Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : PHARMACON

UJI DAYA HAMBAT NANOPARTIKEL EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (ALPINIA PURPURATA K. SCHUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH RESISTEN ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN Lasut, Misella Regina; Fatimawali, Fatimawali; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTNanoparticles can increase the solubility of compounds, reduce the treatment dose and increase absorption. Flavonoid and phenol compounds in red galangal can inhibit the growth of bacteria that have been resistant to antibiotics. The bioactivity of red galangal compounds is expected to increase when the size of nanoparticles increases antibacterial activity. This study aims to determine the inhibition of the content of Red Galangal nanoparticles (Alpinia purpurata K.Schum) using chitosan on the growth of Klebsiella pneumoniae bacterial urine isolates of UTI antibiotic-resistant Ciprofloxacin. Nanoparticles extracts of red galangal rhizome was made using ionic gelation method, using extract concentration of 0.4%, tested for antibacterial activity using the wells method with a comparison of chitosan 0.4%, acetic acid 5%, red galangal extract 25%. Red galangal rhizome nanoparticles gave antibacterial activity value to the bacteria Klebsiella pneumoniae of 13.5 mm. Therefore, red galangal extracts nanoparticles can inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections with strong inhibitory categories based on Davis and Stout categories.Keywords: Alpinia purpurata K. Schum, Klebsiella pneumonia, Nanoparticles. ABSTRAK Nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan senyawa, mengurangi dosis pengobatan dan meningkatkan absorbsi. Senyawa flavonoid dan fenol dalam lengkuas merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik. Sifat bioaktivitas senyawa lengkuas merah diharapkan akan meningkat ketika berukuran nanopartikel untuk meningkatkan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kandungan nanopartikel rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.Schum) menggunakan kitosan terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin penderita ISK yang resisten antibiotik Ciprofloxacin. Nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dibuat dengan menggunakan metode gelasi ionik, dengan menggunakan konsentrasi esktrak sebesar 0,4 %, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri mengunakan metode sumuran dengan pembanding kitosan 0,4%, asam asetat 5%, ekstrak lengkuas merah 25%. Nanopartikel rimpang lengkuas merah memberikan nilai aktifitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae sebesar 13,5 mm. Oleh karena itu nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolate urin penderita infeksi saluran kemih dengan kategori daya hambat kuat berdasrkan kategori Davis dan Stout.Kata Kunci: Alpinia purpurata K. Schum, Nanopartikel, Klebsiella pneumoniae
UJI DAYA HAMBAT NANOPARTIKEL EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH RESISTEN ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN Lasut, Misella R. C.; Fatimawali, Fatimawali; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29364

Abstract

ABSTRACTNanoparticles can increase the solubility of compounds, reduce the treatment dose and increase absorption. Flavonoid and phenol compounds in red galangal can inhibit the growth of bacteria that have been resistant to antibiotics. The bioactivity of red galangal compounds is expected to increase when the size of nanoparticles increases antibacterial activity. This study aims to determine the inhibition of the content of Red Galangal nanoparticles (Alpinia purpurata K.Schum) using chitosan on the growth of Klebsiella pneumoniae bacterial urine isolates of UTI antibiotic-resistant Ciprofloxacin. Nanoparticles extracts of red galangal rhizome was made using ionic gelation method, using extract concentration of 0.4%, tested for antibacterial activity using the wells method with a comparison of chitosan 0.4%, acetic acid 5%, red galangal extract 25%. Red galangal rhizome nanoparticles gave antibacterial activity value to the bacteria Klebsiella pneumoniae of 13.5 mm. Therefore, red galangal extracts nanoparticles can inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections with strong inhibitory categories based on Davis and Stout categories.Keywords: Alpinia purpurata K. Schum, Klebsiella pneumonia, Nanoparticles. ABSTRAK Nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan senyawa, mengurangi dosis pengobatan dan meningkatkan absorbsi. Senyawa flavonoid dan fenol dalam lengkuas merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik. Sifat bioaktivitas senyawa lengkuas merah diharapkan akan meningkat ketika berukuran nanopartikel untuk meningkatkan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kandungan nanopartikel rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.Schum) menggunakan kitosan terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin penderita ISK yang resisten antibiotik Ciprofloxacin. Nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dibuat dengan menggunakan metode gelasi ionik, dengan menggunakan konsentrasi esktrak sebesar 0,4 %, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri mengunakan metode sumuran dengan pembanding kitosan 0,4%, asam asetat 5%, ekstrak lengkuas merah 25%. Nanopartikel rimpang lengkuas merah memberikan nilai aktifitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae sebesar 13,5 mm. Oleh karena itu nanopartikel ekstrak rimpang lengkuas merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolate urin penderita infeksi saluran kemih dengan kategori daya hambat kuat berdasrkan kategori Davis dan Stout.Kata Kunci: Alpinia purpurata K. Schum, Nanopartikel, Klebsiella pneumoniae
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Dadiani, Ni Made; Lolo, Widya A; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29287

Abstract

ABSTRACTPharmacy services was one of the supporting activities of health services quality. Majority, the hospitals in Indonesia had not performed Pharmaceutical Care activities in accordance with the Standard of Pharmaceutical Care in Hospital stipulated in regulation of the Minister of Health Republic of Indonesia No. 72 year 2016. The lack of cooperation and communication between pharmacists, nurses and other health workers can cause differences in perception. This studied aims to know the opinions and expectations of nurse to the role of pharmacist in pharmaceutical care at Robert Wolter Mongisidi Hospital Manado. This research was a quantitative descriptive study and data collection tool used was a questionnaire about the opinions and expectations given to 140 nurses. The results showed that perception of nurses tend to agree with an average value of 93,81% for the opinion and for the expectation of 98,16%. The conclusion that the nurse had good opinions and expectation to the role of pharmacists in accordance with Pharmaceutical Care Standards.Key words : Pharmaceutical Care, Nurse Perception, Pharmacists.ABSTRAK Pelayanan farmasi merupakan salah satu kegiatan penunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Sebagian besar Rumah Sakit di Indonesia belum melakukan kegiatan pelayanan farmasi sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 72 Tahun 2016. Kurangnya kerjasama dan komunikasi antara apoteker, perawat dan tenaga kesehatan lain dapat menyebabkan perbedaan persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan harapan perawat terhadap peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner tentang pendapat dan harapan yang diberikan kepada 140 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi perawat cenderung setuju dengan nilai rata-rata untuk pendapat sebesar 93,81% dan untuk harapan sebesar 98,16%. Kesimpulan yang didapat bahwa perawat memiliki pendapat dan harapan yang baik terhadap peran apoteker sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian. Kata kunci : Pelayanan Kefarmasian, Persepsi Perawat, Apoteker.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL ASCIDIAN Herdmania Momus DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Damanis, Frelinsia V.M.; Wewengkang, Defny S.; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.30033

Abstract

ABSTRACTAscidian Herdmania momus is one of the components of coral reef biota that has bioactive potential. Bioactive compounds function as self-defense and also function for human life, one of which can be used as a source of antioxidants. The purpose of this study is to determine the antioxidant activity from the ethanol extracts of the Ascidian Herdmania momus. Ascidian Herdmania momus was extracted using maceration method with ethanol as a solvent. As a parameter, testing of antioxidant activity was carried out by the DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) method measured using UV-Vis spectrophotometry with variations in concentrations of 25, 50, 75, 100, and 125 μg / mL. The results of the average % inhibition values obtained were 59.13% (25 μg / mL), 60.93% (50 μg / mL), 61.73% (75 μg / mL), 63.86% (100 μg / mL) and 66.16% (125 μg / mL). The highest antioxidant activity was found at a concentration of 125 μg / mL with an average % inhibition value of 66.16%. The conclusion is the ethanol extracts of Ascidian Herdmania momus was shown to have antioxidant activity in each concentration of the test. Keywords: Ascidian Herdmania momus, Antioxidants, Extraction, DPPH ABSTRAK Ascidian  Herdmania momus merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif. Senyawa bioaktifnya berfungsi sebagai pertahanan diri dan juga berfungsi bagi kehidupan manusia, salah satunya dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol Ascidian Herdmania momus. Ascidian Herdmania momus diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Sebagai parameter, pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) yang diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan variasi konsentrasi 25, 50, 75, 100, dan 125 μg/mL. Hasil nilai % inhibisi rata-rata yang didapat yaitu 59.13% (25 μg/mL), 60.93% (50 μg/mL), 61.73% (75 μg/mL), 63.86% (100 μg/mL) dan 66.16% (125 μg/mL). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada konsentrasi 125 μg/mL dengan nilai % inhibisi rata-rata 66.16%. Kesimpulan yang didapat yaitu ekstrak etanol Ascidian Herdmania momus terbukti memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi pengujian. Kata Kunci : Ascidian Herdmania momus, Antioksidan, Ekstraksi, DPPH
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK N-HEKSAN BIJI BUAH LANGSAT (Lansium domesticum Corr) TERHADAP BAKTERI Staphylococus Aureus DAN Klebsiella Pneumoniae Nurhamidin, Anastasia P.R.; Fatimawali, Fatimawali; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32772

