Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PEMANFAATAN BANGUNAN PUBLIK SEBAGAI TITIK KUMPUL BENCANA GEMPA DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KELURAHAN LAKARSANTRI, SURABAYA Fatimah Ratna Nur Irsyad; Cahyono Susetyo; Siti Nurlaela
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 2 (2021): VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.999 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.4482

Abstract

Kelurahan Lakarsantri merupakan salah satu wilayah dengan risiko dan kerentanan sedang saat terjadi gempa bumi karena kedekatan dengan patahan Surabaya yang masih aktif. Sebagai langkah mitigasi penentuan titik kumpul sementara diperlukan untuk meminimalisisr dampak pada saat bencana. Bangunan publik dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dlaam menjadi titik kumpul sementara. Dari hasil weighted overlay yang dilakukan, mendapatkan hasil bahwa bangunan publik yang dapat digunakan sebagai titik kumpul sementara di Kelurahan Lakarsantri adalah Posko Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Kantor Kecamatan Lakarsantri, Kantor Kelurahan Lakarsantri, SD Negeri Lakarsantri 3 dan Masjid At-Taufiq.
Prediksi perubahan penggunaan lahan kawasan perbatasan Kabupaten Tuban − Kabupaten Bojonegoro menggunakan GIS Nury Ahdiya Rif'ati; Siti Nurlaela; Cahyono Susetyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.57383

Abstract

Karakteristik penataan ruang berkaitan dengan tata guna lahan, perubahan lahan, dan perkembangan lahan. Faktor perubahan suatu penggunaan lahan adalah faktor ekonomi dan sosial yang dapat menunjukkan ketimpangan. Pembangunan nasional di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, akan tetapi ketimpangan wilayah masih terjadi terutama pada kawasan perbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan di kawasan perbatasan Kabupaten Tuban-Kabupaten Bojonegoro tahun 2010 dan 2018 serta memprediksi penggunaan lahan di tahun 2038. Dalam menganalisis perubahan penggunaan lahan menggunakan software GIS dengan tools overlay, sedangkan untuk prediksi perubahan penggunaan lahan menggunakan metode cellular automata pada software LanduseSIM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan pada tahun 2010 dan 2018 didominasi oleh berkembangnya lahan pertanian dari 63% menjadi 78% dan lahan permukiman dari 13% menjadi 14%. Di sisi lain, terdapat konversi lahan dari kawasan hutan produksi ataupun tegalan atau ladang menjadi lahan pertanian serta permukiman. Hasil prediksi perubahan lahan pada tahun 2038 menunjukkan bahwa tutupan lahan yang berkembang adalah permukiman serta industri dan pergudangan. Hal ini dapat dijadikan arahan perencanaan untuk lebih memfokuskan pembangunan perencanaan untuk mengantisipasi perkembangan dan terjadinya ketimpangan wilayah di kawasan perbatasan.
Eksplorasi Desain Logo Kawasan Edu Wisata Herbal Batu Ema Umilia; Hertiari Idajati; Cahyono Susetyo; Eko Budi Santoso; Rabendra Yudistira Alami; Naufan Noordyanto; Hermanto; Lusi Zafriana
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.339 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.104

Abstract

Eduwisata merupakan salah satu potensi pariwisata di Kota Batu yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan nilai edukasi dan perekonomian di sekitarnya. Pengembangan eduwisata herbal di Kecamatan Batu masih sebatas pengembangan agrowisata perkebunan buah-buahan, sedangkan terdapat potensi lain berupa tanaman herbal/biofarmaka yang juga dapat dikembangkan menjadi agrowisata. Dalam perencanaan kawasan Eduwisata Herbal di Kota Batu ini perlu adanya eksplorasi terhadap desain logo menggunakan elemen grafis yang nantinya dapat digunakan untuk branding Kawasan Eduwisata Kota Batu. Sehingga Tujuan dari penelitian ini adalah eksplorasi desain logo Eduwisata herbal di Kota Batu untuk branding Kawasan Eduwisata Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan komparasi terhadap beberapa desain logo untuk mendapatkan hasil berupa desain logo yang sesuai dengan keinginan dan melambangkan identitas diri Kawasan Eduwisata Herbal Batu. Adapun elemen grafis yang dikembangkan berupa logo yang dibuat dengan beberapa langkah yang disesuaikan dengan kebutuhan eduwisata herbal oro-oro ombo, menghasilkan logo yang memiliki makna disetiap elemennya yaitu daun yang berarti herbal, tiga huruf “o” yang berarti oro oro ombo, serta bentuk menyambung yang bermaksud sustainable terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi, serta bentuk huruf “o” yang berbasis lingkaran melambangkan eduwisata herbal yang lengkap.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan Terbangun Berbasi Cellular Automata di Perkotaan Ngawi Rizqi Fitriyanto; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111461

