Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Makna Dalam Lirik Lagu Ya Habiba Ya Falastin Karya Maher Zain Analisis Semiotika Roland Barthes Dzulqaidah, Amalia; Masnani, Sitti Wahidah; Andi Agussalim; Ridwan, Muhammad
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 5 No. 03 (September) (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v5i03 (September).47495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam lirik lagu “Ya Habiba Ya Falastin” karya Maher Zain dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu ini tidak hanya mengekspresikan cinta terhadap Palestina, tetapi juga sarat dengan simbol perlawanan, penderitaan, dan harapan akan kemerdekaan. Pendekatan Barthes diterapkan untuk menganalisis makna pada tiga tingkat: denotatif (makna literal), konotatif (makna emosional dan kultural), dan mitos (ideologi yang tersembunyi). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap lirik sebagai data primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu ini membentuk konstruksi ideologis dan spiritual di mana Palestina tidak hanya hadir sebagai tempat geografis, melainkan sebagai simbol kolektif perjuangan umat. Lagu ini juga menampilkan narasi mitologis tentang keberanian, ketabahan, dan identitas, serta menegaskan musik sebagai media yang efektif dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan perlawanan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sastra Arab modern, khususnya dalam mengungkap relasi antara bahasa, simbol, dan ideologi dalam teks lagu Arab kontemporer.
The Effect of Technology Perception and Learning Engagement on Student Satisfaction in Online Learning Muh. Alwi; Risnashari Risnashari; Juhardi Juhardi; Kusmaladewi Kusmaladewi; Arifin Tahir; Sitti Wahidah Masnani
International Journal of Educational Development Vol. 2 No. 4 (2025): International Journal of Educational Development
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijed.v2i3.394

Abstract

This study aims to analyze the effect of online learning engagement on student satisfaction, with time management as a mediating variable. Using a quantitative approach with a cross-sectional survey design, this study involved 150 students from the UPPBJ UT Makassar Program who were selected using cluster sampling techniques. The variables used in this study included online learning engagement, technology perception, and student satisfaction, which were measured using a 5-point Likert scale. The data were analyzed using Smart PLS version 4.0 software, which included measurement and structural model evaluation to examine convergent, discriminant, and reliability validity. The results showed that online learning engagement did not have a significant effect on student satisfaction, although there was a positive relationship. However, online learning engagement had a significant effect on technology perception, which in turn had a significant effect on student satisfaction. Technology perception played an important role as a mediator in the relationship between online learning engagement and student satisfaction, reinforcing the direct effect. This mediating effect shows that even though online learning engagement does not directly increase satisfaction, perceptions of online learning technology play a crucial role in increasing student satisfaction. This study provides insight into the importance of technology perceptions in online learning.
Reading Palestinian Resistance through Peircean Semiotics: A Semiotic and Qur’anic Analysis of Mahmoud Darwish’s Identity Card Pratama, Rendi; Masnani, Sitti Wahidah; Mujadilah, Mujadilah; Agussalim, Andi; Ridwan, Muhammad
Jurnal Adabiyah Vol 25 No 2 (2025): December (Islamic Humanities)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v25i2a9

Abstract

This study aims to analyze the poem Identity Card by Mahmoud Darwish as a representation of the identity and resistance of the Palestinian people through Charles Sanders Peirce's semiotic approach which includes icons, indexes, and symbols. The focus of the study is directed at how the meaning of suffering, attachment to the land, and the strengthening of collective identity are articulated in the poem, as well as its relationship to the Qur'anic principles of maintaining identity, defending the homeland, and resisting oppression. The research method used is qualitative-descriptive with Peirce's semiotic approach. Primary data is in the form of the text of the poem Identity Card, while secondary data is obtained from scientific literature on the life of Mahmoud Darwish, the context of the Palestinian struggle, as well as the study of interpretation and hadith related to the value of resistance. An analysis of the nine main quotes of the poem was carried out using the Peirce framework, then enriched with a normative-religious perspective to reveal the ethical and spiritual dimensions of the resistance presented. The results of the study show that the icon depicts the concrete reality of the suffering of the Palestinian people due to occupation; the index reflects an existential attachment to the land understood as a divine trust; Meanwhile, symbols contain collective resistance through diction such as "angry", "name", and Identity Card that affirm pride and courage in the face of oppression. These three aspects are in harmony with the values of the Qur'an: identity as sunnatullah (QS. Al-Ḥujurāt: 13), land as a trust (QS. Nūḥ: 19), and resistance to tyranny as a manifestation of faith (HR. Muslim, no. 49). Thus, the poem Identity Card is not only an aesthetic work, but also a cultural, ideological, and spiritual discourse that represents the collective struggle of the Palestinian people and offers a universal meaning of justice and humanity. ملخص يهدف هذا البحث إلى تحليل قصيدة "بطاقة الهوية" لمحمود درويش كتمثيل لهوية الشعب الفلسطيني ومقاومته من خلال سيميائية تشارلز ساندرز بيرس (الأيقونات، الفهارس، الرموز). ينصب تركيزه على معنى المعاناة والتعلق بالأرض وتعزيز الهوية الجماعية، ويرتبط بالمبادئ القرآنية في الدفاع عن الهوية والدفاع عن الوطن ومحاربة الاضطهاد. يستخدم منهج البحث هذا النوعية الوصفية مع المنهج السيميائي لتشارلز ساندرز بيرس (الأيقونات والفهارس والرموز). البيانات الأولية في شكل نص قصيدة "بطاقة الهوية"، بينما تأتي البيانات الثانوية من الأدبيات العلمية حول الدرويش والنضال الفلسطيني. تم تحليل الاقتباسات الشعرية التسعة من خلال إطار بيرس، وإثرائه بمقاربة معيارية دينية قائمة على القرآن والحديث، بحيث يمكن قراءة معنى المقاومة ليس فقط سياسيا، ولكن أيضا أخلاقيا وروحيا. تظهر النتائج أن الأيقونة تصور الواقع الملموس لحياة الشعب الفلسطيني، والمؤشر يعكس المعاناة والتعلق بالأرض كأمانة، بينما يؤكد الرمز الهوية الجماعية والمقاومة من خلال كلمات مثل "غاضب" مليئة بالمقاومة. تتماشى هذه النتيجة مع القرآن: الهوية كسنة الله (QS. الحجرات: 13) ، الأرض كأمانة (QS. نوح: 19) ، ومقاومة الظلم كجزء من الإيمان (HR. Muslim ، رقم 49). قصيدة محمود درويش "بطاقة الهوية" ليست مجرد تعبير جمالي، بل هي تمثيل للمعاناة الجماعية للشعب الفلسطيني التي تتناغم مع القيم القرآنية للهوية والأرض ومقاومة الاضطهاد. وهكذا ، تعمل هذه القصيدة كتعبير جمالي بالإضافة إلى خطاب ثقافي وأيديولوجي وروحي يؤكد المقاومة ويعطي معنى عالميا للنضال ضد الظلم. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis puisi Identity Card karya Mahmoud Darwish sebagai representasi identitas dan perlawanan rakyat Palestina melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana makna penderitaan, keterikatan pada tanah, dan penguatan identitas kolektif diartikulasikan dalam puisi tersebut, serta keterkaitannya dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an tentang menjaga identitas, membela tanah air, dan melawan penindasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan semiotika Peirce. Data primer berupa teks puisi Identity Card, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah mengenai kehidupan Mahmoud Darwish, konteks perjuangan Palestina, serta kajian tafsir dan hadis terkait nilai resistensi. Analisis dilakukan terhadap sembilan kutipan utama puisi menggunakan kerangka Peirce, kemudian diperkaya dengan perspektif normatif-religius untuk menyingkap dimensi etis dan spiritual dari perlawanan yang dihadirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon menggambarkan realitas konkret penderitaan rakyat Palestina akibat penjajahan; indeks merefleksikan keterikatan eksistensial pada tanah yang dipahami sebagai amanah ilahi; sedangkan simbol mengandung perlawanan kolektif melalui diksi seperti “marah”, “nama”, dan “kartu identitas” yang menegaskan kebanggaan dan keberanian menghadapi penindasan. Ketiga aspek tersebut selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an: identitas sebagai sunnatullah (QS. Al-Ḥujurāt: 13), tanah sebagai amanah (QS. Nūḥ: 19), dan perlawanan terhadap kezaliman sebagai manifestasi iman (HR. Muslim, no. 49). Dengan demikian, puisi Identity Card bukan hanya karya estetis, melainkan juga wacana kultural, ideologis, dan spiritual yang merepresentasikan perjuangan kolektif rakyat Palestina serta menawarkan makna universal tentang keadilan dan kemanusiaan.
RIFFATERRE'S SEMIOTIC ANALYSIS OF THE SONG ATUNA TUFULI BY REMI BANDALI Muhammad Nurfaizi Yuhmansyah; Sitti Wahidah Masnani; Haeruddin Haeruddin; Andi Agussalim; Mujadilah Nur
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3308