Abstract

ABSTRACT Langsat fruit seeds (Lansium domesticum Corr) are  part of the plant that is known to be antibacterial. Therefore, exploration of langsat fruit as an antibacterial is needed. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of langsat fruit seeds against Staphylococus aureus and Klebsiella pneumoniae using the disc method and the well method. Langsat fruit seed powder was macerated using the maceration method with n-hexane solvent and tested for antibacterial activity. Inhibition of the n-hexane extract of langsat fruit seeds showed the largest clear zone diameter value given by the lowest concentration of 10% by the disc and sumurun method on the Staphylococus aureus and Klebsiella pneumoniaes bacteria 13.6 mm; 12.6 mm; 13 mm; and 14.6 mm. This shows that the n-hexane extract of langsat fruit seeds has strong antibacterial activity against Staphylococus aureus and Klebsiella pneumonia bacteria both by the disc method and the well method. Keywords: langsat fruit seeds, Klebsiella pneumoniae, disc, pitting method, Staphylococus aureus  ABSTRAKBiji buah langsat (Lansium domesticum Corr) merupakan salah satu bagian tanaman yang telah dikenal sebagai antibakteri. Maka dari itu, eksplorasi buah langsat sebagai antibakteri sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri biji buah langsat terhadap bakteri Staphylococus aureus  dan Klebsiella pneumoniae menggunakan metode cakram dan metode sumuran. Serbuk biji buah langsat dimaserasi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-Heksan dan dilakukan uji aktivitas antibakteri. Daya hambat ekstrak n-Heksan biji buah langsat menunjukkan nilai diameter zona bening terbesar diberikan oleh konsentrasi terendah 10% dengan metode cakram (13,6 mm pada bakteri Staphylococus aureus dan 12,6 mm pada bakteri Klebsiella pneumoniae) dan metode sumuran (13 mm pada bakteri Staphylococus aureus dan 14,6 mm pada bakteri Klebsiella pneumoniae). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak n-Heksan biji buah langsat memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri Staphylococus aureus  dan Klebsiella pneumoniae baik dengan metode cakram maupun metode sumuran. Kata Kunci: biji buah langsat,Klebsiella pneumoniae, metode cakram, sumuran, Staphylococus aureus
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania grandiflora L.) DAN UJI ANTIJAMUR TERHADAP Candida albicans Ering, Mariando N.; Yamlean, Paulina V. Y.; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.30016

Abstract

ABSTRACTThe leaves of Hummingbird (Sesbania grandiflora L.) contain flavonoid compounds, saponins and tannins that are antifungal. This research aims to formulate liquid soap extracts of Hummingbird leaf ethanol and test the effectiveness of the antifungal preparations of the liquid soap of Hummingbird leaf ethanol with a concentration of 4%, 6%, 8%, 10% and 12% of the fungus growth of Candida albicans. This research uses experimental methods. The formulation of this liquid soap of Hummingbird leaf ethanol is conducted organoleptic test, pH, high foam, moisture content, free alkaline content, and type weights. Testing the effectiveness of antifungal to Candida albicans growth is done by diffusion method. Liquid soap preparations of Hummingbird leaf ethanol extract meet the standards set by SNI for organoleptic testing, pH test, Foam High test, water content test, free alkali rate test, and type weight test. Based on the anti-fungal testing of the preparation of a liquid soap extract of Hummingbird leaf ethanol to the fungus Candida albicans obtained the results of all preparations have a resistance to fungi and strong categorized.Keywords:  Hummingbird leaves, Liquid soap, AntifungalABSTRAK Daun Turi (Sesbania grandiflora L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tannin yang bersifat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun cair ekstrak etanol daun Turi dan menguji efektivitas antijamur sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Turi dengan konsentrasi 4%, 6%, 8%, 10% dan 12% terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Formulasi sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Turi ini dilakukan pengujian organoleptik, pH, tinggi busa, kadar air, kadar alkali bebas, dan bobot jenis. Pengujian efektivitas antijamur terhadap pertumbuhan Candida albicans dilakukan dengan metode difusi. Sediaan sabun cair ekstrak etanol daun turi memenuhi standar yang ditetapkan SNI pada pengujian organoleptik, uji pH, uji tinggi busa, uji kadar air, uji kadar alkali bebas, dan uji bobot jenis. Berdasarkan pengujian antijamur sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Turi terhadap jamur Candida albicans didapatkan hasil semua sediaan memiliki daya hambat terhadap jamur dan dikategorikan kuat.Kata Kunci: Daun Turi, Sabun Cair, Antijamur
ANALISIS GC-MS EKSTRAK METANOL DAN N-HEKSAN DARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Ma'ruf, Nurul Qalbiyyah; Antasionasti, Irma; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34035

Abstract

ABSTRACT The butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is a flower can grow as an ornamental plant or a wild plant with a single purple petal. This study aims to analyze the phytochemical compounds from butterfly pea flower. The method used is the extraction of dried powder of butterfly pea flowers using methanol and n-hexane solvent then analyzed using GC-MS. The analysis showed that there were 48 possible compounds detected in the methanol extract and 18 possible compounds  detected in the n-hexane extract of butterfly pea flower. The compound from the methanol extract which had the highest peak were d-Mannose, d-Glycero-d ido-heptose, and Galacto-heptulose. While the compounds from the n-hexane extract that had the highest peak were Longipinocarvone, Acetic acid, 3-hydroxy-6-isopropenyl-4,8a-dimethyl-1,2,3,5,6,7,8,8a-octahydronaphthalen-2 -yl ester, and 10-12-Pentacosadiynoic acid. Keywords         : Clitoria ternatea L, butterfly pea flower, GC-MS   ABSTRAK Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) merupakan bunga yang dapat tumbuh sebagai tanaman hias maupun tanaman liar dengan kelopak tunggal berwarna ungu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia dari bunga Telang. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi serbuk kering bunga Telang menggunakan pelarut metanol dan n-heksan kemudian dianalisis menggunakan GC-MS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 48 kemungkinan senyawa yang terdeteksi dalam ekstrak metanol dan 18 kemungkinan senyawa yang terdeteksi dalam ekstrak n-heksan bunga Telang. Senyawa dari ekstrak metanol yang memiliki puncak tertinggi yaitu d-Mannose, d-Glycero-d ido- heptose, dan Galacto-heptulose. Sedangkan senyawa dari ekstrak n-heksan yang memiliki puncak tertinggi yaitu Longipinocarvone, Acetic acid, 3-hydroxy-6-isopropenyl-4,8a-dimethyl-1,2,3,5,6,7,8,8a-octahydronaphthalen-2-yl ester, dan 10-12-Pentacosadiynoic acid.Kata kunci      : Clitoria ternatea L, kembang Telang, GC-MS
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS (Stylissa sp.) YANG DIKOLEKSI DARI TELUK MANADO Sukmaningrum, Krisnawati; Yudistira, Adithya; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32773

Abstract

ABSTRACTThe Stylissa sp. were under the sea, and these sponge contains active compound, wich are more active than the compounds produced by teresterial plants. The purpose of this  study was intended to test the antioxidant activity of the stylissa sp. Sample of the stylissa sp sponge was from the territorial of manado bay. This research an experimental laboratory by testing the ethanol extract of Stylissa sp sponge using  DPPH method (1.1-diphenil-2-pikrhydrazil) to analyze antioxidant activity using spectrophotometri uv-vis with variations in concentrations 2, 4, 6, 8, and 10mg/ L. Was extracted Stylissa sp, sponge by maceration using ethanol 95% as a solvent. The  value results of % inhibisi (2mg/ L); 86.50% (4mg/ L); 90.5% (6mg/L); 90.53% (8mg/ L) and 90,83 (10mg/L). The highest antioxidant activity at 10mg/L concentration with mean precentage 90.83% inhibisi. The result for this study indicate that the extract from ethanol Stylissa sp  sponge has highest antioxidant activity.Keywords: Antioxidant, DPPH, Stylissa sp., bay of Manado ABSTRAKSpons Stylissa sp. terdapat di bawah laut dan spons ini mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dari Stylissa sp. Sampel Spons Stylissa sp. di peroleh dari perairan Teluk Manado. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ekstrak etanol Spons Stylissa sp dengan metode DPPH (1,1-diphenil-2-pikrihidrazil) untuk menguji aktivitas antioksidan yang diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan variasi konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10mg/L. Ekstrak Spons Stylissa sp diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Hasil nilai % inhibisi rata-rata yang didapat yaitu 87,20% (2mg/L); 86,50% (4mg/L); 90,5% (6mg/L); 90,53% (8mg/L) dan 90,83 (10mg/L). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada konsentrasi 10mg/L  dengan nilai % inhibisi rata-rata 90,83%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol Spons Stylissa sp memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.Kata kunci : Antioksidan, DPPH, Spons Stylissa sp., Teluk Manado
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TERIPANG (H.atra) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Bawole, Avinda Shania Wiane; Wewengkang, Defny S.; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34036

Abstract

ABSTRACTUtilization of marine life is not just consumptive but can be used as raw material for medicines, one of which is sea cucumber. Sea cucumbers (H.atra) are marine invertebrates belonging to the Echinoderms phylum which have been studied containing antioxidants. Therefore, a study was conducted to determine the antioxidant activity of sea cucumber (H.atra) extract taken from the waters of Manado Bay using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Sea cucumber samples were extracted using the maceration method. The ethanol extract of sea cucumber showed high antioxidant activity at a concentration of 8 μg / ml with 77.83% inhibition percentage. Keywords: H.atra, Antioxidant, DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl).  ABSTRAKPemanfaatan biota laut bukan hanya sekedar konsumtif saja tapi dapat berpotensi sebagai bahan baku obat-obatan salah satunya teripang. Teripang (H.atra) adalah hewan invertebrata laut yang termasuk ke dalam filum Echinodermata  yang pernah diteliti mengandung antioksidan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengatehui aktivitas antioksidan dari ekstrak teripang (H.atra) yang diambil dari perairan Teluk Manado dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Sampel teripang diekstraksi menggunakan metode maserasi. Ekstrak etanol teripang menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi pada konsentrasi 8 μg/ml dengan persen inhibisi 77,83%. Kata kunci:  H.atra, Antioksidan, DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)
UJI EFEKTIVITAS SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SAWILANGIT (Vernonia cinerea (L.) Less) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT Samiun, Asriyani; Queljoe, Edwin De; Antasionasti, Irma
PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.31367

Abstract

ABSTRACTSawilangit leaves (Vernonia Cinerea (L.) Less) is a plant that contains flavonoids as an antipyretic. The purpose of this study was to determine the effectiveness of flavonoid compounds from ethanol extract of sawilangit (Vernonia cinerea (L.) Less) leaves as an antipyretic in male white rats Wistar strain (Rattus norvegicus) induced by DPT vaccine. A total of 15 male rats were divided into 5 treatment groups, namely the negative control group (CMC 1%), the positive control group (paracetamol), and the ethanol extract group of sawilangit leaves with a dose of 200 mg, a dose of 400 mg, a dose of 800 mg. Each mouse was induced intramuscularly with a DPT vaccine at a dose of 0.3 ml. Temperature measurements were carried out before and after induction, then every 30 minutes after giving the test material from the 30th minute to the 180th minute. Data were analyzed statistically with One Way ANOVA and continued with LSD test to see significant differences between treatments. The results showed that the ethanol extract of sawilangit leaves had an antipyretic effect on male white rats Wistar strain..Key words: Antipyretics, Vernonia Cinerea, male white rats ABSTRAKDaun Sawilangit  (Vernonia Cinerea (L.) Less) adalah salah satu tanaman yang mengandung zat Flavonoid sebagai antipiratik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya efektivitas senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun sawilangit (Vernonia cinerea (L.) Less) sebagai antipiretik pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi vaksin DPT. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan dibagi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (CMC 1%), kelompok kontrol positif (parasetamol), dan kelompok ekstrak etanol daun sawilangit dosis 3,6 mg, dosis 7,2 mg, dosis 14,4 mg. setiap tikus diinduksi vaksin DPT dosis 0,3 ml secara intramuscular. Pengukuran suhu dilakuan sebelum dan sesudah induksi, kemudian setiap 30 menit  setelah pemberian bahan uji dari menit ke-30 sampai menit ke-180. Data dianalisis secara statistika dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan uji LSD untuk melihat beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekstrak etanol daun sawilangit mempunyai efek antipiretik terhadap tikus putih jantan galur wistar. Kata kunci: Antipiretik, Vernonia Cinerea, tikus putih jantan