Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

AN IOT PROTOTYPE FOR TEMPERATURE MONITORING AND AUTOMATIC CONTROL OF ELECTRIC MOTOR Panangian Mahadi Sihombing; Usman Usman; Hairul Amren Samosir; Catra Indra Cahyadi
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 9, No 4 (2023): September 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v9i4.2255

Abstract

Abstract: The continuous use of an electric motor in some industries causes the electric motor to malfunction early. Such damage is generally caused by overheating. Therefore, to overcome the problem of overheating, most industries use two motors that work alternately. Both electric motors function as running and standby which are generally controlled manually by the operator or using a time delay relay (TDR). However, the control of both motors by the operator is not effective because it allows human error to occur. The use of TDR is also ineffective because it does not make the temperature of the electric motor a reference in controlling the work of the two electric motors. This research aims to produce a prototype that can monitor the temperature of the electric motor in real-time and control the electric motor based on the temperature of the electric motor. The Wemos D1R2 is used as a processor to control both electric motors and transmit the temperature of the electric motor to a smartphone via the internet. The MLX90614 sensor is used as an infrared-based temperature sensor. Based on the results of testing the overall performance of the prototype, it is known that the temperature readings of the electric motor are quite accurate with mean error and standard deviation of 0.13oC and 0.15oC, respectively. The prototype is also capable of controlling both electric motors automatically and controlling a cooler via a smartphone.            Keywords: Electric Motor; MLX90614; Overheating; Wemos D1R2.  Abstrak: Penggunaan sebuah motor listrik secara terus menerus pada sebagian industri menyebabkan motor listrik tersebut mengalami kerusakan lebih awal. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh panas berlebih. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah panas berlebih tersebut maka sebagian besar industri menggunakan dua buah motor yang bekerja secara bergantian. Kedua motor listrik tersebut difungsikan sebagai running dan standby yang mana umumnya dikendalikan secara manual oleh operator atau menggunakan time delay relay (TDR). Namun, pengendalian kedua motor oleh operator tidaklah efektif karena memungkinkan terjadinya human error. Penggunaan TDR juga tidak efektif karena tidak menjadikan suhu motor listrik sebagai acuan dalam mengendalikan kerja kedua motor listrik tersebut. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah prototipe yang mampu mengawasi suhu motor listrik secara real-time dan mengendalikan motor listrik berdasarkan suhu motor listrik. Wemos D1R2 digunakan sebagai prosesor untuk mengendalikan kedua motor listrik dan mengirimkan suhu motor listrik ke smartphone melalui internet. Sensor MLX90614 digunakan sebagai sensor suhu berbasis infra merah. Berdasarkan hasil pengujian kinerja prototipe secara keseluruhan diketahui bahwa hasil pembacaan suhu motor listrik cukup akurat dengan mean error dan standar deviasi masing-masing 0,13oC dan 0,15oC. Prototipe juga mampu mengontrol kedua motor listrik secara otomatis dan mengontrol sebuah pendingin melalui smartphone. Kata kunci: Motor Listrik; MLX90614; Panas Berlebih; Wemos D1R2. 
An internet of things-based pump and aerator control system Mawardi Mawardi; Panangian Mahadi Sihombing; Nabila Yudisha
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 34, No 2: May 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v34.i2.pp848-860

Abstract

Small-scale shrimp farmers in Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, Indonesia, conduct direct water quality supervision and manually use aerators and water pumps. Thus, it is inefficient in meeting the water quality required for shrimp farming and using production costs. This study aims to test the performance of an internet of things (IoT)-based prototype in supervising and controlling the aerator and pump in a shrimp pond. This prototype comprises an ESP32, three sensors: the DS18B20 sensor, MLX90614 sensor, and JSN-SR04T sensor, and two relays to control the aerator and pump automatically. Prototype testing is done directly on shrimp ponds by placing the prototype in an electrical panel connected to a power circuit. Based on the study's results, it is known that the prototype can measure water temperature. The water level and temperature of the aerator motor are pretty accurate. In addition, the prototype can also control the aerator and water pump well and send notifications to users automatically via smartphones.
Antena Mikrostrip untuk Pita Frekuensi VHF A/G Dwiyanto Dwiyanto; Panangian Mahadi Sihombing; Sari Novalianda; Muhammad Zu Majaya; Agung Satria Kesuma
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 02 (2023): Artikel Riset Oktober 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v13i02.3482

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah antena mikrostrip yang mampu bekerja pada pita frekuensi untuk aplikasi very high frequency air to ground (VHF A/G), yaitu diantara 117 – 137 MHz. Saat ini, antena untuk aplikasi VHF A/G berukuran sangat besar dan berbiaya mahal. Untuk menanggulangi masalah ukuran antena dan biaya pabrikasi yang mahal maka pada peneltian ini diusulkan sebuah antena mikrostrip yang mampu bekerja pada pita frekuensi VHF A/G. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan papan FR4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm sebagai bahan utama antena. Selanjutnya pada bagian layar atas (top layer) antena, dibentuk sebuah patch berbentuk garis berliku dengan sebuah microstrip line yang dilengkapi dengan single stub. Pada bagian layar bawah (bottom layer) antena, dibuat lapisan ground yang terbatas (limited ground) dan juga diaplikasikan teknik struktur ground yang dirusak (defected ground structure – DGS) berbentuk cincin heksagonal. Perancangan dan simulasi antena menggunakan simulator CST MWS dan pengukuran antena hasil pabrikasi menggunakan VNA Anritsu MS2034B. Berdasarkan hasil simulasi terdapat beberapa parameter yang mempengaruhi impedansi bandwidth dan rugi-rugi koefisien pantul (return loss) dari antena yang diusulkan. Parameter-parameter tersebut meliputi lebar patch, lebar stub, jari-jari dalam dan jari-jari luar DGS berbentuk cincin heksagonal. Berdasarkan hasil pengukuran antena yang telah dipabrikasi telah diketahui bahwa antena memiliki pita frekuensi kerja diantara 112 – 141 MHz (22,9%) dengan gain 1,8 dBi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antena mikrostrip yang diusulkan ini telah memenuhi standar impedansi bandwidth untuk komunikasi aeronautika pada pita frekuensi untuk aplikasi VHF A/G, yaitu 117 – 137 MHz.
Prototipe Sistem Proteksi dan Peningkatan Efisiensi Penggunaan Pompa dan Kincir Air Tambak Berbasis IoT Andri Ramadhan; Panangian Sihombing; Mawardi Mawardi; Sari Novalianda; Nabila Yudisha; Dwiyanto Dwiyanto
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4183

Abstract

Mayoritas petani budidaya udang di Indonesia menggunakan kincir air tambak secara terus menerus untuk mengontrol kadar oksigen ataupun suhu air.  Pompa air juga digunakan dalam waktu lama untuk meningkatkan level air. Namun, kedua hal tersebut sering menimbulkan masalah berupa kerusakan mesin penggerak kincir dan/atau pompa air (motor listrik) akibat panas berlebih. Selain itu, peningkatan biaya produksi juga terjadi akibat penggunaan kincir air yang tidak optimal. Oleh karena itu, sebuah sistem proteksi dan peningkatan efisiensi penggunaan kincir dan pompa air berbasis internet of things (IoT) diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem tersebut tersusun dari tiga sensor, yaitu sebuah sensor suhu tipe contactless (MLX90614), dua buah sensor tipe waterproof, yaitu sensor suhu air (DS18B20) dan sensor level air berbasis  ultrasonik (JSN-SR04T). Sebuah prosesor ESP32 digunakan untuk menampilkan hasil sensor pada monitor dan mengirimkannya ke pengguna melalui jaringan internet. ESP32 juga berfungsi untuk mengontrol kincir dan pompa air secara otomatis. Serta mengirimkan notifikasi kepada pengguna secara otomatis juga jika suhu dan level air tidak optimal. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa sistem yang dihasilkan mampu menghentikan kerja motor listrik secara otomatis jika suhu motor listrik terlalu panas (>65oC). Sistem juga mampu mengontrol kincir air untuk mempertahankan suhu air di antara 29oC - 32oC dan mengontrol pompa air untuk mempertahankan level air di antara 80cm – 90cm secara otomatis. Sistem yang dihasilkan telah mampu memproteksi motor listrik secara otomatis dari panas berlebih. Selain itu, sistem juga mampu mengontrol kerja kincir dan pompa air agar bekerja lebih efisien.
Prototipe Monitoring Level Air dan Kualitas Udara Kandang Ayam Broiler Berbasis IoT Masdania Zurairah Siregar; Panangian Sihombing; Mawardi Mawardi; Sri Indah Rezkika; Muhammad Fauzi; Mona Vionita
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4263

