Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN MENARCHE DENGAN DISMENORE REMAJA DI KOTA MAGELANG Fitriani, Rosmauli Jerimia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.061 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v3i1.625

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak – anak menjadi dewasa, yang ditandai dengan pubertas. Pubertas pada wanita ditandai dengan menstruasi. Menstruasi merupakan proses alamiah, namun terkadang terdapat gangguan menstruasi yang sering mengganggu aktivitas, diantaranya adalah Dismenore. Dismenore dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup remaja putri, maka harus ditangani agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Dismenore berisiko terjadi pada wanita dengan kondisi malnutrisi dan status gizi lebih. Dismenore umumnya terjadi setelah menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan menarche dengan Dismenore pada remaja di Kota Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional. Sampel dimasukkan dalam penelitian bila memenuhi kriteria, yaitu siswa SMA/SMK kelas X dan XI di Kota Magelang yang bersedia menjadi subyek penelitian dengan menandatangani informed consent. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling untuk menentukan lokasi penelitian dan simple random sampling untuk menentukan responden penelitian. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan status gizi dengan Dismenore dan terdapat hubungan menarche dengan Dismenore pada remaja di Kota Magelang.
Gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa tahun pertama di Universitas PGRI Yogyakarta terhadap COVID-19 Wahid, Rahmat A Hi; Karimatulhajj, Hanifah; Fitriani, Rosmauli Jerimia; Bertorio, Margala Juang
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i2.10402

Abstract

ABSTRACT The Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pandemic causes an increase in morbidity and mortality and affects the lives of global people. Knowledge of diseases, especially COVID-19, influences community compliance with control measures. Assessment of public knowledge, especially students during the pandemic crisis, is critical in attempting to overcome this outbreak. This study was conducted to assess the knowledge of first-year students at Universitas PGRI Yogyakarta towards COVID-19. Increased knowledge and awareness of students about COVID-19 is expected to break the chain of COVID-19 spread or social transmission. Preventive measures for the spread of COVID-19 can be carried out by carrying out handy hygiene, social distancing, wearing masks, and increasing the immune system and balanced nutrition. The research method used was a cross-sectional descriptive study. The sampling technique was non-random sampling with purposive sampling. Collecting data using an online questionnaire through social media networks consists of three main parts: socio-demographics, information sources, and knowledge of COVID-19. A total of 226 first-year students were included in the study; 71 (31.4%) were male, and 155 (68.6%) were female. The students mostly came from the non-health science field, which was 198 (87%) in amount, and aged 17-19 years were159 persons (70.4%). The results showed that the level of knowledge of students was classified as good (39.4%), sufficient (41.6%), and (19.0%) less. This research can conclude that the level of knowledge at Universitas PGRI Yogyakarta is sufficient, so it is necessary to increase understanding related to COVID-19 through continuous and intensive online education in the campus environment. Keywords: COVID-19, level of knowledge, first-year  pharmacist students, Universitas PGRI Yogyakarta   ABSTRAK Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas serta mempengaruhi kehidupan masyarakat global. Kepatuhan masyarakat terhadap tindakan pengendalian dipengaruhi oleh pengetahuan terhadap penyakit khususnya COVID-19. Penilaian pengetahuan masyarakat khususnya mahasiswa selama krisis pandemik sangat penting dalam upaya untuk mengatasi wabah ini. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengetahuan mahasiswa tahun pertama di Universitas PGRI Yogyakarta terhadap COVID-19. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran mahasiswa akan COVID-19 diharapkan dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 atau transmisi sosial. Tindakan preventif penyebaran COVID-19 bisa dilakukan dengan melakukan handy hygiene, social distancing, menggunakan masker, dan meningkatkan sistem imun serta gizi seimbang.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara non random sampling dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan koesioner online melalui jejaring media sosial yang terdiri dari tiga bagian utama: sosio-demografi, sumber informasi, dan pengetahuan terhadap COVID-19. Sebanyak 226 mahasiswa tahun pertama dilibatkan dalam penelitian ini, 71 (31,4%) adalah laki-laki, dan 155 (68,6%) adalah perempuan. Latar belakang mahasiswa sebagian besar berasal dari bidang ilmu non Kesehatan berjumlah 198 (87%) dan berusia 17-19 tahun 159 (70,4%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa yang tergolong baik (39,4%), cukup (41,6%), dan (19,0%) kurang.  Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tahun pertama di Universitas PGRI Yogyakarta tergolong cukup sehingga diperlukan peningkatan pemahaman terkait COVID-19 melalui edukasi secara online yang berkelanjutan dan intensif di lingkungan kampus. Kata Kunci: COVID-19, Tingkat Pengetahuan, Mahasiswa Tahun Pertama, Universitas PGRI Yogyakarta
Pendampingan Peningkatan Kesehatan dan Gizi untuk Lansia di Padukuhan Sonosewu Aidha, Amalia Cemara Nur; Fitriani, Rosmauli Jerimia
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 6, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v6i3.2855

Abstract

AbstrakPadukuhan Sonosewu merupakan salah satu padukuhan yang terdapat di Kelurahan Ngestiharjo. Masyarakat padukuhan Sonosewu memiliki kesadaran kesehatan yang masih kurang. Lurah Ngestiharjo membuat program kebijakan kesehatan untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan perilaku hidup sehat melalui sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis bidang kesehatan, serta kerjasama dengan instansi, lembaga dan akademisi kesehatan untuk ikut memberikan konsultasi dan bimbingan ke masyarakat. Berdasarkan hal tersebut tim pengabdi melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan lurah dan kepala dukuh. Tim mendapatkan informasi dari kepala dukuh bahwa kepala dukuh memiliki program untuk meningkatkan aktivitas di posyandu lansia namun belum berjalan optimal. Posyandu lansia agar bisa berjalan dengan rutin dan kegiatannya ada informasi Kesehatan yang bermanfaat untuk para anggota posyandu. Berdasarkan permasalahan tersebut tim pengabdian berupaya memberikan solusi yang dapat diterapkan ke Padukuhan Sonosewu antara lain melakukan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan gizi dengan metode ceramah dan pemeriksaan. Sasaran peserta adalah warga usia pra lansia dan lansia di Padukuhan Sonosewu. Kegiatan ini memberikan manfaat dan memperoleh hasil sesuai target berdasarkan kehadiran peserta, tingkat partisipasi pemeriksaan kesehatan dan konsultasi. Saran untuk kegiatan selanjutnya disediakan tim khusus untuk mengunjungi rutin lansia yang tidak hadir ke lokasi posyandu, karena keterbatasan fisik dan waktu, agar status kesehatan seluruh lansia dapat termonitor.Kata kunci: Kesehatan, Lansia, Posyandu.
Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Di SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta Ratnasari, Karmelina; Fitriani, Rosmauli Jerimia
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.671

Abstract

Remaja merupakan usia periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa dewasa. Pola konsumsi pada usia remaja biasanya tidak teratur, sering melewatkan sarapan, dan kebiasaan jajan. Status gizi yang tidak normal pada remaja disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak seimbang secara berlebihan. Seringnya konsumsi makanan jajanan dan kurangnya aktivitas fisik berdampak pada status gizi remaja, karena konsumsi makanan jajanan secara berlebihan akan memicu gizi lebih. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan konsumsi makanan jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi di SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 195 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara konsumsi makanan jajanan dengan status gizi remaja SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta dengan nilai p= 0,01, serta terdapat hubungan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA  Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta dengan nilai p= 0,04.
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Usia Remaja di SMA Negeri 1 Pajangan Mucharomah, Ammelia; Fitriani, Rosmauli Jerimia
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v5i4.9707

Abstract

Adolescence is a critical period for growth and development, influenced significantly by lifestyle choices. This study investigates the relationship between fast food consumption, physical activity, and nutritional status among adolescents at SMA Negeri 1 Pajangan. Using a cross-sectional design, the research involved 243 respondents selected through random sampling. Data collection methods included Food Frequency Questionnaires (FFQ), 24-hour Physical Activity Level (PAL) recall forms, and anthropometric measurements. The Spearman correlation test revealed no significant relationship between fast food consumption and nutritional status (p=0.468) or between physical activity and nutritional status (p=0.648). These findings highlight the complex factors influencing nutritional status beyond diet and exercise, suggesting the need for multifaceted approaches to address adolescent health. The study underscores the importance of balanced interventions incorporating dietary education and physical activity to improve adolescent nutritional outcomes.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Pemanfaatan Potensi Lokal Bersama Kader Kesehatan Di Kelurahan Guwosari Jana, Padrul; Fitriani, Rosmauli Jerimia; Saptatiningsih, Rosalia Indriyati
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i2.3564

Abstract

Alleviating stunting cases is still the main agenda that must be resolved immediately. Children with good nutrition and optimal growth and development will impact Indonesia's superior human resources. However, in some places, public knowledge about stunting and child nutrition still needs to be improved. This fact has encouraged the service team to carry out activities to mitigate stunting cases by utilizing potential sources of nutritious food in the environment. The method used is through three stages. The stages are counseling and assistance related to stunting, training on MP-ASI processing by utilizing local food potential, and assistance with nutritional consultations and child growth and development. The results achieved after this activity were increased public knowledge and understanding regarding stunting and prevention by providing nutritious food to children. Apart from that, people can also take advantage of highly nutritious food sources around the house at low prices and abundant availability. Based on the results of focus group discussions involving various parties, they received a very good response from the community, health cadres, sub-districts, and health officers from the sub-district.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Anemia Dengan Pola Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi, Sumber Vitamin C dan Zat Inhibitor Tanin Pada Remaja Putri Kurniawan, Imanuel Arief; Fitriani, Rosmauli Jerimia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2869

Abstract

Anemia adalah masalah gizi yang sering dijumpai pada remaja, Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang makanan sumber zat besi dan makanan sumber vtamin C menyebabkan mereka jarang mengkonsumsinya, selain itu kurangnya pengetahuan remaja juga mengakibatkan kesalahan dalam mengkonsumsi zat besi misalnya konsumsi zat besi bersamaan dengan konsumsi zat lain yang dapat menggangu penyerapannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan anemia dengan pola konsumsi makanan sumber zat besi, makanan sumber vitamin C dan zat inhibitor tanin pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode studi analitik korelatif yang menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 199 orang. Berdasrkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara  tingkat pengetahuan anemia dengan pola konusumsi makanan sumber zat besi pada remaja dengan nilai p= 0,131, tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan anemia dengan pola konsumsi makanan sumber vitamin C pada remaja putri dengan nilai p= 0,245, serta tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan anemia dengan pola konsumsi zat inhibitor tanin pada remaja dengan nilai p= 0,618.
Preferensi Konsumen Terhadap Rasa dan Manfaat Jamu Tradisional sebagai Minuman Fungsional Fitriani, Rosmauli Jerimia; Yoanita, Yulia Venti; Marfuah, Hasti Hasanati; Hardyanto, R Hafid
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i4.6649

Abstract

Jamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun, persepsi masyarakat terhadap rasa dan manfaatnya dapat mempengaruhi minat konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi preferensi konsumen terhadap atribut sensoris (rasa, aroma, dan warna) serta persepsi manfaat jamu sebagai minuman fungsional. Penelitian dilakukan terhadap 50 responden dengan pendekatan kuantitatif. Preferensi rasa dinilai menggunakan skala hedonik 1–9, sementara persepsi manfaat dievaluasi dengan skala Likert 5 poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna memperoleh skor rata-rata tertinggi (7,24), diikuti oleh rasa (6,25) dan aroma (5,5). Persepsi terhadap manfaat kesehatan jamu cukup baik, di mana penambah stamina (skor 4,14) dan penambah imunitas (3,8) menjadi manfaat yang paling dirasakan. Pereda pegal (3,62) dan manfaat pencernaan (3,62) berada pada kategori setuju, namun tidak setinggi manfaat lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun rasa jamu cukup diterima.
PERAN REMAJA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Fitriani, Rosmauli Jerimia; Saptatiningsih, Rosalia Indriyati; Danuri, Danuri; Jana, Padrul
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.5999

Abstract

Stunting merupakan masalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, karena gizi yang salah dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi pada remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Gadingharjo, Bantul, dengan tujuan mengedukasi remaja terkait pencegahan stunting. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan pengukuran status gizi dengan alat antropometri, serta praktek pembuatan makanan sehat berbasis sumber pangan lokal. Dengan kegiatan ini, diharapkan remaja memiliki pengetahuan untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hubungan Peran Teman Sebaya Dan Penggunaan Media Sosial Terhadap Pola Makan Remaja Apriliani, Arni; Fitriani, Rosmauli Jerimia
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v8i1.738

Abstract

Background: Adolescence is a change from childhood to adulthood. This causes problems, namely being overweight (obesity), underweight and wrong eating patterns. Nowadays, teenagers consume a lot of food advertised on social media, but these foods do not contain strong enough nutrients. Apart from that, the influence of the social environment, such as peers, plays an important role in unhealthy eating patterns. The aim of this research is to analyze the relationship between the role of peers and the use of social media on the eating patterns of adolescents at PGRI Kasihan Bantul Middle School in 2024. The research method uses observational research with a cross-sectional research design. Sampling used a simple random sampling technique. Results: Based on the research results, it was found that there was a relationship between the role of peers on eating patterns and a value of p= 0.031, and there was no relationship between the use of social media and the eating patterns of teenagers at PGRI Kasihan Bantul Middle School with a value of p= 0.096. Conclusion: There is a relationship between the role of peers on teenagers' eating patterns and there is no relationship between the use of social media on teenagers' eating patterns at PGRI Kasihan Bantul Middle School.