Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dalam Bahasa Inggris Bagi Siswa SD/SMP/SMA Di Dusun Tawun Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Aini Husnida Wulandari; Sugianto, Riris
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v2i1.145

Abstract

The growth of tourist attractions in the Sekotong Barat Subdistrict needs a boost in human resources, particularly in English proficiency. As the region experiences ongoing development, evident in the improved infrastructure of special attractions like Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Tangkong, Gili Kedis, Kemos Beach, Elak-Elak Beach, Tawun Pier, and more, it becomes crucial to attract both local and international tourists. Enhancing human resources involves offering English language courses and cultivating a skilled workforce capable of tapping into the village's potential, serving as guides for tourists. It also entails empowering the youth to actively contribute to government initiatives in the tourism sector. The efforts to improve English communication skills, particularly through language courses, align with the UTM Community Service Institute's objectives and have shown positive results in West Sekotong Village, notably within the Tawun Hamlet community, over the course of a six-week service period.
Peningkatan Kemampuan Penggunaan Kalimat Simple Past Tense Menggunakan Media Flashcard bagi Mahasiswa Manajemen Administrasi dan Komputerisasi Akuntansi Sugianto, Riris; Wahyuningsih, Baiq Yuni; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1300

Abstract

ABSTRAK Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa jurusan Manajemen Administrasi dan Komputerisasi Akuntasi di UTM Mataram dalam menggunakan pola kalimat aktif Simple Past Tense berbentuk positif, negatif, dan interogatif yang baik dan benar menggunakan media kartu bergambar atau flashcard. Selain itu, penggunaan media flashcard bertujuan untuk menyegarkan pikiran mahasiswa agar dapat memahami materi dengan cepat dengan cara yang menyenangkan sekaligus melatih kejelian, kecepatan, dan ketepatan menebak verba berbentuk past simple tense yang sesuai dengan gambar pada flashcards. Kegiatan diawali dengan melakukan observasi dan wawancara kepada mahasiswa untuk mengetahui kendala mereka dalam menggunakan bentuk waktu lampau dalam bahasa Inggris yaitu simple past tense. Kegiatan inti dilakukan dengan memaparkan materi tentang pola-pola dan contoh-contoh kalimat simple past tense dalam bentuk positif, negatif, dan interogatif disertai latihan menggunakannya dalam kalimat sesuai pola gramatikalnya. Kegiatan ditutup dengan diskusi-tanya jawab untuk mengetahui level pemahaman peserta serta kendala yang mungkin masih mereka hadapi. Sesuai hasil evaluasi, kegiatan abdimas ini telah mencapai tujuan yang ditargetkan, yakni: (1) peserta mampu mendeskripsikan dan membedakan pola-pola kalimat simple past tense berbentuk positif, negatif, dan interogatif; (2) peserta mampu menggunakannya dalam kalimat sesuai dengan pola masing-masing; dan (3) peserta mampu meningkatkan kecepatan dan kejeliannya membuat kalimat simple past tense menggunakan media flashcard dengan metode yang menyenangkan. ABSTRACT This community service aims at improving the ability of students majoring in Administration Management and Computerized Accounting at UTM Mataram to understand the simple past tense (positive, negative, interrogative) using picture flashcards. Picture flashcards can be good teaching resource to teach and study English verbs. Some of the benefits are to improve language skills, increase students’ ability to compose, memorize stories, and analyze a problem, and enrich students’ vocabulary. In addition to that, flashcards boost learners’ confidence, build up good and effective communication, and enhance creativity. Prior to the program, the team conducted a preliminary survey and interview to map students’ problems in understanding English tenses i.e. the simple past tense. The materials presented in the main activity included the patterns, examples, and sentence building practices of simple past tense using picture flashcards containing simple past verbs. The activity was ended with discussion, question and answer, and a questionnaire filling survey to trace participants’ understanding and remaining obstacles concerning the materials. Based on the evaluation, the program has achieved the targeted outcomes that include participants being able to: (1) describe and distinguish the patterns of simple past tense in positive, negative, and interrogative forms; (2) build grammatically correct simple past tense sentences; (3) increase the speed and foresight in building simple past tense sentences; and (4) cheerfully engage in grammar learning activities of the simple past tense using flashcards media.
Pelatihan Perancangan, Pembuatan, dan Penggunaan Media Pembelajaran Edukatif Berupa Alat Peraga Matematika bagi Mahasiswa Program Studi PGSD Wahyuningsih, Baiq Yuni; Sugianto, Riris; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2817

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran matematika memiliki peran yang sangat penting dalam membangun pondasi yang kuat dalam pemahaman konsep, ide, gagasan, aturan, dan logika matematika. Dalam konteks ini, media pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika, menjadi alat yang sangat membantu bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami betapa pentingnya peran media dalam pendidikan dasar, serta memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis media yang dapat digunakan. Selain itu, guru juga perlu memiliki kemampuan dalam memilih media yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan, serta mampu merencanakan dan membuat media pembelajaran sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, ekonomis, dan mudah didapatkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahap yang terstruktur dengan baik yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penyampaian materi pelatihan, tahap evaluasi, dan tahap refleksi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam merancang, membuat, dan menggunakan media pembelajaran edukatif matematika. ABSTRACT Learning mathematics fosters the development of essential foundational skills in comprehending concepts, ideas, rules, and logic within the subject, enabling students to apply reasoning and proof to solve real-life problems. Utilizing instructional media, particularly in mathematics classes, significantly aids teachers in effectively delivering the curriculum. Consequently, it is crucial for teachers in elementary education to grasp the purpose and significance of media, familiarize themselves with various media options, select appropriate ones for specific subjects, and be capable of planning and creating their own learning materials using simple, affordable, and easily accessible resources. The community service activities are implemented through three stages: Preparation Stage, involving the arrangement of training materials; Implementation Stage, where the training is conducted according to the established schedule; and Evaluation Stage, aimed at identifying any shortcomings or obstacles encountered during the implementation process. The outcomes derived from these service activities encompass enhanced knowledge and skills of prospective teachers in designing and utilizing educative learning media, specifically elementary mathematics teaching aids. Additionally, diverse teaching aids tailored to specific concepts have been developed to facilitate effective instruction in elementary mathematics.
Pelatihan Penyusunan Procedure Text For Oral Communication Tentang Cara Membuat Makanan dan Minuman Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Pronunciation dan Vocabulary Mahasiswa Perhotelan Sugianto, Riris; Rahman, Lalu Isnaini
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2832

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan pola kalimat perintah (imperative sentence) dengan baik dan benar. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan menggunakan kalimat imperatif dalam menyusun teks prosedural, terutama dalam matakuliah English for Tourism, yang mengharuskan mereka untuk dapat menjelaskan langkah-langkah atau prosedur dalam membuat minuman dan makanan khas daerah suku Sasak, Samawa, dan Mbojo di NTB. Hal ini penting karena NTB terkenal dengan pariwisatanya dan banyak turis internasional yang datang berlibur ke sana. Oleh karena itu, menjadi suatu keunikan jika mahasiswa lokal mampu menjelaskan kepada wisatawan asing cara membuat minuman dan makanan khas daerah mereka, seperti Pelecing Kangkung, Poteng jaja tujaq, Sepat, Minasarua, dan lain sebagainya. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk lebih mengenal kekayaan wisata kuliner di NTB. Selain itu, ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi dengan penutur asing dalam bahasa Inggris. Kegiatan dimulai dengan melakukan observasi awal dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mahasiswa dalam menggunakan kalimat imperatif dalam bahasa Inggris. Kegiatan inti melibatkan penyampaian materi mengenai pola-pola dan contoh-contoh kalimat perintah dalam bentuk positif dan negatif, diikuti dengan latihan penggunaan pola gramatika yang tepat. Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengukur pemahaman peserta serta mengidentifikasi kesulitan yang masih dihadapi. Berdasarkan evaluasi, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu: peserta dapat memahami dan membedakan pola-pola kalimat imperatif positif dan negatif; peserta dapat menyusun kalimat yang sesuai melalui latihan terbatas; dan peserta dapat menghasilkan kalimat perintah untuk teks prosedural dan mempresentasikannya dengan cukup percaya diri untuk menjelaskan prosedur pembuatan beberapa jenis makanan dan minuman khas suku Sasambo di NTB. ABSTRACT The purpose of this community service program is to enhance students' ability to effectively and correctly use the pattern of imperative sentences. Indonesian EFL students need to be proficient in using imperative sentences when composing procedural texts, especially in the English for Tourism course, which in one of its learning objectives, requires them to describe the steps or procedures for preparing traditional drinks and dishes from the Sasak, Samawa, and Mbojo ethnic groups in NTB. This is important because NTB is very popular for its tourism, attracting many international tourists to visit. It would be unique and appealing to have local NTB students/youngsters capable of describing to foreign tourists how to prepare their traditional drinks and dishes, such as Pelecing Kangkung, Poteng Jaja Tujaq, Sepat, Minasarua, and others. This would not only be an opportunity to promote culinary tourism but also boost the students' confidence in communicating with English-speaking foreigners. The activity began with initial observation and interviews to identify the challenges that students faced in using imperative sentences in English. The main activity involved delivering materials on patterns and examples of positive and negative imperative sentences, followed by guided practice on using the appropriate grammatical patterns of imperative sentences. The program concludeed with discussions and question-and-answer sessions to assess the participants' understanding and identified any difficulties they might still encounter. Based on the evaluation, this program has successfully achieved its objectives: participants can comprehend and differentiate between positive and negative imperative sentence patterns; participants can construct suitable sentences through guided practice; and participants can produce imperative sentences for procedural texts and confidently do a mini presentation describing the procedures for making various traditional dishes and drinks from the Sasambo ethnic groups in NTB.
Sosialisasi Penggunaan Media Digital Interaktif Liveworksheets untuk Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris di MTs Raudlatusshibyan NW Belencong: Socialization Program on Utilizing Interactive Digital Media Liveworksheets for Developing English Teaching Materials at MTs Raudlatusshibyan NW Islamic Junior High School Belencong Putera, Lalu Jaswadi; Mahyuni, Mahyuni; Zamzam, Ahmad; Elmiana, Dewi Satria; Sugianto, Riris; Hamdullah, Lalu; Fithri, Nurshahifah; Sugandi, Bq. Gadis Aufahayya
DARMADIKSANI Vol 5 No 3 (2025): Edisi November (Special Edition)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i3.8204

Abstract

Pembelajaran Abad 21 dan Kurikulum Merdeka Belajar menuntut guru dan siswa untuk memiliki literasi teknologi digital yang memadai (media and technology literacy), kesadaran kontekstual terhadap isu-isu di lingkungan mereka (environmental awareness), serta kemampuan untuk tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman (flexible and adaptive to the changing world) dalam rangka mencetak individu yang cerdas secara akademis, terampil secara lingua franca, dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Kegiatan PKM ini merupakan lanjutan dari PKM sebelumnya yang bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan serta literasi digital guru-guru madrasah yang ada di wilayah kecamatan Gunungsari Lombok Barat dalam menggunakan teknologi aplikasi latihan dan asesmen berbasis digital unsur kebahasaan writing (menulis). Dengan adanya refleksi dan inovasi berbasis pengalaman, PKM ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris berbasis teknologi serta mendorong guru dan siswa untuk lebih adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pengembangan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni) dengan mengintegrasikan teknologi digital interaktif sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran kebahasaan yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Rencana luaran PKM ini antara lain publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA 4, Publikasi pada media sosial Youtube atau Web Prodi, dan peningkatan pemahaman dan ketrampilan mitra.  
PENGUATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI DIGITALISASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING Rahman, Lalu Isnaeni; Sugianto, Riris; Wulandari, Aini Husnida; Indriana, Pathul
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.194

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan keinginan siswa untuk belajar Bahasa Inggris dan mendukung peningkatan literasi digital siswa di MA NW Suangi Lombok Timur. Program ini dilaksanakan melalui digitalisasi pembelajaran dengan pendekatan deep learning menggunakan aplikasi The Santri Glow. Aplikasi interaktif ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi digital siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar. Pernyataan tentang peningkatan motivasi untuk belajar Bahasa Inggris memperoleh nilai rata-rata 4,36, yang merupakan kategori tinggi, sementara fitur aplikasi dinilai sangat menarik dengan nilai rata-rata 4,43, yang merupakan kategori sangat tinggi. Selain itu, responden menilai bahwa pembelajaran berbasis pemahaman meningkatkan keaktifan belajar (4,21) dan meningkatkan kepercayaan diri dalam keterampilan berbicara (4,07). Selain itu, komponen pendampingan tutor dan pemahaman materi masing-masing memperoleh skor sangat tinggi, masing-masing 4,18 dan 4,39. Aplikasi The Santri Glow sangat disukai siswa, dengan skor tertinggi 4,46. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran Bahasa Inggris melalui pendekatan pembelajaran mendalam dapat membuat pembelajaran lebih menarik, meningkatkan motivasi siswa, dan mendorong mereka untuk berpartisipasi lebih aktif. Hasil ini menjadi dasar penting untuk mengembangkan program pembelajaran digital berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, mereka akan membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di era transformasi digital.
Analisis Perbandingan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), KTSP (Kurikulum Berbasis Sekolah), dan Kurikulum 2013 Sugianto, Riris
YASIN Vol 2 No 3 (2022): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.893 KB) | DOI: 10.58578/yasin.v2i3.416

Abstract

This study aims to discuss the comparison between KBK, KTSP and Curriculum 2013 where there are many criticisms of the government's proposal to radically change the elementary school curriculum into six subjects: mathematics, Indonesian language, religious studies, Pancasila, sports, and arts. However, critics have put forward some very weak arguments and fail to see how the proposed curriculum will help Indonesia – far more effectively than it currently is – build a first-class education system. One good a priori reason to think that the government is right and the critics wrong is that the proposed curriculum is very similar to the curriculum taught in primary schools in England and is universally admired in education circles around the world. The reason why basic English education is so admired for wanting a basic education: to develop children's curiosity and curiosity and encourage critical thinking and creativity by not burdening them with too many set subjects but using the available time to integrate teaching according to various topics. In classes where children are ostensibly studying mathematics or English or religion or art, they are at the same time exposed to knowledge of the world around them and their social and physical environment, a broad understanding of specific periods in history. , moral ideas, and awareness of their own potential. All of this takes place in a context where children learn to take responsibility for their own learning through discovery and investigation, reading, asking questions, watching video clips, utilizing IT resources, libraries, and educational classroom aids (CW Watson, 2012).