol6iss1page29-38

Abstract

Stunting adalah sebuah siklus yaitu sejak dari masa remaja putri, menjadi calon pengantin, ibu hamil, dan menjadi seorang ibu. Permasalahan stunting harus diselesaikan dengan berbagai cara dan dari seluruh tingkatan, utamanya dalam peningkatan kualitas remaja putri untuk dipersiapakan menjadi seorang calon ibu guna dalam upaya pencegahan terjadinya stunting di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan pernikahan dini terhadap pencegahan stunting di Kabupaten Gorontalo. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah remaja putri di Kabupaten Gorontalo, dengan Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisi data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitan menunjukan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pernikahan dini berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan stunting. Sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi dan pernikahan dini tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan stunting. Dan perilaku remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan pernikahan dini berepengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan stunting. Dengan demikian sangat penting bagi remaja putri di Kabupaten Gorontalo untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku mengenai kesehatan reproduksi dan pernikahan dini untuk keberhasilan program pencegahan stunting di Kabupaten Gorontalo
Analisis faktor sanitasi, maternal, dan kontrasepsi sebagai penentu risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun Bagu, Fery Rahmat Angriawan; Solang, Margaretha; Kadir, Laksmyn
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.1844

Abstract

Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in children under two years of age. Various factors, such as sanitation, maternal health, and contraceptive use, are known to increase the risk of stunting. Purpose: To analyze sanitation, maternal health, and contraceptive use as determinants of risk in infants under two years of age. Method: This quantitative study used a cross-sectional design involving 174 respondents selected through stratified proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire, with the dependent variables being sanitation, maternal health, and contraceptive use. The independent variable was stunting status, assessed based on standard anthropometric indicators. Statistical analysis used the Chi-Square test and Binary Logistic Regression. Results: There was a significant association between sanitation (p < 0.05), maternal health (p < 0.05), and contraceptive use (p < 0.05) and risk. Poor sanitation, high-risk maternal health, and not using contraceptives increased the likelihood of stunting in children under two years of age. Conclusion: Sanitation, maternal factors, and contraceptive use are significantly associated with the risk of stunting. Children exposed to poor sanitation, maternal risk factors, and those not using contraceptives are at higher risk of stunting.   Keywords: Contraception; Infants Under Two Years; Maternal; Sanitation; Stunting.   Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada anak di bawah usia dua tahun. Berbagai faktor, seperti sanitasi, kondisi maternal, dan penggunaan kontrasepsi diketahui berperan dalam meningkatkan risiko stunting. Tujuan: Untuk menganalisis faktor sanitasi, maternal, dan kontrasepsi sebagai penentu risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 174 responden yang dipilih melalui proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan pembagian variabel dependen adalah sanitasi, faktor maternal, dan penggunaan kontrasepsi, sedangkan variabel independen adalah status stunting dinilai berdasarkan indikator antropometri standar. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Biner. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi (p < 0.05), faktor maternal (p < 0.05), dan penggunaan kontrasepsi (p < 0.05) dengan risiko stunting. Sanitasi yang buruk, kondisi maternal berisiko tinggi, dan tidak menggunakan kontrasepsi meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting pada anak di bawah dua tahun. Simpulan: Sanitasi, faktor maternal, dan penggunaan kontrasepsi berhubungan signifikan dengan risiko stunting. Anak yang terpapar sanitasi buruk, kondisi maternal berisiko, serta tidak menggunakan kontrasepsi memiliki peluang lebih tinggi mengalami stunting.   Kata Kunci: Bayi di Bawah Dua Tahun; Kontrasepsi; Maternal; Sanitasi; Stunting.
Determinan Upaya Pencegahan Bunuh Diri pada Kelompok Usia 15–29 Tahun di Provinsi Gorontalo Rauf, Fertien Nansyah; Jusuf, Herlina; Kadir, Laksmyn
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2412

Abstract

Bunuh diri merupakan salah satu penyebab utama kematian pada kelompok usia muda, dan berbagai determinannya masih kurang dipahami dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan bunuh diri pada kelompok usia 15–29 tahun di Provinsi Gorontalo. Menggunakan penelitian kuantitatif desain cross sectional study dengan 351 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan uji korelasi serta regresi logistik untuk mengidentifikasi variabel yang berhubungan dengan upaya pencegahan bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, akses layanan kesehatan, tingkat tekanan akademik/pekerjaan, dan kondisi lingkungan memiliki hubungan signifikan dengan upaya pencegahan bunuh diri (p < 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan remaja merupakan prediktor paling kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi peningkatan literasi kesehatan mental sebagai strategi pencegahan bunuh diri di kalangan remaja dan dewasa muda.