Abstract

Beberapa parameter yang mempengaruhi pertumbuhan ayam broiler, yaitu suhu, kelembaban, ketersediaan air, dan kadar gas amonia di dalam kandang ayam. Agar dapat tumbuh secara optimal, suhu kendang di antara 24oC – 32oC (sesuai usia ayam), kelembaban udara sekitar 60% - 70% dan ketersediaan air yang terjaga. Kadar gas amonia harus di bawah 20 ppm. Petani budidaya ayam broiler harus senantiasa memantau nilai setiap parameter tersebut, sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat dan cepat untuk mengurangi tingkat kematian ayam. Namun, mayoritas petani kecil budidaya ayam masih menggunakan metode konvensional untuk memantau parameter-parameter tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sebuah alat yang mampu mengukur level air dan kualitas udara di kendang ayam broiler. Alat tersebut harus berbasis internet of things (IoT) sehingga petani dapat memonitor parameter-parameter tersebut secara real time dan juga dapat mengirimkan pemberitahuan otomatis kepada petani jika parameter tidak optimal. Sebuah prototipe telah dihasilkan yang tersusun dari beberapa komponen utama yaitu, prosesor Wemos D1R2, sensor gas amonia MQ-137, sensor ultrasonik HC-SR04, sensor suhu DS18B20, LCD1602, dan modul relai empat kanal. Wemos D1R2 memproses luaran setiap sensor dan mengontrol empat kipas melalui relai. Wemos D1R2 juga menampilkan hasil setiap sensor pada LCD1602 dan dashboard pada platform Blynk IoT. Berdasarkan hasil penelitian telah diketahui bahwa prototipe yang dihasilkan memiliki kinerja yang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan parameter suhu, level air, dan kadar gas amonia kendang ayam dapat diketahui secara real-time menggunakan smartphone. Prototipe juga dapat mengontrol empat kipas angina dan mengirimkan notifikasi ke pengguna secara otomatis.
Studi Desain Teras Gas-Cooled Fast Reactor Berbahan Bakar Thorium Nitride Sari Novalianda; Dwiyanto Dwiyanto; Panangian Mahadi Sihombing
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4470

Abstract

Energi nuklir merupakan salah satu energi terbarukan yang cukup menarik perhatian pemerintah indonesia bahkan dunia. Energi nuklir memiliki keunggulan dari kepadatan dayanya serta biaya operasinya yang relatif murah dibandingkan dengan sistem-sistem lainnya. Pada tahun 1950 Energi nuklir mulai digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir dan mulai berkembangnya reator nuklir dari generasi pertama hingga ke generasi keempat. Gas-Cooled Fast Reactor merupakan jalah satu jenis reaktor generasi empat berpendingin helium yang memiliki kelebihan yaitu tidak bereaksi dengan unsur lainnya. Thorium sebagai bahan bakar nuklir bersifat lebih aman, tidak mudah terbakar dan menghasilkan produk fisi jangka panjang.  Metode penelitian yang digunakan menggunakan seperagkat program SRAC disertai data nuklida pada JENDL 3.2. Hasil penelitian menunjukkan teras reaktor GFR dengan geometri teras silinder dan berbahan bakar Thorium Nitride yang homogen telah mencapai keadaan kritis dengan nilai excess reactivity sebesar 0,0034% pada fraksi volume 55% fuel, 10% cladding dan 35% coolant.
Sosialisasi kawasan keselamatan operasi penerbangan di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Hairul Amren Samosir; Panangian Mahadi Sihombing; Muhammad Amril
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v4i1.327

Abstract

Rules related to aviation operation safety areas (KKOP) authorized by the International Civil Aviation Organization (ICAO) must be complied with. The regulations related to the KKOP must involve the community and related government employees to be implemented optimally. This is done to avoid the cause of aircraft accidents in the airport flight area. Therefore, awareness activities related to KKOP rules need to be carried out to the community and relevant local government employees. KKOP socialization in Durian Village which is directly adjacent to Kualanamu International Airport in Deli Serdang has been carried out by Medan Aviation Polytechnic lecturers through community service programs. The airport was chosen because it is the fourth largest airport with an area of 1,650 ha and is among the top 10 busiest airports in Indonesia. KKOP socialization materials include descriptions related to community activities that are contrary to KKOP rules. In addition, the elaboration of binding legal aspects related to KKOP was also conveyed in socialization activities. Thus, the rules related to KKOP are expected to be obeyed by the community around the airport. Topics related to the rights of the community around KKOP were also presented to the community.
Perancangan Antena Mikrostrip Dual Band Profil Rendah Menggunakan Teknik DGS Dan Meander Line Untuk Aplikasi GNSS Sihombing, Panangian Mahadi
Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2486.11 KB) | DOI: 10.51510/trekritel.v1i1.412

