Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PENGHAMBAT SMK3 DENGAN IMPLEMENTASI PELAKSANAAN SMK3 Heni Fa'riatul Aeni; Suzana Indragiri; Juwita Dwi Septiani; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.280

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam pelayanan rumah sakit. Namun, sampai saat ini pelaksanaan SMK3 di rumah sakit masih belum terlaksana dengan baik diantaranya dalam hal seminar K3, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemakaian APD, pemeriksaan dan pengawasan kondisi lingkungan kerja.  Hal ini dikarenakan terdapat berbagai faktor penghambat yang mengganggu kelancaran pelaksanaan program SMK3 RS. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor penghambat dengan implementasi pelaksanaan SMK3 di Rumah Sakit. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Dari populasi 214 karyawan dengan sampel sebanyak 69 karyawan yang dipilih berdasarkan metode proportional random sampling. Uji statistik menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α 0,05). Dari hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengelolaan data dan informasi yang berkaitan dengan K3 dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,014), terdapat hubungan antara pelaksanaan law enforcement dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,002), tidak terdapat hubungan antara kualitas SDM dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,775), tidak terdapat hubungan antara tingkat upah dan jaminan sosial dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,750). Sarannya adalah merekrut karyawan S1 Kesehatan Masyarakat khususnya dibidang K3, melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan diawal kerja dan secara berkala, mengadakan penyuluhan atau seminar K3 minimal sebulan sekali, diadakan sanksi dalam setiap pelanggaran peraturan K3, dan diadakan reward bagi karyawan teladan yang selalu mematuhi peraturan K3.Kata Kunci: Faktor penghambat; implementasi pelaksanaan SMK3AbstractOccupation Safety and Health Management System (OSHMS) is a factor that plays an important role in hospital services. However, until now OSHMS is often not well implemented in hospitals due to various inhibiting factors that interfere with the smooth implementation of the OSHMS program in hospitals including in terms of K3 seminars, periodic health checks, use of PPE, inspection and supervision of working environment conditions. The current study aims to determine the correlation between the inhibiting factors and the implementation of OSHMS in hospitals. This was a quantitative study with cross sectional design. Data were collected through interviews using a questionnaire. Thea study population involved 214 employees and the study samples involved 69 employees who were selected based on proportional random sampling method. Statistical test used chi square test with 95% confidence level (α 0.05). Based on the results of the chi square test, it was shown that there was a correlation between the management of data and information related to OSHMS with the implementation of OSHMS (p value of 0.014), a correlation between the implementation of law enforcement and the implementation of OSHMS (p value of 0.002), no correlation between the quality of human resources and the implementation of OSHMS (p value of 0.775), there was no correlation between the level of wages and social security with the implementation of OSHMS (p value of 0.750). It is recommended to recruit employees with Bachelor of Public Health qualification, especially in the field of OSH, conduct health checks for the employees at the beginning of work and periodically, hold OSH counseling or seminars at least once a month, impose sanctions for every violation of OSH regulations, and provide rewards for exemplary employees who always comply with OSH regulations. Keywords: inhibiting factors; implementation of OSHMS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.098 KB) | DOI: 10.38165/jk.v7i1.119

Abstract

Menyusui merupakan suatu pengambilan keputusan yang sangat bijaksana dari kedua orang tua. ASI merupakan makanan terbaik dan paling cocok untuk bayi yang dapat menjamin pertumbuhan bayi menjadi manusia yang berkualitas, karena mengandung zat gizi yang sesuai dan optimal bagi tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Kesenden Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon tahun 2013. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan yang bersifat studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu  yang memiliki bayi umur 7- 24 bulan yang datang ke Posyandu sebanyak 340  bayi. Sampel adalah ibu yang memiliki bayi umur 7-24 bulan sebanyak 75 orang yang dipilih berdasarkan metode proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik (uji chi square) menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu (p value : 0,000), keterpaparan informasi ibu (p value: 0,003) dan dukungan keluarga (p value: 0,004) dan didapat pula hasil yang tidak berhubungan antara pendidikan (p value: 1,000), pekerjaan ibu (p value: 0,698) dan dukungan tenaga kesehatan (p Value: 1,000) dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Kesenden Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon Tahun 2013.Kata Kunci :        Faktor-faktor, perilaku ibu, ASI eksklusif  ABSTRACTBreastfeeding is a very wise decision from both parents. Breast milk is the best and most suitable food for babies who can guarantee the growth of a quality human babies, because it contains the appropriate nutrients for optimal growth and development of infants. This study aimed to determine the factors associated with exclusive breastfeeding mother's behavior in the Village Kesenden Work Areas UPTD Kejaksan Cirebon City Health Center in 2013. The research method is a cross sectional study. Population in this research were mothers whi come in the result of infants aged 7-24 months as many  as 340 mother. Samples were mothers of infants aged 7-24 months as many as 75 people were selected based on proportionate random sampling method. Data was collected through questionnaires. The results showed that based on the results of the statistical test (chi square test) showed that there is a significant relationship between maternal knowledge (p value: 0.000), maternal exposure information (p value: 0,003) and family support (p value: 0.004) and also the results obtained are not related between education (p value: 1,000), maternal employment (p value: 0.698) and support health workers (p value: 1.000) with the behavior of the mother in breastfeeding Eksklusif di Kesenden work Area Urban health Center Kejaksan UPTD Cirebon Year 2013. Advice to Cirebon City Health Department provides media-related IEC exclusive breastfeeding, to enable health workers to be more intensive re-education breastfeeding, to immediately consult public health services (clinics lactation) for mothers who have problems lactating or breastfeeding.Keywords : Factor-factor,  maternal behavior, exclusive breastfeeding.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEEFEKTIFAN DAN KEEFISIENAN ADMINISTRASI PELAYANAN PADA PASIEN RAWAT JALAN Citra Amelia Oktaviani; Mokh Firman Ismana; Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.140

Abstract

Keefektifan  adalah melakukan pekerjaan yang benar dan sesuai dengan cara yang tepat untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan, sedangkan keefisienan adalah hasil dari usaha yang telah dicapai lebih besar dari usaha yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan pada pasien di instalasi rawat jalan rumah sakit sumber kasih kota Cirebon tahun 2014. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hal yang ingin di teliti adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan diantaranya ketepatan waktu, sarana dan prasarana, sistem komputerisasi, dan sumber daya manusia terhadap keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan pada pasien di instalasi rawat jalan rumah sakit sumber kasih kota Cirebon tahun 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic Package For Social Science). Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit sumber kasih pada bulan januari sampai desember tahun 2013, yaitu sebanyak  947 pasien, dengan pengambilan  sampel ditentukan dengan cara Consecutive Sampling yaitu pengambilan sampel ditentukan berdasarkan urutan datangnya pasien, sebanyak  90 pasien. Didapatkan dari hasil penelitian, pasien yang mempuyai keefektifan dan  keefisienan yang efektif dan efisien  sebanyak 34,4% dan 65,6% pasien yang  mempunyai keefektifan dan keefisienan yang  tidak efektif dan efisien. Hasil uji statistic (uji chi square) diperoleh bahwa ada hubungan yeng bermakna antara ketepatan waktu dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan (p- value = 0,002), ada hubungan yeng bermakna antara sarana dan prasarana dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan (p- value = 0,017), ada hubungan yeng bermakna antara sistem komputerisasi dengan keefektifan dan keefisienan  administrasi pelayanan (p- value = 0,011), ada hubungan yeng bermakna antara sumber daya manusia dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan (p- value = 0,000). Kata Kunci          : Keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan. ABSTRACTEffectiveness is doing the job properly and in accordance with the proper way to achieve a goal that has been planned, while efficiency is the result of the effort that has been achieved is greater than the work done.This study to determine the factors related to the effectiveness and efficiency of administrative services to patients in hospital outpatient installation source love Cirebon city in 2014. The method used in this research is descriptive analytical cross-sectional research design. Things to be investigated are the factors related to the effectiveness and efficiency of administrative services including timeliness, facilities and infrastructure, computerized systems, and human resources administration of the effectiveness and efficiency of care for patients in hospital outpatient installation source Cirebon city of love year 2014.The data was collected using a questionnaire interview. Processing and data analysis were performed using the SPSS (Statistics Package For Social Science ) version 18. The study population was patients who visited the outpatient hospital source of love in the month of January to December in 2013, as many as 947 patients, with a sampling determined by sampling Consecutive sampling is determined by the order of arrival of the patient, as many as 90 patients. Obtained from the results of the study , patients who mempuyai effectiveness and efficiency of effective and efficient as much as 34.4 % and 65.6 % of patients who have the effectiveness and efficiency are not effective and efficient . The results of statistical tests (chi square test) found that there is a significant relationship between timeliness GCC with administrative effectiveness and efficiency of care (p - value = 0.002), there was a significant relationship between the GCC infrastructure to the effectiveness and efficiency of administrative services (p - value = 0.017), there was a significant relationship between the GCC with a computerized system effectiveness and efficiency of administrative services (p - value = 0.011 ), no significant relationship between the GCC human resources administration with the effectiveness and efficiency of care (p - value = 0.000).Keywords : Administrative effectiveness and efficiency of service
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA KERJA BAGIAN JARING Endang Nur Amaludin; Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.923 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i1.97

Abstract

Sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja tidak lepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dalam bekerja yang langsung berhubungan dengan peralatan dan mesin untuk menunjang proses produksi. Penggunaan berbagai alat dan mesin ini menyebabkan tenaga kerja tidak akan terlepas dari resiko yang menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja. Risiko ini dapat menimpa tenaga kerja kapan dan dimana saja, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak yang berkaitan seperti pengusaha, tenaga kerja dan perusahaan. Perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dan mempunyai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh proses produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan APD pada tenaga kerja bagian jaring di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan yang bersifat studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja bagian jaring sebanyak 222 tenaga kerja, jumlah sample 89 tenaga kerja yang dipilih berdasarkan metode proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, metode pengolahan data dengan menggunakan wawancara analisa data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan uji statistik (Chi-Square) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) nilai P value = 0,946, dan ada hubungan antara sikap dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) nilai P value = 0,000, pada tenaga kerja bagian jaring PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2016.  Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, penggunaan alat pelindung diri   ABSTRACT Human resources as labor can not be separated from issues relating to safety in work directly related to the equipment and machinery to support the production process. The use of various tools and machinery have led to labor will not be separated from the risks relating to occupational safety and health. This risk can override the workforce anytime and anywhere, thus requiring special attention from various parties associated as employers, labor and business. Companies that employ workers and have the potential dangers posed by the production process that can cause accidents such as explosions, fires, pollution and occupational diseases, shall implement occupational safety and health. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitudes to the use of PPE in the labor section nets in PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. The research method is descriptive analytic approach that is both cross-sectional study. The population in this study is a part of the net the entire workforce of 222 workers, the number of workers 89 samples were selected based on proportional random sampling method. Data were collected by questionnaires, data processing method using interview data analysis using statistical tests. The results showed that, based on statistical tests (Chi-Square) shows that there is no relation between knowledge and the use of personal protective equipment (PPE) P value = 0.946, and there is a relationship between attitudes to the use of personal protective equipment (PPE) P value = 0,000, the labor section nets PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2016.Keywords : knowledge, attitude, use of personal protective equipment
HUBUNGAN PENGAWASAN DAN KELENGKAPAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Suzana Indragiri; Liha Salihah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.738 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.2

