Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal Massenrempulu dalam Perancangan Sistem Drainase Berkelanjutan di Kabupaten Enrekang Syam, Febrianto; Rivai, Aspin Nur Arifin; Amra, Muhammad Fikri; Irfan, Ahmad Asrul Azwar; Bakar, Abu; Tajuddin, Muhammad; Umar, Kusnadi
RUANG KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Politik bekerjasama Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rkjpm.v3i2.62516

Abstract

Kabupaten Enrekang menghadapi permasalahan drainase yang kompleks akibat topografi bergunung, curah hujan tinggi, serta lemahnya integrasi antara sistem modern dan kearifan lokal masyarakat. Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendukung penyusunan naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Drainase Perkotaan dan Pedesaan Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini mengadopsi pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan pengetahuan teknis modern dan sistem tradisional Massenrempulu. Metode yang digunakan meliputi pendekatan yuridis-normatif dan empiris, kajian literatur, analisis spasial, serta diskusi multipihak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam desain sistem eco-drainage mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan air, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menurunkan risiko banjir hingga 40%. Rekomendasi utama dari kegiatan ini adalah pembentukan Unit Pengelola Drainase Terpadu berbasis kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat. Upaya ini diharapkan menjadi model replikasi bagi daerah lain dalam mewujudkan tata kelola air yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis.
Women’s Experiences of Sexual Harassment in Makassar’s Public Transport System Wulandari, Niken; Syam, Febrianto
JURNAL KUASA Vol 3 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Political Sciences Program Study

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kuasa.v3i1.35

Abstract

Public transportation is expected to function as a safe and inclusive space for all citizens; however, for many women, it frequently becomes a setting marked by insecurity and fear. This study examines the forms of sexual harassment experienced by female users of public transportation in Makassar City and analyzes the social, cultural, and structural factors that shape its occurrence. Using a qualitative descriptive design, data were collected through in-depth interviews with women who regularly use pete-pete, pedicabs, and Teman Bus. Thematic analysis was employed to identify recurring patterns and meanings. The findings show that sexual harassment manifests in verbal, non-verbal, and physical forms, with pete-pete emerging as the most common site. The problem is rooted not only in individual behavior but also in entrenched patriarchal norms and the cultural value of siri’, which tends to silence women, as well as structural shortcomings in transport governance that lacks gender sensitivity. Weak reporting mechanisms further limit women’s ability to seek protection and justice. The study concludes that sexual harassment in public transportation emerges from the interplay between culture, power relations, and institutional structures. It calls for gender-responsive transport policies that integrate safety measures, public education, and victim-centered reporting systems to ensure women’s rights to safe and equitable mobility.
Non-State Actor Resilience in Strengthening Food Security Governance Networks Novayanti Sopia Rukmana S; Febrianto Syam; Saddam Husain Thamrin; Nani Harlinda; Kittisak Wongmahesak
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 11 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v11i1.16489

Abstract

Food security governance in Indonesia remains predominantly state-centered, leaving limited space for non-state actors such as Community-Based Organizations (CBOs) and Non-Governmental Organizations (NGOs) to participate meaningfully in the policy process. This study examines the contribution and resilience of non-state actors in strengthening food security governance networks in a regency characterized by high agricultural potential yet persistent food security challenges. Employing a descriptive qualitative approach within an interpretivist paradigm, informants were selected through purposive sampling based on direct involvement in food security policy implementation. They comprised representatives from the local food security agency, CBOs engaged in community-level food programs, and NGOs focused on food issues and community empowerment. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, then examined using thematic analysis encompassing data reduction, actor categorization, and contribution mapping within a governance network framework. The findings reveal that non-state actors demonstrate high adaptive capacity through local initiatives including home garden utilization, traditional agriculture revitalization, and food diversification. However, their involvement remains sporadic and confined to the implementation stage. Structural barriers, notably inadequate incentives, weak coordination mechanisms, and limited deliberative space, prevent their strategic engagement in policymaking. This study contributes to the governance network literature by foregrounding the resilience of non-state actors and its implications for participatory food security governance. It argues for a transformation from symbolic participation toward substantive involvement across all policy stages, supported by institutional reforms and incentive schemes that strengthen collaborative governance in decentralized settings.
Penerapan Peer Accountability untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Sulmiah Sulmiah; Muh. Nur Yamin; Herlina Sakawati; Anna Fiulaizi; Febrianto Syam
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/2pte6s42

