Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN SIKAP TANGGUNGJAWAB DAN HASIL BELAJAR MATERI WARISAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS MEDIA DIGITAL KELAS V SDK SANG TIMUR Saputri, Erlina; Sumarah, Ignatia Esti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4891

Abstract

ABSTRACT The 21st century is marked by rapid technological advancements, which demand that teachers go beyond merely delivering subject matter, they must also act as creative and innovative facilitators of learning, capable of integrating technology and instilling character values or attitudes so that students can live well and compete in the global era. Based on interviews with the homeroom teacher of class VA at SDK Sang Timur, it was found that students’ sense of responsibility remains lacking. Observations in class VA revealed that 21 students had not yet shown responsible behavior. In response to the urgency of integrating technology into learning, the researcher implemented digital-based media. This was confirmed by unstructured interviews with students of class VA, who expressed the need for digital media that makes learning interactive and relevant to daily life. The digital media were applied in the IPAS subject, as report card documentation showed some students had not yet met the Minimum Mastery Criteria (KKTP) of 75. A classroomaction research was conducted to improve students’ responsibility and learning outcomes in the topic of Indonesia’s Cultural Heritage using digital-based media. The research was carried out in two cycles, each using the same digital media: E-worksheets (E-LKPD), games, videos, and digital images to support the learning process. Improvements in students’ sense of responsibility were evident in several descriptors, such as expressing opinions during group tasks, collaborating within time limits, responding to teacher questions, and confidently presenting assignments. In cycle 1, learning outcomes increased by 20%, reaching 80%. In cycle 2, 22 students scored above the control value of 80. ABSTRAK Abad ke-21 ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut peran guru tidak hanya menyampaikan materi, namun harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam mengintegrasikan teknologi serta menanamkan nilai-nilai karakter atau sikap agar peserta didik dapat hidup dengan baik dan mampu bersaing di era global ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas VA SDK Sang Timur, diketahui bahwa sikap tanggungjawab peserta didik masih kurang. Hasil observasi di kelas VA menunjukkan ada 21 peserta didik belum bertanggungjawab. Sejalan dengan urgensi integrasi teknologi dalam pembelajaran, peneliti menerapkan media berbasis digital. Hal tersebut terkonfirmasi berdasarkan hasil wawancara tidak terstuktur dengan peserta didik kelas VA, mereka membutuhkan media digital yang membuat pembelajaran menjadi interaktif dengan dikaitkan kehidupan sehari-hari. Media digital tersebut diterapkan pada mata pelajaran IPAS karena berdasarkan hasil studi dokumentasi nilai rapor peserta didik masih ada yang belum memenuhi KKTP  (75). Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk meningkatkan sikap tanggungjawab dan hasil belajar pada materi Warisan Budaya Indonesia berbasis media digital. Penelitian ini menggunakan dua siklus,  di mana setiap tahap menggunakan media digital yang sama yaitu E-LKPD, Games, video dan gambar digital untuk mendukung pembelajaran. Peningkatan sikap tanggungjawab peserta didik terjadi pada beberapa deskriptor seperti bersedia berpendapat saat mengerjakan tugas kelompok, bekerja sama mengerjakan tugas kelompok sesuai waktu yang telah ditetapkan, menanggapi pertanyaan yang diajukan guru, dan percaya diri mempresentasikan tugas yang diberikan guru. Hasil belajar pada siklus 1 meningkat 20% menjadi 80%. Hasil belajar pada siklus 2 sebanyak 22 peserta didik mendapatkan nilai yang melebihi nilai kontrol yaitu 80.
PENGEMBANGAN MODUL P5 TEMA BHINNEKA TUNGGAL IKA UPACARA ADAT, ALAT MUSIK, DAN RUMAH IBADAH KELAS II SDN SEWUKAN MAGELANG Prastowo, Stefani Putri; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.2895

