Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Study pada karyawan gudang UD. SINAR REJEKI Surabaya) Santirianingrum Soebandi; Mefia Fera Agustina
PRAGMATIS Vol 2, No 1 (2021): March
Publisher : Faculty of Economic and Business Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/pragmatis.v2i1.2015

Abstract

This research is an empirical study at UD SINAR REJEKI Business Entity in Surabaya which aims to prove that Compensation and Work Environment have a significant influence on employee morale. This study used a quantitative approach with a population of 57 people in the UD SINAR REJEKI business entity and a sample of 40 respondents. The analysis technique used is multiple linear regression using SPSS 20 software preceded by data quality test and classic assumption test. The results showed that all data were declared valid and reliabel and met the classical assumption test requirements. The conclusion of the study that compensation and work environment had a significant effect on the work spirit of employees with evidence of t-test results on both variables obtained a significance value of less than 0.05.
Menilai Kepuasan Nasabah: Dampak Kualitas Informasi dan Layanan di Sektor Perbankan Reza Mustofa; Santirianingrum Soebandhi
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Di tengah persaingan yang semakin ketat, kualitas informasi dan layanan menjadi dua aspek penting dalam industri perbankan. Informasi yang akurat dan mudah dipahami dapat membantu nasabah merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan terkait produk perbankan. Di sisi lain, layanan yang responsif dan ramah memberikan pengalaman positif bagi nasabah. Ketika kedua faktor ini diperhatikan secara konsisten, bank dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah. Evaluasi terhadap kualitas informasi dan layanan menjadi langkah penting yang perlu dilakukan untuk memastikan bank tetap kompetitif dalam menghadapi persaingan yang semakin dinamis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi dan kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah pada Bank X di kota Gresik. Matode: Menggunakan pendekatan survei, data dikumpulkan melalui kuesioner online selama tiga bulan, menghasilkan 110 respon yang valid dari nasabah berusia 17-50 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen (kualitas informasi dan kualitas layanan) dan variabel dependen (kepuasan nasabah). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi dan layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Peningkatan kedua aspek ini dapat memperkuat hubungan jangka panjang antara bank dan nasabah. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas informasi dan layanan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan nasabah Bank X di Gresik. Meskipun hasil ini menunjukkan dampak positif, keterbatasan sampel dan variabel menunjukkan bahwa hasil ini belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak bank dan lokasi serta mempertimbangkan variabel tambahan seperti kepercayaan dan keamanan transaksi untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF LELE BUDIKDAMBER DI KAMPOENG OASE SONGO SURABAYA Wibisono, Freshinta Jellia; Soebandhi, Santirianingrum; Masfufatun, Masfufatun; Wibisono, Freegied Satriya; Candra, Adi; Fardiansyah, Al; Isnaeni, Mutia; Islam, Afif Fajrul; Jalal, Ismul; Mentari, Andi Oktaviana; Qurraty’ain, Seryna Hasna; Habibi, Miftahul; Amrulloh, Azmi Khalid; Laily, Aulia Nur
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025): Article in Press
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21126

Abstract

Abstract. Kampoeng Oase Songo has a community that is eager to innovate in order to become an economically independent village. Community activities in waste processing have been running, but wet organic waste processing is still not maximized. This community service activity aims to increase income and food security in the family, through maggot cultivation as an alternative feed for catfish. The methods used include training and mentoring activities on maggot cultivation and catfish cultivation in buckets. The results of this service activity can provide knowledge and skills to Kampoeng Oase Songo community members in maggot cultivation. Maggot processing becomes more optimal, with the maggot harvest can be sold in the fish market as fish feed, and also used for catfish feed in budikdamber. The community also gained knowledge and skills in bucket fish farming. Despite the small area, residents can still raise catfish, and grow hydroponic vegetables. This can be a living refrigerator that provides catfish and kale vegetables, so that nutritious food security can be achieved. The sustainability of the service program can solve the problem of organic waste with maggot cultivation, increase community income by selling maggot products, and food availability in the family with fish farming in buckets.   Abstrak. Kampoeng Oase Songo Surabaya dikenal dengan Kampung Songo atau Kampung Sayur Simo memiliki masyarakat yang bersemangat dalam berinovasi guna menjadi kampung yang mandiri secara perekonomian. Kegiatan masyarakat pada pengolahan limbah sudah berjalan, namun pengolahan limbah organik basah masih belum maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan dalam keluarga, melalui budidaya maggot sebagai pakan alternatif lele budikdamber. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini meliputi kegiatan pelatihan dan pendampingan budidaya maggot dan budidaya ikan lele dalam ember. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan pada warga masyarakat Kampoeng Oase Songo dalam budidaya maggot. Pengolahan maggot menjadi lebih optimal, dengan hasil panen maggot dapat dijual di pasar ikan sebagai pakan ikan, dan juga digunakan untuk pakan ikan lele pada budikdamber. Masyarakat juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya ikan dalam ember. Meskipun lahan yang sempit, warga tetap dapat memelihara lele, dan menanam sayuran kangkung hidroponik. Hal ini dapat menjadi kulkas hidup yang menyediakan ikan lele dan sayuran kangkung, sehingga dapat tercapai ketahanan pangan yang bergizi dalam keluarga. Keberlanjutan program pengabdian dapat mengatasi permasalahan limbah organik dengan budidaya maggot, peningkatan pendapatan masyarakat dengan penjualan hasil maggot, dan ketersediaan pangan dalam keluarga dengan budidaya ikan dalam ember.  
TIKTOK SEBAGAI PLATFORM PEMASARAN: ANALISIS CONTENT MARKETING & VIRAL MARKETING TERHADAP PURCHASE INTENTION Agustina, Leliana; Soebandhi, Santirianingrum
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37476/jbk.v14i2.5116

Abstract

Penciptaan promosi digital yang dilakukan perusahaan kecantikan tentunya berbeda-beda dan unik, sehingga dapat membentuk ketertarikan konsumen. content marketing dan viral marketing merupakan bentuk pemasaran yang berbeda, namun memiliki keterkaitan dalam mempengaruhi minat beli konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh content marketing dan viral marketing terhadap purchase intention dari produk Glad2Glow di Surabaya. Metode penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dari pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online dan dari hasil tersebut diperoleh 130 responden yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam menganalisis kaitannya antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing dan viral marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran digital yang efektif dalam memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, untuk meningkatkan minat beli konsumen. Penelitian ini berkontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran dan menjadi referensi untuk penelitian lanjutan di bidang serupa.
Pelatihan Komunikasi Pemasaran sebagai Media Promosi untuk Produk Usaha Mikro Kecil di Surabaya: Training in Marketing Communication as a Promotional Media for Micro and Small Business Products in Surabaya Soebandhi, Santirianingrum; Wahyudiono, Wahyudiono; Aditya, Dana
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.443

Abstract

ABSTRACT  This community service aims to provide training on the use of social media and conventional media to micro and small business actors after the Covid-19 pandemic. This training was attended by 20 participants who live in Surabaya and surrounding areas, especially those engaged in small industrial and craft businesses. When providing practical material using digital-based social media such as the TikTok application, practicality and effectiveness are the main considerations. The training method consists of three stages, namely: a) identifying the characteristics of micro and small business actors, b) designing a training model, and c) carrying out training that includes material on conventional media and social media. The training results showed that participants were very enthusiastic in the marketing communications aspect, especially in the use of social media. This is because marketing is still the main obstacle for micro and small businesses. Understanding social media and using it for business development is a suitable alternative in the current era because social media has a wider scope, is easy to use, and is effective without the limitations of space, time, and place. Therefore, optimizing the use of social media is a step that must be spread on a large scale, so that micro and small businesses can improve customer service, expand product reach, and encourage natural and sustainable marketing growth.  Keywords: Business; Communication; Growth; Marketing; Media   ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan media sosial dan media konvensional kepada pelaku usaha mikro kecil setelah pandemi Covid-19. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, terutama yang bergerak dalam usaha industri kecil dan kerajinan. Saat memberikan materi praktik menggunakan media sosial berbasis digital seperti aplikasi TikTok, aspek kepraktisan dan efektivitas menjadi pertimbangan utama. Metode pelatihan terdiri dari tiga tahapan, yaitu: a) mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha mikro kecil, b) merancang model pelatihan, dan c) melaksanakan pelatihan yang mencakup materi tentang media konvensional dan media sosial. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam aspek komunikasi pemasaran, terutama dalam penggunaan media sosial. Hal ini karena pemasaran masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha mikro kecil. Memahami media sosial dan menggunakannya untuk pengembangan usaha menjadi alternatif yang sesuai di era saat ini, karena media sosial memiliki cakupan yang lebih luas, mudah digunakan, dan efektif tanpa terbatas oleh batasan ruang, waktu, dan tempat. Oleh karena itu, optimalisasi penggunaan media sosial menjadi langkah yang harus diperluas secara besar-besaran, sehingga pelaku usaha mikro kecil dapat meningkatkan pelayanan konsumen, memperluas jangkauan produk, dan mendorong pertumbuhan pemasaran secara alami dan berkelanjutan. Kata kunci: Komunikasi; Media; Pemasaran; Pertumbuhan; Usaha
Implementasi Program Pendampingan Manajemen dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Industri Mikro dan Kecil Batik di Kota Mojokerto Dwi Bhakti Iriantini; Wahyudiono Wahyudiono; Santirianingrum Soebandhi; Yuda Prawira; Nisrina Dwi Nur Raniah
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Desember: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v3i4.869

Abstract

This community service program aims to provide management assistance to micro and small batik industries in optimizing digital platform and social media-based marketing. This allows these micro and small batik industry players to reach a wider network and ensure their business sustainability in the future after the pandemic. This community service program uses a qualitative descriptive approach, which aims to capture the real-world conditions related to the management of batik industry players in Mojokerto. This mentoring program was attended by micro and small batik industry players, primarily small and craft industries, including 10 batik artisans and industry managers residing in Mojokerto. The mentoring method was implemented through four stages: a) identifying mentoring needs for micro and small batik industry players, b) selecting management literacy priorities, c) designing a management literacy mentoring program, and d) implementing the management mentoring program for micro and small batik industries. The management mentoring program indicates that micro and small batik industry players require ongoing marketing and business development management mentoring. After entering the COVID-19 pandemic, batik industry players in Mojokerto have not been able to recover to pre-COVID-19 levels in 2019. The management mentoring program includes four stages: a) delivering material on the role of management, business sustainability, business problems, and formulating solutions; b) identifying relevant management problems discussed in a focus group discussion; c) mentoring on marketing aspects and optimizing the role of cooperatives within batik industry groups; d) mentoring on business sustainability management through digital business optimization. Through this structured management mentoring program, micro and small batik industry players will be able to improve their management and business management.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Program Pemasaran Bersama (ePPB) dalam Rangka Meningkatkan Fleksibilitas Pemasaran Industri Mikro dan Kecil di Kota Surabaya Wahyudiono Wahyudiono; Santirianingrum Soebandhi; Dana Aditya; Luthfia Nabila Hidayani
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v4i1.950

Abstract

This community service aims to provide training on the use of the Joint Marketing Program (eJMP) application module to micro and small industry players in the Surabaya city, so that marketing of MSI products can be carried out flexibly without being limited by space, place and time, so that marketing can reach a wider network and ensure the sustainability of MSI businesses in the future. This community service activity uses a qualitative descriptive approach by photographing the real conditions of marketing management of micro and small industries, then providing eJMP module training to 20 micro and small industry sector players as well as owners who are domiciled in the Surabaya city. The eJMP module training method is implemented through four stages, namely: (1) identifying the suitability of the eJMP module content to the marketing needs of MSI businesses, (2) determining the eJMP module training model with its marketing literacy priorities, (3) elaborating the eJMP content with MSI marketing literacy materials, and (4) implementing the eJMP module training for micro and small industry players. The results of this training indicate that micro and small industry players still experience difficulties in marketing MSI products, therefore optimizing the use of the eJMP application can help micro and small industry businesses to optimize marketing together, flexibly and effectively. This eJMP application module training includes material on the important role of joint marketing, optimizing the role of cooperatives, an introduction to the eJMP application and joint marketing simulations through the eJMP application. This training, which is carried out in a structured and systematic manner for micro and small industry players, is expected to be able to improve flexible and effective joint marketing and ensure the sustainability of MSI businesses in the future .