Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL P5 TEMA BHINNEKA TUNGGAL IKA UPACARA ADAT, ALAT MUSIK, DAN RUMAH IBADAH KELAS II SDN SEWUKAN MAGELANG Prastowo, Stefani Putri; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.2895

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan sebuah gagasan yang dilaksanakan dalam kurikulum merdeka. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dirancang dalam usaha untuk membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan sila-sila dalam Pancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan kualitas modul P5 pada kelas II sekolah dasar dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Metode penelitian ini menggunakan R&D dengan tipe ADDIE. R&D merupakan metode penelitian yang bisa digunakan dalam bidang pendidikan untuk menghasilkan sebuah produk dan menguji keefektifan produk yang dihasilkan. Produk yang dikembangkan adalah modul P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika yang melibatkan 4 orang validator dan 20 peserta didik kelas II SD. Hasil dari penelitian  (1) Pengembangan modul P5 tema Bhinneka Tunggal Ika dengan judul “Satu Nusantara, Berjuta Warna: Perjalanan Menjelajahi Upacara Adat, Alat Musik, dan Rumah Ibadah Indonesia” untuk kelas II SD, dikembangkan dengan lima tahapan ADDIE yaitu: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. (2) Kualitas produk modul P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika untuk kelas II sekolah dasar memperoleh rata-rata validasi 3,81 dengan kategori “sangat baik” dan berdasarkan hasil pre-test dan post-test terhadap 20 peserta didik terdapat peningkatan nilai rerata dari 63,5% menjadi 86% dengan peningkatan sebesar 22,5%.
Peningkatan Sikap Disiplin dan Hasil Belajar Materi Hak-Kewajiban Menggunakan Model PBL dan Media Visual Kelas IV SDK Sang Timur Yogyakarta Febyranti, Febyranti; Sumarah, Ignatia Esti
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 3 Oktober 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i3.399

Abstract

Dari hasil wawancara dengan guru kelas IV di SDK Sang Timur Yogyakarta, peneliti mendapatkan informasi bahwa peserta didik di kelas tersebut belum disiplin. Selain itu, hasil belajar untuk Pendidikan Pancasila materi hak dan kewajiban belum mencapai KKM (70). Oleh karena itu, peneliti melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Metode yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan tes. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas IV di SD tersebut, 9 laki-laki dan 6 perempuan. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan peneliti terdiri dari 2 siklus, dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan media visual. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap disiplin dan hasil belajar. Persentase peningkatan sikap disiplin: dari ketagori sangat disiplin, meningkat dari 27% di siklus 1 menjadi 47% di siklus 2. Pada kategori disiplin, meningkat dari 13% di siklus 1 menjadi 40% di siklus 2. Persentase keberhasilan belajar juga meningkat dari 60% di pra siklus menjadi 80% di siklus 2.
Pengembangan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kearifan Lokal untuk Kelas IV SDN Karang Klaten Permatasari, Aprilia Dwi; Sumarah, Ignatia Esti
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.543

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan titik pijak dalam penerapan kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil kuesioner yang peneliti bagikan kepada lima guru kelas IV SD di Klaten, peneliti mendapatkan informasi bahwa guru membutuhkan contoh modul P5 tema kearifan lokal pada topik tata krama, makanan olahan singkong, serta wisata khas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kualitas modul P5. Metode yang peneliti gunakan yaitu wawancara, kuesioner, dan tes. Subjek penelitian adalah 10 peserta didik  yang terdiri dari 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pengembangan modul menggunakan model ADDIE dengan langkah-langkah: 1) Analyze, membagikan kuesioner kepada guru kelas IV. (2) Design, melakukan studi pustaka dan membuat kisi-kisi modul. (3) Develop, membuat modul, memvalidasi produk kepada 4 validator, dan merevisi modul. (4) Implement, melakukan uji coba kepada peserta didik kelas IV SD Negeri Karang. (5) Evaluate, menganalisis hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta didik. Hasil kualitas modul mendapatkan nilai: 3,67 dari dosen dan guru bahasa Jawa serta 3,6 dari ahli bahasa dan guru kelas IV. Skor rata-rata modul 3,63 dengan kategori “sangat baik” dan layak untuk diujicobakan setelah direvisi. Berdasarkan hasil pre-post dan post-test peserta didik, terjadi peningkatan nilai pada seluruh peserta didik dan rerata test dari 58% menjadi 95% dengan kenaikan rata-rata 37%. Sedangkan hasil projek berupa video, peserta didik sudah mampu membedakan penggunaan bahasa krama dan ngoko.
Refleksi Atas Pelaksanaan MBKM di Simpang Dua, Ketapang, Kalimantan Barat Puspaningrum, Monika Nurvita; Andiana, Agustina Alma; Sumarah, Ignatia Esti
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.555

Abstract

Pada tahun 2024 PGSD Universitas Sanata Dharma mendapatkan dana hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kemendikbud Ristek. Sebagai bagian dari program tersebut, 30 mahasiswa dikirim untuk melakukan asistensi mengajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yakni Kabupaten Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), serta Ketapang (Kalimantan Barat). Artikel ini menggunakan metode naratif kualitatif untuk mendeskripsikan refleksi peneliti mengenai kegiatan MBKM di Kecamatan Simpang Dua, Ketapang. Refleksi yang dilakukan oleh peneliti berkaitan dengan pengalaman peneliti dalam (1) memberikan asistensi mengajar calistung, (2) mempelajari kearifan lokal setempat, serta (3) melakukan kegiatan pengabdian yang ditujukan kepada orang tua peserta didik. Hasil refleksi peneliti atas proses MBKM yang diimplementasikan adalah: (1) selain membantu peserta didik dalam calistung, peneliti perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang anak berkebutuhan khusus agar siap apabila harus mengajar di sekolah inklusi, (2) peneliti menghargai kekhasan tradisi sandung, talam panuata, pusak, dan permainan simpul keladau; sebagai kearifan lokal masyarakat setempat, (3) peneliti perlu mengingatkan diri sendiri untuk menjadi pendidik yang bersedia memberikan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya dengan cara melakukan  penyuluhan  tentang  parenting  agar  orang  tua  dapat memotivasi anak-anaknya untuk mau belajar.
PENINGKATAN SIKAP KONSENTRASI DAN HASIL BELAJAR MATERI PENJUMLAHAN PENGURANGAN MENGGUNAKAN MODEL PBL DAN MEDIA KONKRET KELAS 2 SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA Maharani, Agnes; Sumarah, Ignatia Esti
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 8 No. 4 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i4.62913

Abstract

Abstract: From the results of observations and interviews with grade 2 teachers at SDK Sang Timur Yogyakarta, researchers found that grade 2 students were still lacking in an attitude of concentration in learning. In addition, the learning outcomes of grade 2 students in mathematics subjects on addition and subtraction material still have not reached the word complete (KKM) with a KKM value of 75. Therefore, researchers conducted Classroom Action Research (PTK) with the methods used were observation, interviews, tests and documentation studies. The tests used in this study were pre-test and post-test to determine the level of understanding of students related to learning materials. The number of subjects in this study were 16 students consisting of 6 male students and 10 female students in class 2. The results of this study indicate an increase in the attitude of learning concentration and learning outcomes of students in mathematics subjects on the material of addition and subtraction of numbers. The percentage increase in the attitude of learning concentration increased significantly from cycle 1 to cycle 2 with an increase from cycle 1 to cycle 2 in the very concentration category from 25% to 31.25%, the concentration category is 31.25% to 43.7%.In addition, the learning outcomes of students also increased from pre-cycle with a percentage of 50% increasing to cycle 1 with a percentage of 62.5% and increasing to cycle 2 with a percentage of 81.25%. Keyword: Learning Concentration Attitude, Learning Results, Mathematics, Class 2Abstrak: Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas 2 SDK Sang Timur Yogyakarta, peneliti mendapatkan hasil bahwa peserta didik kelas 2 masih kurang dalam sikap berkonsentrasi dalam pembelajaran. Selain itu, hasil belajar peserta didik kelas 2 dalam mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan masih belum mencapai kata tuntas (KKM) dengan nilai KKM 75. Maka dari itu, peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan studi dokumentasi. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terkait materi pembelajaran. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 16 peserta didik yang terdiri dari 6 peserta didik laki-laki dan 10 peserta didik perempuan kelas 2.. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan sikap konsentrasi belajar dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pengurangan bilangan. Presentase peningkatan sikap konsentrasi belajar meningkat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2 dengan peningkatan yang terjadi pada siklus 1 ke siklus 2 pada kategori sangat konsentrasi yaitu dari 25% menjadi 31,25%, kategori konsentrasi yaitu 31,25 % menjadi menjadi 43,7%.. Selain itu, pada hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari pra siklus dengan presentase 50% meningkat ke siklus 1 dengan presentase 62,5% dan meningkat ke siklus 2 dengan presentase 81,25%.Kata Kunci: Sikap Konsentrasi Belajar, Hasil Belajar, Matematika, Kelas 2