Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN STRES KERJA DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN PADA PEKERJA OPERATOR BOILER DAN TURBIN DI PJBS PLTU AMURANG Supit, Rinny P.; Kawatu, Paul A.T; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seseorang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2010). Pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja akan mencegah terjadinya tindakan tidak aman yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja (Ramli, 2010). Pengetahuan diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sikap dan perilaku setiap hari dan dapat diaplikasikan pada situasi lain (Notoatmodjo, 2014). Akan tetapi, pengetahuan yang diperoleh tidak mampu untuk di aplikasikan karena sebab keterbatasan dari dalam diri, maka pekerja akan mengalami stres karena kekurangmengertian pekerja akan keterbatasan-keterbatasannya sendiri (Munandar, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dan stres kerja dengan tindakan tidak aman pada pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan study cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang yang berjumlah 41 pekerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Total sampling merupakan teknik pengambilan sampel dari seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil yang didapatkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dengan tindakan tidak aman (p=0,300), terdapat hubungan antara Stres Kerja dengan Tindakan Tidak Aman (p=0,003). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dengan tindakan tidak aman pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang, terdapat hubungan antara stres kerja dengan tindakan tidak aman pada pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang. Kata Kunci : Pengetahuan, Stres Kerja, Tindakan Tidak Aman ABSTRACTOne's knowledge is crucial in shaping one's actions (Notoatmodjo, 2010). Knowledge of occupational safety and Health will prevent the occurrence of unsafe actions that can cause a work accident (Ramli, 2010). Knowledge is needed to cultivate self-esteem, attitudes and behaviors daily and can be applied to other situations (Notoatmodjo, 2014). However, knowledge obtained is not able to apply because of the limitations of the inside, then workers will experience stress because Kekurangmengertian workers will keterbatasan-keterbatasannya themselves (Munandar, 2001). This research aims to know the relationship between occupational safety and health and work stress with unsafe action on the workers of boiler and turbine operators in PJBS PLTU Amurang. This research is a research analytical survey using the study cross sectional plan (cut latitude). The population in this study is all workers boiler and turbine operators in PJBS PLTU Amurang which amounted to 41 workers. Sampling techniques in this study used Total Sampling. Total sampling is a sampling technique of all population members as research samples. Analysis of this research uses univariate analysis and bivariate with Chi Square test. The result is that there is no relationship between the knowledge of occupational safety and Health with unsafe actions (P = 0,300), there is a link between work stress and unsafe action (P = 0,003). Conclusion of this research IE there is no relationship between the knowledge of occupational safety and Health with the unsafe action of workers operator boiler and turbine in PJBS PLTU Amurang, there is a link between work stress with unsafe action on the workers of boiler and turbine operators in PJBS PLTU Amurang. Keywords: Knowledge, Work stress, Unsafe Actions
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN STRES KERJA DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN PADA PEKERJA OPERATOR BOILER DAN TURBIN DI PJBS PLTU AMURANG Supit, Rinny P.; Kawatu, Paul A.T; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seseorang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2010). Pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja akan mencegah terjadinya tindakan tidak aman yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja (Ramli, 2010). Pengetahuan diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sikap dan perilaku setiap hari dan dapat diaplikasikan pada situasi lain (Notoatmodjo, 2014). Akan tetapi, pengetahuan yang diperoleh tidak mampu untuk di aplikasikan karena sebab keterbatasan dari dalam diri, maka pekerja akan mengalami stres karena kekurangmengertian pekerja akan keterbatasan-keterbatasannya sendiri (Munandar, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dan stres kerja dengan tindakan tidak aman pada pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan study cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang yang berjumlah 41 pekerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Total sampling merupakan teknik pengambilan sampel dari seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil yang didapatkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dengan tindakan tidak aman (p=0,300), terdapat hubungan antara Stres Kerja dengan Tindakan Tidak Aman (p=0,003). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dengan tindakan tidak aman pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang, terdapat hubungan antara stres kerja dengan tindakan tidak aman pada pekerja operator boiler dan turbin di PJBS PLTU Amurang. Kata Kunci : Pengetahuan, Stres Kerja, Tindakan Tidak Aman ABSTRACTOne's knowledge is crucial in shaping one's actions (Notoatmodjo, 2010). Knowledge of occupational safety and Health will prevent the occurrence of unsafe actions that can cause a work accident (Ramli, 2010). Knowledge is needed to cultivate self-esteem, attitudes and behaviors daily and can be applied to other situations (Notoatmodjo, 2014). However, knowledge obtained is not able to apply because of the limitations of the inside, then workers will experience stress because Kekurangmengertian workers will keterbatasan-keterbatasannya themselves (Munandar, 2001). This research aims to know the relationship between occupational safety and health and work stress with unsafe action on the workers of boiler and turbine operators in PJBS PLTU Amurang. This research is a research analytical survey using the study cross sectional plan (cut latitude). The population in this study is all workers boiler and turbine operators in PJBS PLTU Amurang which amounted to 41 workers. Sampling techniques in this study used Total Sampling. Total sampling is a sampling technique of all population members as research samples. Analysis of this research uses univariate analysis and bivariate with Chi Square test. The result is that there is no relationship between the knowledge of occupational safety and Health with unsafe actions (P = 0,300), there is a link between work stress and unsafe action (P = 0,003). Conclusion of this research IE there is no relationship between the knowledge of occupational safety and Health with the unsafe action of workers operator boiler and turbine in PJBS PLTU Amurang, there is a link between work stress with unsafe action on the workers of boiler and turbine operators in PJBS PLTU Amurang. Keywords: Knowledge, Work stress, Unsafe Actions
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG BARU FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Suak, Meilindah C.C; Kawatu, Paul A.T; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan kerugian harta benda,waktu bahkan dapat menghilangkan nyawa seseorang.  Penggunaan APD merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya kejadian kecelakaan kerja. Tujuan untuk mengetahui hubungan kedua variable yaitu Penggunaan APD dan Kejadian kecelakaan kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 90. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dan menjalankan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Dalam penelitian ini dapat disimpulakn bahwa kedua variable tersebut dinyatakan berhubungan dengan nilai p-value= 0,011<0,05.. Kata kunci: Penggunaan APD, Kecelakaan Kerja ABSTRACTWorkplace accidents are unwanted events that can cause loss of property, time can even eliminate a person's life. The use of PPE is to minimize the occurrence of occupational accidents. This study aims to determine the relationship between two variables, namely the use of PPE and the incidence of workplace accidents. This research method uses a cross-sectional approach with a total sample of 90. Data collection was obtained through interviews and running questionnaires. Data analysis in this study used the chi-square test. In this study it can be concluded that the variables are related to the p-value = 0.011 <0.05. Keywords: Personal Protective Equipment, Work Accident
ANALISIS PELAKSANAAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA BAGIAN MAINTENANCE MECHANICAL DI PT. MEARES SOPUTAN MINING (MSM) LIKUPANG Porawouw, Jounne; Kawatu, Paul A.T; Umboh, Jootje M.L
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kecelakaan kerja di Indonesia mengalami peningkatan dan setiap tahunnya pekerja mengalami sakit dan dapat mengakibatkan kematian. Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2016 memiliki data kasus sebanyak 105.182 kasus, pada tahun 2017 meningkat menjadi 123.041 kasus kecelakaan kerja sampai pada tahun 2018 mengalami peningkatan sampai 173.105 kasus dan pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 130.923 kasus kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan Job Safety Analysis dalam mengidentifikasi potensi bahaya ditempat kerja. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam pada 5 informan yang terdiri dari 1 supervisor, 1 leader, 1 safety officer dan 2 senior mechanic. Dari hasil penelitian dalam 3 tahap proses kerja yaitu penggantian tyre, perbaikan unit dan unit inspection untuk pelaksanaan metode Job Safety Analysis dari perusahaan memiliki kekurangan seperti tidak dicantumkan jenis bahaya dan pelaksana atau pekerja yang akan bekerja pada setiap tahap pekerjaan. Dalam pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan prosedur yang ada dan setiap sebelum melakukan pekerjaan dilakukan breifing untuk memahami proses kerja yang aman. Dalam setiap tahap pekerjaan terdapat berbagai potensi bahaya yaitu terbentur, terjepit, tertimpa unit, terpeleset, terjatuh, tersetrum, terbakar dan lecet. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu administrasi control dan penggunaan alat pelindung diri.  Kata Kunci: Job Safety Analysis, Potensi Bahaya, Pengendalian bahaya, Perbaikan, Pelaksanaan ABSTRACTCases of work accidents in Indonesia have increased and every year workers experience illness and can result in death. Based on data from BPJS Employment in 2016, there were 105,182 case data, in 2017 it increased to 123,041 work accident cases until 2018, it increased to 173,105 cases and in 2019 it decreased to 130,923 work accident cases. The purpose of this study is to determine the implementation of the Job Safety Analysis in identifying potential hazards in the workplace. This type of research is qualitative research with in-depth interviews with 5 informants consisting of 1 supervisor, 1 leader, 1 safety officer and 2 senior mechanics. From the results of research in 3 stages of the work process namely replacement tire, repair units and inspection units for the implementation of the Job Safety Analysis method of the company has shortcomings such as not mentioning the types of hazards and executors or workers who will work at each stage of work. In carrying out the work in accordance with existing procedures and each breifing before carrying out the work carried out to understand the safe work processes. In each stage of work, there are various potential hazards, namely bumping, pinching, falling on the unit, slipping, falling, shocked, burning and blisters. Control that can be done is the administration of control and the use of personal protective equipment. Kata Kunci: Job Safety Analysis, Potensi Bahaya, Pengendalian bahaya, Perbaikan, Pelaksanaan
GAMBARAN PERILAKU PEDAGANG WARUNG TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Rompas, Jessika; Kawatu, Paul A.T; Pinontoan, Odi
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus corona merupakan salah satu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada manusia, dikonfirmasi bahwa virus corona bisa menyebabkan penyakit infeksi pernafasan mulai dari flu ringan, batuk, pilek, diare. Krisis akibat pandemi Covid-19 telah memberikan guncangan mendalam bagi para pelaku UMKM, tak terkecuali para pelaku usaha mikro seperti toko dan warung kelontong. Alasan peneliti memilih penelitian pada pedagang warung karena pedagang warung melakukan aktifitas yang beresiko tertular Covid-19 karena setiap harinya bertemu dengan orang-orang yang datang ke warung untuk membeli kebutuhan yang mereka perlukan, pedagang warung kontak secara dekat dengan pembeli, mengantar barang, mengambil barang, saat berbelanja bahan untuk warung, memegang uang untuk mengembalikan uang pembeli dan menerima uang dari pembeli. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Terhadap Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan, desain cross sectional. Penelitian di laksanakan di Manibang kecamatan Malalayang dengan total populasi 30 pedagang warung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengetahuan berada pada kategori baik 76,6% Sikap dengan nilai 93,3% berada pada kategori sangat baik dan Tindakan dengan nilai tindakan cukup 60%. Diharapkan Pedagang warung meningkatkan perilaku dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat atau kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 seperti dengan menjaga kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari menyentuh bagian wajah (seperti, mata, hidung, dan mulut), menerapkan etika batuk dan bersin, memakai masker dan menjaga jarak (minimal 1 meter) dari orang lain. Kata Kunci: Covid-19, Pedagang Warung, Kecamatan Malalayang ABSTRACTThe corona virus is a group of viruses that can cause disease in animals and humans. In humans, it is confirmed that the corona virus can cause respiratory infections ranging from mild flu, coughs, colds, diarrhea. The crisis due to the Covid-19 pandemic has provided a deep shock to MSME players, including micro business actors such as shops and grocery stalls. The reason the researchers chose research on stall traders was because the shop traders carried out activities that were at risk of contracting Covid-19 because every day they met people who came to the shop to buy the necessities they needed, the shop traders had close contact with buyers, delivered goods, took goods , when shopping for materials for a stall, holding money to return buyers money and receiving money from buyers. The purpose of this study was to determine knowledge, attitudes and actions towards the prevention of Covid-19 in the District of Malalayang, Manado City. This type of research is quantitative using cross sectional design. The research was carried out in Manibang, Malalayang sub-district with a total population of 30 stall traders. The results showed that, Knowledge was in the good category 76.6% Attitude with a value of 93.3% was in the very good category and action with a moderate action value was 60%. It is hoped that stall traders will improve their behavior in carrying out clean and healthy living habits or compliance in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic such as by maintaining hand hygiene using hand sanitizers or washing hands with soap and running water, avoiding touching the face (such as eyes, nose and mouth), practice coughing and sneezing etiquette, wear a mask and keep a distance (at least 1 meter) from other people.  Keywords: Covid-19, Stalls Merchant, Malalayang District
HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA MINIMARKET INDOMARET DI KOTA MANADO Liu, Resi Moren; Kawatu, Paul A.T; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tempat kerja memiliki jenis pekerjaan yang berbeda-beda yang dapat menimbulkan kelelahan kerja, sehingga dapat menurunkan konsentrasi pekerja. Shift kerja dan beban kerja adalah salah satu faktor yang menyebabkan kelelahan kerja. Shift kerja pada pagi hari lebih rentan terjadi kelelahan kerja pada pekerja, sehingga Beban kerja yang menumpuk dan berat sering terjadi dan menimbulkan kelelahan kerja pula. Minimarket Indomaret adalah salah satu minimarket yang ada di Kota Manado dan terdapat beberapa yang memiliki shift kerja 24 jam, dengan demikian beban kerja yang dirasakan berbeda dengan karyawan yang bekerja dengan sistem kerja hari biasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja dan hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja Minimarket Indomaret di Kota. Jenis Penelitian menggunakan penelitian observasioanal analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan Maret - Agustus 2020. Populasi dan sampel yaitu karyawan dari 6 indomaret  dengan sistem kerja 1 x 24 jam berjumlah 32 karyawan. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan Uji analisis Anova dan Uji Spearman rank. Hasil penelitian shift kerja dengan kelelahan kerja nilai rata-rata 60.15 dan nilai ρvalue= 0.007 (<0.05), beban kerja dan kelelahan kerja nilai ρvalue =0.020 (<0.05) dan nilai korelasinya sebesar -0.411. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut terdapat shift kerja kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja, dan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja minimarket Indomaret di Kota Manado Kata Kunci : Shift Kerja, Beban Kerja, Kelelahan kerja ABSTRACTEvery workplace has a different type of work that can cause work fatigue, so as to reduce the concentration of workers. Shift work and workload are one of the factors that cause work fatigue. Shift work in the morning is more prone to work fatigue among workers, so that the accumulated and heavy workload often occurs and causes work fatigue as well. ndomaret Minimarket is one of the minimarkets in Manado City and there are several that have 24-hour work shifts, thus the perceived workload is different from employees who work on a regular day work system. This type of research used analytic observational research with a cross-sectional study approach which was conducted in March - August 2020. Population and sample, namely employees of 6 Indomaret with a work system of 1 x 24 hours totaling 32 employees. The research instrument is a questionnaire in the form of google form. Data analysis used ANOVA analysis test and Spearman rank test. The results of work shift research with work fatigue with an average value of 60.15 and a value of ρvalue = 0.007 (<0.05), workload and work fatigue, the value of ρvalue = 0.020 (<0.05) and the correlation value of -0.411. The conclusion from the results of these studies is that work shift has an effect on work fatigue in workers, and there is a relationship between workload and work fatigue in Indomaret minimarket workers in Manado City. Keywords: Work Shift, Workload, Work Fatigue
HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KELUHAN NECK PAIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Monding, Faldano F.; Kawatu, Paul A.T; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa mengalami neck pain disebabkan karena terlalu sering membuang waktu untuk memainkan game online selama ≥ 12 bulan setiap hari daripada melakukan aktivitas/kegiatan lainnya, apabila kalah dengan lawan bermain akan merasakan frustasi/stress dan bermain lagi untuk membalas kekalahan, merasa tidak puas apabila bermain kurang dari dua jam, bermain game online dengan posisi duduk (statis/diam) dan kepala menunduk ke layar permainan menjadi penyebab responden mengalami neck pain. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan keluhan neck pain pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kecanduan game online dengan neck pain dengan tingkat kekuatan hubungan sangat kuat (angka koefisien korelasi 0,906**) dan kedua variabel searah (nilai correlation coefficient positif) yang artinya semakin tinggi/berat kecanduan game online responden maka semakin tinggi/berat pula mengalami neck pain.  Kata Kunci : Mahasiswa, Neck Pain, Kecanduan Game Online ABSTRACTStudents experience neck pain because they often waste time playing online games for ≥ 12 months every day instead of doing other activities / activities, if you lose to your opponent you will feel frustrated / stressed and play again to avenge your defeat, feel dissatisfied when playing less From two hours, playing online games in a sitting position (static / still) and the head bowed to the game screen was the reason respondents experienced neck pain. The research objective was to determine whether there was a relationship between online game addiction and complaints of neck pain in students of the Unsrat Public Health Faculty. The results showed that there was a relationship between online game addiction and neck pain with a very strong level of relationship strength (correlation coefficient value 0.906 **) and the two unidirectional variables (positive correlation coefficient value) which means that the higher / heavier the respondent's online game addiction is, the higher / it is also hard to experience neck pain. Keywords: College Students, Neck Pain, Online Game Addiction.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA, MASA KERJA DAN KEJENUHAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA TENAGA KERJA AREA OPENING SHELLER PT.SASA INTI KECAMATAN TENGA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Pajow, Christin; Kawatu, Paul A.T; Rattu, Joy A.M.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan tekanan dari pekerjaan yang dapat mempengaruhi psikologis pekerja. Beberapa faktor penyebab yang dipengaruhi oleh stres kerja yaitu beban kerja, masa kerja dan kejenuhan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, masa kerja dan kejenuhan  kerja dengan stres kerja pada tenaga kerja area Opening Sheller di PT. Sasa Inti Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Total populasi berjumlah 100 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner stres kerja, beban kerja dan kejenuhan kerja.  Analisis data meliputi univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p < 0,05). Didapati hasil dari penelitian ini bahwa beban kerja  (p= 0,000) masa kerja  (p= 0,689) dan kejenuhan kerja   (p= 0,000) secara siginifikan berhubungan dan tidak berhubungan dengan stres kerja. Dengan demikian terdapat Hubungan antara Beban Kerja dan  Kejenuhan Kerja dengan Stres Kerja dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Masa Kerja dengan stres kerja di PT. Sasa Inti Kecamatan Tenga Kabupaten Minahsa Selatan.  Kata Kunci : Beban Kerja, Masa Kerja, Kejenuhan Kerja, Stres Kerja                                                                                                                                ABSTRACTJob stress is pressure from work that can affect the psychology of workers. Several contributing factors are influenced by work stress, namely workload, work period and work saturation. The research objective was to determine the relationship between workload, work period and work saturation with work stress in the Opening Sheller area workforce at PT. Sasa Inti, Tenga District, South Minahasa Regency. This study used an analytic survey method with a cross sectional approach. The total population is 100 people. The research instrument used a questionnaire on work stress, workload and work saturation. Data analysis included univariate and bivariate using the chi-square test (p <0.05). It was found from the results of this study that workload (p = 0.000), work period (p = 0.689) and work burnout (p = 0.000) were significantly related and not related to work stress. Thus there is a relationship between Workload and Work Saturation with Work Stress and there is no significant relationship between Work Period and work stress at PT. Sasa Inti, Tenga District, South Minahsa Regency. Keywords : Workload, Future of Work, Job Burnout, Work Stress
HUBUNGAN ANGTARA LAMA PENGGUNAAN KOMPUTER DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN NYERI KEPALA PADA PEGAWAI BIRO PENGADAAN BARANG DAN JASA DI KANTOR GUBERNUR PROVINSI SULAWESI UTARA Sumolang, Engelika Gracela; Kawatu, Paul A.T; Sekeon, Sekplin A.S
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman maka proses untuk melihat dan mencari informasi semakin dipermudah dengan adanya tekonologi, salah satunya dengan penggunaan komputer desktop dan laptop. Namun tanpa disadari penggunaan komputer dalam kurun waktu berjam-jam tanpa istirahat di depan komputer dapat menimbulkan masalah kesehatan baik secara fisik maupun mental pada pekerja tersebut. Gangguan kesehatan pada pengguna komputer antara lain mengalami nyeri kepala, nyeri punggung bawah, dan mata lelah. Penelitian ini adalah bersifat survei analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-November 2020 yang dilakukan pada pegawai Biro Pengadaan Barang Dan Jasa Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah sampel 80 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan alat ukur Numeral Rating Scale (NRS) untuk mengukur keluhan nyeri kepala. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji spearman rank  (p ≤ 0,05). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada pegawai menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lama penggunaan komputer, dan masa kerja dengan keluhan nyeri kepala. Sebagai rinciannya, lama penggunaan komputer dengan keluhan nyeri kepala memiliki hubungan (p=0.000) dan (r =0.664) dan selanjutnya terdapat hubungan juga antara masa kerja dengan keluhan nyeri kepala (p= 0.004) dan (r = 0.319). Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, maka pegawai biro pengadaan barang dan jasa sebaiknya untuk istirahat atau jeda ketika menggunakan komputer dalam bekerja agar mengurangi resiko untuk mengalami keluhan nyeri kepala. Kata Kunci: Nyeri Kepala, Lama Penggunaan Komputer, Masa Kerja ABSTRACTAlong with the times, the process of viewing and searching for information is made easier with technology, one of which is the use of desktop and laptop computers. But without realizing it, using a computer for hours without a break in front of the computer can cause health problems both physically and mentally for these workers. Health problems for computer users include headaches, low back pain, and tired eyes. This study is an analytical survey using a cross sectional study design. The study was conducted in April-November 2020 which was carried out on the employees of the Bureau of Goods and Services Procurement, the Office of the Governor of North Sulawesi Province with a sample size of 80 respondents. The instrument in this study was to use the Numeral Rating Scale (NRS) measuring instrument to measure headache complaints. Data analysis included univariate analysis bivariate analysis using the Spearman Rank test (p ≤ 0.05). From the results of research that has been done on the employees, it shows that there is a relationship between the length of time using computers and years of service with headaches. In detail, the length of time using computers with headache complaints has a relationship (p= 0.000) and (r = 0.664) and then there is also a relationship between work tenure time and headache complaints (p= 0.004) and (r = 0.319). Based on the results of the study, the procurement bureau employees should take a break or pause when using the computer at work in order to reduce the risk of experiencing headache complaints. Keywords : Headache Complaints, Long Use Computer, Working Period.
GAMBARAN TINGKAT RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA LABORAN DI LABORATORIUM FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SAM RATULANGI Datu, Hesty; Kawatu, Paul A.T; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu tempat berkembangnya ilmu pengetahuan melalui berbagai praktikum, penelitian dan percobaan. Kegiatan di laboratorium tentunya menggunakan berbagai jenis alat dan bahan kimia yang berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian mengetahui tingkat risiko kecelakaan kerja di laboratorium, maka perlunya identifikasi bahaya serta penilaian risiko. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber informasi Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, Laboran dan Asisten Laboratorium. Data yang digunakan adalah data primer dan hasil wawancara. Hasil penelitian dapat mengidentifikasi sebanyak empat bahaya yaitu bahaya kimia, bahaya fisik, bahaya elektrik dan bahaya ergonomis. Pada penilaian risiko didapatkan tingkat risiko tertinggi yaitu Tingkat risiko Extrime Risk pada bahaya kimia ketumpahan HCl dan asam nitrat. Laboratorium Farmasi FMIPA tergolong berbahaya dengan ditemukannya risiko Extrime Risk, sehingga perlu diterapkan manajemen K3 untuk pengendalian risiko kecelakaan kerja. Kata Kunci:  Laboratorium, identifikasi bahaya, penilaian risiko ABSTRACTThe laboratory is one of the places where science develops through various practicums, research and experiments. Activities in the laboratory, of course, use various types of tools and chemicals that are dangerous and can cause work accidents. The research objectives are aware the level of risk of work accidents in the laboratory, so the identification of hazards and risk assessment is necessary. The research used is qualitative methods with information sources of Study Program Coordinator, Head of Laboratory, Laboran and Laboratory Assistant. The data used are primary data and interview results. The results of  the research can identify as many as four hazards, namely chemical hazards, physical hazards, electrical hazards and ergonomic hazards. In the risk assessment, the highest risk is Extreme risk level of chemical hazard of HCl and nitric acid spills. The Pharmacy Laboratory of FMIPA is classified as dangerous with the discovery of Extreme Risk, so it is necessary to apply K3 management to control the risk of work accidents. Keywords: Laboratory, hazard identification, risk assessment