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan sebuah gagasan yang dilaksanakan dalam kurikulum merdeka. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dirancang dalam usaha untuk membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan sila-sila dalam Pancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan kualitas modul P5 pada kelas II sekolah dasar dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Metode penelitian ini menggunakan R&D dengan tipe ADDIE. R&D merupakan metode penelitian yang bisa digunakan dalam bidang pendidikan untuk menghasilkan sebuah produk dan menguji keefektifan produk yang dihasilkan. Produk yang dikembangkan adalah modul P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika yang melibatkan 4 orang validator dan 20 peserta didik kelas II SD. Hasil dari penelitian  (1) Pengembangan modul P5 tema Bhinneka Tunggal Ika dengan judul “Satu Nusantara, Berjuta Warna: Perjalanan Menjelajahi Upacara Adat, Alat Musik, dan Rumah Ibadah Indonesia” untuk kelas II SD, dikembangkan dengan lima tahapan ADDIE yaitu: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. (2) Kualitas produk modul P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika untuk kelas II sekolah dasar memperoleh rata-rata validasi 3,81 dengan kategori “sangat baik” dan berdasarkan hasil pre-test dan post-test terhadap 20 peserta didik terdapat peningkatan nilai rerata dari 63,5% menjadi 86% dengan peningkatan sebesar 22,5%.
FRAMING INCLUSIVITY: A PHOTOVOICE EXPLORATION OF DISABILITY ACCOMMODATIONS IN SANATA DHARMA UNIVERSITY Kurniastuti, Irine; Sumarah, Ignatia Esti; Winarti, Eny
IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Vol 9, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijiet.v9i2.11528

Abstract

The voices of students with disabilities in inclusive higher education have not been widely revealed. This study aims to capture the learning experience in inclusive higher education using the photovoice method involving students with disabilities (Deaf and autistic) and their student companions. The activities carried out are emphasized so that the subjects convey their aspirations. Subjects are asked to photograph, record, and reflect on their experiences of good practices in inclusive learning, concerns experienced, and suggestions for improvement. The problems experienced are problems regarding accessibility, availability of infrastructure, understanding of deaf and autistic culture, and career problems. Furthermore, a critical dialogue is carried out to reach policy makers at the university and efforts to provide better inclusive education services. 
Peningkatan Sikap Disiplin dan Hasil Belajar Materi Hak-Kewajiban Menggunakan Model PBL dan Media Visual Kelas IV SDK Sang Timur Yogyakarta Febyranti, Febyranti; Sumarah, Ignatia Esti
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 3 Oktober 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i3.399

Abstract

Dari hasil wawancara dengan guru kelas IV di SDK Sang Timur Yogyakarta, peneliti mendapatkan informasi bahwa peserta didik di kelas tersebut belum disiplin. Selain itu, hasil belajar untuk Pendidikan Pancasila materi hak dan kewajiban belum mencapai KKM (70). Oleh karena itu, peneliti melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Metode yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan tes. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas IV di SD tersebut, 9 laki-laki dan 6 perempuan. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan peneliti terdiri dari 2 siklus, dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan media visual. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap disiplin dan hasil belajar. Persentase peningkatan sikap disiplin: dari ketagori sangat disiplin, meningkat dari 27% di siklus 1 menjadi 47% di siklus 2. Pada kategori disiplin, meningkat dari 13% di siklus 1 menjadi 40% di siklus 2. Persentase keberhasilan belajar juga meningkat dari 60% di pra siklus menjadi 80% di siklus 2.
Pengembangan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kearifan Lokal untuk Kelas IV SDN Karang Klaten Permatasari, Aprilia Dwi; Sumarah, Ignatia Esti
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.543