Abstract

Some of the parameters that are considered to measure GNSS antenna performance are polarization, polarization, bandwidth, return loss and antenna dimensions. This study aims to design a low profile dual band microstrip antenna using the Defected Ground System (DGS) and Menader Line (ML) techniques for GNSS applications. In this research, the DGS technique is used to increase the bandwidth while the ML technique is used to reduce the antenna dimensions. This antenna design uses a FR4 Epoxy substrate with a thickness of 1.6 mm. To design and analyze the antenna, the CST Studio Suite 2016 simulator is used. The simulator is equipped with an optimizer feature that can optimize antenna parameters. Based on the design results, an antenna with a size of 183.6 x 183.6 x 1.6 mm3 has been produced. The antenna works in dual band, namely in the band 1247 - 1294 MHz (bandwidth - 3.70% BW) for radio navigation satellite services Glonass (G2) and Galileo (E6). And in the band 1539-1606 MHz (4.26% BW) for the Galileo (E1) flight radio navigation service, Compass and GPS (L1). Keywords: Global Navigation Satellite System (GNSS), low-profile dual-band microstrip antenna, Defected Ground System (DGS) dan Meander Line (ML).
Sosialisasi Instalasi CCTV Berbasis IoT di Medan Tenggara Kecamatan Medan Denai Amril , Muhammad; Sihombing, Panangian Mahadi; Samosir, Hairul Amren; Anwar, Syairi; Yuda, Yang
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 3 No. 2 (2023): Dedikasi Sains dan Teknologi : Volume 3 Nomor 2, Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v3i2.3525

Abstract

Saat ini, close circuit television (CCTV) banyak diaplikasikan di berbagai bangunan baik di perkantoran, pertokoan maupun perumahan. Hal ini terjadi karena di daerah perkotaan rentan terjadi kasus pencurian maupun tindakan kekerasan. Kelurahan Medan Tenggara merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Medan Denai Kota Medan. Berdasarkan laporan dari pihak Kelurahan Medan Tenggara kepada Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Penerbangan Medan (Poltekbang Medan), masyarakat sering mengalami pencurian baik sepeda motor, uang dan barang berharga lainnya. Berdasarkan masalah tersebut, Tim PKM Poltekbang Medan tertarik melakukan pelatihan instalasi CCTV berbasis internet of things (IoT) untuk masyarakat di kelurahan tersebut. Hal ini juga didukung oleh hasil survei di lapangan bahwa masyarakat belum mampu menginstal CCTV berbasis IoT secara mandiri. Dan masih keberatan untuk menggunakan jasa instalasi CCTV berbasis IoT. Instalasi CCTV berbasis IoT diperlukan agar area yang diawasi dapat diakses melalui ponsel pintar secara real-time. Tahapan sosialisasi ini diawali dengan penjelasan teori terkait CCTV berbasis IoT dan prosedur instalasinya. Selanjutnya, dilakukan praktik instalasi CCTV berbasis IoT secara langsung oleh peserta. Dan tahapan terakhir adalah evaluasi pemahaman peserta melalui pra-test dan post-test. Setelah pelatihan ini dilakukan diharapkan masyarakat mampu menginstal CCTV secara mandiri sehingga dapat mengantisipasi resiko pencurian lebih lanjut. Dan juga diharapkan juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan sebagai usaha jasa instal CCTV berbasis IoT.
Pelatihan menggulung ulang kumparan motor listrik Alternating Current 1 phasa di Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara Usman, Usman; Dwiyanto, Dwiyanto; Panjaitan, Albert; Amren, Hairul; Sihombing, Panangian Mahadi
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v3i1.235

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Binjai 2022, jumlah penduduk berusia 5 – 24 tahun Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara sebanyak 3.634 jiwa dengan perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan hampir 1:1. Selain itu, berdasarkan tingkat pendidikan telah diketahui juga persentasi penduduk berusia 7 – 24 tahun, yaitu SD/sederajat 33,61%, SMP/sederajat 12,74%, SMA/ke atas 23,04%, dan tidak bersekolah lagi 30,61%. Berdasarkan data tersebut, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Penerbangan Medan berempati untuk melaksanakan pelatihan di Kelurahan Jati Makmur. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali/ meningkatkan keahlian yang bersifat teknik khususnya bagi penduduk yang tidak bersekolah lagi. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup penduduk di kelurahan tersebut. Tim PKM telah melaksanakan pelatihan menggulung ulang kumparan motor listrik alternating current (AC) 1 phasa selama 3 hari di Kelurahan Jati Makmur. Jenis pelatihan tersebut dipilih karena berdasarkan data BPS Kota Binjai 2022, sumber air minum penduduk Kelurahan Jati Makmur adalah air isi ulang atau air sumur bor (pompa). Sehingga penggunaan motor listrik AC 1 phasa sebagai penggerak pompa sangat sering digunakan. Tahapan pelatihan diawali dengan pengenalan aplikasi, prinsip kerja, dan bagian-bagian motor listrik. Tahapan selanjutnya adalah praktek membongkar, menggulung ulang kumparan, dan memasang kembali motor listrik. Terdapat 3 metode pendekatan yang digunakan pada pelatihan ini, yaitu metode ceramah, peragaan, dan praktek. Evaluasi hasil pelatihan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test kepada setiap peserta. Berdasarkan hasil test tersebut diperoleh peningkatan pemahaman peserta pelatihan terkait menggulung ulang kumparan motor listrik, yaitu dari nilai rata-rata 45 (pre-test) menjadi 90 (post-test)