Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Stimulasi Keterampilan Sosial Berbasis Program Musik Terintegrasi di PAUD Inklusif Santi Nisfi Anggraeni; Leli Kurniawati; Nur Faizah Romadona
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): Maret-Agustus 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1556

Abstract

Keterampilan sosial berperan penting dalam membantu anak membangun interaksi yang efektif, khususnya pada konteks PAUD inklusif. Namun, masih ditemukan tantangan seperti ketidaknyamanan anak reguler dan perasaan terasing pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan program musik terintegrasi dalam menstimulasi keterampilan sosial anak dari perspektif guru. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan guru dari empat PAUD inklusif percontohan di Bandung yang menerapkan pembelajaran berbasis musik, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas musik terintegrasi, seperti bernyanyi, bermain alat musik secara kolaboratif, dan gerak ritmik, mampu memfasilitasi perkembangan kerja sama, penerimaan sosial, sikap ramah, empati, serta persaingan positif. Penelitian ini merekomendasikan integrasi observasi langsung di kelas pada studi selanjutnya untuk memperkuat bukti efektivitas program.  
Strategi Guru Mengenalkan Kosakata Sunda untuk Anak Usia Dini Melalui Let’s Read: Studi Kualitatif Vena Yuliana; Rita Mariyana; Nur Faizah Romadona
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7572

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pembelajaran kosakata bahasa Sunda pada anak usia dini melalui aplikasi Let’s Read. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap seorang guru dan sepuluh anak usia 4–6 tahun di Cianjur, penelitian ini mengidentifikasi enam strategi pedagogis: pemodelan, definisi, ekspansi, contoh kontekstual, pertanyaan terbuka, dan perintah direktif. Hasil menunjukkan bahwa guru mengelompokkan kosakata berdasarkan tiga tingkatan kompleksitas (Tier 1–3), termasuk kosakata bermuatan budaya seperti peyeum. Efektivitas penggunaan teknologi digital bergantung pada mediasi guru sebagai cultural broker yang menghubungkan bahasa dengan nilai budaya lokal. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kematangan pedagogis, sensitivitas budaya serta teknologi edukatif. Teknologi berperan sebagai alat bantu pemberdayaan guru, bukan pengganti perannya dalam pelestarian bahasa.
Does Movement Matter? Motor Activity Stimulation for Children with Autism Spectrum Disorder Firda Ruhyah Mau’izhah; Nur Faizah Romadona; Heny Djoehaeni
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2360

Abstract

This review aimed to synthesize empirical evidence regarding motor activity stimulation in young children with ASD, including intervention forms, developmental impacts, and implementation challenges. A Systematic Literature Review (SLR) method was selected to synthesize empirical evidence regarding motor activity stimulation in children with ASD and was conducted using the PRISMA 2020 flow diagram. Of 251 articles identified through Scopus and supporting databases, 13 empirical studies involving children with ASD aged 2–6 years published between 2021 and 2026 were selected and analyzed. The findings indicated that motor activity stimulation was implemented through fundamental movement activities, sensorimotor training, social-motor activities, and daily routines across home, school, therapy, and structured sports contexts. The findings also demonstrated contributions to motor development, sensory regulation, social interaction, behavior, and children’s independence. However, implementation still faced challenges related to limited understanding among teachers and parents, as well as insufficient institutional support. This review showed that motor activity stimulation in children with ASD was not only associated with motor abilities, but also with sensory regulation, social skills, and participation in daily activities. Multimodal and contextual approaches were needed to support children’s development according to their individual needs.
Pola Kesulitan Pelafalan pada Siswa Berkebutuhan Khusus dalam Kajian Fonetik Artikulatoris Lafziatul Hilmi; Dadang Sudana; Bimbi Lastri Prima Asih; Ernawulan Syaodih; Nur Faizah Romadona
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 3 Periode Juni-Agustus 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i3.3944

Abstract

Kesulitan pelafalan pada siswa berkebutuhan khusus perlu dipetakan secara individual karena pola realisasi bunyi berbeda pada setiap anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi pola kesulitan pelafalan kosakata dasar pada siswa dengan hambatan intelektual, autisme, dan sindrom Down melalui kajian fonetik artikulatoris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak. Data dikumpulkan melalui observasi, elisitasi menggunakan kartu bergambar dan stimulus verbal, serta perekaman tuturan, kemudian ditranskripsi secara ortografis dan fonetis berdasarkan Alfabet Fonetik Internasional. Hasil menunjukkan variasi pola berupa penghilangan dan penggantian bunyi, kesalahan identifikasi leksikal, reduksi suku kata, respons kosong, serta penyederhanaan bentuk kata. Disimpulkan bahwa kesulitan pelafalan bersifat individual sehingga memerlukan stimulasi yang disesuaikan dengan pola masing-masing. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan pola pelafalan lintas karakteristik kebutuhan khusus melalui fonetik artikulatoris. Temuan ini berkontribusi sebagai dasar penyusunan asesmen dan intervensi pelafalan yang lebih tepat sasaran.