Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

EDUKASI TENTANG PENYAKIT DAN PENCEHAHAN COVID 19 DI PANTI ASUHAN RAHPIA SIMALINGKAR B KOTA MEDAN Silitonga, Erwin; Tambunan, Formaida; Sidabukke, Ida Ria Royentina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Sosial Asuhan anak adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak telantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak telantar memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada penghuni panti asuhan yang nantinya diharapkan dapat menambah wawasan mereka tentang penyakit dan pencegahan Covid-19 secara tepat dan efektif, serta mampu menerapkan social distancing, cara cuci tangan dan pemakaian masker yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan di Panti Asuhan Rahpia Simalingkar B Kota Medan mendapat sambutan yang baik dari pihak Panti Asuhan dimana kegiatan yang telah dilaksanakan memiliki dampak yang positif pada penghuni panti asuhan dengan tumbuhnya kepedulian terhadap pencegahan terjadinya covid-19. Penghuni panti asuhan Rahpia selalu berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perlindungan diri dari paparan atau penularan serta pencegahan virus Covid 19. Panti asuhan dapat mempraktikkan langsung cara pencegahan penularan penyakit dari virus covid-19 yaitu penggunaan masker yang baik dan benar, cara mencuci tangan bilamana keluar dari panti asuhan, selanjutnya para penghuni asuhan dapat menjaga jarak dengan orang lain bilamana sedang keluar dari panti asuhan.
SOSIALISASI PENERAPAN 3M DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA MASYARAKAT KOTA MEDAN Silitonga, Erwin; Saragih, Frida Liharris; Oktavia, Yunida Turisna
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Indonesia harus ditekan semaksimal mungkin, salah satu cara utamanya adalah dengan menerapkan perilaku hidup disiplin. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: memberi pemahaman tentang pentingnya 3M (memakai masker, menjaga jarak san mencuci tangan), menyadarkan masyarakat agar tetap disiplin dalam melaksanakan 3M terutama di luar rumah dan mengajarkan secara langsung agar melaksanakan 3M kepada masyarakat kota Medan dengan baik dan benar. Pelaksanaan kegiatan tidak terbatas pada hal-hal yang bersifat formal saja, kelompok atau tempat tertentu, tetapi bisa dimana saja dengan cara menyapa, mengingatkan, menganjurkan, memotivasi, memberi pemahaman tentang 3M, dan atau menyuruh secara langsung agar melaksanakan 3M sesuai situasi kondisi di lapangan. Sosialisasi secara langsung yang dilakukan para duta yang dipilih oleh SATGAS COVID-19 Bidang Perubahan Perilaku yang telah dilatih terlebih dahulu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat merasa diperhatikan dan ada yang menerima dengan baik dan ada yang sebaliknya. Intervensi langsung yang dilakukan para duta dengan sendirinya membuat mereka tersadar akan kesalahannya dan ada juga sebaliknya merasa kurang merespon teguran tersebut. Evaluasi proses sangat baik, hal ini terlihat lebih banyak masyarakat menyatakan terima kasih atas teguran maupun edukasi yang para duta sampaikan pada saat setelah selesai wawancara. Evaluasi jangka panjang tentu belum bisa diukur karena para duta hanya bisa mengevaluasi pada saat bertemu langsung dan hanya pada satu waktu tertentu saja. Harapan kita dengan sosialisasi secara langsung ini akan membuat mayarakat dapat menerapkan protokol kesehatan 3M dengan kesadaran sendiri.
SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 PADA KELOMPOK LANJUT USIA DI DUSUN 14 DESA PEMATANG JOHAR KECAMATAN LABUHAN DELI Silitonga, Erwin; Sinaga, Taruli Rohana; Ningsih, Siska Dwi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian imunisasi covid 19 pada Lansia masih relatif rendah, padahal seperti banyak diketahui, bahwa dalam situasi pandemi, Lansia menjadi kelompok paling rentan jika terinfeksi Covid-19. Data Puskesmas Pematang Johar sampai 30 Juli 2021 berkaitan tentang Lansia dan penerima vaksin dari 3 dusun (Dusun 2, 13 dan 14), jumlah Lansia 64 orang namun yang sudah vaksin hanya 29 orang (45%). Tujuan sosialisasi tentang vaksin pada Lansia adalah: memberi pemahaman tentang pentingnya vaksin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, menyadarkan Lansia agar dengan sukarela mau menerima vaksin, mengajarkan Lansia hal-hal yang harus dilakukan apabila mereka mempunyai penyakit penyerta dan mengajak para Lansia agar memotivasi anggota keluarganya untuk ikut vaksin. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara sosialisasi langsung pemaparan meteri dan selanjutnya diskusi tanya jawab. Pada saat sosialisasi banyak pertanyaan para Lansia yang memang menunjukkan ketidakpahaman mereka tentang vaksin covid 19 ini. Mereka takut dengan berbagai informasi yang mereka dengar dari media cetak maupun elektronik berkaitan dengan banyaknya berita yang ikut vaksin menjadi sakit dan bahkan meninggal dunia. Peserta yang hadir 10 orang dan yang belum vaksin ada 5 orang, setelah selesai sosialisasi para Lansia yang belum vaksin sudah memahami apa yang dijelaskan, namun para penulis masih melihat ada keraguraguan pada Lansia tersebut. Hal ini dirasakan penulis ketika mereka ditanya apakah nanti kalau ada jadwal vaksin akan ikut vaksin?. Setelah dievaluasi ternyata satu orang yang menjawab pasti akan vaksin, sedangkan yang lain masih belum memastikan dengan berbagai alasan. Saran penulis agar sosialisasi tentang vaksin ini harus tetap digalakkan dan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kunjungan secara langsung, hendaknya ada tim kesehatan khusus bagi para Lansia yang mempunyai penyakit penyerta dan membina para Lansia sebagai duta dalam memberi informasi tentang vaksin kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitarnya.
EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN REMAJA PADA KADER POSYANDU REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS 1 MEDAN Ningsih, Siska Dwi; Silitonga, Erwin; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan pada remaja memberikan dampak negatif dari segi kesehatan fisik maupun psikologis. Masalah kesehatan fisik anak-anak dan gejala psikosomatik. Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran mempengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik, seperti sakit kepala, kelelahan, sakit perut dan sakit kepala. Masalah psikologis diantaranya harga diri yang rendah, perasaan depresi, kecemasan social, gangguan tidur, rendahnya efikasi diri, kesepian, keputusasaan dan ide bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan atau melatih Kader Posyandu Remaja untuk mengerti dan memahami tentang pentingnya edukasi pencegahan kekerasan pada remaja serta mempraktikkan kepada teman sebayanya Di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan. Adapun metode pengabdian masyarakat ini dengan edukasi pada pencegahan kekerasan remaja Di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab serta menonton video asertitve dalam praktik konseling. Hasil Pengabdian masyarakat ini adalah menambah pengetahuan kader posyadu remaja untuk lebih mengerti, memahami bentuk-bentuk perilaku kekerasan pada remaja, dan faktor yang melatarbelakangi serta melakukan komunikasi assertif dalam praktik konseling untuk teman-temannya. Diharapkan setelah dilakukan edukasi pencegahan ini kader posyandu remaja di Di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan pengetahuannya semakin meningkat dan mampu mempraktikkannya secara mandiri.
Pelayanan Kesehatan Gratis Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pada Perayaan Hut Bhayangkara RI Ke 76 Di Kota Medan Tambunan, Formaida; Silitonga, Erwin; Sidabukke, Ida Ria Royentina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kesehatan suatu negara menunjukkan kualitas negara tersebut dalam memberdayakan warganya. Hal ini juga dilakukan pemerintah Indonesia dengan menyediakan berbagai program untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang dimaksud oleh Departemen kesehatan RI merupakan setiap upaya yang diselenggarakan perorangan atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta pemulihannya, keluarga, kelompok atau masyarakat. Target yang harus dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah civitas akademi Universitas Sari Mutiara Indonesia ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ikut bermitra dengan Insititusi Kepolisan Daerah Sumatera Utara. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk peningkatan pemberdayaan civitas kampus pada setiap program pemerintah dan juga dari berbagai instansi dalam peningkatan pelayanan kesehatan untuk mencapai kesejahteraan pada masyarakat. Untuk menciptakan kondisi sehat di masyarakat dibutuhkan keharmonisan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan faktor utama yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat diantaranya adalah faktor pelayanan kesehatan. Oleh karena itu pelayanan kesehatan secara gratis sangat diperlukan terlebih pada masa pandemi covid-19 terjadi di Indonesia sebagai wujud kepedulian institusi Kepolisian RI dan pihak pihak yang terkait didalamnya dalam mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan secara gratis tersebut adalah melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat melalui pengukuran tekanan darah, pengukuran gula darah, pengukuran suhu badan, mengukur denyut nadi, mengukur pernafasan dan jika ditemukan masyarakat yang sakit maka dilakukan pengobatan sekaligus memberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan si penderita dan terlebih dalam memberikan edukasi tentang kesehatan agar seluruh masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan.
Pelatihan Pencegahan Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam Sipayung, Rosetty Rita; Lasma Rina Efrina Sinurat; Erwin Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pencegahan kecemasan bagi ibu hamil dalam menghadapi persalinan selama masa pandemi Covid-19 di Aek Nagali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 30 ibu hamil yang terdaftar di Di Rsu Sari Mutiara Lubuk Pakam berpartisipasi dalam pelatihan yang mencakup teknik relaksasi, informasi tentang proses persalinan, dan strategi coping. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kecemasan ibu hamil sebelum pelatihan memiliki rata-rata skor 18,5 (SD = 3,2), sedangkan setelah pelatihan, rata-rata skor kecemasan menurun menjadi 12,3 (SD = 2,5). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah pelatihan (p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pencegahan kecemasan efektif dalam mengurangi kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan selama pandemi.
Dampak Pergaulan Bebas Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Kartika 2 Medan Tambunan, Formaida; Erwin Silitonga; Ida Ria Sidabukke; Pinkan Soraya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja yaitu masa transisi atau peralihan yang kritis sebagai kunci berkembangnya pengalaman yang baru yang terjadi pada masa usia 10-19 tahun. Pada masa remaja sebagian individu dihadapkan pada dorongan untuk mengkonsumsi alkohol, merokok, atau obat-obatan lain serta memulai perilaku pergaulan. Pergaulan bebas merupakan pergaulan yang luas di kalangan remaja. Hal ini tidak berarti menekankan pada pengelompokkan yang kompak antara dua individu, melainkan antara banyak orang atau remaja. Pergaulan bebas ialah perilaku negatif yang melanggar norma agama dan norma kesusilaan. Ada beberapa kategori yang termasuk dalam pergaulan bebas di masa remaja, diantaranya adalah merokok, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, membuat kerusuhan, sering menghabiskan waktu di dunia malam. Pergaulan bebas berdampak pada kepribadian individu. Peran keluarga sangat penting untuk mengatasi pergaulan bebas salah satunya orang tua berperan sebagai motivator dan inspirator bagi anak remajanya, orang tua harus mampu menjadi sahabat bagi anak remajanya supaya anak lebih terbuka tentang dirinya, orang tua memberikan Pendidikan seks pada anak remaja. dengan demikian mereka juga dapatmengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas, di samping itu selain peran orang tua terutama dari diri sendiri sangatlah penting yaitu, membentuk karakter yang positif, jangan salah memilih teman, memilih tempat lingkungan yang baik. Banyak alasan atau faktor yang menyebabkan anak bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas.