Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

THE IMPLEMENTATIONS OF KBK (COMPETENCY-BASED), KTSP (SCHOOL- BASED), AND K-13 CURRICULA; A COMPARATIVE ANALYSIS Riris Sugianto; Aini Husnida Wulandari; Lalu Isnaeni Rahman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3520

Abstract

The curriculum, a governmental initiative within the educational sphere, evolves in response to societal shifts and advancements in science and technology. This research employs qualitative methods to generate descriptive data on the educational curriculum as a visible social construct. This social construct is then scrutinized through the lens of public policy theory. The study concludes that the curriculum, as a political measure by the Indonesian government in education, logically follows societal evolution and scientific progress. Over the period from 1999 to 2013, there have been three iterations of the curriculum: the Competency-Based Curriculum (KBK), the Education Unit Level Curriculum (KTSP), and the 2013 Curriculum (K-13). Each curriculum emphasizes distinct focal points and objectives. The government's revisions to the curriculum, guided by public policy theory, aim to meet the evolving needs and interests of the community. This ensures that the curriculum remains responsive to the changing social dynamics and advancements in science and technology within Indonesia and globally.
Pelatihan Penggunaan ICT Multiple Platforms untuk Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Unsur Kebahasaan Vocabulary dan Grammar Menggunakan Media Interaktif LiveWorkSheets Putera, Lalu Jaswadi; Mahyuni, Mahyuni; Zamzam, Ahmad; Satria Elmiana, Dewi; Amrullah, Amrullah; Sugianto, Riris
DARMADIKSANI Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i2.5370

Abstract

Pembelajaran abad 21 dan Kurikulum Merdeka Belajar saat ini mewajibkan para guru dan siswa untuk mampu menguasai berbagai keterampilan abad 21, cakap (literate) dan selektif dalam menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi, dan update dengan berbagai perkembangan sains dan teknologi, serta peduli (aware) dengan persoalan yang ada di lingkungannya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan lanjutan dari PKM pada 2021, 2022, dan 2023 (Putera et al., 2021; Putera et al., 2022; Putera, et al., 2023). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra seperti kurangnya literasi digital siswa dan rendahnya kreatifitas guru dalam mengintegrasikan bahan ajar multimedia dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan menyusun bahan ajar dengan mengintegrasikan ICT (Information and Communication Technology) dengan media digital interaktif LiveWorksheets (LWS). Berbeda dengan format PDF yang statis, LWS dapat digunakan secara dinamis atau interaktif untuk membuat bahan ajar atau LKPD yang terintegrasi dengan multimedia (visual, audio, video, teks). Selain dapat digunakan untuk mengakses bahan ajar digital, LWS juga bisa digunakan mengakses audio dan video serta mengevaluasi hasil ujian siswa secara otomatis. Secara umum, kegiatan PKM ini telah mencapai keberhasilan dilihat dari beberapa indikator: (a) meningkatnya pengetahuan guru tentang ICT dalam pembelajaran, (b) meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar dan LKPD yang interaktif, (c) meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan fitur-fitur media digital interaktif LWS seperti untuk membuat akun secara mandiri, mengedit LKPD pada LWS secara online, menambahkan fitur-fitur multimedia pada bahan ajar atau LKPD, serta mengolah hasil tes siswa secara otomatis. Melalui PKM ini, para guru diharapkan menjadi lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi baru dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas dengan lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan.
Developing A Culturally Responsive Reading Module For First-Grade Islamic Junior High School Students Rahman, Arif; Wahyudiantari, Ni Wayan Prami; Sugianto, Riris
Journal of Languages and Language Teaching Vol 12, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i4.12664

Abstract

Reading instruction plays a fundamental role in shaping students' academic success, particularly in culturally diverse contexts. In Islamic educational institutions, there is a critical need for materials that resonate with students' cultural and religious backgrounds. This study aimed to develop a culturally responsive reading instructional module tailored to the specific needs of first-grade students at an Islamic Junior High School in Mataram, Indonesia. Grounded in constructivist learning theory, which emphasizes the importance of contextual relevance in education, the study integrates Islamic cultural and religious themes to foster student engagement and improve reading comprehension. A mixed-methods approach was utilized, involving surveys, interviews, and pre- and post-assessments. The study included 60 first-grade students and their teachers. The results demonstrated significant improvements in students’ reading comprehension and engagement. The mean test scores increased notably, and students expressed higher levels of enjoyment with the culturally aligned materials. These findings underscore the importance of integrating cultural and religious content into instructional materials, creating more inclusive and effective educational experiences. The study offers practical insights for educators in similar settings, highlighting the potential of culturally responsive pedagogy to bridge the gap between students' home and school environments, while also fostering a deeper appreciation of their cultural heritage. This contribution provides valuable guidance for the future development of culturally tailored educational strategies in Islamic contexts.
Classification of Compounds Words and Indonesian Blends Sugianto, Riris
MASALIQ Vol 1 No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.422 KB) | DOI: 10.58578/masaliq.v1i2.181

Abstract

This paper is about theoretical research on classification of compound words and Indonesian Blends. Compound and blends are part of words formation in English language. The way to use two words together to yield a new meaning whether blends are one of the many ways new words are made in English. This paper attempts to make the classification of compounds, the reason of why are compounds divided into three categories; solid compound, hypenated compound, and open compound. This paper also attempts to analyze the reason why Indonesian blends inconsistent syllabically and state the implication to the language development
Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa dengan Game Edukatif pada Program Kampus Mengajar 8 di SMKS Dharma Bhakti Ady: Improving Students’ Numeracy Skills using Educational Games in the Kampus Mengajar 8 (Teaching Campus) Program at SMKS Dharma Bhakti Ady Private Vocational High School Indonesia Sragarta, Kevin Ronald; Sugianto, Riris; Putera, Lalu Jaswadi
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6262

Abstract

Program Kampus Mengajar termasuk program asistensi mengajar di satuan pendidikan yang berperan sebagai mitra yang membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah penugasan. Berkaitan dengan hal tersebut, keterampilan dasar mengajar perlu dikuasai mahasiswa peserta Kampus Mengajar untuk dapat memberikan dampak pada siswa terutama peningkatan kemampuan numerasi. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan evaluasi program kerja dari metode pembelajaran yang dilakukan selama penugasan. Upaya yang digunakan dalam kegiatan asistensi ini menggunakan metode asistensi tindakan kelas yang dilakukan tim kampus mengajar dengan guru dengan cara melakukan tes berupa pre-test dan post-test pada siswa. Tim kampus mengajar bekerja sama bersama guru untuk menaikkan kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran interaktif yang telah dirancang yaitu; Implementasi Game Numerasi (Kahoot), Permainan Teka-Teki Silang Numerasi, Implementasi Ular Tangga Numerasi dan Penguatan Matematika (Kuis Ketuk Magic). Hasil yang didapat setelah program berlangsung terdapat kenaikan hasil belajar berdasarkan pre-test dan post-test Asesmen Kompetensi Minimum yang semula 15% menjadi 19%. Hal ini menyatakan bentuk keberhasilan hasil metode pembelajaran yang cukup efektif yang telah berlangsung selama 3 bulan pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa dengan Game Edukatif pada Program Kampus Mengajar 8 di SMKS Dharma Bhakti Ady: Improving Students’ Numeracy Skills Using Educational Games in the Kampus Mengajar 8 (Teaching Campus) Program at SMKS Dharma Bhakti Ady Private Vocational High School Indonesia Sragarta, Kevin Ronald; Sugianto, Riris; Putera, Lalu Jaswadi
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6262

Abstract

Program Kampus Mengajar termasuk program asistensi mengajar di satuan pendidikan yang berperan sebagai mitra yang membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah penugasan. Berkaitan dengan hal tersebut, keterampilan dasar mengajar perlu dikuasai mahasiswa peserta Kampus Mengajar untuk dapat memberikan dampak pada siswa terutama peningkatan kemampuan numerasi. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan evaluasi program kerja dari metode pembelajaran yang dilakukan selama penugasan. Upaya yang digunakan dalam kegiatan asistensi ini menggunakan metode asistensi tindakan kelas yang dilakukan tim kampus mengajar dengan guru dengan cara melakukan tes berupa pre-test dan post-test pada siswa. Tim kampus mengajar bekerja sama bersama guru untuk menaikkan kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran interaktif yang telah dirancang yaitu; Implementasi Game Numerasi (Kahoot), Permainan Teka-Teki Silang Numerasi, Implementasi Ular Tangga Numerasi dan Penguatan Matematika (Kuis Ketuk Magic). Hasil yang didapat setelah program berlangsung terdapat kenaikan hasil belajar berdasarkan pre-test dan post-test Asesmen Kompetensi Minimum yang semula 15% menjadi 19%. Hal ini menyatakan bentuk keberhasilan hasil metode pembelajaran yang cukup efektif yang telah berlangsung selama 3 bulan pembelajaran.
Gender Difference and Errors in Writing Narrative Texts among Indonesian EFL College Students Sugianto, Riris; Rahman, Lalu Isnaeni; Putera, Lalu Jaswadi
Linguistics and ELT Journal Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v11i1.15163

Abstract

This study aims at identifying and analyzing linguistic and textual errors in writing narrative texts committed by male and female students of the fourth-semester English department students. The focus is on finding the significant differences between male and female students in terms of the frequencies of linguistic and textual errors in their narrative texts and the factors contributing to the errors. Data were collected through writing tests. Data were analyzed and interpreted by quantitative descriptive analysis and multivariate analysis using Two Ways ANOVA (F-Test) to investigate the significant differences linguistic and textual errors. Then the types of linguistic and textual errors in the two groups of male and female students were compared using descriptive analysis and statistical analysis. The results show that 57.93% of linguistic errors occurred in female’s narrative writing, with 42.07% occurred in male’s. Meanwhile, 46.29% of textual errors occurred in female’s narrative writing, with 53.71% found in the male’s. Statistically, there was no significantly different interaction between male and female students in terms of textual error frequency in writing narrative text, with p = 0.975 (p > 0.05) at the level of significance a = 5 %. And there was a significantly different interaction between male and female students in terms of linguistic error frequency in writing narrative texts, with p = 0.029 (p < 0.05) at the level of significance a = 5%. Several factors that affect female and male students’ errors in their narrative text are intralingual interference, language transfer, lack of knowledge about the narrative text, and gender difference.
Pelatihan Pelaksanaan Asesmen dan Pelaporan Perkembangan Anak Usia Dini dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Wahyuningsih, Baiq Yuni; Sugianto, Riris; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.565

Abstract

ABSTRAK Kesulitan dalam melakukan proses penilaian dalam perkembangan anak usia dini di masa pandemi Covid-19 ini menjadi permasalahan bagi guru-guru yang ada di PAUD Al-Barokah Desa Pengadang Kabupaten Lombok Tengah. Para guru PAUD tidak dapat melakukan penilaian secara langsung terhadap perkembangan anak didik sehingga tidak dapat memberikan laporan perkembangan yang seharusnya pada orangtua-orangtua anak didik. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PAUD AL-Barokah selama pandemi berbentuk penugasan sehingga sulit untuk membuat penilaian hanya berdasarkan hasil karya anak didik tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para guru PAUD dalam melaksanakan asesmen dan pelaporan perkembangan anak usia dini dalam pembelajaran selama masa pandemi ini. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan secara online dan offline. Pertemuan secara online dilakukan untuk membahas teori terkait penilaian dan pelaporan perkembangan anak dalam proses pembelajaran. Penyampaian materi, presentasi, dan diskusi dilakukan melalui Google Meet dan WhatsApp. Pertemuan secara offline dilakukan untuk mendampingi guru dalam membuat penilaian dan pelaporan perkembangan anak didik kepada para orangtua. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa para guru PAUD memberikan respons yang baik dan antusias terhadap kegiatan ini. Manfaat penting yang mereka dapatkan antara lain: (1) meningkatnya kompetensi dalam pelaksanaan asesmen dan pelaporan perkembangan anak usia dini, dan (2) ditemukannya solusi alternatif atas permasalahan yang dihadapi seperti perlunya menjalin komunikasi yang baik dan melakukan pendekatan individu dengan orangtua serta menerapkan variasi pembelajaran lain seperti kunjungan ke rumah (home visit). ABSTRACT The difficulty in carrying out the assessment process in early childhood learning development during the Covid-19 pandemic was quite a big problem for teachers at PAUD Al-Barokah in Pengadang Village of Central Lombok Regency. Since teachers could not make direct assessments of the students’ learning development due to lack of assessing and reporting competence, they failed to provide comprehensive learning development reports that had to be presented to parents. To them, making an assessment that was based solely on the work of the students was not an easy task. This community service program aims to provide additional insight for PAUD teachers at PAUD Al-Barokah in assessing and reporting students’ learning development to the parents during this pandemic. Two online meetings were conducted to discuss theories related to the assessment and reporting of early childood learning development. Presentations and discussion were carried out through Google Meet and WhatsApp. Two offline meetings were held to train teachers in making assessments and reports on the students learning progress. The evaluation results show that PAUD teachers were very positive and enthusiastic in joining the program. Two main benefits they get from the program that included: (1) an improvement in their assessing and reporting competence on early childhood education, and (2) an insight to alternative solutions to the difficulties in assessing and reporting that included the need to establish both good communication and individual approaches with the students’ parents as well as to apply home visit as alternative learning method.
Focus Group Discussion tentang Manfaat dan Tantangan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Model Blended Learning di MTs NW Tangar Lingsar Arfah, Hajriana; Jaelani, Selamet Riadi; Prasetyaningrum, Ari; Zamzam, Ahmad; Putera, Lalu Jaswadi; Sugianto, Riris; Amrullah, Amrullah; Udin, Udin; Muhaimi, Lalu
DARMADIKSANI Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i1.3665

Abstract

Kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa Inggris, sangat penting dalam menghadapi globalisasi dan mendukung pelayanan lintas budaya. Di era teknologi dan informasi yang begitu pesat saat ini, para guru menghadapi tantangan rendahnya keterampilan bahasa Inggris siswa di pedesaan. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk menggali informasi terkait efektifitas dan manfaat, serta tantangan penerapan pembelajaran Bahasa Inggris melalui metode blended learning di MTs NW Tangar Lingsar. Metode ini menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, yang memberikan fleksibilitas dan akses ke berbagai sumber belajar. Program ini terdiri dari 16 sesi dengan evaluasi di tengah dan akhir pembelajaran untuk mengukur peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi peserta sebesar 12.40 poin, dengan peningkatan partisipasi dalam pembelajaran daring dan tatap muka. Tantangan yang dihadapi termasuk kendala waktu dan akses teknologi. Namun, koordinasi yang baik antara tim PKM dan pihak sekolah memungkinkan program berjalan lancar. Program ini berhasil meningkatkan motivasi dan kemampuan bahasa Inggris peserta, dan metode blended learning terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran era revolusi industri 4.0. Rekomendasi mencakup keberlanjutan program dengan fokus keterampilan membaca dan menulis, serta pelatihan ToT bagi pengajar Bahasa Inggris di MTs NW Tangar Lingsar. Meskipun terdapat tantangan dalam akses teknologi dan kesiapan guru, blended learning menawarkan fleksibilitas dan personalisasi yang meningkatkan keterlibatan siswa dan pengembangan keterampilan teknologi, yang penting di era digital ini.
Pelatihan Penggunaan ICT Multiple Platforms untuk Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Unsur Kebahasaan Vocabulary dan Grammar Menggunakan Media Interaktif LiveWorkSheets Putera, Lalu Jaswadi; Mahyuni, Mahyuni; Zamzam, Ahmad; Satria Elmiana, Dewi; Amrullah, Amrullah; Sugianto, Riris
DARMADIKSANI Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i2.5370

Abstract

Pembelajaran abad 21 dan Kurikulum Merdeka Belajar saat ini mewajibkan para guru dan siswa untuk mampu menguasai berbagai keterampilan abad 21, cakap (literate) dan selektif dalam menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi, dan update dengan berbagai perkembangan sains dan teknologi, serta peduli (aware) dengan persoalan yang ada di lingkungannya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan lanjutan dari PKM pada 2021, 2022, dan 2023 (Putera et al., 2021; Putera et al., 2022; Putera, et al., 2023). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra seperti kurangnya literasi digital siswa dan rendahnya kreatifitas guru dalam mengintegrasikan bahan ajar multimedia dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan menyusun bahan ajar dengan mengintegrasikan ICT (Information and Communication Technology) dengan media digital interaktif LiveWorksheets (LWS). Berbeda dengan format PDF yang statis, LWS dapat digunakan secara dinamis atau interaktif untuk membuat bahan ajar atau LKPD yang terintegrasi dengan multimedia (visual, audio, video, teks). Selain dapat digunakan untuk mengakses bahan ajar digital, LWS juga bisa digunakan mengakses audio dan video serta mengevaluasi hasil ujian siswa secara otomatis. Secara umum, kegiatan PKM ini telah mencapai keberhasilan dilihat dari beberapa indikator: (a) meningkatnya pengetahuan guru tentang ICT dalam pembelajaran, (b) meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar dan LKPD yang interaktif, (c) meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan fitur-fitur media digital interaktif LWS seperti untuk membuat akun secara mandiri, mengedit LKPD pada LWS secara online, menambahkan fitur-fitur multimedia pada bahan ajar atau LKPD, serta mengolah hasil tes siswa secara otomatis. Melalui PKM ini, para guru diharapkan menjadi lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi baru dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas dengan lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan.