Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pencapaian Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Menggunakan Model Lesson Study pada Pembelajaran Matematika Ekonomi Roesdiana, Lessa; Hidayati, Nita
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 2 No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v2i2.1292

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menelaah peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan menggunakan metode lesson study dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian posttes only dengan populasi penelitian yaitu mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Karawang. Instrumen tes mencakup tes kemampuan pemahaman matematis dengan indikator dan variabel yang diukur adalah tingkat kemampuan pemahaman matematis. Data diolah menggunkan Software SPSS versi 22 for Windows, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan model lesson study lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Jadi dapat disimpulkan model lesson study dapat meningkatkan hasil belajar matematika khususnya mata kuliah matematika ekonomi. 
Systematic Literature Review: Ethnomathematical Context of Batik Motifs in Mathematics Learning Roesdiana, Lessa; Juandi, Dadang; Turmudi, Turmudi
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 8 No 2 (2024): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v8i2.11370

Abstract

This study aims to determine whether ethnomathematics of batik motifs can be used as a mathematics learning approach and implemented in schools. The results of identifying articles from 2013 to 2023 through systematic literature review (SLR) referring to the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) obtained 12 sinta articles from a database of 200 articles. The findings of the SLR are two types of articles that are implemented directly to students in schools and only examine ethnomathematics from various batik motifs, geometry transformation material obtained from all articles
Analisis Jalur Pengaruh Self Awareness dan Self Efficacy Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Gee, Efrata; Amalia, Rizki; Roesdiana, Lessa; Juandi, Dadang; Turmudi; Herman, Tatang
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 9 No 1 (2025): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v9i1.95

Abstract

Self awareness dan Self Efficacy merupakan dua variabel yang sangat penting dimiliki siswa dalam belajar matematika sehingga melalui riset ini ingin mengetaui pengaruhnya terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan terhadap di kelas VIII dengan jumlah siswa 25 orang. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini diantaranya data primer dan data sekunder. Data primer yakni data hasil angket variabel Self Awareness dan Self Efficacy yang diberikan langsung kepada siswa, sementara data sekunder yaitu nilai ulangan harian siswa. Guna menjawab rumusan masalah atau hipotesis pada penelitian menggunakan analisis jalur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa bahwa baik variabel Self Awareness  dan Self Efficacy masing nilai Sig. 0,001 dan Sig. 0,01 kurang dari 0,05 artinya bahwa kedua variabel baik secara simultan maupun satu satu mempengaruhi variabel prestasi belajar matematika siswa.
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL TRIGONOMETRI: SEBUAH PENGEMBANGAN UNTUK PENCAPAIAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SEKOLAH KEJURUAN Ramlah, Ramlah; Hidayati, Nita; Hanifah, Hanifah; Abadi, Agung Prasetyo; Nur, Iyan Rosita Dewi; Julistiwa, Vanessa Rahmawati; Roesdiana, Lessa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.10965

