Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN INDIKATOR ENTOMOLOGI JENTIK NYAMUK DAN PENILAIAN KONDISI LINGKUNGAN DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK TAHUN 2025 Saturnina; Hajimi; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.478

Abstract

Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan pelabuhan utama di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pusat transportasi penumpang dan peti kemas di Sungai Kapuas. Pelabuhan ini termasuk yang tersibuk dalam bongkar muat barang dan berpotensi menjadi hotspot penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Surveilans oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Pontianak menunjukkan peningkatan indikator entomologi nyamuk di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan indikator entomologi jentik nyamuk dan kondisi lingkungan di Pelabuhan Dwikora pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif survei dengan 23 sampel bangunan. Hasil penelitian menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) 78,26%, House Index (HI) 21,73%, Container Index (CI) 12,76%, dan Breteau Index (BI) 1,38. Skor kondisi lingkungan 33 dari 40 menunjukkan risiko rendah dengan kebersihan dan pengelolaan yang baik. Perbedaan antara nilai indikator entomologi dan kondisi lingkungan menunjukkan bahwa meskipun kebersihan lingkungan eksternal terjaga dengan baik, rendahnya pengelolaan dan pengawasan kontainer di dalam bangunan menyebabkan tempat tersebut menjadi sumber potensi perkembangan jentik nyamuk yang sulit terdeteksi melalui penilaian kondisi lingkungan luar. Oleh karena itu, pengendalian vektor perlu difokuskan tidak hanya pada kebersihan lingkungan luar, tetapi juga pada pengelolaan tempat penampungan air di dalam bangunan.
GAMBARAN PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN DI RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK Dea Natania Salsabilla; Taufik Anwar; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.388

Abstract

Hygiene sanitasi makanan diperlukan untuk melindungi makanan dari kontaminasi maupun mikroorganisme penular penyakit. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Hygiene Sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Rumah Sakit Dr.Soedarso merupakan rumah sakit terbesar yang ada di kota Pontianak dengan jumlah pasien pada tahun 2023 sebanyak 2099 orang. Rumah Sakit ini adalah salah satu unit kesehatan masyarakat yang perlu diperhatikan keadaan sanitasi dalam penanganan makanan di rumah sakit. karena orang sakit rentan terhadap penyakit sehingga perlu diawasi higiene sanitasi makanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hygiene sanitasi makanan dan jumlah angka kuman pada peralatan makanan pada pasien di RSUD Dr.Soedarso. Setelah dilakukan penelitian dari 6 prinsip makanan sudah memenuhi persyaratan kesehatan dari pemilahan bahan makanan diperoleh sebesar 100%, penyimpanan bahan makanan 94%, pengolahan bahan makanan 91%, penyimpanan makanan jadi 100%, pengangkutan makanan jadi 100%, penyajian makanan jadi 100%, dan personal hygiene sanitasi makanan 100%. Penelitian Hygiene sanitasi makanan dapat di kategorikan dengan baik karena 6 penerapan hygiene sanitasi makanan sudah sesuai dengan Permenkes RI NO 1096, 2011.
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN PADA RUMAH MAKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIT HAJI HUSIN II KOTA PONTIANAK Nurul Huda; Iswono; Taufik Anwar; Susilawati; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.438

Abstract

Penjamah makanan adalah seorang yang terlibat dalam satu rangkaian proses pengolahan makanan mulai dari persiapan, pemasakan, pendinginan, penyimpanan, pemanasan kembali dan penyajian makanan, dalam proses pengolahan makanan seseorang penjamah makanan dituntut untuk menerapkan personal hygiene yang baik agar tidak terjadi kontaminasi pada makanan yang diolah. Pada kebanyakan kasus, makanan terkontaminasi bukan secara sengaja tetapi karena perilaku kecerobohan penjamah makanan, penjamah makanan tidak menerapkan personal hygiene dan sanitasi selama bekerja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan personal hygiene penjamah makanan pada rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Parit Haji Husin II Kota Pontianak. Jenis penelitian ini adalah Deskriftif dengan pendekatan Observasional, yaitu melihat gambaran mengenai Personal hygiene penjamah makanan, seperti penerapan personal hygiene pada rumah makan. Hasil penelitian menunjukkan personal hygiene penjamah makanan yaitu 57 responden (87,69%) memenuhi syarat dan 8 responden (12,31%) tidak memenuhi syarat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa personal hygiene diwilayah kerja Puskesmas Parit Haji Husin II Kota Pontianak sebagian besar sudah memenuhi persyaratan personal hygiene sebanyak 87,69%. Dari 65 penjamah makanan yang terdiri dari 33 rumah makan, penjamah makanan yang memenuhi syarat personal hygiene sebanyak 57 responden (87,69%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 8 responden (12,31%).
KOMBINASI EKSTRAK BUNGA KENANGA (Cananga odorata) dan SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP KEMATIAN NYAMUK Aedes sp. Izzatul Yajidah; Hajimi; Fathmawati; Yulia; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.439

Abstract

Tanaman bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) memiliki potensi sebagai tanaman yang mampu membunuh nyamuk Aedes sp.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsentrasi kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap kematian nyamuk Aedes sp.. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment Design), dimana kombinasi esktrak bunga kenanga dan ekstrak serai wangi dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% disemprotkan ke nyamuk kemudian dilakukan pengamatan selama 24 jam. Analisis data penelitian ini dengan One Way Anova dan Post hoc untuk melihat perbedaan antar konsentrasi kemudian dilakukan analisis probit untuk melihat LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% kombinasi ekstrak bunga kenanga dan serai wangi menunjukkan perbedaan dengan kontrol, nilai LC50 setelah kontak 24 jam adalah 16,76%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga Odorata) dan serai wangi (Cymbopogon Nardus) efektif untuk mematikan nyamuk Aedes sp. dengan konsentrasi 16,76%. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menaikkan konsentrasi dan rentang antar konsentrasi.
GAMBARAN SISTEM PENGOLAHAN AIR YANG BERSUMBER DARI AIR SUNGAI DI RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADA, SUNGAI RAYA, KUBU RAYA PONTIANAK Najwa Hardeka Berliana; Suharno; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol. 5 No. 02 (2026): Journal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i02.515

Abstract

Rumah Sakit Kartika Husada Kelas II di Sungai Raya, Kubu Raya, menggunakan air sungai untuk keperluan higiene dan sanitasi, serta air RO untuk laboratorium dan ruang operasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengevaluasi sistem pengolahan air bersih di rumah sakit tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan pengujian laboratorium. Proses pengolahan meliputi koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan disinfeksi, tanpa filtrasi dan pemeliharaan rutin. Hasil uji kualitas air menunjukkan dua sampel air bersih tidak memenuhi standar pH yang ditetapkan. Kesimpulannya, sistem pengolahan saat ini belum sepenuhnya sesuai standar, terutama terkait nilai pH, ketiadaan filtrasi, dan pemeliharaan. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan sistem dengan menambah filtrasi dan melaksanakan pemeliharaan secara rutin.