Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimasi Pengendalian Persediaan Obat Kemoterapi dengan Metode Maksimum–Minimum Stock Level (MMSL): Studi Kasus di Rumah Sakit Rujukan Nasional Herianto, Herianto; Langi, Fima F.L.G.; Mantjoro, Eva M.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2269

Abstract

Pengendalian persediaan obat yang tidak efektif di rumah sakit dapat menyebabkan kelebihan stok atau kehabisan stok, yang secara signifikan memengaruhi layanan perawatan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat kemoterapi menggunakan metode Maximum–Minimum Stock Level (MMSL) di rumah sakit rujukan nasional. Metode penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dilakukan secara retrospektif menggunakan data penggunaan obat kemoterapi tahun 2024. Sampel dipilih secara purposive berdasarkan klasifikasi Always Better Control (ABC) dengan kriteria investasi dan konsumsi tinggi. Perhitungan MMSL menentukan tingkat stok minimum dan maksimum serta jumlah pemesanan ulang. Efisiensi dinilai menggunakan Rasio Perputaran Persediaan (ITOR). Analisis ABC mengidentifikasi 17 item kemoterapi dengan total investasi sebesar Rp7,99 miliar. Kelompok A terdiri dari 8 item (70% penggunaan), kelompok B 12 item (20%), dan kelompok C 56 item (10%). Perhitungan MMSL menghasilkan titik pemesanan ulang untuk setiap obat, dan nilai ITOR adalah 7,3, yang menunjukkan perputaran persediaan yang efisien. MMSL efektif dalam meningkatkan pengendalian inventaris obat kemoterapi, mendukung layanan onkologi yang efisien dan tidak terputus di lingkungan rumah sakit.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Tumiwa, Aprilia Friska; Mantjoro, Eva M.; Manampiring, Aaltje E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30937

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa Utara termasuk Wilayah Kerja Puskesmas Tatelu. Upaya pencegahan dan pengendalian telah dilakukan tetapi jumlah kasus TBC terus meningkat. Oleh karena itu penting untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap faktor yang berkaitan terhadap penyebaran TBC di wilayah ini dan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif. Menemukan faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan prevalensi TB paru di wilayah kerja Puskesmas Tatelu yaitu tujuan pada penelitian ini. Penelitian ini memakai desain kasus-kontrol dan metodologi kuantitatif non- eksperimental. Wilayah kerja Puskesmas Tatelu menjadi lokasi dalam penelitian. Juni 2023 - November 2023. Terdapat 51 responden dalam survei ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwasanya responden paling banyak terdistribusi pada usia produktif (87,5%), jenis kelamin laki-laki (72,5%), bekerja (57,8%), pendidikan SMA (49,0%), penderita tuberkulosis (50%), komponen rumah tidak memenuhi syarat (52,9%), sarana sanitasi TMS (64,7%), perilaku penghuni tidak memenuhi syarat (74,5). Hasil analisis bivariat adalah usia (p=0,402), jenis kelamin (p=0,027), pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,009), komponen rumah (p=0,000), sarana sanitasi (p=0,214), perilaku penghuni (p=0,006). Dengan nilai OR sebesar 9,202, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel komponen rumah (sig. 0,000) paling berkaitan dengan terjadinya TB paru di wilayah kerja Puskesmas Tatelu kab. Minahasa Utara. Hal ini memastikan bahwasanya variabel komponen rumah yang tidak memenuhi syarat terdapat risiko besarnya 9,202 kali lebih besar terhadap kejadian tuberkulosis. Kesimpulannya, terjadinya TB paru di wilayah kerja Puskesmas Tatelu Kab. Minahasa Utara berkorelasi secara signifikan dengan faktor-faktor seperti jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, komponen rumah, serta perilaku penghuni rumah.