Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Anak Purnawan, Iwan; Wirakhmi, Ikit Netra
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 2 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.023 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.2.4317

Abstract

The accident rate in elementary school-aged children is quite high. Efforts that can be made to overcome this are by providing health education in the form of counseling to parents about First Aid in Child Accidents. The purpose of this activity is to provide knowledge to participants so that they can perform first aid in child accidents. This program is implemented through health education with lectures and discussions. The participants were 10 committee members of Al Izzah Islamic Elementary School, Purwokerto. The value of knowledge is measured before and after education. The average value of the pre test is 64.00 while the average value of the post test is 86.00. The results of the paired t-test analysis showed that the value of p = 0.001 indicated that there was a significant relationship or difference between the knowledge scores of respondents and their understanding of first aid in child accidents before and after education.
Penyuluhan Tentang Tubercolusis (TBC) Dan Pengelolaannya Di Masyarakat Pada Kader Dan Penyuluh Agama Di Kecamatan Kedungbanteng Wirakhmi, Ikit Netra; Arni Nur Rahmawati; Iwan Purnawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v4i02.1171

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas, dan tingginya biaya kesehatan. TB masih merupakan penyakit penting sebagai penyebab morbiditas dan mortalitas, dan tingginya biaya kesehatan.  Setiap tahun diperkirakan 9 juta kasus TB baru dan 2 juta di antaranya meninggal di negara‐negara berkembang. WHO menyebutkan bahwa penyakit TB merupakan penyakit yang mudah menular dimana dalam tahun‐tahun terakhir memperlihatkan peningkatan dalam jumlah kasus baru maupun jumlah angka kematian yang disebabkan oleh TB. Pemberdayaan masyarakat dengan kader TB memiliki peran penting terutama dalam upaya penemuan, pemberian informasi dan pendampingan pasien TB. Salah satu fungsi penyuluh agama yaitu fungsi konsultatif dimana penyuluh agama menyediakan dirinya untuk turut memikirkan dan memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara pribadi, keluarga maupun masyarakat umum. Oleh karena itu penyuluh agama diharapkan bisa diberdayakan untuk ikut serta dalam hal penanganan penyakit TB. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dan penyuluh agama tentang TB dan pengelolaannya di masyarakat. Metode yang digunakan adalah ceramah menggunakan media power point, diskusi, pengisian kuesioner pre dan post test serta pembagian leaflet. Hasil kegiatan PKM ini adalah pengetahuan responden mengalami peningkatan dengan nilai rata – rata pre – test dan post – test mengalami peningkatan sebesar 3. 4 dan peserta mengikuti serta merespon kegiatan dengan baik. Simpulan, Signifikasi, Implikasi dari PKM ini adalah dapat membantu mengurangi angka kejadian TB di masyarakat.
Edukasi Pada Ibu Tentang Gizi Seimbang di Posyandu Balita Mugi Sehat Desa Dukuhwaluh Wirakhmi, Ikit Netra; Safitri, Maya; Purnawan, Iwan; Azizy, Agil Wafi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): September 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.571

Abstract

Gizi kurang pada anak juga dapat diakibatkan oleh minimnya pengetahuan ibu tentang bagaimana pemberian makanan yang bergizi pada anak serta anak tidak memperoleh cakupan konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Minimnya pengetahuan ibu terhadap keragaman jenis makanan akan memunculkan terganggunya proses perkembangan serta pertumbuhan anak paling terutama pada pertumbuhan otak. Tujuan yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbangdapat meningkat. Metode pengabdian dilakukan melalui pendidikan kesehatan (ceramah dan diskusi). Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Mugi Sehat Desa Dukuhwaluh dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang gizi seimbang balita sebesar 8.75 poin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TUBERCULOSIS (TB) PADA ANAK : THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDES WITH TUBERCULOSIS (TB) PREVENTION BEHAVIORS IN CHILDREN Wirakhmi, Ikit; Iwan Purnawan; Yuli Dwi Hartanto
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.633

Abstract

Background. Tuberculosis (TB) remains a significant public health issue both in Indonesia and internationally, making it one of the targets of sustainable health development goals (SDGs). The proportion of childhood tuberculosis cases in Central Java in 2022 was 19.5%, an increase compared to the 2021 proportion of 11.2%. This indicates that the transmission of tuberculosis cases to children is on the rise. Knowledge and attitudes are essential in promoting healthy behaviors, including efforts to prevent TB.Purpose. To determine the relationship between knowledge and attitudes with tuberculosis (TB) prevention behaviors in children.Methods.. This study is a quantitative correlational research. The study design is a cross-sectional study. The respondents were mothers with toddlers at Posyandu Mugi Slamet in Ledug Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency. The sample was taken using accidental sampling techniques, totaling 23 respondents. Data were collected on June 7, 2024. The research instrument used a questionnaire. The analysis used includes univariate and bivariate.Result. The majority had primary education (65.2%) and were unemployed (87%). Most respondents had good knowledge (56.5%), positive attitudes (91.3%), and positive behaviors (95.7%). The correlation between knowledge and behavior was not statistically significant (p = 0.184). A correlation value of 0.184 indicates a very weak positive correlation. The correlation between attitude and behavior was not statistically significant (p = 0.66). A correlation value of 0.752 indicates a strong positive correlation.Conclusion. There is no significant relationship between mothers' knowledge and attitudes with TB prevention behaviors in children.
SLEEP HYGIENE IN ADOLESCENTS Iwan Purnawan; Ikit Netra Wirakhmi
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 1 No. 4 (2024): Volume 1 Number 4 August-October 2024
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/s1n7gq80

Abstract

Adolescent health is crucial for developing a productive future generation, with sleep quality being a key component. Many adolescents struggle with sleep issues due to academic pressure, excessive gadget use, and poor habits. This community service project aimed to improve sleep hygiene awareness among students at MTS Ma'arif 2 Ajibarang through leaflet distribution. On April 30, 2024, 150 sleep hygiene leaflets were distributed to students. Feedback was gathered from students and teachers to evaluate engagement and understanding. The leaflets were well-received. The leaflet distribution effectively raised awareness about sleep hygiene among adolescents. Future studies should assess the long-term impact of such interventions on sleep behaviors and health outcomes.
Penggunaan metronom untuk optimalisasi pelatihan resusitasi jantung paru dengan manekin: A systematic literature review Rismah, Rismah; Purnawan, Iwan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 4 (2024): Volume 18 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i4.159