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa dan berdampak pada menurunnya kualitas tugas, meningkatnya stres, serta rendahnya produktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya yang dapat membantu mahasiswa mengurangi kebiasaan menunda tugas melalui lingkungan belajar yang suportif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan pendekatan peer accountability untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa melalui Program Sahabat Akuntabilitas dan Inspirasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pembentukan kelompok kecil pendampingan, pembekalan manajemen waktu, penyusunan target tugas, pemantauan perkembangan secara berkala, serta evaluasi menggunakan observasi, laporan perkembangan, dan kuesioner. Kegiatan melibatkan sembilan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Negeri Makassar dengan pelaksanaan secara daring dan luring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada peserta, ditandai dengan penurunan mahasiswa yang sering menunda tugas dari 22,2% menjadi 11,1%, peningkatan peserta yang tidak pernah menunda tugas menjadi 33,3%, serta 66,7% peserta merasa lebih tenang dan memiliki kualitas pekerjaan yang lebih baik. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan peer accountability efektif dalam meningkatkan kedisiplinan, kemampuan manajemen waktu, dan perilaku akademik mahasiswa.
The Paradox Of Inter-Sectoral Coordination In Coastal Food Security: A Multi-Stakeholder Network Analysis In Majene Regency, Indonesia Saddam Husain Tamrin; Novayanti Sopia Rukmana S; Bulkis Bulkis; Syarinullah Syahrinullah; Febrianto Syam
Jurnal Administrasi Publik Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jap.v17i1.37154

Abstract

This research highlights the coordination paradox in food security in Majene Regency. While the region boasts abundant natural resources, particularly in the maritime and agricultural sectors, institutional coordination remains fragmented. Formal institutions, such as the Food Security Council, have been inactive since 2021. To understand this issue, the research involved in-depth interviews with 15 key stakeholders from five government agencies and community groups. Social network analysis was used to map relationships between actors and identify gaps that hinder food security governance. The results reveal a coordination paradox, where informal communication takes over the role of formal mechanisms. This creates a resilient but inefficient governance structure. These findings enrich institutional studies by offering a "coordination gap framework" that explains how resource abundance can lead to coordination failures in multi-level governance systems.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal: Pendekatan Participatory Action dalam Penguatan Tata Kelola Desa Novayanti Rukmana; Febrianto Syam; Muhammad Nur Yamin; Asri Nur Aina; Anna Fiulaizi
Pijar Nusantara Vol 1 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : Maret (2026)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community empowerment grounded in local potential constitutes a strategic approach in strengthening rural governance. This article documents the role of a field supervisor lecturer (Dosen Pembimbing Lapangan/DPL) in facilitating a participatory action-based community service program through Kuliah Kerja Nyata (KKN) in Tabo-Tabo Village, Bungoro District, Pangkajene dan Kepulauan Regency, South Sulawesi. The DPL's supervisory functions encompassed needs identification, program planning facilitation, field coordination with village and sub-district governments, and reflective evaluation alongside students. Three program clusters directly aligned with the article's focus: (1) strengthening village governance through public information transparency and digital media development; (2) community economic empowerment through MSME legalization and local tourism asset development; and (3) social and infrastructure capacity building through environmental health activities and public facility revitalization. Results demonstrate that active DPL mentorship within a participatory framework effectively catalyzed multi-stakeholder collaboration, produced measurable community outcomes, and cultivated sustainable local capacity. These findings affirm that the DPL role extends beyond administrative supervision into substantive facilitation of community-based development grounded in local assets.
Pola Penggunaan Media Sosial Dan Transformasi Partisipasi Politik Digital Di Indonesia: Analisis Perspektif Behavioralisme Febrianto Syam; Ahmad Anshari
Parapolitika: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 7 No. 2 (2026): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Program Studi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jpds.v7i2.12360

Abstract

This research analyzes the transformation of social media usage patterns and their impact on digital political participation in Indonesia. Through secondary data analysis from various official sources during the 2019-2024 period, the research reveals fundamental changes in how Indonesian society interacts with digital political space. Using a political behavioralism perspective, this study explores four main dimensions: transformation of social media usage patterns, demographic segmentation of users, duration and intensity of usage, and usage motivation in the context of political participation. The results show that social media penetration reaching 73.7% has created a complex digital public sphere, where WhatsApp (89.2%), YouTube (72.3%), and Facebook (70.2%) become dominant platforms. Demographic segmentation analysis reveals significant differences in platform preferences across generations, with Generation X more inclined toward YouTube (85%) and Facebook (77%). Average usage duration of 3.25 hours per day creates more fluid and personal patterns of political participation. Diverse usage motivations, from entertainment to networking, have transformed how society engages in political processes. These findings contribute to understanding new dynamics of political participation in the digital era and their implications for contemporary Indonesian democracy.
STRATEGI DAN MODEL TATA KELOLA KOLABORATIF KOMUNITAS MAKASSAR BERKEBUN DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MAKASSAR SULAWESI SELATAN Syam, Febrianto; Zulfiani, Zulfiani
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 9 No 2 (2021): December
Publisher : Department of Political Science, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the collaborative governance strategy and model developed by the Makassar Berkebun Community in addressing the shortage of urban green open space in Makassar City, tracing the web of relations among the community, sub district government, and private actors that has quietly taken shape behind every campaign and educational program on urban agriculture since 2011. This reading turns attention toward a question that has long stayed in the background of the environmental communication narrative, namely who actually carries the responsibility of providing green space when the capacity of local government falls short of its residents needs. Using a qualitative case study approach, this study analyzes the collaboration pattern between the Makassar Berkebun Community and sub district government, private corporations, and foundations from 2011 to 2021. The findings show that the collaborative governance process moves through four stages, namely joint problem assessment, collaborative planning, program production, and continuous action with evaluation. This pattern reflects a shift in the role of the state from sole provider of green open space to facilitator and partner within a governance network shared with civil society and the private sector. This study contributes to the urban environmental governance literature in Indonesia by showing that the legitimacy of community leadership is a determining factor for the sustainability of three sector collaboration.
Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Kabupaten Enrekang: Pendekatan Naskah Akademik Febrianto Syam; Aspin Nur Rivai; Novayanti Sopia Rukmana; Barik ramadhani Pababari; Rahman Syamsuddin
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.115

Abstract

Penyusunan rancangan peraturan daerah yang berkualitas memerlukan proses sistematis dan komprehensif. Penelitian ini mengkaji upaya LAB Acihr UIN Alauddin Makassar dalam menyusun rancangan peraturan daerah tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi di Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh bulan dengan melibatkan observasi lapangan, analisis data, dan penyusunan naskah akademik. Observasi lapangan dilakukan untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat terkait investasi, sedangkan analisis data melibatkan studi literatur yang relevan. Hasil observasi dituangkan dalam naskah akademik yang mengkaji secara akademis materi-materi penting seperti perumusan masalah, dasar hukum, landasan filosofis, sosiologis, yuridis, serta sasaran, ruang lingkup, dan arah pengaturan. Naskah akademik berfungsi sebagai acuan bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam merumuskan materi muatan rancangan peraturan daerah, dan memberikan masukan tentang urgensi serta substansi peraturan. Berdasarkan naskah akademik, tim menghasilkan rancangan peraturan daerah tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi yang berfungsi sebagai payung hukum dalam upaya menarik investasi. Rancangan ini kemudian dikaji lebih mendalam bersama DPRD dan Dinas terkait untuk memastikan kesesuaian dengan asas, manfaat, dan tujuan yang diharapkan serta dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan rancangan peraturan daerah membutuhkan upaya sistematis dan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak untuk menghasilkan peraturan yang berkualitas dan mendukung iklim investasi di daerah.
Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Kabupaten Enrekang: Pendekatan Naskah Akademik Febrianto Syam; Aspin Nur Rivai; Novayanti Sopia Rukmana; Barik ramadhani Pababari; Rahman Syamsuddin
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.115

Abstract

Penyusunan rancangan peraturan daerah yang berkualitas memerlukan proses sistematis dan komprehensif. Penelitian ini mengkaji upaya LAB Acihr UIN Alauddin Makassar dalam menyusun rancangan peraturan daerah tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi di Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh bulan dengan melibatkan observasi lapangan, analisis data, dan penyusunan naskah akademik. Observasi lapangan dilakukan untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat terkait investasi, sedangkan analisis data melibatkan studi literatur yang relevan. Hasil observasi dituangkan dalam naskah akademik yang mengkaji secara akademis materi-materi penting seperti perumusan masalah, dasar hukum, landasan filosofis, sosiologis, yuridis, serta sasaran, ruang lingkup, dan arah pengaturan. Naskah akademik berfungsi sebagai acuan bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam merumuskan materi muatan rancangan peraturan daerah, dan memberikan masukan tentang urgensi serta substansi peraturan. Berdasarkan naskah akademik, tim menghasilkan rancangan peraturan daerah tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi yang berfungsi sebagai payung hukum dalam upaya menarik investasi. Rancangan ini kemudian dikaji lebih mendalam bersama DPRD dan Dinas terkait untuk memastikan kesesuaian dengan asas, manfaat, dan tujuan yang diharapkan serta dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan rancangan peraturan daerah membutuhkan upaya sistematis dan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak untuk menghasilkan peraturan yang berkualitas dan mendukung iklim investasi di daerah.