Melasarianti, Lalita
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MAKNA GRAMATIKAL PADA KUMPULAN PUISI PATRIOTIK KARYA CHAIRIL ANWAR Anisawati, Tias Putri Nur; Melasarianti, Lalita; Riyanton, M.
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1350

Abstract

Kajian semantik yang mempelajari bahasa menyampaikan adanya sebuah makna yang ada pada karya sastra. Karya sastra yaitu hasil karya seseorang yang mempunyai keindahan. Sastra merupakan hasil dari sebuah imajinasi seorang penyair yang diperankan dengan adanya suatu benda dan makhluk hidup, sehingga pembaca dapat membayangkan. Makna gramatikal merupakan makna yang baru ada jika terjadi adanya proses gramatikal, seperti afiksasi, komposisi dan reduplikasi. Penelitian ini membahas mengenai makna gramatikal pada kumpulan puisi patriotik karya Chairil Anwar yang bertujuan untuk memahami puisi secara mendalam dari maksud terciptanya puisi yang ditulis oleh penyair. Jenis penelitian ini kualitatif pendekatan deskriptif, peneliti sebagai kunci utama. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat, digabung dengan analisis dokumen. Pada metode ini peneliti menyimak kata atau kalimat yang ada pada kumpulan puisi patriotik secara berulang-ulang. Selanjutnya, mengelompokkan kata atau kalimat ke dalam makna gramatikal dengan jenis-jenis makna gramatikal (afiksasi, komposisi, dan reduplikasi). Selanjutnya, mencatat data yang telah ditemukan dan menganalisisnya ke dalam tabel. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Huberman. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menunjukkan kumpulan puisi patriotik karya Chairil Anwar terdapat kutipan kata yang mengandung makna gramatikal, banyak menggunakan jenis makna afiksasi yang dapat memperkuat tema nasionalisme pengorbanan dari seorang prajurit demi bangsa merdeka.
BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROGRAM SHOPEE HAUL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Sholeha, Risma Amalia; Melasarianti, Lalita; Solikhati, Nur Indah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1356

Abstract

Program Shopee Haul yang berada dalam media sosial Instagram dijadikan sebagi strategi pemasaran digital utama para afiliator. Melalui tuturannya penutur telah menggunakan strategi kebahasaan untuk mencapai keberhasilan promosi secara digital yang begantung pada penyampaiannya saat akan membujuk, merekomendasikan, atau menawarkan melakukan tindakan pembelian tanpa memaksa. Dalam hal ini, penggunaan tindak tutur direktif sebagai pemberian ulasan atau menjadi solusi yang memberikan kemanfaatan setelah memilkinya sehingga dijadikan sebagai kepentingan terhadap fenomena ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh penutur ketika mempromosikan produknya. Metode penelitian yang digunakan dengan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan tuturan dari penggalan kalimat yang digunakan oleh afiliator dalam konten promosi tersebut bertema Shopee Haul di media sosial Instagram. Sumber data dari kumpulan konten video di Instagram yang diunggah oleh beberapa akun afiliator dari afiliasi resmi Shopee Haul. Teknik penggambilan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik utama, kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik Simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Hasil peneliti menemukan bentuk dari tindak tutur direktif dalam proses promosi yang dilakukan oleh afliator pada kegiatan Shopee Haul di reels Instagram meliputi bentuk permintaan, ajakan, nasihat, perintah, dan larangan. Berdasarkan sumber data tersebut terdapat 3 data direktif permintaan, 20 data bentuk direktif ajakan, 36 data direktif nasihat, dan 4 data direktif larangan. Bentuk dari tuturan direktif nasihat dengan jumlah 36 data menjadi yang dominan atau banyak di dapatkan dalam penelitian. Hal tersebut disebabkan karena penutur mengutamakan tujuan dari tuturannya untuk memengaruhi yang menawarkan serta meyakinkan terkait produk yang dipromosikan.