Abstract

Salah satu upaya pencegahan kecelakaan tenaga kerja adalah dengan mengharuskan memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi syarat, yaitu nyaman dalam penggunaan, tidak menghalangi dalam proses bekerja, dan memberikan perlindungan efektif terhadap jenis-jenis bahaya. Dalam meningkatkan kepatuhan  penggunaan APD pada pekerja juga diperlukan adanya faktor pengawasan yang berfungsi sebagai pengendalian pelaksanaan setiap kegiatan yang  merupakan usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengawasan ini pada dasarnya adalah pengawasan terhadap proses dan hasil serta orang yang melakukan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengawasan dan kelengkapan dengan tingkat kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja produksi area bagging off  di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon tahun 2018. Rancangan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Pekerja produksi area bagging off  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon yang berjumlah 55 orang pada bulan Mei 2018. Jumlah sampel menggunakan total sampling karena jika jumlah populasi kurang dari 100 maka seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa observasi dan wawancara dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD diperoleh p value sebesar 0,049. Dan ada hubungan antara kelengkapan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD diperoleh p value sebesar 0,001.Kata kunci : ABSTRACTOne effort to prevent workplace accidents is to require that you wear Personal Protective Equipment (PPE) that meets the requirements, which is comfortable in use, does not hinder the work process, and provides effective protection against types of hazards. In increasing the compliance of PPE usage to workers, it is also necessary to have a supervisory factor that functions as a control for the implementation of each activity which is an effort to achieve the stated goals. This supervision is basically the supervision of the process and results and the people who do the work. The purpose of this study was to determine the relationship of supervision and completeness with the level of compliance with the use of personal protective equipment (PPE) on workers producing bagging off areas at PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Cirebon Unit in 2018.The design in this study is a quantitative approach with cross sectional design. The study population was all workers producing bagging off areas of PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. The Cirebon unit which numbered 55 people in May 2018. The number of samples uses total sampling because if the population is less than 100 then the entire population is used as a sample. Data collection method uses primary data in the form of observation and interviews and data collection instruments using questionnaires. Data were analyzed using Chi Square Test at a significance level of 5% (0.05).Statistical test results showed that there was a relationship between supervision with compliance with PPE obtained p value of 0.049. And there is a relationship between the completeness of PPE to the APD usage compliance obtained p value of 0,001.
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DENGAN WWZ (WARM WATER ZACK) TERHADAP NYERI PADA PASIEN DYSPEPSIA R. Nur Abdurakhman; Suzana Indragiri; Leny Nur Setiyowati
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i1.201

Abstract

ABSTRAKDyspepsia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau ulu hati. Hal ini yang dapat menyebabkan gangguan rasa nyaman dan aman yaitu nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia di RSIA Pala Raya Kabupaten Tegal Tahun 2020.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre-eksperimental dengan tipe the one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang didiagnosa dyspepsia sebanyak 15 pasien pada tanggal 12 - 14 Maret 2020, pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar ceklist dan NRS (Numeric Rating Scale) menggunakan metode Paired T-Test.Hasil penelitian didapatkan bahwa intensitas nyeri sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri berat 7 - 10 (66,66%) dan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi adalah sebagian besar responden mengalami nyeri ringan 1 - 3 (60%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 dan jika α = 0,05 maka p <α (0.000 < 0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia Kata Kunci    : Terapi Kompres Hangat, WWZ (Warm Water Zack), Nyeri, Dyspepsia. ABSTRACTDyspepsia is a medical condition characterized by pain or discomfort in the upper abdomen or solar plexus. This can cause discomfort and safety, namely pain. The purpose of this study was to determine the effect of warm compress therapy with WWZ (Warm Water Zack) on pain in dyspepsia patients at RSIA Pala Raya Kabupaten Tegal 2020.This study uses a Pre-experimental research design with the type of the one group pretest-posttest design. The population in this study were all patients diagnosed with dyspepsia as many as 15 patients on March 12-14, 2020, sampling with an total sampling techniqueat. The research instruments were checklist sheets and NRS (Numeric Rating Scale) using the Paired T-Test method.The results is the intensity of pain before the intervention was done most of the respondents experienced severe pain 7 – 10 (66,66%0 and the intensity of pain after the intervention was that the majority of respondents experienced mild pain 1 – 3 (60%). Statistical test results obtained the value of p = 0,000 and if α = 0.05 then p <α (0,000 <0.05), which means there is a significant effect between warm compress therapy with WWZ (Warm Water Zack) on pain in dyspepsia patients.Keywords : Warm Compress Therapy, WWZ (Warm Water Zack), Pain, Dyspepsia.
MANAJEMEN RISIKO K3 MENGGUNAKAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Suzana Indragiri; Triesda Yuttya
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.225 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i1.77

Abstract

Kegiatan di Rumah Sakit mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia,  biologi, ergonomi  dan  psikososial, variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan Rumah Sakit  menentukan tingkat risiko K3. RSD Gunung Jati sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya risiko timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Sumber bahaya yang ada di Rumah Sakit harus diidentifikasi dan dinilai untuk menentukan tingkat risiko, yang merupakan tolak ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Dari hasil rekapitulasi insiden di ruang rawat inap Pangeran Suryanegara (Psikiatri) pada Desember 2015 sampai Juni 2017 terdapat 20 insiden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen risiko K3 menggunakan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Analisis data diawali dengan mengidentifikasi bahaya potensial dengan metode HIRARC untuk menganalisa potensi bahaya dari aktivitas kerja serta memberikan penilaian risiko, dan melakukan upaya pengendalian risiko.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 10 aktivitas kerja di ruang rawat inap psikiatri yang memiliki potensi bahaya, identifikasi bahaya yaitu pencahayaan, disinfektan, tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis A, Hepatitis B, Tuberkulosis, postur tubuh yang salah, melakukan pekerjaan berulang, mendapat  serangan pasien, sering kontak dengan pasien, panik, dan kerja berlebih. Penilaian risiko diketahui 1 aktivitas kerja dengan risiko extreme, 7 aktivitas kerja dengan risiko high, 1 aktivitas kerja moderate dan 1 aktivitas kerja low.Kata Kunci : Manajemen Risiko K3, HIRARC   ABSTRACTActivities in hospital have a risk which comes from physical factor, chemistry, biology, ergonomics, and psychosocial, variety, size, type, and completeness of hospital determine the OHS risk degree. Regional Gunung Jati hospital as a health service facility is a gathering place for sick people or healthy people where it is possible a risk occurs due to working accidence and disease due to working. The dangerous source which exists in hospital must be identified and measured to determine the risk level which is measuring basis for the possibility of accidence occurs due to working and disease due to working. From the recapitulation result of incidence in overnight-patient room Pangeran Suryanegara (psychiatry) from Des 2015 to June 2017 has 20 incidences. The goal of this research is to know the OHS risk management uses HIRARC. This research is a qualitative research. The technique used to collect data is observing field, analyzing data begins by identifying the potential danger using HIRARC method, analyzing potential danger from working activities and risk measurement and do the effort for controlling the risk.According to the research's result, it is known that there are 10 working activities in overnight-psychiatry patient room which have potential danger, identifying danger such as lightning, desinfectan, infected HIV/Aids, hepatitis A, hepatitis B, tuberculosis, wrong body from, doing repetitive work, getting patients attack, contacting patient frequently, panic, and workaholic. The risk measurement is known 1 working activity with the extreme risk, 7 working activities with high risk, 1 moderate working activity and 1 low working activity.Keywords : OHS Risk Management, HIRARC
HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN PERILAKU DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PEMBORAN Suzana Indragiri; Hendri Firnanda
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.549 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i2.107

Abstract

Menurut PT Jamsostek (Persero) yang saat ini telah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2014 jumlah pesertanya yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 129.911 orang. Kurangnya kesadaran para pekerja untuk senantiasa menggunakan APD dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tindakan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor determinan perilaku dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pemboran PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu tahun 2017 dengan jumlah 50 responden. Jumlah sampel sebanyak 34 sampel responden yang diambil menggunakan proportional random sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan  uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan APD, kenyamanan APD, peraturan dan pengawasan, serta tidak ada hubungan antara sikap dan pelatihan dengan penggunaan APD pada pemboran PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan APD, Perilaku Penggunaan APD   ABSTRACTAccording to PT Jamsostek (Persero), which has been transformed into Social Security Agency (BPJS) Employment, throughout 2014 the number of participants injured at work as much as 129 911 people. Lack of awareness of the workers to always use PPE is influenced by several factors that have a considerable influence on the action the use of personal protective equipment to workers. The purpose of this study was to determine Relation Determinant factor with the Behaviour of the use of Personal Protective Equipment (PPE) on Drilling PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor, Karangampel District of Indramayu Regency in 2017. This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this study were all employees at PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu regency in 2017 with a total of 50 respondents. The total sample of 34 respondents in a sample taken using proportional random sampling. Instrument using a questionnaire. Data were statistically analyzed using Chi Square test at the 5% significance level (0.05). Results of statistical test showed that there is a relationship between knowledge, availability of APD, APD comfort, regulation and supervision, and there is no relationship between attitude and training with the use of PPE in the Drilling PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu Regency in 2017.Keywords : Knowledge, Attitude, availability of APD, Behavior use of PPE
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEMENSIA PADA LANSIA Uun Kurniasih; Nuniek Tri Wahyuni; Heni Fa&#039;riatul Aeni; Suzana Indra Giri; Affah Fuadah
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.253

Abstract

Penyakit demensia sering ditemukan pada lansia hal ini berkaitan dengan bertambahnya usia yang semakin tua. Kejadian demensia pada lansia di Puskesmas Plumbon tahun 2020 paling tinggi yaitu sebesar 37,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu lansia yang berkunjung ke Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Indramayu pada bulan Maret 2020 sebanyak 63 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan datanya menggunaan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik chi square Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Indramayu Kabupaten Indramayu tahun 2020 dengan p value = 0,017. Petugas kesehatan agar meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya memberikan dukungan kepada lansia yang mengalami demensia baik moril maupun materil, mengoptimalkan kegiatan posbindu dengan kegiatan-kegiatan untuk lansia seperti senam lansia, pengobatan, dan juga pemberian informasi kepada lansia mengenai demensia dan cara penanganannya.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Demensia, Lansia   AbstractDementia disease is often found in the elderly, this is related to increasing age. The incidence of dementia in the elderly at the Plumbon Health Center in 2020 was the highest at 37.5%. This study aims to determine the relationship of family support in elderly patients with dementia. The type of research is a quantitative study with a cross sectional design . The sample in this study was the elderly who visited the Posbindu in the Plumbon Health Center Work Area, Indramayu Regency in March 2020 as many as 63 people with purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire with interview techniques . Analysis of the data using the chi square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between family support for elderly patients with dementia in Posbindu, Plumbon Indramayu Health Center Work Area, Indramayu Regency in 2020 with p value = 0.017. Health workers should increase outreach activities to families about the importance of providing support to the elderly with dementia both morally and materially, optimizing posbindu activities with activities for the elderly such as elderly gymnastics, treatment, and also providing information to the elderly about dementia and how to handle it.Keywords: Family Support, Dementia, Elderly
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP STRES MAHASISWA TINGKAT AKHIR DENGAN SISTEM PEMBELAJARAN DARING Asiah Asiah; Suzana Indragiri; Vina Sifa Unnufus
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.237

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di Wuhan Provinsi Hubei, Cina. Pemerintah melalui surat edarannya juga memerintahkan seluruh aktifitas pembelajaran dilakukan dirumah (sekolah dari rumah/daring) dan bekerja dari rumah (WFH). Ketidakmampuan mahasiswa untuk beradaptasi dengan keadaan tersebut membuat mereka mengalami stress. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap stres mahasiswa tingkat akhir dengan sistem pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen tanpa ada kelompok kontrol, yaitu One Group Pretest – Posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ilmu Keperawatan sebanyak 15 responden, sedangkan sampel menggunakan teknik pengambilan total sampling yaitu sebanyak 15 responden. Alat ukur untuk tingkat stress menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) dan terapi relaksasi otot progresif menggunakan SOP. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate. Analisa bivariate menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian didapatkan analisis nilai ρ (0,001) < nilai α (0,05) yang artinya ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap stres mahasiswa dengan sistem pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19 di Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Cirebon Tahun 2020. Diharapkan kegiatan relaksasi otot progresif dapat diterapkan sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan merilekskan tubuh.Kata Kunci: Stres Mahasiswa, Terapi Relaksasi Otot Progresif, Coronavirus Disease 2019 AbstractCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) was first discovered in Wuhan, Hubei Province, China. The government through its circular also orders all learning activities to be carried out at home (school from home / online) and work from home (WFH). Students' inability to adapt to this situation makes them experience stress. The purpose of this study was to analyze the effect of progressive muscle relaxation therapy on final year student stress with an online learning system during the COVID-19 pandemic. This type of research uses a quasi-experimental without a control group, namely the One Group Pretest - Posttest design. The population in this study were 15 students of Program Studi Ilmu Keperawatan, while the sample used a total sampling technique of 15 respondents. Measurement tools for stress levels use the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) questionnaire and progressive muscle relaxation therapy using SOP. The data analysis used was univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test.The results of the study obtained an analysis of the value of ρ (0.001) <α value (0.05), which means that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy on student stress with an online learning system during the COVID-19 pandemic in the STIKes Cirebon Nursing Study Program 2020. It is hoped that progressive muscle relaxation activities can be applied so that it can have a calming and relaxing effect on the body.Keywords: Student Stress, Progressive Muscle Relaxation Therapy, Coronavirus Disease 2019