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan titik pijak dalam penerapan kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil kuesioner yang peneliti bagikan kepada lima guru kelas IV SD di Klaten, peneliti mendapatkan informasi bahwa guru membutuhkan contoh modul P5 tema kearifan lokal pada topik tata krama, makanan olahan singkong, serta wisata khas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kualitas modul P5. Metode yang peneliti gunakan yaitu wawancara, kuesioner, dan tes. Subjek penelitian adalah 10 peserta didik  yang terdiri dari 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pengembangan modul menggunakan model ADDIE dengan langkah-langkah: 1) Analyze, membagikan kuesioner kepada guru kelas IV. (2) Design, melakukan studi pustaka dan membuat kisi-kisi modul. (3) Develop, membuat modul, memvalidasi produk kepada 4 validator, dan merevisi modul. (4) Implement, melakukan uji coba kepada peserta didik kelas IV SD Negeri Karang. (5) Evaluate, menganalisis hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta didik. Hasil kualitas modul mendapatkan nilai: 3,67 dari dosen dan guru bahasa Jawa serta 3,6 dari ahli bahasa dan guru kelas IV. Skor rata-rata modul 3,63 dengan kategori “sangat baik” dan layak untuk diujicobakan setelah direvisi. Berdasarkan hasil pre-post dan post-test peserta didik, terjadi peningkatan nilai pada seluruh peserta didik dan rerata test dari 58% menjadi 95% dengan kenaikan rata-rata 37%. Sedangkan hasil projek berupa video, peserta didik sudah mampu membedakan penggunaan bahasa krama dan ngoko.
Refleksi Atas Pelaksanaan MBKM di Simpang Dua, Ketapang, Kalimantan Barat Puspaningrum, Monika Nurvita; Andiana, Agustina Alma; Sumarah, Ignatia Esti
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.555

Abstract

Pada tahun 2024 PGSD Universitas Sanata Dharma mendapatkan dana hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kemendikbud Ristek. Sebagai bagian dari program tersebut, 30 mahasiswa dikirim untuk melakukan asistensi mengajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yakni Kabupaten Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), serta Ketapang (Kalimantan Barat). Artikel ini menggunakan metode naratif kualitatif untuk mendeskripsikan refleksi peneliti mengenai kegiatan MBKM di Kecamatan Simpang Dua, Ketapang. Refleksi yang dilakukan oleh peneliti berkaitan dengan pengalaman peneliti dalam (1) memberikan asistensi mengajar calistung, (2) mempelajari kearifan lokal setempat, serta (3) melakukan kegiatan pengabdian yang ditujukan kepada orang tua peserta didik. Hasil refleksi peneliti atas proses MBKM yang diimplementasikan adalah: (1) selain membantu peserta didik dalam calistung, peneliti perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang anak berkebutuhan khusus agar siap apabila harus mengajar di sekolah inklusi, (2) peneliti menghargai kekhasan tradisi sandung, talam panuata, pusak, dan permainan simpul keladau; sebagai kearifan lokal masyarakat setempat, (3) peneliti perlu mengingatkan diri sendiri untuk menjadi pendidik yang bersedia memberikan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya dengan cara melakukan  penyuluhan  tentang  parenting  agar  orang  tua  dapat memotivasi anak-anaknya untuk mau belajar.
Melatih Keterampilan Mengolah Pita Bagi Penghuni Rumah Pengasuhan Wiloso Projo Di Gowongan, Yogyakarta Hernawan, Valerius Riko; Prasetya, Agustinus Edi; Kristi, Chatarina Yovita Ananda; Widaningrum, Erma; Jonathan, Jesinta Amabell; Emilia, Nadhira Audrey; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpmpg.v1i1.3580

Abstract

Anak-anak membutuhkan kegiatan yang mampu mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi merupakan dasar dari pengabdian ini. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah metode praktek. Metode ini digunakan agar peserta pelatihan dapat berlatih membuat kerajinan tangan secara langsung dengan menggunakan perlengkapan yang telah disediakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Peserta pelatihan diikuti oleh 18 anak di Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo. Pertemuan berlangsung selama dua kali pertemuan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melatih keterampilan mengolah pita dan untuk membiasakan pengerjaan tugas sesuai prosedur yang berlaku selama dua pertemuan. Pelatihan ini dievaluasi menggunakan hasil komentar video pengabdian, pretest, dan postest. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peneliti mampu melatih keterampilan anak-anak dalam mengolah pita sehingga anak-anak mampu membuat gantungan kunci, hiasan dinding, bros, gelang, jepit rambut, dan vas dan bunga hias. Peneliti juga mampu mengajak anak-anak untuk mengikuti kegiatan sesuai prosedur yang diarahkan dalam pembuatan karya selama dua pertemuan dengan menggunakan metode praktek.
PENINGKATAN SIKAP KONSENTRASI DAN HASIL BELAJAR MATERI PENJUMLAHAN PENGURANGAN MENGGUNAKAN MODEL PBL DAN MEDIA KONKRET KELAS 2 SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA Maharani, Agnes; Sumarah, Ignatia Esti
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 8 No. 4 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i4.62913