Abstract

Pembelajaran trigonometri di SMK masih terkendala rendahnya kemampuan pemahaman konsep, minat belajar, dan keterbatasan media digital interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital “jam sinchan” untuk memfasilitasi pencapaian kemampuan pemahaman konsep trigonometri siswa SMK program keahlian Teknik Mesin di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE, melibatkan 20 siswa kelas XI. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli media dan materi, angket respon siswa, observasi keterlaksanaan, serta tes uraian pemahaman konsep. Hasil validasi menunjukkan media dinyatakan sangat layak dengan skor 96% dari ahli media dan 92% dari ahli materi. Respon siswa juga sangat positif dengan persentase minat belajar 88,33%, kemudahan pemahaman 90%, dan kemudahan penggunaan 76,67%, sehingga total respon mencapai 84,38%. Dengan demikian, media “jam sinchan” terbukti valid, praktis, dan efktif untuk memfasilitasi pencapaian kemampuan pemahaman konsep trigonometri sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan.Trigonometry learning in vocational high schools (SMK) still encounters challenges such as limited conceptual understanding, low learning interest, and the lack of interactive digital media. This study aims to develop a digital learning medium called “Jam Sinchan” to facilitate students’ attainment of conceptual understanding in trigonometry within the Mechanical Engineering program at a vocational high school in Karawang Regency. The research employed a research and development method using the ADDIE model with a sample of 20 eleventh-grade students. The instruments included validation sheets from media and material experts, student response questionnaires, observation sheets, and a conceptual understanding test. The validation results indicated that the media was categorized as highly feasible, with scores of 96% from media experts and 92% from material experts. Student responses were also highly positive, with percentages of 88.33% for learning interest, 90% for ease of understanding, and 76.67% for ease of use, yielding an overall feasibility score of 84.38%. Thus, “Jam Sinchan” is valid, practical, and effective in supporting students’ conceptual understanding of trigonometry while creating a more engaging learning experience.
EKSPLORASI PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN AI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA SISWA SMP Krisdianto, Josua; Roesdiana, Lessa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap penggunaan kecerdasan buatan Artificial Intelligence/AI dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam kaitannya dengan kemampuan pemahaman konsep matematis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII SMPN 6 Cibitung. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa siswa memandang AI sebagai alat bantu yang efektif dalam memahami materi matematika, terutama karena kemampuannya memberikan penjelasan secara bertahap dan sistematis. Ditemukan pula kekhawatiran siswa terhadap ketergantungan berlebih dan kebingungan ketika jawaban dari AI tidak sesuai dengan metode guru. Guru juga menyatakan pentingnya pendampingan dalam penggunaan AI agar siswa tetap memprioritaskan proses berpikir. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital dan pembelajaran berbasis pemahaman konseptual untuk mendukung penggunaan AI secara optimal dan tidak menggantikan peran guru.
Eksplorasi Peran Self-Efficacy terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Riandhita, Mayla; Roesdiana, Lessa
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v8i2.11710

Abstract

Abstrak Dominasi penelitian kuantitatif sebelumnya telah berhasil memetakan korelasi antara self-efficacy dan hasil belajar, namun sering kali luput memotret dinamika psikologis internal siswa saat mengomunikasikan ide matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana self-efficacy membentuk proses komunikasi matematis siswa SMP melalui pendekatan inkuiri naratif. Tiga siswa kelas VII dipilih secara purposive sebagai kasus unik (information-rich cases) untuk merepresentasikan tingkat self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis lintas kasus mengungkap pola yang kompleks: siswa dengan self-efficacy tinggi (S1) menunjukkan konsistensi logis dan persistensi strategi; siswa dengan self-efficacy sedang (S2) mengalami ketidakselarasan (misalignment), di mana keberanian mencoba tidak ditopang oleh pemahaman konsep yang memadai sehingga memicu kesalahan strategi; sedangkan siswa dengan self-efficacy rendah (S3) menunjukkan mekanisme penghindaran tugas (avoidance behavior) akibat ketidakberdayaan. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengungkapan naratif bahwa self-efficacy bukan sekadar prediktor prestasi, melainkan berfungsi sebagai pemungkin (enabler) kognitif yang menentukan akses siswa terhadap potensinya. Temuan ini mengisi celah literatur kuantitatif dengan menjelaskan mengapa ketidakselarasan antara keyakinan dan kemampuan bisa terjadi. Kata kunci: Self-Efficacy, Komunikasi Matematis, Studi Naratif Abstract Previous quantitative studies have successfully mapped the correlation between self-efficacy and learning outcomes, yet often fail to capture students' internal psychological dynamics when communicating mathematical ideas. This study aims to explore in-depth how self-efficacy shapes junior high school students’ mathematical communication processes through a narrative inquiry approach. Three seventh-grade students were purposively selected as unique, information-rich cases to represent high, moderate, and low self-efficacy levels. Cross-case analysis reveals a complex pattern: students with high self-efficacy (S1) demonstrated logical consistency and strategic persistence; students with moderate self-efficacy (S2) experienced a misalignment, where the courage to attempt problems was not supported by adequate conceptual understanding, leading to strategic errors; meanwhile, students with low self-efficacy (S3) exhibited avoidance behavior due to learned helplessness. The novelty of this study lies in the narrative revelation that self-efficacy is not merely a predictor of achievement but functions as a cognitive enabler that determines students' access to their potential. These findings fill a gap in quantitative literature by explaining why a misalignment between belief and ability can occur.  Keywords: Self-Efficacy, Mathematical Communication, Narrative Study
Higher-order thinking research in mathematics education: a bibliometric mapping analysis Kartika, Hendra; Lamberg, Teruni; Sopiany, Hanifah Nurus; Imami, Adi Ihsan; Roesdiana, Lessa; Adirakasiwi, Alpha Galih
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 20, No 2: May 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v20i2.22088

Abstract

This study presents a bibliometric analysis of research on higher-order thinking skills (HOTS) in mathematics education. The objectives are to examine publication distribution and identify leading journals, authors, institutions, and countries. Data were retrieved from the Scopus database and analyzed using VOSviewer software. A total of 104 articles published between 2004 and 2022 were reviewed. Various visual representations, including graphs, tables, charts, and maps, were used to present the findings. The results show that HOTS research in mathematics education is closely associated with problem-solving, mathematics learning, and assessment. Eurasia Journal of Mathematics, Science, and Technology Education emerged as the most prominent journal, while Universiti Teknologi Malaysia was identified as the most influential institution, with Malaysia playing a significant role in this research domain. These findings provide a comprehensive overview of the research landscape and offer directions for future studies in mathematics education. Based on these results, suggestions for future research are proposed.
PELATIHAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA BAGI KOMUNITAS BELAJAR MGMP IPA KABUPATEN PURWAKARTA Budiman, Indra; Sari, Rika Mulyati Mustika; Roesdiana, Lessa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of this community service program is to improve the teaching skills of junior high school science (IPA) teachers by teaching them a deep learning method that fits with the Merdeka Curriculum. The Science Teachers' Professional Learning Community (MGMP IPA) of Purwakarta Regency was the program's partner. The approaches used to put the plan into action included needs analysis, conceptual training, hands-on practice in making instructional materials based on deep learning with the use of artificial intelligence (AI), guided classroom implementation, and reflective evaluation. Data were gathered via pre-test and post-test questionnaires, along with observation sheets evaluating the quality of teaching materials. The findings show that teachers' comprehension of concepts (±75%), teaching skills (±85%), and the quality of instructional materials (±80%) have all improved a lot. Teachers showed that they could create science lessons that are more meaningful, focused on the student, and encourage critical and reflective thinking. The initiative also made it easier for colleges and universities to work together with teachers by creating a lasting learning community. The results imply that AI-assisted deep learning training is a good way to make science teachers more professional, and it could work well in other areas as well.
Kemampuan Berpikir Matematis Siswa Berdasarkan Teori Mason Hanifah, Hanifah; Lestari, Widiarti Dwi; Roesdiana, Lessa; Hidayati, Nita
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 11, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v11i1.21334

Abstract

Kemampuan berpikir matematis merupakan kemampuan yang penting dalam pembelajaran matematika. Namun, beberapa siswa masih kurang tepat dalam proses berpikirnya yang disebabkan oleh belum optimalnya kemampuan mereka dalam mengeksplorasi berpikir matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa berdasarkan Teori Mason pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII J SMPN 2 Telukjambe Timur dengan jumlah partisipan sebanyak 34 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas VIII J SMPN 2 Telukjambe Timur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian pada materi bangun ruang sisi datar yang disusun berdasarkan empat indikator berpikir matematis dalam Teori Mason, yaitu specializing, generalizing, conjecturing, dan convincing. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan profil kemampuan berpikir matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18% siswa berada pada kategori kemampuan tinggi, 62% pada kategori sedang, dan 20% pada kategori rendah. Siswa pada kategori tinggi mampu memenuhi keempat indikator berpikir matematis, sedangkan siswa pada kategori sedang dan rendah belum mampu memenuhi seluruh indikator secara optimal. Secara umum, kemampuan berpikir matematis siswa berada pada kategori sedang berdasarkan tahapan Teori Mason.