Abstract

Perubahan lahan merupakan dampak dari pertambahan kegiatan penduduk yang membuat permintaan akan lahan terbangun meningkat. Perubahan lahan di Perkotaan Ngawi terjadi seringkali terjadi pada lahan pertanian terutama pada lahan sawah yang berubah menjadi lahan terbangun. Hal ini terjadi karena adanya pebangunan infrastruktur, industri dan adanya pertambahan penduduk. Perkotaan Ngawi telah ditetapkan pusat kegiatan lingkungakn (PKL) dengan arahan pengembangan dibidang pertanian, peternakan, industri dan perhubungan. Perkotaan Ngawi juga ditetapkan sebagai pengembangan kawasan strategis kabupaten bidang ekonomi dengan pengembangan kawasan peruntukan industri. Oleh karenanya, analisis untuk memantau tingkat perubahan penggunaan lahan menjadi hal penting bagi para perencana dan penyusun kebijakan agar pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan rencan yang ada. Karena perubahan lahan seringkali terjadi pada lahan sawah baik yang telah ditetapkan dapat berubah maupun tidak dapat berubah. Dalam penelitian ini akan memprediksikan perkembangan penggunaan lahan di Perkotaan Ngawi menggunakan metode cellular automata dengan bantuan landusesim sebagai software permodelan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prediksi perubahan penggunaan lahan terbangun di Perkotaan Ngawi dengan melalui 3 tahapan. Pertama, mengidentifikasi perubahan lahan di Perkotaan Ngawi dengan metode updating peta dan ground check untuk validasi lapangan untuk mengetahui tren perubahan lahan yang terjadi. Kedua, mengidentifikasi faktor-faktor mempengaruhi perubahan lahan dan penentuan nilai bobot dengan ahp (analytical hierarchy process) Ketiga, memprediksikan perubahan penggunaan lahan menggunakan metode cellular automata dengan bantuan software landusesim. Hasil simulasi penggunaan lahan yang telah dilakukan terdapat dua penggunaan lahan yang terkonversi menjadi lahan terbangun yaitu sawah sebesar 167,56 ha dan ladang sebesar 9,28 ha. Selain itu terdapat potensi lahan sawah pada rencana pola ruang terkonversi menjadi lahan terbangun sebesar 69,79 ha.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Penggunaan Lahan Permukiman di Kecamatan Pulau Laut Sigam Khairun Nisa Abdillah; Cahyono Susetyo
Jurnal Penataan Ruang Vol 18 (2023): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v18i0.16351

Abstract

Salah satu Kecamatan Kabupaten Kotabaru yaitu Kecamatan Pulau Laut Sigam yang memiliki jumlah penduduk tertinggi kedua di Kabupaten Kotabaru semakin meningkat dari tahun ketahun sehingga berdampak pada kebutuhan lahan yang semakin meningkat pula. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari Kecamatan Pulau Laut Sigam yang bertujuan untuk memudahkan pemberian pelayanan public serta memperpendek rentang kendali, sehingga pelayanan bisa dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini akan mengindikasikan berkembangnya Kecamatan Pulau Laut Sigam di masa yang akan datang. Kecamatan Pulau Laut Sigam mengalami perkembangan penggunaan lahan permukiman yang cukup pesat dan tidak lepas dari beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan permukiman tersebut. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang menyebabkan perkembangan penggunaan lahan permukiman beserta bobotnya di Kecamatan Pulau Laut Sigam dengan menggunakan metode analisis delphi dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan permukiman di Kecamatan Pulau Laut Sigam. Ditemukan bahwa perkembangan permukiman dari tahun 2012-2021 mengalami perkembangan yang cukup pesat yaitu dari tahun 2012 seluas 283,21 Ha menjadi 378,84 Ha di tahun 2021, penggunaan lahan yang terkonversi menjadi permukiman dalam rentang tahun 2012-2021 adalah pasir, perkebunan, semak belukar, tanah kosong, dan tegalan/ladang. Perkembangan permukiman di Kecamatan Pulau Laut Sigam disebabkan oleh faktor kesesuaian terhadap peruntukkan ruang , faktor kedekatan jaringan air bersih, kedekatan jaringan listrik, kedekatan permukiman eksisting, kedekatan jalan lingkungan, kedekatan jalan lokal, kedekatan jalan kolektor, kedekatan fasilitas kesehatan, dan kedekatan fasilitas Pendidikan.
Pemetaan UMKM Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Firmansyah, Fendy; Susetyo, Cahyono; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli; Syafitri, Rivan Aji Wahyu Dyan; Jatayu, Anoraga; Pratomoatmojo, Nursakti Adhi; Kurniawan, Akbar; Hayati, Noorlaila
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.517

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 mendorong munculnya beragam regulasi yang membatasi mobilitas masyarakat di Indonesia. Hal ini berdampak pada lumpuhnya sektor ekonomi karena banyaknya penutupan usaha (sementara maupun permanen), khususnya para pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kesulitan beradaptasi secara cepat dengan kondisi ini. Pengabdian masyarakat ini telah memetakan kondisi terkini UMKM di Kecamatan Singosari pasca Covid-19 melalui pemetaan berbasis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemanfaatan SIG dapat digunakan untuk memberikan informasi terkait karakteristik dan kondisi UMKM dengan tampilan data yang representatif melalui visualisasi peta, sehingga dapat mendukung merumuskan strategi pengembangan UMKM kedepannya. Tahapan yang dilakukan yakni sosialisasi, survei primer dan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner, pengolahan data, pembuatan peta, pembuatan database spasial atau geodatabase, dan pembuatan prototype Webgis. Hasilnya diketahui bahwa 95,2% UMKM adalah UMKM di bidang kuliner, dimana sebanyak 31,5% UMKM mengalami penurunan jumlah produksi, 51,9% UMKM mengalami penurunan penjualan dan 63% UMKM menghadapi kendala kenaikan biaya produksi selama masa pandemi. Sebanyak 50,9% UMKM di Kecamatan Singosari masih menggunakan media konvensional dalam memasarkan produknya. Teknologi SIG dapat digunakan pula untuk mendukung upaya digitalisasi sektor UMKM melalui pengembangan Webgis dan startup untuk sektor UMKM di Kecamatan Singosari.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Suroboyo Bus Masyarakat di Kota Surabaya Anindya, Alfrida Ista; Nurlaela, Siti; Susetyo, Cahyono
Jurnal Penataan Ruang Vol 19 (2024): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i0.20166

Abstract

Masalah transportasi dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi perhatian utama karena sektor transportasi adalah penyumbang utama emisi karbon yang signifikan terhadap perubahan iklim. Pemilihan moda transportasi berdampak pada polusi udara, peningkatan suhu permukaan bumi, dan kesehatan, serta perubahan iklim. Penggunaan moda transportasi berkelanjutan seperti berjalan, bersepeda, atau transportasi umum, dapat menekan emisi karbon. Kota Surabaya berencana mengembangkan sistem transportasi berkelanjutan melalui program Green Infrastructure Initiative, dalam upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara berkelanjutan. Selain itu Kota Surabaya juga sudah tersedia layanan transportasi berkelanjutan berupa Suroboyo Bus, dengan rute yang dikembangkan secara bertahap. Jurnal ini membahasa faktor-faktor kondisi lingkungan binaan dan perilaku perjalanan masyarakat. Penelitian ini dilakukan menggunakan data kondisi lingkungan berdasarkan karakteristik Density, Diversity, Design, dan Destination Accessibility di 18 Traffic Analysis Zone (TAZ) menggunakan data sekunder dan survei kuesioner. Analisis menggunakan Multinomial Logit Model untuk memprediksi pemilihan moda Suroboyo Bus. Dari hasil pemodelan, diketahui faktor signifikan pada derajat kepercayaan 95% pemilihan moda Suroboyo Bus dipengaruhi oleh waktu perjalanan, kepadatan bangunan, kepadatan perumahan kepadatan penduduk, dan jarak ke lokasi Point of interest (POI) pada derajat kepercayaan 90%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan dan strategi dalam rencana pengembangan ataupun kebijakan yang mendukung perencanaan transportasi berkelanjutan Kota Surabaya.
Pemetaan Spasial Produksi Emisi Karbon Dioksida (CO2) pada Kawasan Industri di Koridor Jalan Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo Salsabila, Tiara; Susetyo, Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.140799

Abstract

Sektor industri termasuk sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia terutama di Kabupaten Sidoarjo yang termasuk sebagai prioritas pengembangan kawasan industri di Jawa Timur sesuai RTRW Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2031 dengan pusat kegiatan industrinya berada di koridor Jalan Lingkar Timur. Pertumbuhan kegiatan industri tersebut selalu beriringan dengan pertumbuhan produksi emisi karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan adanya dampak negatif bagi berbagai sektor lainnya terutama lingkungan, sehingga diperlukan upaya mitigasi untuk mereduksi produksi emisi CO2 melalui kegiatan inventarisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan spasial produksi emisi karbon dioksida (CO2) pada kawasan industri di koridor Jalan Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan yakni (1) Mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap produksi emisi CO2 primer berdasarkan kegiatan industri menggunakan metode analisis delphi, (2) Melakukan perhitungan estimasi jumlah emisi primer dari produksi emisi CO2 menggunakan metode perhitungan Faktor Emisi IPCC, dan (3) Melakukan pemetaan produksi emisi CO2 primer menggunakan metode analisis spasial berbasis grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi emisi CO2 primer dengan klasifikasi sangat tinggi didominasi oleh perusahaan kategori industri pengolahan yang menggunakan bahan bakar solar untuk proses produksinya. Emisi CO2 primer tertinggi yang dihasilkan pada klasifikasi tersebut adalah sebesar 301 ton CO2 per tahun. Terdapat jenis penggunaan lahan lain yang terdampak oleh produksi emisi CO2 tersebut yakni permukiman, sawah, dan empang, sehingga tetap diperlukan upaya pencegahan guna mengurangi dampak yang ditimbulkan dengan melakukan penghijauan dan konversi penggunaan bahan bakar minyak bumi ke energi terbarukan.
Kendaraan Listrik Umum di Kota Denpasar Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Geographic Information System (GIS) Ramadhani, Dinda Putri; Susetyo, Cahyono
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.267-280

Abstract

Transportasi merupakan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang menyebabkan perubahan iklim global. Dampak polusi udara paling dirasakan oleh penduduk di daerah perkotaan besar, terutama akibat emisi dari jalan raya yang menurunkan kualitas udara. Guna mengatasi masalah ini, Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik. Kota Denpasar ditetapkan sebagai kawasan rendah emisi dalam Rencana Aksi Daerah Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Provinsi Bali 2022—2026. Dalam mendukung rencana ini, diperlukan pembangunan infrastruktur optimal berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Penelitian ini bertujuan menentukan rekomendasi lokasi potensial sesuai Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 di Kota Denpasar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menemukan delapan variabel yang mempengaruhi penentuan lokasi optimal SPKLU, yaitu aksesibilitas terhadap jalan, jaringan listrik, tempat parkir, integrasi dengan fasilitas lain, hambatan lokasi, jarak dari permukiman, kepadatan penduduk, dan lokasi potensial. Bobot hasil AHP variabel-variabel tersebut kemudian dianalisis menggunakan Weighted Sum untuk memvisualisasikan rekomendasi lokasi optimal SPKLU untuk kendaraan mobil pribadi di Kota Denpasar. Nilai lokasi yang direkomendasikan berkisar antara 0,7–0,97, mencakup 88 lokasi potensial.