Abstract

Abstract: From the results of observations and interviews with grade 2 teachers at SDK Sang Timur Yogyakarta, researchers found that grade 2 students were still lacking in an attitude of concentration in learning. In addition, the learning outcomes of grade 2 students in mathematics subjects on addition and subtraction material still have not reached the word complete (KKM) with a KKM value of 75. Therefore, researchers conducted Classroom Action Research (PTK) with the methods used were observation, interviews, tests and documentation studies. The tests used in this study were pre-test and post-test to determine the level of understanding of students related to learning materials. The number of subjects in this study were 16 students consisting of 6 male students and 10 female students in class 2. The results of this study indicate an increase in the attitude of learning concentration and learning outcomes of students in mathematics subjects on the material of addition and subtraction of numbers. The percentage increase in the attitude of learning concentration increased significantly from cycle 1 to cycle 2 with an increase from cycle 1 to cycle 2 in the very concentration category from 25% to 31.25%, the concentration category is 31.25% to 43.7%.In addition, the learning outcomes of students also increased from pre-cycle with a percentage of 50% increasing to cycle 1 with a percentage of 62.5% and increasing to cycle 2 with a percentage of 81.25%. Keyword: Learning Concentration Attitude, Learning Results, Mathematics, Class 2Abstrak: Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas 2 SDK Sang Timur Yogyakarta, peneliti mendapatkan hasil bahwa peserta didik kelas 2 masih kurang dalam sikap berkonsentrasi dalam pembelajaran. Selain itu, hasil belajar peserta didik kelas 2 dalam mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan masih belum mencapai kata tuntas (KKM) dengan nilai KKM 75. Maka dari itu, peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan studi dokumentasi. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terkait materi pembelajaran. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 16 peserta didik yang terdiri dari 6 peserta didik laki-laki dan 10 peserta didik perempuan kelas 2.. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan sikap konsentrasi belajar dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pengurangan bilangan. Presentase peningkatan sikap konsentrasi belajar meningkat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2 dengan peningkatan yang terjadi pada siklus 1 ke siklus 2 pada kategori sangat konsentrasi yaitu dari 25% menjadi 31,25%, kategori konsentrasi yaitu 31,25 % menjadi menjadi 43,7%.. Selain itu, pada hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari pra siklus dengan presentase 50% meningkat ke siklus 1 dengan presentase 62,5% dan meningkat ke siklus 2 dengan presentase 81,25%.Kata Kunci: Sikap Konsentrasi Belajar, Hasil Belajar, Matematika, Kelas 2
Pelatihan Pembuatan Pupuk Jakaba Dari Limbah Air Cucian Beras Untuk Paguyuban Ibu Paroki Sumber, Magelang Hidayati, Annisa Nur; Namus, Avelina Ova; Choirunnisa, Atika Salma; Sutomo, Fransiskus Ganeza; Harjanti, Pin; Aini, Mifda Rasida Quratul; Prastiyo, Ayub; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpmpg.v2i2.4086

Abstract

Warga Desa Sumber, Magelang, yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun, masih membuang air cucian beras tanpa dimanfaatkan. Padahal, air cucian beras berpotensi menjadi bahan dasar pupuk organik cair yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk JAKABA (Jadi Kaya Bakteri) sebagai upaya pemanfaatan limbah air cucian beras. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan praktik langsung pembuatan pupuk JAKABA, dengan peserta sebanyak 35 orang di Taman Doa Ibu Maria Tuk Ing Katentreman, Desa Sumber, Magelang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil pre-test menunjukkan hanya 4 peserta mengetahui manfaat pupuk organik cair, 2 mengetahui cara pembuatannya, dan 2 telah memanfaatkannya dalam pertanian. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk menerapkan hasil pelatihan di lahan pertanian mereka. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat dan ramah lingkungan.