Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

APLIKASI PEMASARAN DIGITAL MELALUI RUMAH PENGUSAHA MALANG RAYA DALAM PENATALAKSANAAN BISNIS PADA UMKM Budianto, Alexius Endy; Iswahyudi, Didik; Dianawati, Eris
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v5i1.303

Abstract

Abstrak Perkembangan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia akan semakin berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat. Selanjutnya berdampak pada pelaku UMKM agar lebih kreatif serta inovatif dalam perencanaan strategis pemasaran yang efektif. Sebuah UMKM akan mendapat kesulitan untuk berkembang jika para pelaku usaha kecil ini tidak memahami bagaimana cara memasarkan suatu produknya dengan efektif.. Dalam kesempatan ini kami bertujuan memberikan solusi lewat Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Universitas Kanjuruhan Malang yang menggandeng Rumah Pengusaha Malang Raya (RPMR), berupa strategi pemesaran digital yaitu e_pasar. Metode yang kami gunukan dalam kegiatan ini yaitu melakukan workshop dengan membentuk kelompok usaha kecil menengah sesuai jangkauan pasarnya. Investasi yang kami berikan adalah berupa aplikasi pemasaran digital. Hasil dari investasi menunjukan perubahan yang signifikan dalam pemasaran pada anggota Rumah Pengusaha Malang Raya.
Pendidikan dan Status Sosial sebagai Patokan Belis pada Perkawinan adat Manggarai di Desa Orong Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat Jenau, Mariani Gonsia; Iswahyudi, Didik; Widijatmoko, Engelbertus Kukuh
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jurinotep.v3i1.85

Abstract

A shift away from the belis-based traditional marriage system in Orong Village, Welak District, prompted this study. The changing meaning of belis impacts not only the character development of the community but also the economic burden on the community as a whole.  In order to get a sociological understanding of the belis issue and the community's attempts to avoid it, this study will detail the Manggarai community belis's implementation in Orong Village, Welak District, West Manggarai Regency. To address an existing issue, this study will use a qualitative approach that describes data directly connected to society, institutions, and organizations. Through the use of in-depth interview methods and participatory observation, the existing data will be studied. The outcomes of the issue formulation above lead us to the conclusion that the Manggarai community's belis can be implemented by actively participating in the preservation of belis culture. In the meantime, we know the issue is belis because of the outcomes of the second formulation. The study's findings highlight the importance of education and social position in establishing belis worth. Belis' grades tend to rise in correlation with her level of education and social standing. The male family has not paid off the belief that the female family determined, so the marriage does not take place in the church. What's more, if the male family grows, it can be assumed that the woman has bought it so that she can treat him as she wants, which can lead to domestic violence (KDRT). Therefore, it is believed that future studies will be able to clarify the effect of high costs on household life
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL (YOUTUBE) TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 17 MALANG Florida Tuto, Maria; Fransiskus G., Andri; Iswahyudi, Didik
Jurnal Manejemen, Akuntansi dan Pendidikan Vol. 1, No. 2, September 2024
Publisher : YAPAKAMA (Yayasan Putra Khatulistiwa Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jamapedik.v1i2.50

Abstract

Jurnal ini meneliti tentang pemanfaatan media sosial (youtube) terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila di SMP Negeri 17 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pengaruh pemanfaatan media sosial (youtube) terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila di SMP Negeri 17 Malang. Selain mengenai pengaruh pemanfaatan media sosial peneliti juga membahas menganalisis kelebihan dan kelemahan media sosial (youtube) yang digunakan oleh peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila SMP Negeri 17 Kota Malang. (a) Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pemgaruh pemanfaatan media sosial (youtube) terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila di SMP Negeri 17 Malang, (b) peneliti juga mengecek kelebihan dan kelemahan media sosial (youtube) yang digunakan oleh peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila SMP Negeri 17 Kota Malang.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Project Based Learning Loi, Maria Lidya Sartika; Iswahyudi, Didik; Indawati, Ninik; Sakdiyah, Siti Halimatus
Pijar : Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Actual Insight : Lembaga Penelitian Pengembangan, Penerbitan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pijar.v4i2.2730

Abstract

Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan aktivitas pembelajaran yang dilakukan agar peserta didik dapat secara aktif belajar dan mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih baik dari segi kecerdasan, pengetahuan dan kepribadian serta menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan generasi bangsa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Project Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses pengembangan, kelayakan dan kepraktisan perangkat pembelajaran berupa Lembar Kerja Peserta Didik yang dikembangkan agar dapat membantu siswa dalam belajar dengan bimbingan guru ataupun secara mandiri. Model penelitian ini merupakan model penelitian dan pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4D yaitu tahap Define, Design, Development, dan Disseminate. Hasil penelitian pengembangan, kelayakan dan kepraktisan merujuk pada instrumen validasi, dan kepraktisaan. Hasil analisis kelayakan terdiri dari ahli materi 86,5%, ahli bahasa 88,8%, ahli media 91,6%, hasil uji kepraktisan 93,5%. Persentase pencapaian dari hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Project Based Learning sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.
PELATIHAN PEMBUATAN STIK SUSU BAGI IBU-IBU PKK DI KECAMATAN JABUNG Wahyuningtyas, Dyah Tri; Hartatik, Hartatik; Iswahyudi, Didik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.076 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v6i2.11649

Abstract

ABSTRAK. Mayoritas penduduk di dusun gunung kunci dan boro jabung kondisi perekonomiannya masih rendah, dimana pendapatan penduduk dari hasil perkebunan yang diterima dari hasil kerja per hari sifatnya tidak tetap serta keuntungan hasil susu sapi perah per harinya yang kecil dirasa masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hasil susu sapi yang disetorkan atau dijual ke penampungan belum tentu diterima oleh KUD, karena KUD melakukan proses standardisasi untuk menjaga kualitas susu dari peternak. Akibat proses standarisasi tersebut mengakibatkan tidak semua susu yang sudah masuk ke KUD lolos dari uji parameter kualitas susu, sehingga banyak susu yang dibuang begitu saja ke lingkungan. Menanggapi permasalahan bahwa susu yang tidak diterima oleh KUD dengan kualitas rendah belum dikelola secara maksimal.  Sehingga diperlukan suatu program yang dapat memanfaatkan susu kualitas rendah yang tidak diterima oleh KUD menjadi produk olahan susu yang lebih bernilai ekonomis. Iptek yang akan diterapkan yaitu pengolahan produk makanan berbahan dasar susu misalnya pembuatan stik susu. Program pengolahan produk makanan berbahan dasar susu ini terdiri dari dua tahap yaitu pelatihan pengolahan aneka makanan berbahan dasar susu dan pelatihan pembuatan stik susu, (4) pengemasan dan pemasaran produk. Diharapkan melalui program ini mampu menciptakan lapangan kerja sampingan bagi para peternak dan secara langsung diharapkan dapat meningkatkan tingkat perekonomian di dusun Gunung Kunci dan dusun Boro Jabung. Selain itu diharapkan pembuatan produk makanan berbahan dasar susu ini dapat meningkatkan nilai guna suatu bahan menjadi produk yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan gizi bagi masyarakat secara umum dan juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi mitra.Kata kunci: Stik susu, PKK, Gunung Kunci, Boro Jabung ABSTRACT. The majority of villagers in the hamlet and boro jabung are still low, where the income from the plantation received from the work per day is not fixed and the small dairy cow milk yield per day is considered to be unable to meet the needs of the community. The results of cow's milk that is deposited or sold to the shelter is not necessarily accepted by the KUD, because KUD conducts standardization process to maintain milk quality from breeders. As a result of the standardization process, not all milk that has entered KUD has passed the milk quality parameter test, so that many milk is thrown away to the environment. Responding to the problem that milk that is not received by KUD with low quality has not been managed optimally. So we need a program that can take advantage of low-quality milk that is not accepted by the KUD into dairy products that are more valuable economical. Science that will be applied is processing milk-based food products such as making milk sticks. Dairy food processing program consists of two stages of training the processing of various foods made from milk and training of milk sticks, (4) packaging and marketing of products. It is hoped that through this program can create side job for farmers and directly expected to increase economic level in Gunung Kunci hamlet and Boro Jabung hamlet. In addition it is expected that the manufacture of dairy-based food products can increase the value of use of a material into a product that can be used as a nutritional improvement for the community in general and also foster entrepreneurial spirit for partners.Keywords: Milk Stick, PKK, Gunung Kunci, Boro Jabung
PENGUATAN BUDAYA LOKAL: IMPLEMENTASI EXTRAKULIKULER MELALUI SENI TARI DI SMP PGRI 2 SINGOSARI MALANG Putri Mudianingrum, Tasya; Romadhon, Romadhon; Iswahyudi, Didik
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v13i2.18781

Abstract

Culture that grows and develops in one ethnic groups can be called local cultures. Cultural education locally, one of them can be implemented in activities extracurricular dance at school. But in reality Judging from the development of today's technological era draws students' attention from regional culture alone. Students are more likely to be enthusiastic practicing modern dance rather than traditional dance. Therefore, the concept in extracurricular dance learning requires other methods and approaches, so that students can have an interest and good response to the learning in question. This research aims to determine the implementation and strategies for strengthening local culture through dance at SMP PGRI 2 Singosari. This research uses qualitative with an interactive approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The results of the research show that the implementation of strengthening local culture through extracurricular dance at SMP PGRI 2 Singosari is strengthened by the policy of implementing extracurricular activities which are included in the school curriculum. Meanwhile, the strategy of strengthening local culture through extracurricular activities is realized by providing material related to dance, training in learning dance, showing videos such as dance, regional arts in PPKn learning, holding bull art performances and exhibitions filled with dance. In this way, strengthening local culture through dance has an impact on strengthening character
THE ROLE OF 21st CENTURY TRANSFORMATIVE LEADERSHIP: UNDERSTANDING THE PROBLEMS OF THE PANCASILA DEMOCRATIC SYSTEM Rustan Effendi, Yulius; Iswahyudi, Didik; Samapati, Cevin Samapati
JURNAL TAPIS Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v20i2.23762

