Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Perah Bagi Ibu Menyusui di Kota Padangsidimpuan Pebrianthy, Lola
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i2.843

Abstract

Kegiatan pendidikan kesehatan tentang ASI Perah bagi Ibu Menyusui ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang cara memerah ASI yang baik dan bagaimana cara penyimpanan ASI perah yang benar Agar bekerja bukan menjadi alasan ASI Eksklusif tidak bias dilakukan. Memerah ASI merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan oleh ibu menyusui yang bekerja agar tetap dapat memberikan ASI bagi anaknya sampai dengan anak berusia 2 tahun. Selain cara memerah ASI, cara menyimpan ASI juga sangat penting diketahui, agar kandungan gizi yang terkandung dalam ASI tidak berubah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang cara memerah ASI yang baik dan cara menyimpan ASI perah yang benar dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan hampir seluruh peserta telah paham dan tahu bagaimana cara memerah ASI yang baik dan bagaimana cara menyimpan ASI perah benar. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu bekerja tentang ASI perah sehingga ASI Eksklusif dapat tercapai
Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Eksklusif Bagi Ibu Bekerja Di Desa Sigumuru Pebrianthy, Lola
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.950

Abstract

ASI eksklusif menurut World Health Organization (WHO) yaitu memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Namun bukan berarti setelah pemberian ASI eksklusif pemberian ASI eksklusif pemberian ASI dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. Bagi ibu bekerja, memberikan ASI Eksklusif bukanla hal yang mudah, banyak faktor yang dapat menghambat pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja antara lain : persepsi bahwa ASI tidak cukup, kurangnya pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi saat bekerja, fasilitas yang tidak kondusif untuk menyusui dan memrah ASI dan tidak ada nya dukungan dari pimpinan. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif bagi ibu bekerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang cara memberikan ASI Eksklusif walaupun sedang dalam keadaan bekerja, karena banyak nya ibu yang tidak memberika ASI Eksklusif pada bayi nya dengan alasan sedang bekerja atau cuti bekerja telah habis. ASI Eksklusif tetap dapat diberikan walaupun ibu sedang dalam keadaan bekerja, banyak metode perah ASI, penyimpanan ASI dan pemebrian ASI yang dapat dilakukan, sehingga bayi tidak harus mengkonsumsi susu formula ataupun makanan tambahan lainnya sebelum berusia 6 bulan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang apa itu ASI Eksklusif dan bagaiamana cara pemberian ASI pada bayi yang ditinggalkan di rumah bersama pengasuhnya di saat ibu sedang bekerja dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan hampir seluruh peserta telah paham dan tahu bagaimana cara memberikan ASI Eksklusif walaupun ibu sedang bekerja. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu bekerja tentang ASI Eksklusif sehingga capaian ASI Eksklusif dapat meningkat
Pendidikan Kesehatan Tentang Laktasi dan ASI Eksklusif di Desa Simatorkis Pebrianthy, Lola; Nasution, Zubaidah; Saragih, Sarli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 No. 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i2.1063