Abstract

Background: Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is an emergency action that is very important to increase the chances of survival of someone who experiences cardiac arrest. CPR guidelines generally recommend a specific chest compression rate of around 100-120 compressions per minute. The metronome provides consistent sound guidance, helping trainees measure and maintain the correct pace during practice. This can reduce the risk of errors in providing inadequate chest pressure. Purpose: To assess whether use of a metronome can improve participants' skills in maintaining chest compression rates in accordance with CPR guidelines. Method: Systematic literature review (SLR) databases PubMed and Google Scholar use the keywords chest compression, metronome, and cardiopulmonary resuscitation. Researchers determined relevant and specific questions to dig deeper into this problem, "Does a metronome have a good and positive impact when used during CPR simulations or treatment?" This research uses Preferred Reporting Items for Literature Review and Meta-Analysis (PRISMA) for selecting articles to be reviewed. Results: The metronome on the CPR mannequin can be a tool that facilitates synchronization of resuscitation steps between team members. This can increase speed and coordination in handling emergency situations. Conclusion: That the use of a metronome in cardiopulmonary resuscitation (CPR) training provides significant benefits. The metronome is a very useful tool in the context of CPR training, both for medical personnel and lay people.   Keywords: Chest Compression; Metronome; Cardiopulmonary Resuscitation.   Pendahuluan: Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan sebuah tindakan darurat yang sangat penting untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup seseorang yang mengalami henti jantung. Pedoman RJP umumnya merekomendasikan laju kompresi dada yang spesifik, yaitu sekitar 100-120 kompresi per menit. Metronom memberikan panduan suara yang konsisten, membantu peserta pelatihan untuk mengukur dan memelihara kecepatan yang benar selama latihan. Hal ini dapat mengurangi risiko kesalahan dalam memberikan tekanan dada yang tidak memadai. Tujuan: Untuk menilai apakah penggunaan metronom dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam memelihara kecepatan kompresi dada yang sesuai dengan pedoman RJP. Metode: Systematic literature review (SLR) basis data PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci kompresi dada, metronome, dan resusitasi jantung paru. Peneliti menentukan pertanyaan yang relevan dan spesifik untuk menggali lebih dalam permasalahan ini “Apakah metronom memiliki dampak yang baik dan positif apabila digunakan pada saat simulasi maupun perlakuan RJP?”. Penelitian ini menggunakan Preferred Reporting Items for Literature Review and Meta-Analysis (PRISMA) untuk seleksi artikel yang akan di review. Hasil: Metronom pada manekin RJP dapat menjadi alat bantu yang memfasilitasi sinkronisasi langkah-langkah resusitasi diantara anggota tim. Hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan koordinasi dalam menangani keadaan gawat darurat. Simpulan: Penggunaan metronom dalam pelatihan resusitasi jantung paru (RJP) memberikan manfaat yang signifikan. Metronom menjadi alat yang sangat berguna dalam konteks pelatihan RJP, baik untuk tenaga medis maupun orang awam.   Kata Kunci: Kompresi Dada; Metronom; Resusitasi Jantung Paru.
Upaya Edukasi melalui Pelatihan Kader dalam Mengurangi Stigma dan Meningkatkan Pemahaman Tuberculosis (TB) di Masyarakat Wirakhmi, Ikit Netra; Purnawan, Iwan; Sumantri, Rade Bagus Bambang
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5345

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Stigma yang melekat pada pasien TB sering menghambat upaya penanganan penyakit ini, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan kader kesehatan untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai TB dan stigma pasien di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode: Pelatihan dilakukan melalui seminar dan diskusi interaktif, melibatkan 10 kader kesehatan yang memenuhi kriteria peserta. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kader telah memiliki pemahaman yang baik mengenai TB, dengan peningkatan jumlah kader berpengetahuan baik dari 8 menjadi 9 orang, mencerminkan dampak positif dari pelatihan. Namun, satu kader tetap berada dalam kategori pengetahuan kurang baik, menunjukkan perlunya pendekatan tambahan. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader.
Upaya Peningkatan Kemampuan Deteksi Dini Tuberkulosis melalui Aplikasi ByeTB Berbasis Androud pada Kader di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Wirakhmi, Ikit Netra; Purnawan, Iwan; Sumantri, Raden Bagus Bambang
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tuberkulosis adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Upaya pemberantasan TB memerlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Di Kecamatan Kedungbanteng, kader TB berperan sebagai mitra tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kejadian TB. Meningkatkan kemampuan deteksi dini Tuberkulosis pada kader melalui aplikasi ByeTB berbasis android. Metode: Mitra pada kegiatan ini adalah kader Tuberculosis Kecamatan Kedungbanteng berjumlah 10 orang dengan metode pelaksanaan kegiatan yaitu pelatihan. Hasil: Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyakat pada kader TB di   Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas berjalan dengan lancar. Kesimpulan: Seluruh peserta mampu menggunakan aplikasi ByeTB dengan baik.
The effectiveness of Audiovisual Education and Spiritual Support Intervention on Anxiety Reduction and Hemodynamic Parameter Stabilization in Pre-Esophago Gastro Duodenoscopy (EGD) Patients: A Pre-Intervention Study Hidayat, Arif Imam; Mulyaningrat, Wahyudi; Purnawan, Iwan; Awaludin, Sidik; Alivian, Galih Noor; Alfianto, Candra; Siwi, Adiratna Sekar; Walohtae, Fa-is
Journal of Bionursing Vol 6 No 3 (2024): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2024.6.3.14555

Abstract

Background: Pre-procedural anxiety in esophagogastroduodenoscopy (EGD) patients can negatively impact cooperation and physiological stability, increasing procedural risks. This study evaluated the AVOGADO intervention, integrating audiovisual education and spiritual support, to reduce anxiety and stabilize hemodynamic parameters. Methods: A Pre-Intervention Study was conducted on a 45-year-old male with chronic dyspepsia and moderate-to-severe anxiety (HAM-A > 25). The intervention was administered two days prior to the procedure. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A), and hemodynamic parameters, including blood pressure, heart rate, and oxygen saturation, were measured at four time points: three days, two days, one day before, and on the day of the procedure. Result: Anxiety decreased significantly, with HAM-A scores dropping from 26 (moderate-to-severe) to 10 (mild). Hemodynamic parameters improved, with blood pressure reduced from 150/90 mmHg to 130/82 mmHg and heart rate from 98 bpm to 80 bpm. Oxygen saturation remained stable. Conclusion: The AVOGADO intervention effectively reduced anxiety and improved physiological stability in a pre-EGD patient. This simple, holistic approach offers promise for broader application in reducing anxiety in medical procedures. Further research with larger samples is recommended.
Efektivitas penggunaan asuhan keperawatan digital terhadap kualitas dokumentasi keperawatan: A systematic review Firmansyah, Dedy; Kamaluddin, Ridlwan; Purnawan, Iwan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.808

Abstract

Background: Nursing care documentation plays an important role in improving the quality of care, ensuring the accuracy of patient data, and supporting clinical decision making. However, manual documentation methods often face challenges such as time constraints, high workload, and the risk of data loss. Digitization of nursing documentation is expected to overcome these obstacles by increasing efficiency, accuracy, and data security. Purpose: To evaluate the effectiveness of the use of digital nursing care on the quality of nursing documentation. Method: A systematic review study following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) protocol. Data sources were obtained from databases including; PubMed, Scopus, Google Scholar, and Science Direct with a publication period of 2019–2024. The keywords used were the effectiveness of digital nursing documentation, electronic medical records, and its impact on service quality. Results: The use of a digital documentation system can increase recording accuracy by up to 40%, save documentation time by up to 30%, and reduce the risk of losing patient data. In addition, this system also allows real-time access to information, thereby improving coordination between health workers. Conclusion: Digitization of nursing documentation has proven effective in improving the efficiency, accuracy, and security of patient data. However, its implementation still faces challenges, such as resistance from nursing staff, limited infrastructure, and the need for ongoing training. Therefore, a comprehensive implementation strategy is needed to ensure that the benefits of this system can be optimized.   Keywords: Documentation; Digitization; Electronic Medical Records; Health Information System; Nursing Care.   Pendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memastikan akurasi data pasien, dan mendukung pengambilan keputusan klinis. Namun, metode dokumentasi manual sering kali menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu, beban kerja tinggi, dan risiko kehilangan data. Digitalisasi dokumentasi keperawatan diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut dengan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan data. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan asuhan keperawatan digital terhadap kualitas dokumentasi keperawatan. Metode: Penelitian systematic review yang mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data diperoleh dari database meliputi; PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang waktu publikasi 2019–2024. Kata kunci yang digunakan yakni efektivitas dokumentasi keperawatan digital, rekam medis elektronik, dan dampaknya terhadap kualitas layanan. Hasil: Penggunaan sistem dokumentasi digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan hingga 40%, menghemat waktu dokumentasi sebesar 30%, dan mengurangi risiko kehilangan data pasien. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan akses informasi secara real-time, sehingga meningkatkan koordinasi antar tenaga kesehatan. Simpulan: Digitalisasi dokumentasi keperawatan terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan data pasien. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti resistensi tenaga keperawatan, keterbatasan infrastruktur, dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang komprehensif untuk memastikan manfaat sistem ini dapat dioptimalkan.   Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Digitalisasi; Dokumentasi; Rekam Medis Elektronik; Sistem Informasi Kesehatan.