Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Otopro

PERHITUNGAN COOLING CAPACITY YANG DIBUTUHKAN PADA KAPAL TANKER 17500 LTDW COOLING CAPACITY CALCULATIONS REQUIRED ON TANKER SHIP 17500 LTDW Syah, Syeihan Syahrul; Drastiawati, Novi Sukma; Taufan, Helmy
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p6-12

Abstract

Jurnal ini menjelaskan tentang perhitungan cooling capacity yang dibutuhkan pada Kapal Tanker 17500 LTDW, perhitungan cooling capacity bertujuan untuk mengetahui daya compressor yang dibutuhkan pada system pendingin. Metode yang digunakan adalah menghitung cooling capacity berdasarkan GA (General Arranggement) yang mencakup beberapa parameter yaitu jumlah orang, jumlah jendela, volume ruangan, equipment, dan panas dari lampu. Sehingga didapatkan perhitungan Heat  Calculation, Air Capacity, dan Cooling capacity pada sebuah kapal tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cooling capacity kapal Tanker 17500 LTDW sebesar 487,87 kW.
STUDI COOLING CAPACITY KAPAL CEPAT RUDAL 60 METER (STUDI KASUS PADA KCR 60 BATCH DI PT PAL INDONESIA) Xaverius, Bobby; Taufan, Helmy; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p59-63

Abstract

Perkembangan dunia perkapalan maupun dunia maritim harus diimbangi dengan peningkatan mutu alat transportasi, terutama untuk alat transportasi laut. Pada alat transportasi tersebut  beban pendinginan pada tiap ruangan perlu dilakukan perhitungan secara teliti untuk mendapatkan nilai efisiensi yang baik.  Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui parameter-parameter yang mempengaruhi nilai dari kapasitas pendinginan pada Kapal Cepat Rudal 60 Meter, seperti parameter volume ruang, parameter kondisi udara luar dan udara dalam ruang, parameter beban panas yang diderita pada ruangan, parameter Fresh Air, parameter psychrometric diagram, serta kapasitas pendinginan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai h yang didapatkan dari psychrometric chart. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai RSHF. Langkah ketiga adalah menentukan cooling capacity tiap ruangan.  Hasil yang didapatkan adalah  nilai dari total kapasitas pendingin (Cooling Capacity) yang dibutuhkan oleh kompresor pada ruang akomodasi Kapal Cepat Rudal 60 Meter sebesar 174,17  kW. Hasil tersebut dari perincian data berupa kapal dirancang dalam Summer Condition (iklim tropis) dengan temperatur inside = 22?C dan temperature outside = 35?C, Jumlah Beban Panas Transmisi = 20651Watt, Jumlah Beban Panas Jendela = 1192 Watt, Jumlah Beban Panas Lampu = 56817 Watt, Jumlah Beban Panas Penghuni (Sensible + Latent) = 104494 Watt, Jumlah Beban Panas Peralatan = 12400 Watt, Jumlah Beban Panas Total = 103737 Watt.
PENGGOLONGAN EQUIPMENT CRITICALLY RATING DAN PROSES EXPAND PADA EXCHANGER E-5503 DI PABRIK III PT PETROKIMIA GRESIK Rizal, Muhammad; Zamani, R. Fairuz; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p13-23

Abstract

Penggolongan Equipment Critically Rating melaluipenggunaan metode pendekatan resiko (dampak dan peluang) dalam penentuan ECR dapat menurunkan peralatan kritis dengan metode sebelumnya. Nilai Safety, Healty, and Environment didapat dari wawancara ke operator peralatan atau mesin. Nilai Production lost didapatan dari data sort maintenance tahun 2010, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017. Nilai Maintenance Cost didapat dari total biaya yang dihabiskan untuk perbaikan peralatan atau mesin. Nilai Peluang didapat dari berapa kali peralatan atau mesin mati dalam waktu 7 tahun terakhir.Proses Expand meliputi Gun Expand, digunakan untuk memberi tekanan terhadap benda kerja serta bisa diukur dan diatur amperenya yang dihubungkan ke ampere controller, Voltage Controller, berfungsi untuk penyearah dari sumber listrik ke ampere controller yang kemudian di hubungkan ke gun expand. Ampere Controller, digunakan untuk mengatur masuknya ampere yang masuk ke gun expand yang akan memberi tekanan terhadap benda kerja.
PENGARUH WAKTU PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) TERHADAP KEKERASAN, KEKUATAN GESER DAN DIAMETER NUGGET PADA BAJA SPCEN 1,6 mm Rasyid, Riantono; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v16n1.p1-6

Abstract

The development of technology in manufacturing is currently very fast. One of the important processes involved is joining, including the process of resistance spot welding or better known as spot welding. The use of point welding has several advantages, including a neat shape of the joint, the process is faster, the connection is tighter and the operation is relatively easy and does not require filler metal. The connection of relatively thin plate-shaped steel using resistance spot welding is an alternative option that is widely used by the automotive parts production industry. However, there are no data regarding the best time and data regarding the hardness test, nugget diameter, and shear test on SPCEN steel material. This study aims to determine the effect of spot welding time on hardness, shear strength and nugget diameter on SPCEN steel material. This study used an experimental method with a time variable of 1 second, 2 seconds and 3 seconds with standard material SPCEN JIS G 3141, standard hardness testing using DIN 50103 and standard shear testing using ASTM D 1002. equal that is 3.3 mm. The lowest average nugget hardness results are found on steel plates marked with the name ABC, time of 1 second with an average nugget hardness of 116.6 HRB and the highest average nugget hardness is found on GHI steel within 3 seconds with an average nugget hardness of 117 , 9 HRB. The lowest average yield of shear strength is found in ABC steel at 1 second with a maximum shear strength of 294.82 N / m² and a maximum load of 1592.01 Newton, the highest average yield of shear strength is found on steel plates marked with the name GHI time 3 seconds with a maximum tension of 415.89 N / m² and a maximum load of 2245.83 Newton. Thus the longer the spot welding time (spot welding), the greater the current used, the greater the heat generated and the hardness and shear strength become stronger. Shows the best time for spot welding (spot welding) of 1.6 mm SPCEN steel plate in 3 seconds.
STUDI COOLING CAPACITY KAPAL CEPAT RUDAL 60 METER (STUDI KASUS PADA KCR 60 BATCH DI PT PAL INDONESIA) Xaverius, Bobby; Taufan, Helmy; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p59-63

Abstract

Perkembangan dunia perkapalan maupun dunia maritim harus diimbangi dengan peningkatan mutu alat transportasi, terutama untuk alat transportasi laut. Pada alat transportasi tersebut  beban pendinginan pada tiap ruangan perlu dilakukan perhitungan secara teliti untuk mendapatkan nilai efisiensi yang baik.  Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui parameter-parameter yang mempengaruhi nilai dari kapasitas pendinginan pada Kapal Cepat Rudal 60 Meter, seperti parameter volume ruang, parameter kondisi udara luar dan udara dalam ruang, parameter beban panas yang diderita pada ruangan, parameter Fresh Air, parameter psychrometric diagram, serta kapasitas pendinginan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai h yang didapatkan dari psychrometric chart. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai RSHF. Langkah ketiga adalah menentukan cooling capacity tiap ruangan.  Hasil yang didapatkan adalah  nilai dari total kapasitas pendingin (Cooling Capacity) yang dibutuhkan oleh kompresor pada ruang akomodasi Kapal Cepat Rudal 60 Meter sebesar 174,17  kW. Hasil tersebut dari perincian data berupa kapal dirancang dalam Summer Condition (iklim tropis) dengan temperatur inside = 22˚C dan temperature outside = 35˚C, Jumlah Beban Panas Transmisi = 20651Watt, Jumlah Beban Panas Jendela = 1192 Watt, Jumlah Beban Panas Lampu = 56817 Watt, Jumlah Beban Panas Penghuni (Sensible + Latent) = 104494 Watt, Jumlah Beban Panas Peralatan = 12400 Watt, Jumlah Beban Panas Total = 103737 Watt.
Penggolongan Equipment Critically Rating Dan Proses Expand Pada Exchanger E-5503 Di Pabrik III PT Petrokimia Gresik Rizal, Muhammad; Zamani, R. Fairuz; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p13-23

Abstract

Penggolongan Equipment Critically Rating melaluipenggunaan metode pendekatan resiko (dampak dan peluang) dalam penentuan ECR dapat menurunkan peralatan kritis dengan metode sebelumnya. Nilai Safety, Healty, and Environment didapat dari wawancara ke operator peralatan atau mesin. Nilai Production lost didapatan dari data sort maintenance tahun 2010, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017. Nilai Maintenance Cost didapat dari total biaya yang dihabiskan untuk perbaikan peralatan atau mesin. Nilai Peluang didapat dari berapa kali peralatan atau mesin mati dalam waktu 7 tahun terakhir.Proses Expand meliputi Gun Expand, digunakan untuk memberi tekanan terhadap benda kerja serta bisa diukur dan diatur amperenya yang dihubungkan ke ampere controller, Voltage Controller, berfungsi untuk penyearah dari sumber listrik ke ampere controller yang kemudian di hubungkan ke gun expand. Ampere Controller, digunakan untuk mengatur masuknya ampere yang masuk ke gun expand yang akan memberi tekanan terhadap benda kerja.
Perhitungan Cooling Capacity Yang Dibutuhkan Pada Kapal Tanker 17500 LTDW Cooling Capacity Calculations Required On Tanker Ship 17500 LTDW Syah, Syeihan Syahrul; Drastiawati, Novi Sukma; Taufan, Helmy
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p6-12

Abstract

Jurnal ini menjelaskan tentang perhitungan cooling capacity yang dibutuhkan pada Kapal Tanker 17500 LTDW, perhitungan cooling capacity bertujuan untuk mengetahui daya compressor yang dibutuhkan pada system pendingin. Metode yang digunakan adalah menghitung cooling capacity berdasarkan GA (General Arranggement) yang mencakup beberapa parameter yaitu jumlah orang, jumlah jendela, volume ruangan, equipment, dan panas dari lampu. Sehingga didapatkan perhitungan Heat  Calculation, Air Capacity, dan Cooling capacity pada sebuah kapal tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cooling capacity kapal Tanker 17500 LTDW sebesar 487,87 kW.