Abstract

Keunggulan ASI tidak bisa ditandingi oleh apapun, baik ditijau dari segi zat gizi yang dikandungnya maupun aspek menyusui atau pemberian ASI itu sendiri (Agustina, 2016). ASI merupakan makanan yang memiliki gizi sempurna sesuai dengan kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. ASI juga mengandung zat zat berkualitas tinggi yang berguna untuk perkembangan kecerdasan dan kekebalan tubuh, sehingga bayi tidak mudah sakit dan mengalami kekurangan asupan gizi. Manfaat memberikan ASI tidak hanya menjalin kasih sayang, tetapi juga dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, dan mengurangi resiko terkena kanker payudara (Roesli, 2008). Laktasi merupakan teknik menyusui mulai dari ASI dibuat sampai pada keadaan bayi menghisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan bagian kelengkapan dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusia. Masa laktasi berguna untuk menambah pemberian ASI dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 2 tahun dengan baik dan benar serta anak memperoleh kekebalan tubuh secara alami (Wiji & Mulyani, 2013). Proses laktasi menurut (Wiji & Mulyani, 2013) mempengaruhi hormonal, adapun hormon-hormon yang berperan dalam proses laktasi adalah : Progesteron, Estrogen, Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), Prolaktin, Oksitosin dan Human Placental Lactogen (HPL). Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang apa itu Laktasi dan ASI Eksklusif dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan hampir seluruh peserta telah paham dan tahu apa itu Laktasi dan ASI Eksklusif. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang Laktasi dan ASI Eksklusif sehingga target capaian ASI Eksklusif dapat meningkat.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kesehatan Organ Genetalia Eksterna di SMA Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Siregar, Nurelilasari; Pebrianthy, Lola
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 4 No 2 (2019): Vol.4 No.2 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to WHO (World Health Organization) in research women rarely pay attention to their own genitals, especially in a state of menstruation and if not cleaned will result in vaginal infections. Infection in the vagina each year attacks infections in women around the world 10-25% of 100 million women. In Indonesia, the reproductive organs get less attention in daily life, this is caused by our culture which sometimes feels uncomfortable to talk about sexual problems. objective: To determine the description of knowledge of young women about the health of external genetal organs. Method: This study uses a descriptive design with a cross-sectional approach. Sampling was done by random sampling technique, as many as 56 people. Data analysis was performed descriptively. Results: The knowledge of adolescent girls about the health of external genetal organs the majority of respondents lack knowledge as many as 24 respondents (42.9%). Conclusion: this study proves that there is still a lack of adolescent knowledge related to the health of external genetal organs.
Faktor Penyebab dalam Pencegahan Obesitas pada Balita di Kelurahan Bincar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Nasution, Nurul Hidayah; Pebrianthy, Lola
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 4 No 2 (2019): Vol.4 No.2 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a pathological state with the accumulation of excess fat from normal bodily functions (Soetjiningsih, 2012). Obesity is one of the problems faced by Indonesia in addition to malnutrition. Inequality of income that accompanies Indonesia's economic growth can exacerbate the problems facing Indonesia. This research aims to determine the causal factors in the prevention of obesity in children under five in Bincar Village, Padangsidimpuan District. Type of research was analitic, cross sectional study design. The independent variable is the respondent's characteristics (age, education, source of information and occupation), knowledge and eating patterns. The dependent variable is prevention of obesity. The results showed, there is no relationship between parental age, parental education, sources of information, parental occupation, parental knowledge and children's diet with the prevention of obesity in infants. The causative factor in the prevention of obesity in infants is influenced by education, information sources and knowledge together being the most dominant variable related to obesity prevention, OR value = 2.52. Efforts can be made such as the use of print and electronic media by parents as a source of information in order to increase parental knowledge in preventing obesity in infants. Outreach to parents about healthy food and healthy snacks that are appropriate and the importance of supervision of food consumed by children under five.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS di Panti Asuhan Kota Padangsidimpuan Tahun 2018 Siregar, Nurelilasari; Pebrianthy, Lola; Rangkuti, Nur Aliyah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 4 No 1 (2019): Vol.4 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV / AIDS is still a very worrying thing, especially among adolescents who are at high risk of getting HIV / AIDS, one of the reasons is because of teenagers' ignorance about HIV / AIDS. Adolescent orphanages are among those who are vulnerable to risk because some orphanages experience economic hardship and rarely obtain health service information. This disease is caused by the Human Immunodeficiency Virus (HIV) which is transmitted through heterosexual contact, shared needles, mother to baby transmission, birth and breastfeeding, unsafe blood transfusion. To identify the relationship of knowledge and attitudes of adolescents about HIV / AIDS in the orphanage of Padangsidimpuan. This study uses a correlative descriptive design with a cross-sectional approach. Sampling was done with a total sampling technique of 96 people. Data analysis using chi square test. The results obtained by the majority of respondents with good knowledge as many as 80 people (83.3%), and positive attitudes as many as 82 people (85.4%) and minority of knowledge less as many as 16 people (16.7%), as much as negative attitudes 14 people (14.6%). And through the chi-square test results obtained with a value of p = 0.00, meaning that there is a significant relationship between knowledge and attitudes of adolescents about HIV / AIDS. This study proves that there is a meaningful relationship between adolescent knowledge and attitudes about HIV / AIDS
Perilaku Ibu dalam Melakukan Perawatan Luka Sectio Caesarea di RS Inanta Kota Padangsidimpuan Heriansyah, Rizka; Pebrianthy, Lola
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 4 No 1 (2019): Vol.4 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The more complete the facilities and facilities provided by sectio caesarea are approved, the number of mothers who choose sectio caesarea to deliver their babies. This study discusses the post sectio caesarean mothers for the treatment of caesarean sectio injuries in Inanta Public Hospital Padangsidimpuan in 2018. This research method is descriptive with a large sample of 35 people. The study was conducted in August to December 2018. The instrument in this study consisted of a questionnaire of knowledge, attitudes and actions, each of which contained 10 questions. The results showed that most post sectio caesarean mothers have sufficient knowledge, namely 24 people (68.8%) and some who have good knowledge, 11 people (31.4%) and no mothers who have less knowledge. Based on attitude, post sectio caesarean mothers have a positive attitude of 35 people (100%). Based on the action, post sectio caesarare mothers performed wound care well with 35 people (100%). From the results of this study, it is expected to be beneficial for post sectio caesarean mothers, researchers, and hospitals to increase post sectio caesarean mothers for surgical wound care and increase the level of risk of sectio caesarean wound infection
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESISI GRAVIDARUM Utamingtyas, Farida; Pebrianthy, Lola
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 5 No 1 (2020): Vol. 5 No. 1 Juni 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v5i1.226

Abstract

Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering terjadi pada 60-80 % Primigravida dan 40-60 % Multigravida. Penyebab mual dan muntah ini bermacam-macam antara lain karena adanya perubahan hormon dalam tubuh, psikologis, sampai gaya hidup. Pola makan yang buruk sebelum maupun pada minggu-minggu awal kehamilan, kurang tidur atau kurang istirahat dan stres dapat memperberat rasa mual dan muntah. Design penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil terimester satu yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Labuhan Rasoki pada bulan Agustus Tahun 2019 yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner dan buku KIA ibu. Tehnik pengolahan data dimulai dari editing, coding, tabulasi dan terakhir analisa data. Dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 responden didapatkan data sebanyak 7 (23,3%) yang memiliki pengetahuan baik, 16 (53,4%) responden yang memiliki pengetahuan cukup dan sebanyak 7 (23,3%) responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang emesis gravidarum. Diharapkan kepada para ibu hamil trimester I mau mencari informasi yang lebih lengkap mengenai emesis gravidarum.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI ESKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI PERAH PADA IBU BEKERJA Pebrianthy, Lola
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.554

Abstract

Pemberian ASI pada Ibu Bekerja terhambat pada waktu menyusui karena intensitas pertemuan Ibu dan Bayi berkurang. Alternatif yang bisa ditempuh adalah pemberian ASIP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan tentang ASIP dengan Pemberian ASIP pada Ibu Bekerja di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021. Metode Penelitian bersifat Survey analitik desain cross sectional dilaksanakan di Puskesmas Batangtoru. Populasi seluruh Ibu bekerja yang memiliki bayi usia ≥ 6 bulan sampel sebanyak 36 orang teknik Purvosive sampling. Hasil Pengumpulan data dengan kuesioner dan uji statistic Fisher dan Continuity Correlation. Pada analisa bivariat didapatkan p value < α, ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASIP ( P value = 0,004) dan ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASIP (P value = 0,002). Kesimpulan ada hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang asi eksklusif dengan pemberian ASI perah pada ibu bekerja. Disarankan kepada Puskesmas meningkatkan Promosi kesehatan tentang ASIP agar ibu mau melakukan ASIP.`
Hubungan Sosial Budaya Ibu Menyusui Yang Tidak Bekerja Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Pebrianthy, Lola; Aswan, Yulinda
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.891

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain. ASI merupakan makanan terbaik bagi kelangsungan hidup bayi di usia 0-6 bulan. ASI memiliki zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, mengandung zat protektif yang membuat bayi jarang sakit, meningkatkan kecerdasan bayi dan meningkatkan hubungan psikologis ibu dan bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sosial budaya ibu menyusui yang tidak bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang tidak bekerja yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua sebanyak 362 ibu. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan criteria tertentu sebanyak 78 ibu. Analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan sosial budaya ibu menyusui yang tidak bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua tahun 2022 (p=0.000<α=0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sosial budaya erat hubungannya dengan pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ibu menyusui tentang pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua.