Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Pebrianthy, Lola; Nasution, Zubaidah; Saragih, Sarli
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1038

Abstract

Pemberian ASI perlu mendapat perhatian para ibu dan tenaga kesehatan agar proses menyusui dapat terlaksana dengan benar . Pemberian ASI akan menumbuhkan jalinan kasih dan sayang antara ibu dan bayi baru lahir. Produksi ASI dapat meningkat dengan mengkonsumsi daun katuk berupa rebusan daun katuk karena mengandung alkoloid dan sterol yang dapat meningkatkan kelancaran ASI. Daun katuk juga mengandung vitamin A, B1, C, tanin, saponin alkaloid papaverin (Rahmanisyah, 2015) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Kota Padangsidimpuan Tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre-experiment yang rancangannya menggunakan the one group pretest-posttest desaign. Populasi penelitian ini seluruh ibu post partum di Desa Purbatua Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan sebanyak 24 orang. Sampel dalam penelitian ini 21 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil uji paired sampel t-test menunjukkan nilai p = 0,000 < α = 0,05, dimana Ha diterima artinya ada pengaruh pemberian rebusan daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Kota Padangsidimpuan Tahun 2022.
Hubungan Sosial Budaya dengan Kejadian Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Primigravida di Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpauan Pohan, Sakinah Yusro; Pohan, Anni Mardiah; Pebrianthy, Lola
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1085

Abstract

ASI mengandung laktosa, lemak, protein, mineral dan vitamin. ASI mengandung semua nutrien untuk membangun dan penyediaan energi dalam susunan yang diperlukan sebaiknya bayi hanya disusui ASI selama paling sedikit 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berumur 2 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI ekslusif pendidikan ibu, pengetahuan dan sosial budaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Sadabuan Tahun 2022. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sampel berjumlah 57 tehnik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sosial budaya (p=0,01) dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sadabuan. Disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas sadabuan agar meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan pendekatan sosial budaya
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2023 Pebrianthy, Lola; Saragih, Sarli
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1187

Abstract

Ibu menyusui memerlukan gizi yang cukup untuk kesehatan tubuh dan bayinya. Gangguan psikologi pada ibu menyebabkan berkurangnya pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan pemenuhan gizi dan tingkat kecemasan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum di Kota Padangsidimpuan Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan desain Crossecsional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum yang memberikan ASI kepada bayinya yaitu sebanyak 30 orang di Kota Padangsidimpuan dengan jumlah sampel adalah 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pemenuhan gizi (p value = 0,025) dan tingkat kecemasan (p value = 0,001) dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum di Kota Padangsidimpuan tahun 2023. Kesimpulan diperoleh bahwa ada hubungan pemenuhan gizi dan tingkat kecemasan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum. Diharapkan kepada ibu agar menambah pengetahuan mengenai pemenuhan gizi pada ibu post partum agar ibu dapat menghasilkan ASI yang banyak serta menjaga kondisi psikolgi yang baik agar tidak terjadi stres yang berlebihan.
PERAWATAN ORTODONTI PADA IBU MENYUSUI DENGAN PERIODONTITIS Agrianthy, Erlinda; Pebrianthy, Lola; Rhiyanthy, Frisca
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1781

Abstract

Perubahan hormon pada ibu menyusui secara signifikan dapat merubah metabolisme tulang. Perubahan hormon estrogen, progesterone, prolaktin, dan lain-lain berhubungan dengan remodeling tulang dan respon jaringan periodontal terhadap inflamasi yang disebabkan oleh plak dental. Penggunaan alat ortodonti selama masa menyusui dapat memicu respon stress pada sistem endokrin. Dengan demikian perawatan ortodonti pada ibu menyusui memerlukan perhatian khusus untuk mencegah komplikasi akibat tekanan ortodonti. Pada laporan kasus ini, pasien ibu menyusui usia 26 tahun dengan periodontitis mengeluh gigi depan terasa maju dan tidak rata. Perawatan multidisiplin pada kasus ini dilakukan dan didapati koreksi maloklusi yang signifikan setelah 2 tahun perawatan tanpa adanya kerusakan jaringan periodontal.
HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI PUSKESMAS SADABUAN TAHUN 2024 Pebrianthy, Lola; Saragih, Sarli; Ariani Harefa, Murni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1839

Abstract

Pemenuhan kebutuhan gizi bayi 0-6 bulan mutlak diperoleh melalui Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi dengan ASI eksklusif. Pemberian ASI salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi anak dalam 1000 Hari Pertama Kelahiran. World Health Organization (WHO) lebih dari 3.000 peneliti menunjukkan pemberian ASI selama 6 bulan paling optimal untuk pemberian ASI eksklusif dan pemberian ASI di dunia berkisar 50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sosial budaya dan dukungan suami dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi di Puskesmas Sadabuan Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan yang ada di Puskesmas Sadabuan Tahun 2024 sebanyak 51 orang, dengan sampel semua ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan yang ada di Puskesmas Sadabuan, menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa sosial budaya (p=0,001),dukungan suami (p=0,000), artinya ada hubungan sosial budaya dan dukungan suami dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Saran bagi ibu agar dapat memberikan ASI ekslusif kepada bayinya selama enam bulan penuh.