Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kesulitan Guru PAUD dalam Melaksanakan Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19 Fitta Ummaya Santi; Sujarwo Sujarwo; Heri Retnawati; Amminudin bin Hassan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3184

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran PAUD harus dilaksanakan secara daring. Tentu hal ini mengakibatkan beberapa kendala, dimana guru tidak dapat langsung berinteraksi dengan siswa. Selain materi yang tidak dapat tersampaikan secara menyeluruh, juga terkendala teknologi. Tujuan penulisan ini untuk mendiskripsikan kesulitan yang dialami oleh Guru PAUD dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan dukungan orang tua. Metode pengumpulan data diperoleh melalui google form dan wawancara mendalam. Sumber data adalah 13 guru PAUD di Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan mencari tema tertentu, selanjutnya diberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAUD di masa pandemi Covid-19 dinilai kurang efektif. Sebagian guru masih merasa kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Dukungan orang tua dalam pembelajaran secara daring selama ini positif, ikut berpartisipasi mendampingi anak belajar. Namun, belum semua orang tua dapat mendampingi secara optimal, dikarenakan kesibukan, tidak memiliki HP, dan sulit untuk diajak berkomunikasi. Penelitian ini memberi implikasi pentingnya lembaga pendidikan membangun sinergisitas yang baik dengan semua element untuk suksesnya pembelajaran di PAUD.
Analysis of Women Traders’ Approaches to Resilience During the Outbreaks of Covid 19 Suharta, Robertus Belarminus; Septiarti, Serafin Wisni; Kusumawardani, Erma; Santi, Fitta Ummaya; Syamsi, Ibnu
Journal of Nonformal Education Vol 9, No 1 (2023): February: Community Empowerment and Equivalency Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v9i1.42494

Abstract

Gender disparities still exist in the business world, yet things are slowly starting to change. Other than that, women have historically faced greater obstacles than men when it comes to achieving success in the business world. Women are becoming leaders in industries and achieving top positions in companies. This paper describes the result of need analysis of women's capacity development strategy among the actors of the community-based creative economy in tourism business. This qualitative approach used observation, interviews with focused group discussion activities, and document analysis as a method to collect data. It was carried out involving 25 women creative economy actors as informants. Business pattern dynamization emerged as one of the strategies to cope with socio-economic issues due to the pandemic, which was done by developing businesses in an agricultural field, fulfilling household needs, online ready-made garments, and opening a business at the beach. The community serves as a social capital that helps creative economy actors in this study overcome hindrances, such as high-interest loans, price war, and unhealthy competition. Hence, these women embody the qualities of resilience, determination, and grit. They prove that with hard work and dedication, anything is possible.
Pola Pengasuhan Anak Usia Dini Pada Orang Tua Pekerja di Satuan PAUD Sejenis (SPS) Cempaka Kuning, Glondong, Wirokerten Adhien Wandani; Fitta Ummaya Santi
Journal of Society and Continuing Education Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v1i3.19091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengasuhan orang tua pekerja, faktor pendukung dan penghambat dalam pola pengasuhan anak usia dini, cara mengatasi masalah atau hambatan yang terjadi dalam mengasuh anak usia dini, dan perilaku anak dilihat dari pola pengasuhan yang diterapkan para orang tua pekerja terhadap anak usia dini yang bersekolah di Satuan Paud Sejenis (SPS) Cempaka Kuning, Glondong, Wirokerten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 8 orang yang merupakan pasangan keluarga pekerja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pola pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua pekerja terhadap anak usia dini yang bersekolah di SPS Cempaka Kuning, Glondong mengacu pada pola pengasuhan demokratis, namun terdapat 1 ayah pekerja yang menerapkan pola pengasuhan demokratis-permisif. (2) faktor penghambat orang tua pekerja dalam mengasuh anak usia dini yaitu waktu, rasa lelah, permasalahan dalam pekerjaan, dan suasana hati yang tidak menentu baik dari orang tua maupun suasana hati anak. (3) faktor pendukung orang tua pekerja dalam mengasuh anak usia dini yaitu adanya peran pasangan dalam mengasuh dan mendidik anak serta rasa tenggungjawab dan rasa sayang orang tua pada anak usia dini. (4) perilaku ank usia dini dalam pergaulan ialah aktif, ceria, senang bergaul, mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri serta terbuka dengan orang tua, meskipun terkadang anak akan menangis, merengek, hingga mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi.
Implementasi Pembuatan Pojok Baca sebagai Upaya Peningkatan Literasi Siswa SD Muhammadiyah Sambeng Fitta Ummaya Santi; Nurita Setyaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.296

Abstract

Implementasi Pembuatan Pojok Baca ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Sambeng, Poncosari, Srandakan, Bantul. Pojok Baca yaitu pemanfaatan sudut ruang sebagai tempat untuk membaca siswa dan disediakan buku-buku untuk dibaca. Tujuan pelaksanaan program ini untuk meningkatkan literasi siswa khususnya kemampuan membaca dan menulis. Pojok baca memberikan peranan penting dalam meningkatkan literasi siswa yaitu memberikan ruang baca yang nyaman dan menarik serta menyediakan berbagai bahan bacaan. Metode pelaksanaan program ini yaitu diawali dengan membuat konsep pojok baca, kemudian implementasi pembuatan pojok baca, pengadaan buku bacaan, sosialisasi tata tertib pojok baca, dan yang terakhir launching pojok baca. Kegiatan ini dianggap dapat meningkatkan minat baca tulis siswa dan secara signifikan akan meningkakan kegiatan literasi di SD Muhammadiyah Sambeng.
Validasi kuisioner technopreneurship skills: Perspektif siswa sekolah menengah kejuruan kelompok teknologi Heru Raharjo; Fitta Ummaya Santi
Measurement In Educational Research Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/meter.v3i1.244

Abstract

Technopreneurship skill sangat diperlukan dalam pengembangan wirausaha berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, menguasai technopreneurship skill sangat diperlukan khususnya bagi siswa SMK. Sudah banyak penelitian tentang technopreneurship, tetapi belum ditemukan bagaimana mengukur technopreneurship skill menurut persepsi siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas kuisioner technopreneurship skill bagi siswa SMK. Penelitian ini melibatkan 240 siswa SMK kelompok teknologi di Yogyakarta, Indonesia. Data dikumpulkan secara proporsional random sampling dengan menggunakan kuesioner online. Validasi angket menggunakan teknik analisis Aiken V dan analisis CFA dengan software AMOS. Studi ini menunjukkan bahwa persepsi siswa SMK tentang technopreneurship skill dapat dijelaskan dengan lima indikator, yaitu: entrepreneur personal skill (EPS), technological adaptation skill (TS), learning skill (LS), business management skill (BMS), dan collaborative and communication skill CCS). Hasil akhir dari Technopreneurship Skill Questionnaire (TSQ) terdiri dari 19 item pertanyaan yaitu: entrepreneur personal skill (4 item), technological adaptation skill (5 item), learning skill (3 item), business management skill (4 item), dan collaborative and communication skill (3 items). Semua item memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang baik. Temuan ini memberi implikasi bagi praktisi pendidikan kejuruan untuk perbaikan lebih lanjut. Praktisi kejuruan khususnya guru kewirausahaan SMK juga dapat menggunakan kuesioner ini untuk mengevaluasi kompetensi siswa di bidang wirausaha teknologi. Validation of technopreaneurship skill questionnaire: technology vocational students’ perspective Abstract: Technopreneurship skills were crucial in developing technology-based entrepreneurs during the industrial revolution 4.0 era, especially for vocational students. There have been many studies on the theme of technopreneurship, but it is hard to reveal technopreneur-ship skills based on the perceptions of vocational students. This study aims at developing an instrument to measure technopreneur-ship skills among vocational students. This study involved 240 students from state and private vocational high schools in Yogyakarta, Indonesia. The data were collected through proportional random sampling with an online questionnaire. The questionnaire instrument was validated using Aiken’s V analysis technique and confirmatory factor analysis with AMOS software. This study showed that vocational students’ perceptions of technopreneur-ship skills were divided into five indicators: entrepreneurial personal skills, technological adaptation skills, learning skills, business management skills, and collaborative and communication skills. The result of the Technopreneurship Skill Questionnaire consisted of 19 question items, i.e., entrepreneur personal skills (4 items), technological adaptation skills (5 items), learning skills (3 items), business management skills (4 items), and collaborative and communication skills (3 items). All items showed good validity and reliability results. These findings have implications for vocational education practitioners to make further improvements. Vocational practitioners, especially vocational entrepreneurship teachers, can utilize this questionnaire to evaluate students’ competencies in the field of technology entrepreneurship. 
Elements of Metamorphic Rocks (Marble and Quartzite) of Bukit Cinta Gunung Gajah, Klaten Hiryanto; Sujarwo; Tristanti; Fitta Ummaya Santi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5260

Abstract

Rocks such as metamorphic and sedimentary are natural constructions. Rocks in natural construction become elementary materials that form the landscape of the area, including in nature-based tourism objects, Bukit Cinta in Gunung Gajah, Klaten, Central Java. The purpose of this research is to describe the elements of rocks in the place. The study method used is descriptive qualitative method and tends to use analysis. The theoretical basis is used as a basic reference in preparing the study report to match the conditions in the field. In addition, the theoretical basis can also provide an overview of the background of the study as material for discussion. The ability to collect data is an important factor in determining the validation of the study conducted. Data collection in this case is obtained secondarily, namely through documents or literature studies. The results of the study found that there are 3 main supporters for the strong landscape in the tourist ojek of Gunung Gajah love hill. The three are metamorphic rocks observed there are fillic metamorphic relief, marble metamorphic rocks, and quartzite metamorphic rocks; limestone sedimentary rocks. Limestone can be used for building materials, road paving, and house foundations; and Diorte igneous rocks. Diorte igneous rocks can be used as home decoration.
Diversifikasi Olahan Berbahan Pisang Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Ngawen, Gunungkidul Fitta Ummaya Santi; Adin Ariyanti; Yudan Hermawan; Sujarwo Sujarwo; Arif Wijayanto
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.742

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Jambu, Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul. Kegiatan ini berupa pelatihan diversifikasi produk olahan berbahan pisang. Kegiatan dilaksanakan pada 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi dan pendampingan. Metode yang digunakan dengan pemberian ceramah, diskusi, dan praktik. Materi yang disampaikan mengenai diversifikasi produk, pengolahan produk dan pengemasan produk. Hasil kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) sudah memiliki pemahamaan dan pengetahuan mengenai diversifikasi suatu produk. Mereka telah mampu mendiversifikasi produk keripik pisang yang semula hanya 2 rasa dapat menjadi 6 rasa (manis, gurih, balado, keju, cokelat, original). Produk juga sudah di kemas dengan plastik yang lebih elegan dan sudah diberi stiker yang lebih menarik.
Pengaruh pendidikan kewirausahaan di lembaga kursus terhadap sikap berwirausaha Santi, Fitta Ummaya; Raharjo, Heru
FOUNDASIA Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v13i1.52649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan, efikasi diri dan mindset berwirausaha terhadap sikap berwirausaha peserta didik di lembaga kursus dan pelatihan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Responden adalah peserta didik Program Pelatihan Kewirausahaan (PKK) tahun 2020 di lembaga kursus dan pelatihan berjumlah 307 orang. Angket disebarkan secara online menggunakan googleform. Analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan program SPSS 25. Hasil penelitian menujukkan persamaan regresi   Y = 6.049 + 0.146 X1 + 0,770 X2 – 0,154 X3 yang artinya pendidikan kewirausahaan di LKP dan efikasi diri berwirausaha berpengaruh secara signifikan terhadap sikap berwirausaha. Sedangkan mindset berwirausaha tidak berpengaruh terhadap sikap berwirausaha. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh secara signifikan terhadap sikap berwirausaha.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Ecoprint dengan Pemanfaatan Tanaman Lokal di Ngawen Gunungkidul Hiryanto, Hiryanto; Ummaya Santi, Fitta; Tristanti, Tristanti; Sujarwo, Sujarwo
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v3i2.661

Abstract

Ecoprint merupakan batik yang memanfaatkan pewarna alam dari dedaunan. Pelatihan ini dilatarbelakangi karena banyaknya dedauanan di desa yang belum termanfaatkan. Selain itu, kurangnya pengetahuan dari manyarakat khususnya kelompok Wanita dalam memanfaatkan tanaman sekitar. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam membuat batik ecoprint dari tumbuhan local. Pelatihan ini diberikan kepada 20 perempuan di dusun jurang jero, Ngawen, Gunungkidul. Penyelenggaraan kegiatan ini melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut berupa pendampingan. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi, dan praktik. Kegiatan dilaksanakan dengan pemberian materi, kegiatan praktik, evaluasi da refleksi. Hasil pelatihan ini diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok Wanita di dusun Jurangjero, Ngawen, Peserta yang semula belum mengetahui tentang ecoprint, sekarang sudah dapat terampil dalam membuat batik ecoprint mulai dari tekniik mordan, penataan daun, penggulungan kain, pengekusan dan pengatan warna.
Validasi kuisioner technopreneurship skills: Perspektif siswa sekolah menengah kejuruan kelompok teknologi Raharjo, Heru; Santi, Fitta Ummaya
Measurement In Educational Research Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/meter.v3i1.244

Abstract

Technopreneurship skill sangat diperlukan dalam pengembangan wirausaha berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, menguasai technopreneurship skill sangat diperlukan khususnya bagi siswa SMK. Sudah banyak penelitian tentang technopreneurship, tetapi belum ditemukan bagaimana mengukur technopreneurship skill menurut persepsi siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas kuisioner technopreneurship skill bagi siswa SMK. Penelitian ini melibatkan 240 siswa SMK kelompok teknologi di Yogyakarta, Indonesia. Data dikumpulkan secara proporsional random sampling dengan menggunakan kuesioner online. Validasi angket menggunakan teknik analisis Aiken V dan analisis CFA dengan software AMOS. Studi ini menunjukkan bahwa persepsi siswa SMK tentang technopreneurship skill dapat dijelaskan dengan lima indikator, yaitu: entrepreneur personal skill (EPS), technological adaptation skill (TS), learning skill (LS), business management skill (BMS), dan collaborative and communication skill CCS). Hasil akhir dari Technopreneurship Skill Questionnaire (TSQ) terdiri dari 19 item pertanyaan yaitu: entrepreneur personal skill (4 item), technological adaptation skill (5 item), learning skill (3 item), business management skill (4 item), dan collaborative and communication skill (3 items). Semua item memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang baik. Temuan ini memberi implikasi bagi praktisi pendidikan kejuruan untuk perbaikan lebih lanjut. Praktisi kejuruan khususnya guru kewirausahaan SMK juga dapat menggunakan kuesioner ini untuk mengevaluasi kompetensi siswa di bidang wirausaha teknologi. Validation of technopreaneurship skill questionnaire: technology vocational students’ perspective Abstract: Technopreneurship skills were crucial in developing technology-based entrepreneurs during the industrial revolution 4.0 era, especially for vocational students. There have been many studies on the theme of technopreneurship, but it is hard to reveal technopreneur-ship skills based on the perceptions of vocational students. This study aims at developing an instrument to measure technopreneur-ship skills among vocational students. This study involved 240 students from state and private vocational high schools in Yogyakarta, Indonesia. The data were collected through proportional random sampling with an online questionnaire. The questionnaire instrument was validated using Aiken’s V analysis technique and confirmatory factor analysis with AMOS software. This study showed that vocational students’ perceptions of technopreneur-ship skills were divided into five indicators: entrepreneurial personal skills, technological adaptation skills, learning skills, business management skills, and collaborative and communication skills. The result of the Technopreneurship Skill Questionnaire consisted of 19 question items, i.e., entrepreneur personal skills (4 items), technological adaptation skills (5 items), learning skills (3 items), business management skills (4 items), and collaborative and communication skills (3 items). All items showed good validity and reliability results. These findings have implications for vocational education practitioners to make further improvements. Vocational practitioners, especially vocational entrepreneurship teachers, can utilize this questionnaire to evaluate students’ competencies in the field of technology entrepreneurship.