Abstract

Songs are one form of oral literature that has the power to convey messages through language and music. So the analysis of the meaning of the lyrics of the song Atuna Tufuli popularized by Shirine was carried out using Michael Riffaterre's semiotic analysis which focuses on the analysis of poetry (song lyrics). This study aims to find the meaning of the lyrics of the song Atuna Tufuli by describing namely (1) indirectness of expression, (2) heuristic and hermeneutic reading, (3) matrix, and (4) Model and hypogram (intertextual correlation). This study is a descriptive-qualitative type of research with a semiotic approach and the lyrics of the song Atuna Tufuli as its corpus. The design used in this study is a library study (Library Research). The results show that the lyrics of Atuna Tufuli by Remi Bandali utilize indirectness of expression to convey the complex meaning of love. (1) indirectness of expression includes: (a) Displacement of meaning. (b) distortion of meaning. (c) Creation of meaning. (2) Heuristic and Hermeneutic Readings describe the expression of suppressed feelings of love. (3) The matrix of these lyrics can be identified as "the desire of children in conflict areas to have freedom and a normal life". (4) Model and hypogram (intertextual correlation), the model can be various elements that are already known to the listener or reader, such as the theme of the desire to have freedom and a normal life, as well as the call for attention and assistance for children living in conflict and violence, the style of writing lyrics, and expressions of longing that can be found in works of art, literature, and music. The hypogram in the song "Atuna Tufuli" by Remi Bandali lies in the repetition of classical themes that emphasize the desire of children to have a normal childhood and peace, which are often found in ancient Arabic poetry.
PAKEM SUATU CARA DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA Masnani, Sitti Wahidah
Inspiratif Pendidikan Vol 8 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v8i2.11353

Abstract

Penelitian model pakem dilatarbelakangi oleh adanya sebagian mahasiswa yang mendapatkan nilai yang rendah, metode pembelajaran yang digunakan belum dapat memecahkan masalah bagi dosen serta keaktifan mahasiswa belum merata. Tujuan penelitian mendeskripsikan bagaimana  penerapan serta pengaruh yang ditimbulkan dalam penerapan  pembelajaran pakem dalam mata kuliah Tahqiq An-Nusus. Dalam pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik pengamatan, wawancara serta tes sedangkan pengolahan datanya digunakan  analisis deskriptif komparatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari dua siklus dengan  dua model yaitu Gallery Work dan Team Quis dalam kategori sangat baik paling tinggi 58,82% yang disusul 32,35 % dalam kategori baik dan 8,82% sangat kurang. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa menunjukkan keberanian dalam berfikir, menganalisa tanggapan-tanggapan yang dilontarkan oleh temannya, antara mahasiswa dan dosen terjadi interaksi dalam memecahkan masalah, begitu juga saat mendiskusikan pertanyaan dan tanggapan dari kelompok lain sudah berbagi dengan teman sekelompoknya untuk saling bergantian dalam menjawab pertanyaan dan sanggahan dari kelompok lain. Demikian pula mahasiswa yang tadinya pendiam sudah berbaur dengan mahasiswa yang aktif dalam diskusi. Kepercayaan dirinya mulai terbangun kembali
Pengaruh Kesiapan Belajar, Kemampuan Teknologi, dan Motivasi Berprestasi terhadap Keaktifan Belajar Mahasiswa Fhisip UT Makassar dengan Self-Efikasi sebagai Variabel Moderasi Alwi, Muh.; Kusmaladewi Kusmaladewi; Risnashari Risnashari; Juhardi Juhardi; Sitti Wahidah Masnani
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v4i3.2425

Abstract

Online learning has become one of the innovations in modern education, enabling students to access learning materials and participate in instructional interactions flexibly without being limited by space and time, as reflected in the learning characteristics of Universitas Terbuka (UT). Tutorial Tatap Maya (TUWEB) is designed as a communication medium between students and tutors to support the learning process, broaden knowledge, deepen subject matter, and clarify students’ understanding of the courses they study. Based on this background, this study aims to analyze the effect of learning readiness, technological ability, and achievement motivation on UT students’ learning activity by involving self-efficacy as a moderating variable. This study employed a quantitative approach. The sample size was determined using probability sampling with Harry King’s Nomogram formula at a 5% error level and a 95% multiple factor of 1.195, resulting in a total sample of 200 respondents. Data were collected using a questionnaire with a 1–4 Likert scale and analyzed with the assistance of SmartPLS software. The results showed that technological ability influenced learning activity, with an f-square value of 0.124, categorized as a small to moderate effect. Learning readiness also had a significant effect on learning activity, with an f-square value of 0.058, indicating a small effect. Achievement motivation did not significantly affect learning activity, as shown by an f-square value of 0.000. Self-efficacy had a significant effect on learning activity, with an f-square value of 0.154, categorized as a moderate effect. However, self-efficacy did not moderate the relationship between technological ability, learning readiness, or achievement motivation and students’ learning activity.
Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembuatan Modul Elektronik di SMAN 17 Lamuru Kabupaten Bone Muh. Alwi; Risnashari Risnashari; Juhardi Juhardi; Kusmaladewi Kusmaladewi; Jamil Jamil; Sitti Wahidah Masnani; Andi Agussalim
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei :Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i2.2413

Abstract

The enhancement of teachers' digital competence is a strategic issue directly impacting the success of digital transformation in schools. The partner of this community service, SMAN 17 Lamuru in Bone Regency, faced constraints regarding limited digital literacy and technostress in producing independent interactive teaching materials. This program aimed to improve teachers' digital competence in developing electronic modules (e-modules) through a structured mentoring program. The execution method utilized a Blended Workshop and Coaching model based on a participatory learning approach involving 30 subject teachers. The offline intervention was conducted over two days through a combination of lecturing, live demonstration, guided practice, and Focus Group Discussions (FGD), followed by three weeks of independent mentoring. Evaluation instruments included performance observation sheets, satisfaction questionnaires, and capability tests using a 1–100 assessment scale. Data were analyzed using the parametric paired samples t-test. The statistical results indicated a highly significant improvement, where the teachers' mean score surged from 55.50 during the pretest to 83.50 in the posttest session, yielding a t-value of 34.293 with a coefficient of Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. The guided participatory approach proved effective in reducing the digital divide classically and fostering teachers' self-efficacy. The program concludes that this mentoring successfully produced valid subject e-modules ready to be implemented to support a student-centered learning ecosystem.
Makna Dalam Lirik Lagu Ya Habiba Ya Falastin Karya Maher Zain Analisis Semiotika Roland Barthes Amalia Dzulqaidah; Sitti Wahidah Masnani; Andi Agussalim; Muhammad Ridwan
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 6 No. 02 (Mei) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v6i02 (Mei).52719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam lirik lagu “Ya Habiba Ya Falastin” karya Maher Zain dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu ini tidak hanya mengekspresikan cinta terhadap Palestina, tetapi juga sarat dengan simbol perlawanan, penderitaan, dan harapan akan kemerdekaan. Pendekatan Barthes diterapkan untuk menganalisis makna pada tiga tingkat: denotatif (makna literal), konotatif (makna emosional dan kultural), dan mitos (ideologi yang tersembunyi). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap lirik sebagai data primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu ini membentuk konstruksi ideologis dan spiritual di mana Palestina tidak hanya hadir sebagai tempat geografis, melainkan sebagai simbol kolektif perjuangan umat. Lagu ini juga menampilkan narasi mitologis tentang keberanian, ketabahan, dan identitas, serta menegaskan musik sebagai media yang efektif dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan perlawanan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sastra Arab modern, khususnya dalam mengungkap relasi antara bahasa, simbol, dan ideologi dalam teks lagu Arab kontemporer.
PERGULATAN PEREMPUAN DALAM RUANG TRADISI DAN MODERNITAS PADA NOVEL SAYYIDAT AL-QAMAR KARYA JOKHA ALHARTHI Nurul Aulia Hamzah; Sitti Wahidah Masnani
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 6 No. 02 (Mei) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v6i02 (Mei).52720

Abstract

Tulisan ini membahas pergulatan perempuan dalam ruang tradisi dan modernitas pada novel Sayyidat al-Qamar karya Jokha Alharthi. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana tokoh-tokoh perempuan, terutama Mayya, Asma, dan Khawla, menghadapi konflik internal dan eksternal yang berkaitan dengan kewajiban keluarga, struktur patriarki, kelas sosial, warisan perbudakan, serta perubahan sosial masyarakat Oman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan intrinsik yang diperkuat oleh pembacaan sosiologi sastra. Data primer penelitian berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel Sayyidat al-Qamar, sedangkan data sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan teori konflik, novel, dan transformasi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan mendalam, studi pustaka, pencatatan, pelabelan, dan pengkodean data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam novel tidak hanya hadir sebagai unsur pembangun alur, tetapi juga sebagai representasi ketegangan sosial yang dialami perempuan dalam masyarakat Oman. Mayya merepresentasikan perempuan yang terjebak dalam pernikahan yang tidak sepenuhnya dipilih, Asma memperlihatkan kepatuhan terhadap struktur sosial, sedangkan Khawla menunjukkan keberanian dalam menegosiasikan norma. Novel ini memperlihatkan bahwa modernitas membuka ruang perubahan, tetapi tidak serta-merta membebaskan Perempuan dari tradisi, patriarki dan hierarki sosial
Representasi Nilai Moral dalam Iklan Kellogg's Noodles: Sebuah Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce Nurhidayah Asgar; Sitti Wahidah Masnani; Andi Agussalim
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 2 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i2.52660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya berbagai tanda verbal dan non-verbal yang ditampilkan oleh pengiklan dalam Iklan Kellogg’s Noodles namun belum diketahui maknanya serta pesan apa yang disampaikan dalam setiap scene yang ditampilkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis tanda verbal dan non-verbal dalam iklan كيلوجز نودلز طعم قلب الدنيا berdasarkan Semiotika CS Peirce. (2) Menganalisis nilai moral yang terkandung dalam iklan كيلوجز نودلز طعم قلب الدنيا.  Dalam penelitian terhadap “Iklan Kellogg’s Noodles”, peneliti mengumpulkan data-data untuk mendukung hasil penulisan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik Simak bebas cakap.  Teknik simak merupakan salah satu jenis teknik pengumpulan data dari penggunaan bahasa, baik secara verbal maupun non-verbal. Peneliti tidak berpartisipasi dalam percakapan dengan sumber data. Peneliti hanya berperan sebagai penyimak karena data bebentuk video. Langkah selanjutnya adalah teknik catat yaitu mencatat informasi atau data yang diperoleh dari objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Nilai-nilai Moral dalam iklan berupa (1) Sikap sikap hormat dan kelembutan dalam berkomunikasi, (2) Prioritas Utama dalam pengambilan keputusan makanan, (3) Kejujuran dan Transparansi, (4) Keharmonisan dan Kebahagiaan Keluarga, (5) Bertindak bijaksana terhadap manipulasi bahasa, (6) Pentingnya pemahaman kesehatan dalam mengonsumsi makanan, (7) Sikap terbuka dan prasangka baik, dan (8) Kepercayaan dalam Keberagaman. Nilai-nilai moral tersebut ditemukan berdasarkan penjabaran penjelasan makna tanda verbal dan non-verbal dalam Iklan Kellogg’s Noodles menggunakan pendekatan Semiotika CS Peirce.