Abstract

Transformative leadership as a paradigm that continues to develop in the context of the 21st century offers unique thinking in understanding and facing various challenges related to democracy today. This article aims to investigate the role of transformative leadership in the 21st century in interpreting Pancasila democracy and overcoming multiple problems that arise in the context of democracy in student organizations. Through transformative leadership, this article offers solutions based on empowerment, active participation, and capacity building of members. Transformative leadership encourages creating an inclusive environment where individuals have a voice that is valued and heard. This creates a strong foundation for resolving conflict, strengthening trust, and encouraging ongoing engagement. This article uses qualitative researchers with a descriptive approach. Thus this article concludes that transformative leadership has great potential to be a facilitator in dealing with the problems of democracy in the contemporary era. Through this approach, it is hoped that student organizations can build a stronger foundation for an inclusive, dynamic, and sustainable democracy.
The Role Of Transformative Leadership In The 21st Century: Meaning The Problematics Of The Pancasila Democracy System Rustan Effendi, Julius; Iswahyudi, Didik; Samapati, Cevin
JURNAL TAPIS Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v20i2.28844

Abstract

Transformative leadership, as an evolving paradigm in the context of the 21st century, offers unique insights into understanding and addressing the current challenges related to democracy. Transformational leadership in the Pancasila democracy in Indonesia, particularly among students, is not without challenges. One of the main obstacles faced is resistance to the old political culture, which tends to be authoritarian. Students, who should be agents of change, often get trapped in hierarchical thinking and are less open to change. This political culture hinders the spirit of inclusive and democratic leadership. This article aims to explore the role of transformative leadership in the 21st century in interpreting Pancasila democracy and addressing various issues arising in the context of democracy within student organizations. Through transformative leadership, this article offers solutions based on empowerment, active participation, and the development of members' capacities. Transformative leadership fosters an inclusive environment where individuals' voices are valued. This creates a strong foundation for resolving conflicts, building trust, and promoting sustained engagement. This article uses qualitative research with a descriptive approach. Transformative leadership has great potential to serve as a facilitator in addressing the democratic issues of the contemporary era. Through this approach, it is hoped that student organizations can build a stronger foundation for a more inclusive, dynamic, and sustainable democracy.
Tingkat Partisipasi Mahasiswa Dalam Pemilu Badan Eksekutif Mahasiswa Iswahyudi, Didik; Romadhon, Romadhon; Ege, Emanuel Budi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1705-1714

Abstract

Pemilihan Umum Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) merupakan cerminan nyata praktik demokrasi di lingkungan kampus, namun rendahnya tingkat partisipasi mahasiswa menjadi tantangan yang terus berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika partisipasi mahasiswa dalam Pemira BEM Unikama serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi sikap apatis mahasiswa, seperti kurangnya pemahaman tentang pentingnya pemilu, minimnya sosialisasi dari pihak penyelenggara, dan lemahnya pendidikan politik di lingkungan perguruan tinggi. Melalui studi pustaka dan data wawancara dari berbagai periode Pemira BEM Unikama (2019–2024), ditemukan bahwa meskipun ada dinamika politik kampus yang cukup hidup pada masa-masa tertentu, partisipasi mahasiswa cenderung fluktuatif dan bahkan menurun drastis pada tahun-tahun tertentu, yang ditandai dengan pelaksanaan pemilu secara aklamasi serta ketidaktahuan mahasiswa terhadap calon terpilih. Pendidikan politik dinilai sebagai elemen strategis untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara kampus yang demokratis, serta untuk membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat budaya demokrasi melalui pendidikan politik yang terstruktur dan strategi pelaksanaan Pemira yang lebih inklusif, agar mahasiswa dapat berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan berbangsa secara luas
Implikasi Upacara Wuat Wa’i Dalam Prospek Pendidikan Keberlanjutan Aprila, Rosita; Iswahyudi, Didik; Widijatmoko, Engelbertus Kukuh
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1803-1811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dari upacara wuat wa’i dalam kehidupan masyarakat Manggarai serta implikasinya dalam prospek pendidikan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap narasumber yang memahami tradisi wuat wa'i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara wuat wa’i tidak hanya memiliki nilai budaya dan religius yang tinggi, tetapi juga memuat nilai-nilai pendidikan seperti tanggung jawab, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap alam. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam pengembangan pendidikan keberlanjutan yang menghargai kearifan lokal dan hubungan manusia dengan lingkungan. Dengan demikian, tradisi lokal seperti wuat wa'i dapat menjadi sumber pembelajaran kontekstual dalam sistem pendidikan modern