Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI PUSKESMAS BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN HILIR Cahyadi, Romy; Ismainar, Hetty; Hamid, Abdurrahman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25781

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke unit rawat jalan Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir yang berjumlah 4.594 orang dengan jumlah sampel 95 orang menggunakan accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar keluarga tidak mendukung sebanyak 50 orang (52,6%), sikap negatif sebanyak 54 orang (56,8%), keluarga yang tidak sehat sebanyak 58 orang (61,1%), pengetahuan rendah 49 orang (51,6%), tidak puas sebanyak 48 orang (50,5%) dan tidak menjadi peserta JKN sebanyak 51 orang (53,7%). Hasil analisa multivariat yaitu dukungan keluarga berhubungan terhadap keikutsertaan JKN (OR: 3,723; CI 95%: 1,239-11,189) serta pengetahuan berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 4,284; CI 95%: 1,368-13,420). Dukungan keluarga berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 3,723; CI 95%: 1,239-11,189). Sikap tidak berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi kesehatan lansia tidak berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Pengetahuan berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 4,284; CI 95%: 1,368-13,420)
Analisa Tingkat Kelelahan Lansia Post Covid-19 di Kota Pekanbaru Hamid, Abdurrahman; Wisanti, Eka; Ezdha, Awaliyah Ulfah Ayudytha
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 7/ Nomor 1/ Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.118 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v7i1.150

Abstract

Introduction: Long covid is a term used to describe an illness experienced by survivors of Covid-19 where they still feel the long-term effects of the Coronavirus much longer than expected. long covid symptoms are easy fatigue, shortness of breath, sore throat, cough, chest pain, joints, difficulty concentrating and problems with memory or brain fog, insomnia. Fatigue is the most common symptom experienced by elderly survivors of covid 19 after fever and shortness of breath which occurs in 30% of all elderly survivors of covid 19. Objective: The purpose of this research is to determine the level of fatigue of elderly survivors of covid 19 which will be associated with characteristics including the level of symptoms experienced. felt by the elderly. Methods: The methodology used is simple and descriptive so that it can see the level of fatigue of the elderly survivors of Covid 19 in the Pekanbaru city. The sample used was 40 elderly people at least 14 days after Covid 19 and showed negative test results. Result: The results of this study were no fatigue for 6 people (15%), mild fatigue for 22 people (55%), moderate fatigue for 10 people (25%), and very fatigue for 2 people (5%). Conclusion: health workers who treat COVID-19 patients, especially the elderly, can anticipate the impact, especially fatigue, by conducting an assessment after completing isolation so that later they can carry out appropriate nursing interventions.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Booklet Diet Hemodialisa (BookET Lisa) Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Hemodialisa di RSUD dr. RM. Pratomo Bagansiapiapi Ezdha, Awaliyah Ulfah Ayudytha; Hamid, Abdurrahman; Fitri, Dwi Elka; Anggreini, Silvia Nora; Julianti, Elli Elfiza
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 7/ Nomor 1/ Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.668 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v7i1.152

Abstract

Introduction: One of the therapies for patients with chronic kidney is hemodialysis. Hemodialysis aims to eliminate the remnants of metabolic products or protein and as a correction of fluid and electrolyte balance disorders. In addition, this dialysis procedure can also cause complications, including affecting nutritional status. Some patients have difficulty managing nutritional intake but they do not get an understanding of how strategies can help them in managing nutritional diets. The strategy that needs to be done is providing health education using booklets on nutritional diets for hemodialysis patients. Objective: The purpose of this study is to determine the effect of health education with a media booklet on a nutritional diet on the knowledge and attitudes of hemodialysis patients in RSUD DR RM. Pratomo Bagansiapiapi. The number of respondents in this study was 27 respondents. Method: This research is a quantitative study using pre-experimental design research in the form of a pretest-posttest design with one group design. Based on the results of the T-test Dependent. The number of respondents in this study was 27 respondents. Results: It was obtained that the p-value (0,000) of knowledge and attitudes was smaller than 0.05. Conclusion: the conclusion of this study is there is a significant difference in knowledge and attitudes before and after being given health education about media booklet the nutritional diet of hemodialysis patients.
The influence of occupational health and safety signs on safe behavior among oil palm factory workers at PT. Sewangi Sawit Sejahtera Sumarni, Rani; Santoso, Santoso; Hamid, Abdurrahman
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1445

Abstract

The installation of safety signs in the palm oil factory of PT. Sewangi Sawit Sejahtera is still insufficiently attended to by the workers, as evidenced by the presence of several outdated safety signs that are no longer clearly visible, rendering the conveyed messages unclear. The general objective of this study is to determine the Influence of Safety Signs on Workers' Safety Behavior at the Palm Oil Factory of PT. Sewangi Sawit Sejahtera in 2021. The significance of this research lies in its role as a platform for exchanging information and providing education on workplace accident prevention. This study adopts a Quasi-Experimental Non-Randomized Control Group Pretest and Posttest Design, involving 40 workers in the factory. The research was conducted between August and September 2021. The findings indicate a significant impact on workers' safety behavior before and after the intervention in the Experimental group, as evidenced by the significance level of the paired t-test. Logistic Regression analysis reveals that the most influential variable on safety behavior is the presence of safety signs, followed by tenure, supervision, and age. Therefore, it is recommended that efforts be made to enhance socialization activities and training to improve workers' knowledge regarding workplace safety and health, along with repairing or replacing unclear or damaged safety signs within the company premises.
Kajian Kesiapan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Bagan Punak Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Sari, Rina Gustina; Gustina, Tin; Rahayu, Endang Purnawati; Herniwanti, Herniwanti; Hamid, Abdurrahman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.347

Abstract

Abstrak Latar Belakang :. Dalam penerapan Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3), dibutuhkan beberapa faktor yang perlu dipenuhi seperti unsur internal dan eksternal penerapan K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kesiapan penerapan K3 di Puskesmas Bagan Punak Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Informan utama dalam penelitian ini sebanyak tiga orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter penanggung jawab terhadap K3 dan Pegawai Puskesmas, sedangkan informan pendukung sebanyak dua orang yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan dan Penanggung Jawab Program K3. Analisis kesiapan penerapan K3 di Puskesmas Bagan Punak ditinjau dari aspek internal dan eksternal. Hasil: Kendala internal berupa belum adanya sumber daya kesehatan yang berlatar belakang pendidikan K3, tidak adanya rancangan dana untuk penerapan K3, kurangnya ketersediaan peralatan yang sesuai dengan peraturan pemerintah, serta kurangnya tenaga kesehatan dalam memahami buku pedoman yang telah dirancang. Kendala di eksternalnya adalah belum diterapkannya kebijakan yang harus diikuti dan kurangnya monitoring dari pihak dinas kesehatan ke puskesmas setelah dilaksanakan pelatihan untuk tenaga Kesehatan di puskesmas khususnya kepada petugas penanggung jawab K3. Kesimpulan: Disarankan kepada Puskesmas Bagan Punak adalah mengusulkan tenaga yang akan menjadi penanggung jawab K3 dan dibentuknya Tim K3 di Fasyankes, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, menambah ketersediaan alat K3, dan menetapkan kebijakan penerapan K3 di puskesmas. Study of The Readiness Assessment For Occupational Health and Safety Implementation at Bagan Punak Health Center Rohil District Riau Province Abstract Background: In the implementation of Occupational Safety and Health (K3), several factors are needed that need to be fulfilled, such as the internal and external elements of the application of K3. The purpose of this study was to analyze the readiness for the application of K3 at the Bagan Punak Health Center, Bangko District, Rokan Hilir Regency, Riau Province. Methods: This study uses qualitative methods through in-depth interviews, observation and document review. The main informants in this study were three people consisting of the Head of the Health Center, the Doctor in charge of K3 and Health Center employees, while the supporting informants were two people consisting of the Head of the Health Service and the Person in Charge of the K3 Program. Analysis of readiness for the application of K3 at the Bagan Punak Health Center in terms of internal and external aspects. Result: Internal constraints in the form of the absence of health resources with an OHS educational background, the absence of a design fund for the implementation of K3, the lack of availability of equipment in accordance with government regulations, and the lack of health workers in understanding the designed guidebook. Meanwhile, the external constraints are that the policies that must be followed have not been implemented and the lack of monitoring from the health office to the puskesmas after training for health workers at the puskesmas, especially the officers in charge of K3. Conclusion: Suggested to the Bagan Punak Health Center are proposing personnel who will be in charge of K3 and the formation of an K3 Team at the Health Facilities, coordinating with the Health Office, increasing the availability of K3 equipment, and establishing policies for implementing K3 at the puskesmas.
EDUKASI LATIHAN PEREGANGAN OTOT PADA PEKERJA PABRIK TAHU TEMPE Erianti, Susi; Anggreny, Yecy; Hamid, Abdurrahman; Lastari, Raja Fitrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28906

Abstract

Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, mengurangi risiko, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Penyakit yang sering muncul pada pekerja yang mempertahankan posisi untuk waktu yang lama adalah masalah muskuloskeletal, terutama keluhan nyeri pinggang atau nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah merujuk pada rasa sakit atau tekanan antara tulang rusuk bagian bawah dan kaki. Ketidaknyamanan pada pinggang ini disebabkan oleh posisi kerja yang sebagian besar dilakukan dalam posisi duduk statis dan gerakan berulang. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah muskuloskeletal pada pekeja adalah dengan melakukan latihan peregang otot. Hasil edukasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pekerja sebelum (pre test) yaitu 65 % menjadi 85% setelah (post test ) artinya ada perbedaan pengetahuan pekerja setelah dilakukan edukasi latihan peregangan otot. Dengan meningkatnya pengetahuan pekerja tentang latihan peregangan otot tersebut diharapkan pekerja dapat menerapkan latihan peregangan otot tersebut di sela – sela bekerja sehingga pekerja bisa terhindar dari masalah muskolskeletal dan pekerja bisa meningkatkan kualitas dan motivasi kerja.
PKM Upaya Peningkatan Kesehatan Lansia dan Manajemen Administrasi Berbasis Teknologi Informasi Pada Bina Keluarga Lansia (BKL) Kampung KB Mekar Wangi Pekanbaru Devis, Yesica; Irawan, Yuda; Hamid, Abdurrahman
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.3220

Abstract

Bina Keluarga Lansia (BKL) Kampung KB Mekar Wangi Pekanbaru merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara berkelompok dan bertujuan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia di Kampung KB Mekar Wangi Kelurahan Tangkerang Barat Pekanbaru yang menjadi mitra dalam kegiatan PKM ini. Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lansia adalah masalah kesehatan, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kesehatan kelompok lansia. Kader pada BKL Mekar Wangi berjumlah 22 orang dan memiliki pendidikan rata-rata SMA kebawah. Adapun 3 permasalahan prioritas yang dihadapi oleh mitra yaitu: 1) Minimnya pengetahuan kader tentang kesehatan lansia; 2) Pencatatan administrasi BKL masih dilakukan secara manual; dan 3) Minimnya peralatan kesehatan bagi BKL. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan pada mitra Bina Keluarga Lansia Kampung KB Mekar Wangi yaitu upaya meningkatkan kesehatan lansia melalui pelatihan dan penyuluhan kepada kader lansia, penyuluhan kepada lansia, pengadaan peralatan pendukung kesehatan, dan perancangan sistem informasi untuk manajemen administrasi secara terkomputerisasi. Beberapa kegiatan yang telah selesai dilaksanakan pada kegiatan pengabdian yaitu perancangan aplikasi bina keluarga lansia, penyuluhan peningkatan pengetahuan para kader bina keluarga lansia, pelatihan penggunaan peralatan Kesehatan lansia, dan penyuluhan pentingnya posyandu lansia. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa tercapainya peningkatan kesehatan mitra, meningkatnya pelayanan mitra, dan meningkatnya pengetahuan mitra.
Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia Pratiwi, Lusi Ade; Hamid, Abdurrahman; Roslita, Riau; Rasyid, Abdur; Lita, Lita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2385

Abstract

Background: As the number of elderly people in Indonesia, particularly in Pekanbaru City, increases, the implementation of clean and healthy living behaviors is crucial for improving their quality of life. This is because the elderly are a vulnerable group to various diseases, including infections. Purpose: To describe the knowledge, attitudes, and behaviors of clean and healthy living in the elderly. Methods: This study used a quantitative design with a descriptive and survey approach, involving 60 elderly respondents from the Payung Sekaki Community Health Center in Pekanbaru City. The instrument used was a questionnaire to assess knowledge, attitudes, and behaviors of clean and healthy living in the elderly. Results: The majority of respondents were aged 60-69 years (50 respondents (83.3%), and 37 respondents were male (62.7%). Most had completed high school/vocational school/junior high school (28 respondents (46.7%), the majority had no medical history (25 respondents (41.7%), and 21 respondents (35%) were entrepreneurs. Based on knowledge level, the majority of respondents (30 respondents) had sufficient knowledge. All respondents had a positive attitude toward clean and healthy living behaviors (100%), and clean and healthy living behaviors was categorized as good (38 respondents) (63.3%). Conclusion: Most respondents were aged 60-69 years, male, most had completed high school/vocational school/junior high school, had no medical history, and were entrepreneurs. Based on knowledge level, the majority of respondents had sufficient knowledge, all respondents had a positive attitude toward clean and healthy living behaviors and good.   Keywords: Attitude; Clean and Healthy Living Behavior; Elderly; Knowledge.   Pendahuluan: Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, khususnya di Kota Pekanbaru, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Hal karena lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk infeksi. Tujuan: Untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan survei, yang melibatkan 60 responden lansia dari Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia. Hasil: Mayoritas usia responden Adalah 60-69 tahun sebanyak 50 responden (83.3%), dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 37 responden (62.7%). Sebagian besar menamatkan pendidikan hingga SMA/SMK/SLTA sebanyak 28 responden (46.7%), mayoritas tidak memiliki Riwayat penyakit sebnyak 25 responden (41.7%), dan riwayat pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 21 responden (35%). Berdasarkan tingkat pengetahuan, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 30 responden (50%). Seluruh responden memiliki sikap positif terhadap PHBS (100%) dan perilaku PHBS sendiri masuk ke dalam kategori baik sebanyak 38 responden (63.3%). Simpulan: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar menamatkan pendidikan hingga SMA/SMK/SLTA, tidak memiliki riwayat penyakit, dan riwayat pekerjaan sebagai wiraswasta. Berdasarkan tingkat pengetahuan, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup, seluruh responden memiliki sikap positif terhadap PHBS, dan perilaku PHBS baik.   Kata Kunci: Lansia; Pengetahuan; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Sikap.
Penerapan Metode Pembelajaran OBE terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Hamid, Abdurrahman; Hamid, Abdurahman
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis Teknologi, Kognitif, dan Etnomatematik
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v8i2.3011

Abstract

Pada abad ke-21, pendidikan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menunjukkan motivasi belajar yang tinggi serta kemampuan berpikir adaptif. Outcome Based Education (OBE) merupakan pendekatan pedagogis yang menempatkan capaian pembelajaran sebagai indikator utama keberhasilan; namun efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa masih memerlukan pembuktian empiris. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pendekatan pembelajaran OBE terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional kausal-komparatif. Populasi penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di sebuah universitas. Terdapat 210 mahasiswa Pendidikan Matematika FMIPA UNM, dan 138 di antaranya dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert yang mengukur tingkat penerapan OBE dan motivasi belajar mahasiswa. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS melalui regresi linear sederhana dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan pengaruh yang signifikan antara penerapan OBE dan motivasi belajar mahasiswa, dengan dampak yang lebih kuat pada motivasi intrinsik dibandingkan insentif ekstrinsik. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan OBE dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa apabila dirancang secara partisipatif dan berfokus pada capaian. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan implementasi Outcome Based Education (OBE) melalui pembelajaran kontekstual dan berpusat pada mahasiswa. Secara teoretis, penelitian ini turut memperkuat model integratif yang mengaitkan teori OBE dengan teori motivasi belajar kontemporer.
Analisa Waste Waktu Tunggu Menggunakan Pendekatan Lean Pada Depo Farmasi Rawat Jalan Amir, Elfizon; Hartono, Budi; Leonita, Emy; Ismainar, Hetty; Hamid, Abdurrahman; Mulya, Adrian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22777

Abstract

Waktu tunggu layanan farmasi merupakan salah satu indikator mutu layanan di rumah sakit.  Kemenkes menetapkan standar waktu pelayanan resep  untuk obat jadi di Depo Farmasi tidak lebih dari 30 menit dan obat racik tidak lebih dari 60 menit.  Hasil rekapan waktu tunggu depo farmasi rawat jalan RS Az Zahra Ujung Batu selama tahun 2024 menunjukkan masih di atas standar pelayanan minimal yang ditetapkan Kemenkes. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis waste serta memahami pendekatan Lean Hospital sebagai solusi perbaikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam.   Hasil penelitian mendapatkan bahwa waste waktu kritis utama adalah waste sumber daya manusia (SDM) dan waktu tunggu (waste waiting).  Penyebabnya adalah distribusi tenaga yang tidak merata, prosedur administrasi yang tidak efisien, sistem informasi yang tidak optimal dan kurangnya peralatan penunjang.  Menggunakan Lean Hospital melalui pemetaan Value Stream Mapping (VSM) dapat diidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan dapat disusun strategi pengurangan waste.  Kesimpulan, Waste terjadi pada aspek sumber daya manusia dan waktu tunggu (waste waiting) akibat sistem pelayanan yang belum optimal serta keterbatasan fasilitas.