Claim Missing Document
Check
Articles

DEFORMASI HORIZONTAL STRUKTUR BETON BERTULANG BERTINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN DINDING BATA RINGAN Putri, Rizkia; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i1.100283

Abstract

Sekolah Dasar Negeri 09 Pasaman merupakan sekolah dasar yang dibangun pada tahun 1973 dan memiliki 3 gedung utama yaitu gedung A, B dan C. Khusus gedung B sendiri dibangun pada tahun 2019, dimana gedung tersebut mengalami banyak kerusakan non-struktural pasca gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat. Gempa bumi ini terjadi pada tanggal 25 Februari 2022 yang berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung deformasi horizontal pada struktur beton bertulang arah x dan y pada Gedung Sekolah dengan menngunakan dinding bata ringan. Deformasi horizontal mengacu pada perpindahan atau pergeseran relatif dalam struktur akibat beban yang diterima. Deformasi struktur bertujuan untuk mengetahui respons struktur terhadap beban yang bekerja pada Gedung Sekolah, sehingga gedung dapat tetap berfungsi dan aman saat terjadi gempa atau situasi darurat lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai displacement arah x dan y menghasilkan respons perpindahan yang berbeda pada kedua arah tersebut. Nilai displacement tertinggi tercatat sebesar 2,646 mm pada arah x dan 10,05 mm pada arah y. Berdasarkan perhitungan simpangan antar tingkat, semua lantai dalam Gedung Sekolah memenuhi batas kriteria penerimaan yang diizinkan. Nilai simpangan antar lantai terbesar sebesar 52,27 mm tidak melebihi nilai ambang batas yang disyaratkan. Gedung Sekolah telah dirancang dengan mempertimbangkan pengendalian simpangan antar lantai sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku. Pengendalian simpangan antar lantai yang baik berkontribusi pada kenyamanan dan keselamatan siswa.
EVALUASI STRUKTUR BANGUNAN SHELTER TSUNAMI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG Rifa, Binu; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i1.100483

Abstract

Yayasan Pembangunan laboratorium Padang merupakan salah satu sekolah di lingkungan Universitas Negeri Padang yang memiliki tempat evakuasi sementara (shelter) sehingga dapat digunakan sebagai tempat evakuasi terhadap tsunami. Bangunan tersebut terletak pada zona merah terhadap tsunami kota Padang yang hanya berjarak 600 m dari bibir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan SMA Yayasan Pembangunan Laboratorium Padang dengan menggunakan metode analisis pushover untuk beban gempa dan analisis statis beban tsunami dengan menggunakan mengacu pada FEMA P-646/ 2019. Menurut FEMA P-646/2019, struktur bangunan shelter harus memiliki level kinerja Immediate Occupancy (IO), yaitu keadaan dimana suatu bangunan harus dapat langsung ditempati sesaat setelah terjadinya bencana gempa bumi. Adapun untuk pembebanan yang bekerja pada bangunan mengacu pada SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019 untuk beban gempa, serta FEMA P-646/ 2019 untuk beban tsunami. Sedangkan perhitungan kapasitas elemen struktur beton, mengacu pada SNI 2847:2019. Analisis dilakukan dengan menggunakan software SAP2000. Setelah dilakukan analisis struktur bangunan terhadap beban gempa, didapatkan hasil drift ratio yang terjadi akibat pembebanan arah X dan arah Y adalah 0,07801% dan 0,0851%. Hasil drift ratio tersebut masih lebih kecil dari nilai yang diizinkan oleh ATC- 40 yaitu 1% untuk level kinerja immediate occupancy sehingga bangunan SMA Yayasan Pembangunan Laboratorium Padang masih cukup kuat menahan beban gempa yang terjadi.
PEMBENTUKAN GELOMBANG SINOSOIDAL SEBAGAI BEBAN GEMPA UNTUK EVALUASI DINAMIK TIME HISTORY ANALYSIS Ayashi, Alghifari Salman; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i1.102383

Abstract

Evaluasi bangunan menjadi salah satu point penting untuk untuk menentukan keberlanjuatan fungsi suatu gedung atau bangunan. Secara umum evaluasi eksisisting gedung dibagi menjadi 2 cara pengujian yaitu dengan cara static dan dinamik, serta melakukan pengujian destruktif dan nondestruktif test. Masing masing pengujian mempunyai beberaa cara pengujian dan juga mempunyai factor utama sebagai bahan uji dari kelayakan tersebut,begitu juga dengan evaluasi dinamik yang menggunakan metode time history. Time history sendiri merupakan pengujian berbasis seditaknya menggunakan 5 data rekaman gempa yang telah terjadi dan harus mememuhi syarat kemiripan karakteristik tanahnya, setelah mendapatkan data yang seuai kemudian data - data tersebut dijadikan satugelombang untuk diujikan. Keberagamanya karakteristik tanah yang ada mebuat seorang evaluator menghadapi tantanngan baru untuk menumukan data rekaman yang telah terjadi. Gelombang sinusoidal dapat menggantikan gelombang gempa yang yang telah terjadi dima memperhatikan Peak Ground Accelaration sebagai titik puncak dari gelombang.
DESAIN RUMAH PANGGUNG SEDERHANA AMAN GEMPA UNTUK BERBAGAI KATEGORI DESAIN RISIKO SEISMIK DI INDONESIA Dwika, Anggi Puteri; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i1.102783

Abstract

Rumah merupakan salah satu bangunan yang harus memenuhi syarat keselamatan. Untuk memenuhi persyaratan keselamatan tersebut maka dalam perancangannya harus mengikuti pedoman dan standar yang berlaku. Penelitian ini menganalisis kinerja struktur bangunan tempat tinggal menggunakan kayu jati dengan klasifikasi kelas kuat kayu II berdasarkan SNI 7973:2013 dan SNI 1726:2019 dengan menggunakan program SAP2000. Penelitian bertujuan membuat desain rumah panggung sederhana satu lantai untuk wilayah kategori risiko gempa diberbagai kelas situs tanah. Metode perancangan penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu tahap analisis dan desain. Hasil desain diperoleh tinggi panggung 1 meter, tinggi badan rumah 3 meter dan kemiringan atap 25ᵒ menggunakan atap seng. Hasil analisa dan desain diperoleh untuk balok dan kolom dengan dimensi 150 x 200 mm, 100 x 150, dan balok 80 x 120. Pada Sambungan kayu untuk ukuran 150 x 200 memakai baut ukuran 15,88 mm dengan jumlah rata-rata baut yang digunakan 4 buah, untuk kayu 100 x 150 memakai baut ukuran 15,88 mm dengan jumlah rata-rata baut yang digunakan 2 buah. untuk kayu 80 x 120 memakai baut ukuran 12,7 mm dengan jumlah rata-rata baut yang digunakan 2 buah. Pada analisis perencanaan rumah panggung yang telah dilakukan untuk simpangan antar lantai (Story Drift) pada arah X dan arah Y tidak melebihi batas simpangan dan untuk pengecekan P-Delta pada arah X dan arah Y tidak melebihi batas stabilitas struktur (
PERKIRAAN NILAI KUAT TEKAN BETON PADA PORTAL GEDUNG PASKA-KEBAKARAN MENGGUNAKAN HAMMER TEST Juliafad, Eka; Adrian, Oki Riski
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i3.111783

Abstract

Pada 07 Mei 2024 kebakaran melanda sebuah toko mainan di kompleks pertokoan Pasar Raya Kota Padang, kebakaran terjadi pada pukul 13.45 dan baru dapat dipadamkan pada jam 18.00 WIB. Kebakaran pada beton bertulang mampu menyebabkan degradasi beton atau penurunan kapasitas kekuatan tekan beton, yang mana hal ini berpeluang mengganggu kestabilan struktur, sehingga diperlukan pemeriksaan mutu material pasca bakar untuk dapat melakukan evaluasi kelayakan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan nilai kuat tekan beton pada elemen struktur gedung pasca kebakaran, pengujian dilakukan pada elemen pelat lantai, balok serta kolom. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan kuat tekan beton adalah metode non-destructive hammer test, hammer test atau dikenal juga Schmidt Hammer Test merupakan alat bantu yang dapat digunakanan untuk memperkirakan kuat tekan dari beton. Hasil investigasi menunjukkan bahwa kuat tekan beton bervariasi sesuai dengan kekuatan api dengan nilai terendah mencapai 12 MPa
STUDI PERFORMANCE BASED PLASTIC DESIGN PADA STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN LAYOUT BANGUNAN BERBENTUK L Fahdira, Alfin; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i3.112183

Abstract

Tugas akhir ini dilatar belakangi oleh SNI 1726:2019 tentang “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung”. Gedung Fakultas Universitas Negeri Padang merupakan salah satu gedung yang ada di Universitas Negeri Padang yang dibangun pada tahun 2020. Bangunan ini terletak di Kota Padang yang merupakan daerah yang rawan bencana gempa bumi. Dalam perencanaan bangunan gedung di indonesia, metode yang diterapkan adalah performance based design berdasarkan SNI 1726:2019 yang hanya didasarkan pada analisa elastik yang diberikan faktor beban hingga kondisi bangunan batas (ultimit). Pada kondisi rill, keruntuhan pada struktur bangunan terjadi pada saat kondisi inelastis. Pada konsep performance based design hanya memastikan desain memenuhi level kinerja yang ditentukan. Seperti, pada konsep desain berbasis kinerja ini mampu memenuhi kapasitas layan dan kuat rencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Performance Based Plastic Design (PBPD) yang merupakan sebuah metode desain berbasis kinerja yang memperhitungkan perilaku inelastik struktur dengan menentukan terlebih dahulu target perpindahan dan menetapkan mekanisme kelelehan sebagai batasan dasar dari kinerjanya. Dalam menentukan level kinerja struktur pada tugas akhir ini dilakukan pushover analysis. Penelitian tugas akhir ini dianalisis menggunakan software SAP2000.
PENGARUH VARIASI PANJANG LAS PADA SAMBUNGAN LEWATAN BAJA TULANGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Semesta, Raga Pijar; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i3.112583

Abstract

Pada pelaksanaan pembangunan suatu gedung, pembuatan beton bertulang sering terjadi permasalahan yang disebabkan oleh bahan-bahan pembentuk struktur itu sendiri. Salah satunya permasalahan dalam pekerjaan penulangan. Panjang standar baja tulangan yang tersedia biasanya hanya mencapai 12 meter. Keterbatasan panjang ini dapat memengaruhi gaya tarik pada beton bertulang. Oleh karena itu, dalam proses penulangan beton bertulang, diperlukan sistem penyambungan baja tulangan. Salah satu metode yang digunakan adalah sambungan las dengan variasi panjang lewatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif. Pengujian lentur dilakukan pada balok berukuran 54 cm x 15 cm x 15 cm. Jumlah benda uji yang direncanakan terdiri dari dua variasi: balok kontrol (BK/N) tanpa sambungan las sebanyak 3 buah, dan balok uji (BU10) dengan sambungan las sepanjang 10 cm sebanyak 2 buah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai kuat lentur pada balok ketika tulangan dilengkapi dengan sambungan las. Nilai kuat lentur rata-rata pada balok beton bertulang tanpa sambungan las adalah 82,91 kN, sedangkan pada balok dengan sambungan las 10 cm (BU10) adalah 99,81 kN. Namun untuk daktilitas rata-rata balok beton bertulang dengan panjang pengelasan 10 cm (BU10) mengalami penurunan terhadap balok beton bertulang tanpa pengelasan yakni 1,17 untuk balok beton bertulang dengan panjang pengelasan 10 cm (BU10) dan 1,45 untuk balok beton bertulang tanpa pengelasan.
ACUAN JARAK PENEMPATAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL TIPE 36 DI DAERAH RAWAN TSUNAMI (Studi Kasus: Kecamatan Koto Tangah Kota Padang) Rahmaditya, Rahmaditya; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i3.113383

Abstract

Koto Tangah merupakan kecamatan dengan wilayah terluas di Kota Padang yaitu sebesar 232,25 km2 atau 33,42% dari total luas Kota Padang dan merupakan daerah rawan tsunami dengan risiko sangat tinggi. Penempatan bangunan rumah tinggal daerah pesisir pantai yang rentan terhadap ancaman tsunami seperti Koto Tangah Kota Padang merupakan hal yang penting. Kondisi ini mengharuskan adanya acuan untuk pengelolaan tata ruang yang baik agar dapat meminimalisir dampak dari bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak bangunan rumah tinggal 1 lantai tipe 36 dari tepi pantai akibat beban tsunami. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu studi komparatif dengan membandingkan pengaruh beban tsunami terhadap bangunan rumah tinggal berdasarkan variasi jarak dari tepi pantai. Objek berjarak 1 km diukur dari tepi pantai menuju zona aman tsunami. Analisis struktur menggunakan bantuan program aplikasi SAP 2000. Beban-beban yang bekerja pada bangunan, mengacu pada SNI 1727:2020 untuk beban mati, hidup, angin, hujan, serta untuk pembebanan tsunami berdasarkan FEMA P-646-2019. Analisis struktur ditinjau dari respon struktur akibat komponen beban tsunami yang terdiri dari gaya hidrostatis (Fh), gaya apung (Fb), gaya hidrodinamik (Fd), gaya impuls (Fs), gaya akibat benturan puing-puing (Fi), dan efek pembendungan puing-puing (Fdm). Berdasarkan hasil analisis struktur diperoleh komponen beban tsunami yang paling berdampak besar terhadap gaya dalam struktur bangunan rumah tinggal 1 lantai tipe 36 adalah gaya apung (Fb) dan gaya akibat benturan puing-puing (Fi).
PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI GENANGAN BANJIR DI SDN 07 PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Andayono, Totoh; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 4 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i4.118483

Abstract

Banjir sering melanda Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, akibat curah hujan tinggi rata-rata 550 mm per bulan dengan 13,3 hari hujan. SDN 07 Pasaman, yang terletak di kawasan pusat ekonomi, sering mengalami genangan banjir setinggi 5 hingga 30 cm karena perubahan tata guna lahan, berkurangnya vegetasi, dan sistem drainase yang buruk. Genangan ini membutuhkan waktu hingga dua hari untuk surut. Untuk mengurangi dampak banjir, dilakukan upaya peningkatan resapan air melalui pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), yang merupakan solusi sederhana, murah, dan efektif. LRB membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan mengurangi sampah organik. Sebanyak 12 LRB telah dibuat di halaman SDN 07 Pasaman sebagai langkah awal, dengan rencana perluasan melalui pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pelatihan pembuatan dan manfaat LRB telah diberikan kepada siswa, guru, dan staf sekolah, baik secara teori maupun praktik. Hasil perhitungan dari luas lahan SDN 07 Pasaman sekitar 10,867 m2 , untuk luas sekitar 5000 m2 lahan yang terbuka dibutuhkan1667 hingga 2500 LRB. Poster panduan juga disiapkan sebagai referensi untuk mendukung pembuatan LRB di sekolah.
PENGARUH PERKUATAN CAT SERAT POLYPROPYLENE DAN FIBERGLASS TERHADAP KUAT TEKAN PASANGAN BATA MERAH DEMI TERCAPAINYA RUMAH AMAN GEMPA Nabillah, Salsabil; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i2.123983

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hendri (2022), mengenai pengujian kuat tekan dan kuat geser pasangan bata dengan penambahan lapisan cat serat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan cat serat terhadap kuat tekan dan kuat geser pasangan bata merah. Penelitian ini dilaksanakan di Workshop Konstruksi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang menggunakan alat uji digital Compression Testing Machine (CTM) kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan menggunakan metode eksperimen. Acuan yang digunakan adalah SNI 03-4164-1996 tentang Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah Di Laboratorium. Hasil perhitungan diperoleh nilai kuat tekan benda uji perkuatan pasangan bata menggunakan lapisan cat serat Polypropylene ketebalan 1 mm yaitu 39,35 kg/cm², ketebalan 2 mm yaitu 36,54 kg/cm² dan ketebalan 3 mm yaitu 40,73 kg/cm². kuat tekan benda uji perkuatan pasangan bata menggunakan lapisan cat serat Fiberglass ketebalan 1 mm yaitu 45,38 kg/cm², 2 mm 51,67 kg/cm² dan 3 mm 80,1 kg/cm² dan nilai benda uji kontrol yaitu 36,89 kg/cm². Kenaikan kuat tekan antara benda uji perkuatan Polypropylene dengan benda uji kontrol dengan tebal lapisan 1 mm yaitu 6,25%, 2 mm yaitu -,96% dan 3 mm yaitu 9,43% dan kenaikan kuat tekan benda uji perkuatan Fiberglass dengan benda uji kontrol dengan tebal lapisan 1 mm yaitu 18,71%, 2 mm yaitu 28,60% dan 3 mm yaitu 53,95%. Kuat tekan tertinggi terjadi pada penambahan lapisan Fiberglass dengan tebal lapisan 3 mm dengan persentase kenaikan 53,95% dari sampel control.