Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL HERITAGE

EKSEGESIS SYAIR LAGU WAJIB NASIONAL BERDASARKAN KAJIAN HERMENEUTIK GUNA MEMAHAMI MAKNA DAN PESAN KEPAHLAWANAN UNTUK PENANAMAN KARAKTER PADA ANAK Gatut Setiadi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1568

Abstract

Eksegesis merupakan sebuah tindakan untuk menafsirkan serta memberikan berbagai pejelasan dari suatu teks agar dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam teks tersebut. Pemahaman makna teks sangat penting karena dengan memahami makna tersebut maka maksud atau pesan dari pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Seperti halnya makna tersirat dalam syair lagu perjuangan yang menyampaikan pesan-pesan kepahlawanan bagi bangsa Indonesia. Lagu wajib nasional merupakan bagian dari lagu perjuangan, yakni lagu fenomenal yang menjadi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan menjadi kepribadian serta ciri khas bangsa Indonesia. Untuk memahami pesan di dalam syair lagu wajib nasional diperlukan analisis dan interpretasi pada syair lagu tersebut, sehingga sangat relevan untuk ditinjau dan dianalisa dari perspektif hermeneutik yakni menafsirkan suatu kata, kalimat, paragraf atau keseluruhan teks untuk menemukan makna dalam teks tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis dan interpretasi terhadap ketujuh teks lagu wajib nasional yang diciptakan mulai tahun 1924 sampai 1949. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan historis. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan teknik pustaka atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan berbagai macam pesan kepahlawanan di dalam ketujuh teks lagu wajib nasional tersebut, antara lain (1) Nasionalisme, yang meliputi sifat kebanggaan terhadap Negara, cinta tanah air, mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan. (2) Patriotisme meliputi sifat, rela berkorban, berani berjuang, pantang menyerah, berjiwa pembaharu. Pesan kepahlawanan ini jika dipahami dengan baik sejak tingkat dasar akan menjadi landasan pembentukan karakter anak bangsa yang memiliki nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsanya, yakni bangsa Indonesia.
DIFUSI INOVASI DALAM MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEKS FANTASI MENGGUNAKAN APLIKASI ADOBE ANIMATE CREATIVE CLOUD Nurma Yuwita; Ahmad Aminudin; Gatut Setiadi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i2.1702

Abstract

Media pembelajaran dengan menggunakan teknologi aplikasi dapat menumbuhkan minat belajar pada peserta didik, sehingga mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Difusi inovasi Aplikasi Adobe Animate Creative Cloud menjadi alternatif aplikasi yang dapat digunakan pada pembelajaran interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah difusi inovasi dalam pengembangan media interaktif teks fantasi menggunakan aplikasi Adobe Animate Creative Cloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi adobe animate creative cloud teks cerita fantasi merupakan gabungan konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan khususnya pada materi teks fantasi oleh peserta didik SMP untuk pembelajaran kurikulum 2013. Aplikasi adobe animate creative cloud teks cerita fantasi harus menggunakan sebuah sarana komputer yang memiliki tingkat spesifikasi yang layak, agar media tersebut dapat digunakan dengan maksimal, yakni (a) kecepatan prosesor Dual Core 1,8 Ghz; (b) operating system windows menggunakan windows 7, windows 8.0 dan 8.1; (c) 2 GB RAM; (d) 250 GB Hard Drive space; (e) 64-bit monitor warna LED 20 inch yang bisa menampilkan resolusi 1336 x 768; (f) CD-ROM drive.
PESAN POLITIK KEBANGSAAN SEBAGAI REKONSILIASI KIAI PASCA PESTA DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF COORDINATED MANAGAMENT OF MEANING (CMM) Ahmad Aminuddin; Nurma Yuwita; Gatut Setiadi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2557

Abstract

Penelitian ini berangkat dari CMM guna mengkaji pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai. CMM berfokus pada diri dan hubungannya dengan orang lain, serta interpretasi makna pada sebuah pesan (Philipsen dalam West & Turner, 2014, h.115). CMM adalah teori praktis dan menyediakan kerangka komprehensif untuk mengatur hubungan antarfenomena dan telah mengembangkan berbagai alat seperti hierarki makna. Peneliti mengkaji politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi dikarenakan pemilu 2019 menjadi batu uji kesiapan bangsa demokrasi secara maju dan beradap. Sehingga, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, dapat menyandingkan Islam dan demokrasi. Momentum pemilu 2019 telah usai dan sudah terpilih presiden, wakil presiden, maupun para anggota legislatif. Maka bangsa Indonesia diharapkan kembali bersatu. Pihak-pihak yang sebelumnya berkompetisi secara politik, harus kembali merangkul dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa dan menciptakan perdamaian. Mantan Ketua MK Mahfud MD (dalam detikNews, 2019) mengajak segenap bangsa untuk melakukan rekonsiliasi atau pemulihan. Rekonsiliasi menurut Mahfud adalah kembali ke posisi masing-masing dengan cita-cita menjaga negara berdasarkan konstitusi. Guna mengawal rekonsiliasi di masyarakat maka dibutuhkan pesan politik kebangsaan dari Kiai. Karena Kiai merupakan tokoh sentral yang akan selalu dipatuhi oleh masyarakat. Kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen rekonsiliasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif-konstruktivis. Metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan CMM theory dalam konteks politik kebangsaan. Politik kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan setiap orang untuk lebih mengedepankan kepada unsur kemanusiaan demi perdamaian dan kesejahteraan rakyat.
EKSEGESIS SYAIR LAGU WAJIB NASIONAL BERDASARKAN KAJIAN HERMENEUTIK GUNA MEMAHAMI MAKNA DAN PESAN KEPAHLAWANAN UNTUK PENANAMAN KARAKTER PADA ANAK Gatut Setiadi
HERITAGE Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1568

Abstract

Eksegesis merupakan sebuah tindakan untuk menafsirkan serta memberikan berbagai pejelasan dari suatu teks agar dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam teks tersebut. Pemahaman makna teks sangat penting karena dengan memahami makna tersebut maka maksud atau pesan dari pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Seperti halnya makna tersirat dalam syair lagu perjuangan yang menyampaikan pesan-pesan kepahlawanan bagi bangsa Indonesia. Lagu wajib nasional merupakan bagian dari lagu perjuangan, yakni lagu fenomenal yang menjadi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan menjadi kepribadian serta ciri khas bangsa Indonesia. Untuk memahami pesan di dalam syair lagu wajib nasional diperlukan analisis dan interpretasi pada syair lagu tersebut, sehingga sangat relevan untuk ditinjau dan dianalisa dari perspektif hermeneutik yakni menafsirkan suatu kata, kalimat, paragraf atau keseluruhan teks untuk menemukan makna dalam teks tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis dan interpretasi terhadap ketujuh teks lagu wajib nasional yang diciptakan mulai tahun 1924 sampai 1949. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan historis. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan teknik pustaka atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan berbagai macam pesan kepahlawanan di dalam ketujuh teks lagu wajib nasional tersebut, antara lain (1) Nasionalisme, yang meliputi sifat kebanggaan terhadap Negara, cinta tanah air, mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan. (2) Patriotisme meliputi sifat, rela berkorban, berani berjuang, pantang menyerah, berjiwa pembaharu. Pesan kepahlawanan ini jika dipahami dengan baik sejak tingkat dasar akan menjadi landasan pembentukan karakter anak bangsa yang memiliki nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsanya, yakni bangsa Indonesia.