Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sejarah dan Perkembangan Yayasan Umat Islam Kaliyoso (YAUMIKA) serta Kontribusinya Bagi Masyarakat Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen Tahun 1969-2015 Ida Ayu Cahyani; Martina Safitry; Latif Kusairi
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 4, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v4i1.2694

Abstract

This study is a historical study of the development of local Islam in Kaliyoso Village, Kalijambe District, Sragen Regency, Central Java. Kaliyoso was the forerunner of the spread of Islam in the northern region of Surakarta City. The teachings of Islam in Kaliyoso were first spread by a cleric descended from a local Muslim family named Kiai Abdul Jalal I (Bagus Turmudi). After paying attention to the steps of the struggle of Kiai Abdul Jalal I in developing the Islamic religion, the struggle for preaching from Kiai Abdul Jalal I was continued by the sons of Wayah Kaliyoso with an effort to establish a foundation called the Yayasan Umat Islam Kaliyoso (YAUMIKA) in 1969. This research using a historical methodology that has four main stages of historical methods, namely (1) heuristics, (2) verification, (3) interpretation, (4) historiography. The results of this study indicate that the Yayasan Umat Islam Kaliyoso (YAUMIKA) has a role and contribution in efforts to foster the Kaliyoso community towards a more advanced civilization, as well as organize Islamic community activities. This was done with the aim of spreading the religion of Islam and the welfare of the people of Kaliyoso and its surroundings.
Bhâjheng Nyiram, Bhâjheng Ajer: Potret Pekerja Anak di Perkebunan Tembakau Madura Latif Kusairi; Khotim Ubaidillah
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.176 KB) | DOI: 10.22515/bg.v3i1.1328

Abstract

The research entitled "Bhajheng Nyiram, Bhajheng Ajer: Portrait of Child Labor in Tobacco Plantation Madua" is more using a qualitative approach as a research method. This research is also done through literature study and empirical experience in the field. The purpose of this study is to explore the portrait of child labor in Madura tobacco estates. The results of this study indicate that the cultivation of Madura tobacco is an important economic aspect for some Madurese community that has existed since the Dutch East Indies. In addition, the involvement of children in the process of tobacco cultivation in Madura is a value that has been instilled by parents early on and internalized value as to continue pengelolahan ancestral lands that will be passed on to the children of the tobacco farmers.
Kacong Dalam Pertanian Tembakau di Madura Irma Ayu Kartika Dewi; Latif Kusairi; Khotim Ubaidillah
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/bg.v4i1.2199

Abstract

Studi tentang Madura dan dimanika masyarakatnya selama ini sangatlah menarik. Masyarakat yang agamis dan cenderung egaliter banyak menjadikan pola perilaku masyakatnya sangat kelihatan dalam kehidupan.  Masyarakat yang agamis ini ternyata bertolakbelakang dengan wilayah alam madura yang gersang, menjadikannya masyarakat harus bekerja dalam mengolah alamnya untuk kehidupan. Salah satu yang menjadi kekhasan madura adalah Tanaman Tembakau. Tanaman yang menjadi unggulan dari pulau Madura ini rupanya banyak menyimpan pertanyaan dari mulai menanam hingga terkenal di pasaran seperti saat ini. Tulisan ini mencoba menjabarkan bagaimana Tembakau dan hubungan para pedagang dalam arus jual beli di pasaran.
Cultural Acculturation on the Mosque Architecture of the Yoni Al-Mubarok Nganjuk Latif Kusairi; Depy TB Siswanto
Islamic Studies Journal for Social Transformation ISJOUST Vol 4, No 1, 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.606 KB) | DOI: 10.28918/isjoust.v4i1.3330

Abstract

The aim of this qualitative research was to know the culture acculturation phenomenon on Nganjuk’s Al-Mubarok Mosque architecture. Mosque is a place of worship for Muslim. Yoni Al-Mubarok Mosque which is in the west of Berbek own square, Berbek sub-district Nganjuk Regency, is one of the oldest Mosque in Nganjuk which was built in 19th Century. This mosque was a part of the Afdeeling Berbek existence under Sosrokusumo I (Kanjeng Jimat). Mosque as the place of worship for Muslim does not have an exact rule on its architecture which rise to the distinctiveness of the mosque architecture according to the surrounding culture that influences it. This mosque was influenced by Hinduism and Chinese culture which made this Mosque have different characteristics with other mosques in Nganjuk region.
KAJIAN HISTORIS TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH AL-MANDHURIYAH TEMANGGUNG: Eksistensi dan Pengaruh Sosial Keagamaannya Muhammad Husna Rosyadi; Moh. Ashif Fuadi; Latif Kusairi; Martina Safitry; Qisthi Faradina Ilma Mahanani
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.7428

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang dinamika tarekat qodiriyah wa naqsyabandiyah di Temanggung yang disebarkan oleh K.H. Mandhur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa peninggalan catatan-catatan K.H. Mandhur, dan wawancara terhadap keturunan K.H. Mandhur serta data pendukung penelitian terdahulu dari sumber buku, artikel, atau berita online. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: K.H. Mandhur merupakan seorang kiai yang berpengaruh di Temanggung, sehingga pesatnya perkembangan tarekat qodiriah wa naqsyabandiyah di Temanggung tak lain adalah karena perannya dalam menyebarkan tarekat tersebut. Adapun sanad tarekat K.H. Mandhur berasal dari Kiai Umar Payaman yang juga merupakan murid Syekh Zarkasi Berjan murid Syekh Abdul Karim al-Bantani. K.H. Mandhur mulai mengenalkan tarekat sebelum Indonesia merdeka yakni sekitar tahun 1920 di daerah Ngebel dan mulai berpindah tahun 1950 mengajarkan tarekat tersebut di pusat Kota Temanggung sampai wafatnya pada tahun 1980. Sepeninggal K.H. Mandhur, kepemimpinan tarekat diteruskan oleh putranya yaitu K.H. Ahmad Bandnudji sampai sekarang. Eksistensi TQN al-Mandhuriyah terbukti membawa dampak sosial-keagamaan dengan adanya interaksi sosial antar jamaah dari berbagai daerah dengan saling bersilaturahmi dan kegiatan para jamaah seperti manakiban, sewelasan, tawajjuhan, peringatan haul K.H. Mandhur, khalwat, selapanan badal. Kata Kunci: Tarekat, TQN al-Mandhuriyyah, K.H. Mandhur, Temanggung.
THE ROLE OF MAJLIS TAKLIM KAWULO ALIT FOR THE COMMUNITY IN JUNGKE VILLAGE, KARANGANYAR REGENCY FROM 2004 TO 2019 Eko Prasetyo; Latif Kusairi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v11i1.8478

Abstract

Pemahaman terhadap pengetahuan keagamaan berpengaruh pada budaya dan kondisi sosial kelompok masyarakat. Dalam konteks desa Jungke, Kabupaten Karanganyar, kurangnya pemahaman ini berhubungan dengan pelanggaran norma dan perilaku menyimpang, seperti perjudian, konsumsi alkohol, penyalahgunaan obat, dan konflik antar warga. Melalui pembentukan Majelis Kawulo Alit, kesadaran untuk mempelajari keagamaan berhasil mengubah masyarakat menjadi lebih religius dan mengurangi tindakan menyimpang. Penelitian ini fokus pada peran Majelis Kawulo Alit dalam transformasi masyarakat desa Jungke dari 2004 hingga 2019, menggambarkan efektivitas lembaga keagamaan dalam mengubah kondisi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi data, dan historiografi.
Ibadah Haji Dengan Misi Tersembunyi Jamaah Haji Indonesia Tahun 1948 Kusairi, Latif; Ismail, Taufik
Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Vol 2 No 2 (2023): Historia Islamica
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/historia.v2i2.711

Abstract

Penelitian ini menggambarkan perjalanan ibadah haji pasca kemerdekan R.I. Pemilihan topik ini dikarenakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menyumbang umat Islam terbesar di dunia dan setiap tahunnya melaksanakan ibadah haji. Pelaksanaan ibadah haji yang diselenggaran setiap tahunnya menggalami berbagai hal dan kejadian unik yang patut diteliti dan diungkapkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1948 pemerintah Republik Indonesia mengirim sebuah misi haji R.I untuk pertama kalinya ke Arab Saudi. K.H Mohammad Adnan, Saleh Suaidy, Ismail Banda dan H. Sjamsir diutus pemerintah Republik Indonesia, untuk membawa mision bersifat diplomatis dan menarik simpati atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Kedatangan misi haji R.I disambut hangat oleh Raja ibnu saud. Ketua misi haji R.I K.H Mohammad Adnan menyampaikan amanat dari Presiden Republik Indonesia, dan menyerahkan sebilah keris yang berhulu emas sebagai kenang-kengangan.
TRACES OF HADRAMAUT’S INTELECTUALISM IN THE 20THCENTURY IN NUSANTARA ANDTHE ROLE OF ITS PESANTREN ALUMNI Fuadi, Moh. Ashif; Kusairi, Latif; Rohmatulloh , Dawam Multazamy; Perkasa, Adrian
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 20 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.185 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v20i1.1036

Abstract

ABSTRACT This research discusses the traces of Hadramaut intellectualism through the relationship of the scholarlygenealogy of Hadramaut ulamawith the 20thcentury Nusantara ulama. In addition, it analyzes thetypo-logy of Hadramaut Pesantrens and the role oftheir alumni in developing the da’wah movement in Indonesia. This research is a literature reviewstudythrough a library research approach, focusing onbooks, articles, and online news, strengthenedby interviews and field observations. This research foundthat: first, theHadramaut Pesantrenis connected through the sending of Indonesian students to Darul Musthafa, Rubath Tarim, and al-Ahgaff University;the three institutions show an inclusive character that is still suitable to be applied in Indonesia. Second, the influence of Hadramaut intellectualism can be seen through the relationship betweenthe scholarlygenealogy of Hadramaut ulamaand Nusantara ulamain the book of safinat al-najā, sulām al-taufīq, muqoddimatu al-hadromiyyah, all of which became the reference books of Nusantara ulamain compiling sharah or explanations of the book of kāsyifat al-sajā, faidh al-hijā 'alā naili al-rojā, nadzam nailul roja, kasyful hijāfī tarjamati safīnat al-najā, tanwīru al-hijā fī nadzmi safīnat al-najā,i'ā nat al-rafīq 'alā nadzmi sulām al-taufīq, inqōdzu al-ghorīq fī nadzmi sulām al-taufīq, mirqōtu al-shu'ūdi al-tashdīq fī syarhi sulām al-taufīq and mauhibatu dzi al-fadhli al-hasyīyati 'alā mukhtashor afādhol. Third, the influence of Hadramaut alumni, especially the alawiyyin circles, still has a fairly strong proselytizing influence in Indonesia after the first batch of 30 students in 1998 Darul Musthafa returned to Indonesia and developed da'wah by establishing taklim assemblies or Pesantrens. Keywords: Hadramaut, Intellectualism, Nusantara, Pesantren   ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang jejak intelektualismeHadramautmelalui hubungan genealogi keilmuan ulama Hadramaut denganulama NusantaraAbad ke-20, dan juga menganalisis tipologipesantren Hadra-maut dan peranan alumninyadalam mengembangkan gerakan dakwah di Indonesia. Penelitian ini menggunakanpendekatanstudi pustaka (library research) melalui buku, artikel, dan berita online,diperkuat dengan wawancara dan penelusuran lapangan(observasi). Penelitian ini meng-hasilkan kesimpulan bahwa:pertama, jaringan pesantren Hadramaut ter-hubung melalui pengiriman santri Indonesia ke Darul Musthafa, Rubath Tarim, dan Universitas al-Ahgaff yang ketiga lembaga tersebut menunjuk-kan karakter inklusif yang masih cocok diterapkan di Indonesia. Kedua,pengaruhintelektualisme Hadramaut dapat dilihat melaluihubungan genealogi keilmuan ulama Hadramaut dan ulama Nusantaradalamkitab safinatal-najā,sulām al-taufīq, muqoddimatu al-hadromiyyah,yang se-muanya menjadi kitab rujukan ulama Nusantara dalam menyusun syarah atau penjelasan kitabkāsyifat al-sajā, faidh al-hijā ‘alā naili al-rojā, nadzam nailul roja, kasyful hijā fī tarjamati safīnat al-najā, tanwīru al-hijā fī nadzmi safīnat al-najā,i’ānat al-rafīq ‘alā nadzmi sulām al-taufīq, inqōdzu al-ghorīq fī nadzmi sulām al-taufīq, mirqōtu al-shu’ūdi al-tashdīq fī syarhi sulām al-taufīqdan mauhibatu dzi al-fadhli al-hasyīyati ‘alā Mukhtashor Bafādhol. Ketiga, pengaruh alumni Hadramaut terutama kalangan alawiyyinsampai saat ini masih memiliki pengaruh dakwah yang cukup kuat di Indonesia setelah 30 santri angkatan pertama tahun 1998Darul Musthafapulang ke Indonesiadan mengembangkan dakwah dengan mendirikan majelis taklim atau pesantren  Kata kunci: Hadramaut, Intelektualisme, Nusantara, Pesantren
Penghulu-penghulu keraton bidang agama, hukum, dan pendidikan di Kasunanan dan Mangkunegaran tahun 1936-1947 Purbaningrum, Fariska Dwi; Kusairi, Latif
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i22023p249-261

Abstract

This study aims to analyze the role of the penghulu both of the Keraton Kasunanan and Kadipaten Mangkunegaran in the late 19th and early 20th centuries. Especially, the political and cultural backround of the Surakarta Penghulu Conference was held in 1936 which took place at the Mangkunegran pavilion. The method of the research uses historical methodology, consists of heuristics, verification, interpretation and historiography. Various sources in the form of archives, newspapers, magazines, books, journals, articles, and the web used in this research. The results of this study explain the early history of the formation of the princes of the Kasunanan palace and the Managkunegaran palace, the prince of the palace is a position that has been inherited by the Demak kingdom for the following Islamic kingdoms, namely Mataram, Pajang, Kasunanan to Mangkunegaran. The bureaucratic structure is still maintained with the existence of the abdi daelm penghulu in it. The penghulu carries out his duties assisted by several staff including modin, kayim, muezzin, chief khakim, khatib, etc. The prince has duties in various fields, namely in the religious field which includes preaching, management of the Great Mosque, in the legal field of the prince becoming qodi to settle NTCR cases (Marriage, Divorce, Divorce and Reconciliation), as well as resolving marital disputes, in the field of education for the prince to establish schools. Penghulu also holds a meeting every year to discuss programs that are advancing.  Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran penghulu Keraton Kasunanan dan Kadipaten Mangkunegaran yang pada abad akhir ke-19 dan awal abad ke-20 bagi agama Islam di wilayah kekuasaannya. Penelitian ini juga bertujuan membahas latar belakang dilakukannya konferensi penghulu Surakarta pada tahun 1936 yang bertempat di pendopo Mangkunegran. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, terdiri dari 4 tahapan penelitian: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Berbagai sumber yang digunakan berupa arsip, koran, majalah, buku, jurnal, artikel, dan web yang terkait dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang sejarah awal terbentuknya penghulu keraton Kasunanan dan keraton Managkunegaran, penghulu keraton merupakan jabatan yang telah diwariskan oleh kerajaan demak untuk kerajaan Islam berikutnya yaitu Mataram, Pajang, Kasunanan sampai dengan Mangkunegaran. Struktus birokrasi masih dipertahankan dengan adanya abdi daelm penghulu di dalamnya. Penghulu menjalankan tugas dibantu oleh beberapa staf diantaranya ada modin, kayim, muadzin, penghulu khakim, khatib, dll. Penghulu bertugas dalam berbagai bidang yaitu di bidang keagamaan yang meliputi dakwah, kepengurusan masjid Agung, dalam bidang hukum penghulu menjadi qodi untuk menyelesaikan perkara NTCR (Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk), serta menyelesaikan persengketaan mawaris, bidang pendidikan para penghulu mendirikan sekolahan. Penghulu juga mengadakan pertemuan pada setiap tahunya dengan membahas program-program yang bersifat memajukan.
Bukti Acara Pemeriksaaan Kepolisian sebagai Data Sejarah : Upaya Merekontruksi Kekerasan Banyuwangi Tahun 1998-1999: Evidence of Police Investigation Events as Historical Data: Efforts to Reconstruct the Banyuwangi Violence in 1998-1999 Kusairi, Latif
Journal of Islamic History Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Islamic History
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.933 KB) | DOI: 10.53088/jih.v1i2.122

Abstract

Writing a history of violence often encounters obstacles in finding data. This is due to the concern and silence of the perpetrators to reveal the chronology of historical events. The process of searching for archived data is sometimes also not found in archival institutions. In the other hand, historians are not yet very familiar with the data obtained from the authorities. The history of violence reconstruction with the issue of dukun santet in Banyuwangi is also the same. Investigation the data found many obstacles such as historical actors who do not want to tell incidents that happened. The role of the police archives and the court is very important, because in the minutes of the examination and the news of the court has been written. Historians need to view the archives of the court as an alternative when historians have difficulties in finding the data. At this point historians must be able to pick up archives not only fixated on archival institutions, but can look for the archives through institutions such as courts to see the chronology of violence that has occurred and has been tried in judicial institutions. Historians can go further for data analysis and can see the results of interviews conducted by the judiciary. This study will discuss the role of historians in seeking data from the court as a primary source.