Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PASIR DAN ABU AMPAS TEBU ASAL STINGKAI KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT Samsurizal Samsurizal; Eka Juliafad
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v3i4.57283

Abstract

Pasir Stingkai memiliki kandungan batu apung yang tinggi, sehingga terindikasi kurang mememnuhi persyaratan untuk dapat menghasilkan mortar dengan kekuatan yang memenuhi syarat, sehingga masnyarakat atau praktisi bangunan di daerah tersebut menambahkan semen melebih proporsi yang biasa digunakan. Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan mutu mortar atau bahan berbasis semen namun dengan tetap memperhatikan penggunaan semen adalah dengan menggunakan abu terbang atau flyash. Salah satu abu yang digunakan adalah abu dari limbah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasir Stingkai dan kandungan abu dari limbah ampas tebu. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan pengujian agregat halus berdasarkan SNI dan untuk pengujian kandungan abu ampas tebu menggunakan metode XRD dan XRF. Pasir Stingkai memiliki berat lebih ringan dan tergolong halus atau masuk ke Zona 1. Sedangkan untuk kandungan abu ampas tebu yang dibakar memiliki kandungan CaO sebesar 29,37% dan Silika 24,308%.
DESAIN PERKUATAN LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN PELAT BAJA DENGAN VARIASI JARAK PELAT BAJA Hanif Hadi Wirsi; Eka Juliafad
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i1.59383

Abstract

Balok merupakan salah satu komponen struktur yang sering menggunakan beton bertulang sebagai material penyusunnya, terkadang dalam membuat desainnya masih sering kali terjadi kesalahan, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada balok, dan pada akhirnya menjadi kerusakan struktur secara keseluruhan. Untuk menghindari keadaan tersebut perlu dilakukan alternatif peningkatan kekuatan dengan perkuatan konstruksi. Salah satu usaha yang dilakukan yaitu penambahan perkuatan menggunakan pelat baja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian lentur mengunakan balok berukuran 53 cm x 15 cm x 15 cm. Untuk banyak nya benda uji yang direncanakan yaitu terdiri dari 4 variasi yaitu untuk balok kontrol (BK), balok uji 1 (BU1) memiliki ketebalan 2 mm, lebar 2,5 cm dan jarak antar pelat 10,05 cm, balok uji 2 (BU2) memilik ketebalan 2 mm, lebar 2,5 cm dan jarak antar pelat 6,28 cm, balok uji 3 (BU3) memilik ketebalan 2 mm, lebar 2,5 cm dan jarak antar pelat 3,775 cm sebanyak 4 buah untuk masing masing balok. Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahwa terjadi kenaikan nilai kuat lentur pada balok ketika diberi tambahan perkuatan megunakan pelat baja. Perubahan nilai tersebut adalah pada balok beton bertulang tanpa penambahan perkuatan diperoleh nilai kuat lenturnya sebesar 86,630 kNm, kemudian untuk balok beton bertulang dengan penambahan perkuatan pelat baja balok uji 1 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 112,910 kNm, penambahan perkuatan pelat baja dengan balok uji 2 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 180,692 kNm, penambahan perkuatan pelat baja dengan balok uji 3 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 300,594 kNm.
ANALISA PENGARUH VARIASI PANJANG PERKUATAN LENTUR PELAT BAJA TERHADAP BALOK BETON BERTULANG Reyhan Aulia; Eka Juliafad
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i1.59483

Abstract

Kekuatan struktur harus diperhatikan dalam pembanngunan sebuah bangunan. Pada hakikatnya, kekuatan struktur semakin lama akan semakin menurun yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu umur sebuah bangunan, beban yang berlebih tidak sesuai dengan rencana awal, faktor keadaan cuaca dan lingkungan, dan sebagainya. Adanya kemajuan pada teknologi bahan konstruksi, telah ditemukannya metode dalam perkuatan struktur dengan menambahkan perkuatan pada bagian luar yaitu menggunakan plat baja. Pengaplikasian plat baja pada balok beton bertulang menggunakan lem perekat Sikadur-31 CF Normal. Penggunaan pelat baja sebagai perkuatan mendapatkan peningkatan nilai lentur. pada balok normal mendapatkan nilai kuat lentur sebesar 86,63 kNm, pada balok uji 1 (BU 1) menggunakan perkuatan pelat baja dengan ukuran 12,6cm x 11cm mendapatkan nilai sebesar 421,31 kNm, pada balok uji 2 (BU 2) menggunakan perkuatan pelat baja dengan ukuran 17,6cm x 11cm mendapatkan nilai sebesar 480,82 kNm, pada balok uji 3 (BU 3) menggunakan perkuatan pelat baja dengan ukuran 22,6cm x 11cm mendapatkan nilai sebesar 559,91 kNm.
IDENTIFIKASI MATERIAL LIMBAH GYPSUM BOARD MENGGUNAKAN XRF Taufik Hidayat; Eka Juliafad
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i1.60183

Abstract

Penggunaan limbah sebagai bahan bangunan merupakan salah satu cara memanfaatkan limbah yang terbuang begitu saja menjadi suatu produk yang bernilai guna. Salah satu limbah kontruksi yang dapat dimanfaatkan adalah limbah papan gipsum (gypsum board). Gypsum board memiliki kandungan senyawa yang mirip dengan semen, yaitu SiO2 , Fe2O3 dan CaO dan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti sebagian dari semen. Metode yang digunakan untuk menganalisis kandungan senyawa dari limbah gypsum ini adalah X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil dari pengujian XRF pada limbah gypsum menunjukkan bahwa limbah gypsum board mengandung senyawa kapur (CaO) 41,2%, silika (SiO2) 0,67%, alumina (Al2O3) 1,02%, besi (Fe2O3) 0,173%, dan sulfur (SO3)55,14% dimana semua kandungan senyawa tersebut mirip dengan kandungan senyawa pada semen portland. Jika dibandingkan dengan seyawa pada semen limbah gypsum board memiliki persentase sulfur lebih tinggi daripada semen namun persentase silikanya jauh lebih rendah daripada semen.
PEMANFAATAN BAMBU PETUNG SEBAGAI PERKUATAN PADA DINDING BATA MERAH Rino Rino; Eka Juliafad
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i1.61683

Abstract

Pemberian kuncian bambu petung mempengaruhi mutu dari bata merah. Mutu kuat tekan pada pasangan bata merah interlocking secara umum mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi diakibatkan oleh proses pemasangan interlocking bambu petung yang benar-benar tepat dan pas mengunci rapat bata, dimana ukuran lubang pada pasangan bata merah dibuat pas sesuai dengan ukuran bambu yang akan dipasang. Bambu petung adalah bambu yang mempunyai sifat baik serta dapat.dimanfaatkan, seperti batangnya yaitu kuat, keras, lurus, pipih, mudah dibentuk, mudah dikerjakan dan ringan sehingga mudah dikerjakan. Dimana kita ketahui bambu petung sangat mudah diperoleh dengan harga murah karena pertumbuhannya yang sangat cepat. Bambu petung juga mempunyai kuat tarik cukup tinggi sehingga dapat menggantikan fungsi baja. Pada penelitian ini diuji melakukan.pengujian kuat tekan dan kuat.geser.pasangan batu bata.serta.pengujian kuat tekan.dan kuat lentur pada dinding batu bata merah..Hasil pengujian.untuk.kuat tekan pasangan batu bata.merah adalah 20.03 kg/m²,.hasil uji kuat.geser.pasangan batu bata.yaitu 5.48 kg/m², kemudian hasil pengujian kuat lentur dinding batu bata merah mengalami beberapa peningkatan yaitu pada pasangan dinding batu bata merah dengan penetrasi interlocking 0,5 cm mililiki kuat lentur yang cukup meningkat yaitu sebesar 12,32 KN. Dibanding pasangan dinding dengan penetrasi 1 cm yang memiliki kuat lentur sebesar 2.46 KN.
Pengaruh Reduksi Kekakuan Elemen Struktur Terhadap Perilaku Struktur Bangunan Gedung Bertingkat Sedang di Kota Padang Fajri Yusmar; Nevy Sandra; Fitra Rifwan; Eka Juliafad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 4 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i4.15490

Abstract

The current requirements for structural concrete are SNI 2847 2019 which is an update of SNI 2847 2013. In the latest provisions contained in the table title 6.6.3.1.1 (a) SNI 2847 2019, it is stated that the moment of inertia is allowed to be reduced in elastic analysis at the load level factored. Thus, there is a potential for under design if the stiffness used when determining the magnitude of the earthquake load is reduced stiffness. This study aims to see the effect of using reduced stiffness of structural elements when determining the design seismic load, on the structural behavior of medium-level office buildings in the city of Padang. Structural modeling consists of two models. Model A is a structure with reduced stiffness when determining earthquake loads, while model B is not. The results showed that the fundamental period of the Model B structure experienced a decrease of 17.53% and an increase in base shear of 20.19%. The drift structure of Model B shows a more rigid structure and the maximum internal force has decreased by 9.85%.
ANALISIS PERFORMA SEISMIK BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI 09 PASAMAN TANPA DAN DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH DINDING BATA MERAH Saputra, Dino; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i3.69383

Abstract

Akibat gempa bumi Pasaman Barat 2022 sekolah negeri 09 Pasaman mengalami kerusakan. Sekolah Dasar Negeri 09 Pasaman memiliki 3 gedung utama yaitu gedung A, B dan C. Khusus gedung B sendiri dibangun pada tahun 2019, dimana gedung tersebut mengalami beberapa kerusakan non-struktural pasca gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat. Untuk mengetahui performa bangunan tersebut dengan lebih baik, maka perlu dilakukan analisa non-linier dengan mempertimbangkan pengaruh dari dinding dari bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik struktur dari bangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri 09 Pasaman khususnya gedung B tanpa dan dengan memperhitungkan pengaruh dinding bata merah terhadap struktur. Dinding bata merah dimodelkan dengan diagonal strut berdasarkan pada metode FEMA 273. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode analisis statik non linear pushover. Beban gempa yang bekerja pada bangunan mengacu pada SNI 03-1726-2019 dan untuk beban lainnya mengacu pada SNI 03-1727-2020. Untuk perhitungan kapasitas elemen struktur beton, mengacu pada SNI 03-2847-2019. Untuk menentukan level kinerja struktur mengacu pada Metode Displacement Coefficient FEMA 356. Analisis struktur dilakukan dengan menggunakan software SAP2000 versi 16. Hasil penelitian menunjukan meningkatnya nilai base shear dan daktilitas pada struktur bangunan. Namun pada nilai drift actual dan simpangan atap mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya bukaan dinding pada bangunan yang berada di atas 40%.
PERENCANAAN ALTERNATIF TENDON PRATEGANG DENGAN VARIASI TATA LETAK TENDON DAN MUTU TENDON PADA STRUKTUR ATAS JEMBATAN BATANG LASI KOTA SAWAHLUNTO Digo, Muhammad; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i3.69483

Abstract

Abstrak: Jembatan Batang Lasi dibangun dengan menggunakan beton prategang PCI girder dengan beton mutu fc 45 mPa dan menggunakan tendon dengan mutu ASTM A416 grade 270 low relaxation. Dalam perencanaan beton prategang, mutu dan layout tendon berpengaruh dalam menghasilkan tegangan-tegangan, serta loss of prestressed. Untuk itu perlu alternatif perencanaan layout tendon dan mutu yang berbeda, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap elemen prategang untuk jrmbatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan PCI girder dalam memikul gaya gaya yang bekerja serta melakukan analisa kehilangan gaya prategang akibat pengaruh penggunaan mutu dan letak tendon prategang. Jenis penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini adalah penelitian kuantitaif dengan menggunakan metode analitis yang mengacu pada SNI 2847-2013. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan tata letak tendon strand 7 wire ASTM A416 grade 250 low relaxation dan strand 7 wire ASTM A779 grade 270, dengan tendon yang digunakan di jembatan Batang Lasi. Kehilangan gaya prategang yang terjadi pada tendon 12,7 mm (strand 7 wire ASTM A416 grade 250 low relaxation) diperoleh nilai terkecil pada loss of prestressed akibat gesekan angkur, pemendekan elastis, relakasasi tendon, dan gaya prategang efektif. Sementara kehilangan gaya prategang akibat gesekan tendon dan pengangkuran diperoleh nilai terkecil dengan menggunakan tendon di lapangan (strand 7 wire ASTM A416 grade 270 low relaxation). Dari hasil analisis kedua variasi mutu tendon diketahui bahwa hanya strand 7 wire ASTM A416 grade 250 low relaxation yang mampu memikul beban dan memiliki loss of prestressed yang kecil daripada yang digunakan di strand 7 wire ASTM A779 grade 270 Kata Kunci: Loss of prestrssed, tendon prategang, tata letak tendon, mutu tendon, posisi tendon, tegangan, balok prategang, girder. Abstract: The Batang Lasi Bridge was built using PCI girder prestressed concrete with fc 45 mPa quality and using ASTM A416 grade 270 low relaxation tendons. In the design of prestressed concrete, the quality and layout of the tendons are influential in producing stresses, as well as loss of prestressed. For this reason, it is necessary to plan alternative tendon layouts and different qualities, to determine the effect on prestress elements for bridges. This study aims to determine the ability of the PCI girder to withstand the applied forces and to analyze the loss of prestressing forces due to the influence of the quality and location of the prestressed tendons. The type of research used in this final project is a quantitative research using analytical methods referring to SNI 2847-2013. The results of this study are that there are differences in the layout of ASTM A416 grade 250 low relaxation 7 wire strand tendons and ASTM A779 grade 270 7 wire strand tendons, with the tendons used in the Batang Lasi bridge. Loss of prestressing force that occurs in the 12.7 mm tendon (strand 7 wire ASTM A416 grade 250 low relaxation) obtained the smallest value for loss of prestressed due to anchor friction, elastic shortening, tendon relaxation, and effective prestressing force. While the loss of prestress due to tendon friction and anchorage, the smallest value was obtained by using a tendon in the field (strand 7 wire ASTM A416 grade 270 low relaxation). From the results of the analysis of the two variations in tendon quality, it is known that only ASTM A416 grade 250 low relaxation strand 7 wire is capable of carrying loads and has a smaller loss of prestressed than that used in ASTM A779 grade 270 strand 7 wire. Keyword: Loss of prestressed, prestressed tendon, tendon layout, tendon quality, tendon position, stress, prestressed beam, girder.
COMPLETE DAMAGE RATIO UNTUK BANGUNAN RUMAH TINGGAL BERLANTAI SATU DI WILAYAH PASAMAN BARAT (STUDI KASUS: NAGARI AUR KUNING) Hasibuan, Arya Trisna nugraha; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i4.97883

Abstract

Nagari Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, merupakan salah satu wilayah yang ada di Sumatra Barat dengan potensi bencana gempa yang tinggi. Pada tanggal 25 Februari 2022 pukul 08.39 WIB. Kabupaten Pasaman Barat diguncang oleh gempa bumi yang berkekuatan M6.1 yang menyebabkan banyak kerusakan pada bangunan masyarakat terutama pada bangunan yang tidak dirancang oleh ahli struktur. Permasalahan ini juga menjadi alasan tingginya kerusakan bangunan akibat Gempa Pasaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rasio kerusakan rumah berlantai satu berddasarkan metode empiris untuk memprediksi kerusakan rumah sejenis pada gempa yang akan datang di Nagari Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan empiris. Pada penelitian ini dibahas rasio kerusakan rumah pada bangunan yang ada di Nagari Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat yang terdampak gempa Pasaman 2022 dengan 3 kategori kerusakan (ringan, sedang, dan berat). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil analisis data berupa Data kerusakan rumah yang diperoleh dari BNPB, Data Time Periode tanah per jorong di Nagari Aur Kuning dan Damage States di peroleh dari data kerusakan rumah dan Time Periode yang didalam nya terdapat jumlah dan tingkat kerusakan rumah, hasil ini di olah melalui Excel yang data periode tanah didapatkan melalui ARCGIS.
COMPLETE DAMAGE RATIO UNTUK BANGUNAN RUMAH TINGGAL BERLANTAI SATU DI WILAYAH PASAMAN BARAT (STUDI KASUS: NAGARI KAJAI) Arisman, Dede; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i4.98583

Abstract

Nagari Kajai, Kecamatan Pasaman, merupakan salah satu wilayah yang ada di Sumatra Barat dengan potensi bencana gempa yang tinggi. Pada 25 Februari 2022 pukul 08.39 WIB. Kabupaten Pasaman Barat diguncang oleh gempa bumi yang berkekuatan M6.1 yang menyebabkan banyak kerusakan pada bangunan masyarakat terutama pada bangunan yang tidak dirancang oleh ahli struktur. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rasio kerusakan rumah berlantai satu berdasarkan metode empiris untuk memprediksi kerusakan rumah sejenis pada gempa yang akan datang di Nagari Kajai. Pada penelitian ini dibahas rasio kerusakan rumah pada bangunan yang ada di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat yang terdampak gempa Pasaman 2022 dengan 3 kategori kerusakan (ringan, sedang, dan berat). Hasil analisis data berupa Data kerusakan rumah yang diperoleh dari BNPB, Data Time Periode tanah per jorong di Nagari Kajai dan Damage States di peroleh dari data kerusakan rumah dan Time Periode yang didalam nya terdapat jumlah dan tingkat kerusakan rumah, hasil ini di olah melalui Excel yang data periode tanah didapatkan melalui ARCGIS.