Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERCEPTION AND OPTIMISM ABOUT TWO-SEMESTER OFF-CAMPUS INTERNSHIP PROGRAM OF THE KAMPUS MERDEKA-MERDEKA BELAJAR (FREEDOM CAMPUS-FREEDOM TO LEARN) POLICY AMONG UNIVERSITY STUDENTS Putera, Lalu Jaswandi; Sugianto, Riris
Journal of Languages and Language Teaching Vol 8, No 3 (2020): In Press
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v8i3.2756

Abstract

The Education and Culture Ministry of Indonesia has just launched a newly-reformed national education system called the ?Merdeka Belajar-Kampus Merdeka? (Freedom Campus-Freedom to Learn)? policy. One of the four hallmarks of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka policy is the three-semester off-campus internship program for university students. Despite the supports, there is still debate as to whether the program will be effective and pro-students when implemented. Apart from the policy?s pros and cons, the program needs to be objectively understood not only from the government?s and academics? perspectives but also from the students? whose voice is time and again marginalized when new policy is being planned, drafted, and implemented. Besides, there are still limited studies that deal with this issue. Therefore, further studies need to be conducted. This study investigates the students? perception and optimism toward the off-campus internship program of the Kampus Merdeka-Merdeka Belajar policy. The probing questions about perceptions were related to whether the program wassatisfactory, overwhelming, inflicting, or simply industry-oriented instead of student-orientedaccording to the students. The probing questions about optimism were related to whether the students were optimistic that the program would bring improvementto their knowledge, skills, and pre-working experiences. Data was collected from 229 2nd and 4th semester students across departments in Mataram University by conducting online questionnaire. Results show that the students had a positive perception about the off-campus internship program (49%) and they were very optimistic that this program would be effective when implemented (71%).
Pola-Pola Pemilihan dan Penggunaan Bahasa Dalam Keluarga Bilingual Riris Sugianto
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.534 KB) | DOI: 10.33394/jk.v4i1.905

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan orang Indonesia cenderung menggunakan lebih dari satu bahasa.Hal ini menunjukkanbahwa masyarakat Indonesia pada dasarnya adalah masyarakat yang bilingual (dwi bahasa) dan multilingual (beragam bahasa). Setiap orang Indonesia pada dasarnya menggunakan lebih dari satu bahasa dalam percakapan sehari-hari. Pada umumnya, bahasa yang digunakan adalah bahasa daerah sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia (atau bahasa nasional) sebagai bahasa kedua. Dalam beberapa kelompok sosial, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pertama sedangkan bahasa daerah sebagai bahasa kedua atau bahasa ketiga. Interaksi sosial dan percampuran bahasa sebab ikatan perkawinan menjadikan fenomena keluarga bilingual dan multilingual semakin berkembang. Perkembangan inidi satu sisi memperkaya khazanah budaya dan bahasa masyarakat Indonesia yang plural. Namun di sisi lain,muncul tantangan-tantangan berartiyang harus dihadapi oleh para orangtua dan anak-anak bilingual dalam memilih dan menggunakan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memaparkan pola-pola pemilihan bahasa dan penggunaan bahasa dalam keluarga bilingual khususnya dalam keluarga Jawa-Sasak, Sunda-Sasak, dan Jawa-Bima; 2) menjelaskan aspek-aspek dan implikasi yang berbeda dari pemilihan dan penggunaan bahasa dalam keluarga bilingual; dan 3) memaparkan tantangan-tantanganyang dihadapi oleh orangtua dan anak-anak bilingualdalam memilih dan menggunakan bahasa.
The Implication of Politeness and Speech Styles in Code Switching of Youth Javanese Riris Sugianto
SOLID Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i1.167

Abstract

The objective of this study is to present the use of  code switching as expressions of politeness in Javanese language. This article is concern on the domain of family, in the terms of discourse analysis. This article present how the youth generation can not acquire the formal styles of Javanese (basa), therefore they tend to do code-switching from formal styles of Javanese (basa) to the use of informal styles of Javanese (ngoko) or to our national language, Indonesian. It provides definitions of politeness by theorists and presents some of the problems related to the concepts of politeness and speech styles in code-switching In Javanese families specifically for the youth generation. Furthermore, it looks into the differences usage of speech styles for both the parents as the elders and children as the youngers in the families. There are some factors of youth Javanese to switch their code. The factors are the participants, the topic, the setting and the function. One important key is every language always has stable characteristics, but it could be dynamic especially when the language (Javanese) exists side by side with another language (Indonesian). Technically, in the communication, the modification of language usage such as code switching that made by the speaker will be occur and unavoidable.
Penulisan Operasi Hitung dalam Bahasa Inggris melalui Game Take A Number Riris Sugianto; Baiq Yuni Wahyuningsih; Reny Wardiningsih
ISLAMIKA Vol 2 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v2i1.648

Abstract

The implementation of this activity was carried out with the aim of improving the ability of ASM Mataram Banking Administration Management students in writing arithmetic operations using English both in mathematical notation and writing hundreds (hundreds) and thousands (thousands) in English. The stages of this activity begin with the initial stage (preparation), the core stage (implementation) and the final stage (evaluation). The initial stage is the preparation, at this stage the initial observation, the collection of material about the procedures for writing mathematical operations in English both writing mathematical notation and writing numbers in English and is equipped with questions of counting operations in English that are appropriate for the level students. The core stage is the implementation carried out by providing training in writing arithmetic in English through the game take a number for banking administration management students at ASM Mataram. The last stage is the evaluation carried out by giving some questions on the number counting operations in English that are done by students in accordance with the material that has been delivered, and comparing the results of the comparison before and after the training is given. Based on the implementation of the activity, the results showed that the arithmetic operations writing training had a good impact on mathematics and mastery of English. The addition of the game take a number aims to refresh the minds of students so that they can work on the questions while playing, as well as training the foresight, speed and accuracy in listening, writing, counting and adding numbers previously read in English.
Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Melalui Kegiatan Lesson Study For Learning Community di SMAN 3 Selong Ari Saputra; Riris Sugianto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11402

Abstract

Pada abad 21 ini siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai konsep, namun juga memiliki keterampilan-keterampilan yang sangat berperan penting dalam kehidupan mereka. Seperti; keterampilan metakognitif, berpikir kritis dan pemecahan masalah, berkomunikasi dan berkolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Kemitraan Dosen dan Guru LPTK yang merupakan program yang digagas oleh Sumberdaya Dikti Kementerian Pendoidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dimana didalamnya terjadi kolaborasi pembelajaran antara dosen dan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran yang lebih baik terkait dengan bagaimana Teknik pengajaran, dan segala aspek didalam kelas. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan questionnaire, observation, dan pengajaran, dan dokumentasi. Kegiatan KDS ini dilakukan dari bulan Juli hingga Desember dimana didalamnya terjadi plan, do, dan see dalam perancangan pembelajaran yang dilakukan dikelas melalui kegiatan buka kelas. Melalui kegiatan ini hal yang didapatkan adalah guru tealh menerapkan pembelajaran yang inivatif dikelas untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kemudian dosen mendapatkan lesson learned dari kegiatan lesson study di sekolah untuk menerapkan model pembelajaran inovatif dikmapus. Sehingga terjadi link and match antara sekolah dan perguruan tinggi yng menghasilkan calon guru. Melaui kegiatan ini guru dan dosen melakukan rekonstruksi pembelajaran yang berimplikasi positif pada atmosfer pembelajaran kedepan.
Cooperative Principles Strategy In Buying and Selling At Sasak Traditional Market In Praya Hijriati, Sartika; Rahman, Lalu Isnaeni; Sugianto, Riris
Linguistics and ELT Journal Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v11i2.20451

Abstract

This paper focused on analyzing Grice’s maxim as stated in Levinson’s Pragmatics between sellers' and buyers’ conversations during buying and selling activity at the Sasak traditional market in Praya City. The data was collected by recording the speech event using a digital voice recorder and then transcribing the utterances literally. The analysis is done by the pragmatic identity method, then the result is presented using the informal method. The findings reveal 83 instances demonstrated the fulfillment of maxims and 25 exhibited the flouting of maxims. Importantly, participants tended to adhere to maxims more often than deviate from them. Overall, the research indicates adherence to cooperative principles by the speech participants from both the sellers and the buyers to state what they mean clearly and briefly so the conversation flows smoothly. But they also flout the cooperative principles to indirectly send their meaning of utterances. Any utterance they deliver is based on the psychological process that follows principles of normative, behavioral, motivational, and cognitive.
The Effectiveness of Utilizing Spoof Text in English Language Learning for Students of SMA Negeri 4 Praya Wulandari, Aini Husnida; Sugianto, Riris
ISLAMIKA Vol 6 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v6i1.4348

Abstract

This study explores the efficacy of incorporating spoof texts into high school education, specifically focusing on enhancing students' knowledge and process skills. Employing a pre-post-test experimental design with control and experimental groups at SMA Negeri 4 Praya, students engaged with spoof material through diverse mediums such as learning videos, spoof images, and audio-visual texts. Utilizing student worksheets (LKS) to support comprehension, the results indicate that the integration of spoof texts effectively develops students' knowledge and skills. Students demonstrated the ability to explain spoof material from various sources, showing increased engagement during the learning process. The implementation of LKS further supported their understanding of spoof texts. These findings contribute significantly to high school learning methodologies, with practical implications for curriculum development and teaching strategies aimed at enhancing students' grasp of spoof texts. Future research may delve into additional aspects of spoof text utilization to deepen understanding of their impact on students' knowledge and process skills development.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM WEBSITE DI DESA BUNUT BAOK: KKN MAHASISWA UNIVERSITAS TEKNOLOGI MATARAM Rahman, Lalu Isnaeni; Sugianto, Riris; Wulandari, Aini Husnida
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v1.i3.44

Abstract

Kegiatan PKM dalam bentuk KKN mahasiswa ini bertujuan menjembatani pengetahuan teoretis dengan penerapan praktis mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia nyata dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat di desa Bunut Baok kabupaten Lombok Tengah. Secara khusus, KKN ini bertujuan memecahkan masalah mitra di desa Bunut Baok kabupaten Lombok Tengah. Pemecahan masalah yang diberikan mencakup pelatihan desain grafis dan manajemen situs web yang bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi masyarakat dan pegiat UMKM. Kegiatan ini dapat dikatakan telah mencapai keberhasilan sesuai ekspektasi yang dapat dilihat dari meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan mitra meskipun terdapat tantangan yang tidak signifkan seperti hambatan teknologi.
THE IMPLEMENTATIONS OF KBK (COMPETENCY-BASED), KTSP (SCHOOL- BASED), AND K-13 CURRICULA; A COMPARATIVE ANALYSIS Riris Sugianto; Aini Husnida Wulandari; Lalu Isnaeni Rahman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3520

Abstract

The curriculum, a governmental initiative within the educational sphere, evolves in response to societal shifts and advancements in science and technology. This research employs qualitative methods to generate descriptive data on the educational curriculum as a visible social construct. This social construct is then scrutinized through the lens of public policy theory. The study concludes that the curriculum, as a political measure by the Indonesian government in education, logically follows societal evolution and scientific progress. Over the period from 1999 to 2013, there have been three iterations of the curriculum: the Competency-Based Curriculum (KBK), the Education Unit Level Curriculum (KTSP), and the 2013 Curriculum (K-13). Each curriculum emphasizes distinct focal points and objectives. The government's revisions to the curriculum, guided by public policy theory, aim to meet the evolving needs and interests of the community. This ensures that the curriculum remains responsive to the changing social dynamics and advancements in science and technology within Indonesia and globally.
Pelatihan Penggunaan ICT Multiple Platforms untuk Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Unsur Kebahasaan Vocabulary dan Grammar Menggunakan Media Interaktif LiveWorkSheets Putera, Lalu Jaswadi; Mahyuni, Mahyuni; Zamzam, Ahmad; Satria Elmiana, Dewi; Amrullah, Amrullah; Sugianto, Riris
DARMADIKSANI Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i2.5370

Abstract

Pembelajaran abad 21 dan Kurikulum Merdeka Belajar saat ini mewajibkan para guru dan siswa untuk mampu menguasai berbagai keterampilan abad 21, cakap (literate) dan selektif dalam menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi, dan update dengan berbagai perkembangan sains dan teknologi, serta peduli (aware) dengan persoalan yang ada di lingkungannya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan lanjutan dari PKM pada 2021, 2022, dan 2023 (Putera et al., 2021; Putera et al., 2022; Putera, et al., 2023). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra seperti kurangnya literasi digital siswa dan rendahnya kreatifitas guru dalam mengintegrasikan bahan ajar multimedia dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan menyusun bahan ajar dengan mengintegrasikan ICT (Information and Communication Technology) dengan media digital interaktif LiveWorksheets (LWS). Berbeda dengan format PDF yang statis, LWS dapat digunakan secara dinamis atau interaktif untuk membuat bahan ajar atau LKPD yang terintegrasi dengan multimedia (visual, audio, video, teks). Selain dapat digunakan untuk mengakses bahan ajar digital, LWS juga bisa digunakan mengakses audio dan video serta mengevaluasi hasil ujian siswa secara otomatis. Secara umum, kegiatan PKM ini telah mencapai keberhasilan dilihat dari beberapa indikator: (a) meningkatnya pengetahuan guru tentang ICT dalam pembelajaran, (b) meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar dan LKPD yang interaktif, (c) meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan fitur-fitur media digital interaktif LWS seperti untuk membuat akun secara mandiri, mengedit LKPD pada LWS secara online, menambahkan fitur-fitur multimedia pada bahan ajar atau LKPD, serta mengolah hasil tes siswa secara otomatis. Melalui PKM ini, para guru diharapkan menjadi lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi baru dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas dengan lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan.