Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Formulasi American Coookies Puree Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Linn) Berdasarkan Daya Terima Konsumen Zahrakusumah, Alysha Emma; Dahlia, Mutiara; Mahdiyah, Mahdiyah
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 2 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i2.189

Abstract

Kepok banana peel puree is used in making American cookies as an effort to utilize local food. The research was conducted to analyze the effect of the formulation using kepok banana peel puree in the manufacture of American cookies on consumer acceptance. This research was conducted at the Pastry and Bakery Processing Laboratory, Culinary Education Study Program, Faculty of Engineering, Jakarta State University. The method used in this research is the experimental method. The research sample was American cookies with the use of kepok banana skin puree with a percentage of 10%, 20% and 30%. Then it was tested on 25 slightly trained panelists who assessed aspects of color, aroma, taste, inner texture, outer texture, crumb, and shape. In this research, it is expected to obtain modifications of American cookies with kepok banana peel puree which are preferred and rich in fiber and can optimize the utilization of kepok banana peels as a functional local food. From the results of the Friedman test, the best treatment is the result of the kepok banana peel puree formulation as much as 20%.
From Projects to Proficiency: How Project-Based Assignment Improve Student Understanding Mahdiyah, Mahdiyah; Putri, Fildzah Rudyah; Dahlia, Mutiara
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 3 No. 2 (2022): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v2i2.817

Abstract

An assignment model in education refers to the framework or approach used to design, structure, and deliver tasks or assignments to students. This study explores the effectiveness of Project-Based Learning (PBL) in enhancing student understanding and proficiency. Over the course of a semester, 210 students in Universitas Negeri Jakarta from various disciplines were engaged in this research. Data were collected through assessment tests for two group of assignment model, namely PBL and Individual. The results showed that PBL significantly improves student understanding by promoting critical thinking, collaboration, and real-world application of knowledge. Students who participated in PBL showed greater retention of information and were more adept at applying concepts in practical scenarios compared to those who engaged in individual assignment models. These findings suggest that incorporating PBL into the curriculum can result in substantial improvements in student learning outcomes, making it a valuable pedagogical approach for educators
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MUTU SENSORIS POUND CAKE Sutanto, Leovando; Dahlia, Mutiara; Rusilanti, Rusilanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.51410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung kacang tunggak (Vigna Unguiculata) pada pembuatan pound cake terhadap sifat fisik dari aspek daya kembang dan baking loss serta mutu sensoris yang meliputi aspek warna kulit permukaan atas, warna remah, aroma butter, aroma kacang tunggak, tekstur kulit, tekstur remah, rasa manis, dan rasa kacang tunggak. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pastry & Bakery Program Studi Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta yang berlangsung sejak bulan Oktober 2024 hingga Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini adalah pound cake substitusi tepung kacang tunggak dengan 3 perlakuan yaitu substitusi 10%, 20%, dan 30%. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik menggunakan uji Anova menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pada aspek daya kembang dan baking loss pound cake substitusi tepung kacang tunggak. Hasil uji statistik menggunakan uji friedman yang dilanjukan dengan uji Tukey menunjukkan bahwa terdapat pengaruh substitusi tepung kacang tunggak pada pembuatan pound cake pada aspek warna kulit permukaan atas, aroma kacang tunggak, dan rasa kacang tunggak. Sedangkan, dari aspek warna remah, aroma butter, tekstur kulit, tekstur remah, dan rasa manis menunjukkan tidak terdapat pengaruh substitusi tepung kacang tunggak pada pembuatan pound cake. Berdasarkan hasil uji friedman menunjukkan bahwa pound cake substitusi tepung kacang tunggak dengan persentase 10% memiliki nilai rata-rata tertinggi, yaitu 5 dari 8 aspek mutu sensoris yang mencakup aroma kacang tunggak, tekstur kulit, tekstur remah, rasa manis, dan rasa kacang. Dengan demikian dapat disimpulkan pound cake dengan persentase substitusi tepung kacang tunggak sebesar 10% merupakan perlakuan terbaik.
PERANCANGAN MODEL PENDIDIKAN TENTANG PEMBENTUKAN KESUKAAN ANAK TERHADAP MAKANAN BERGIZI SEIMBANG PADA IBU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Dahlia, Mutiara; Rusilanti, Rusilanti; Sachriani, Sachriani; Riska, Nur
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.213 KB) | DOI: 10.21009/JPTV.1.1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangan model pendidikan masyarakat berupa media digital web site yang sesuai dengan konsep berbasis teknologi informasi. Penelitian pembuatan ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta dengan mitra Klinik Husada Serpong Jl. Boulevard Gading Serpong BA 3 No. 21 Tangerang. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah mengembangkan model pendidikan masyarakat berbasis teknologi informasi berupa web site tentang terapi gizi berbagai penyakit yakni hipertensi, diabetes mellitus, obesites, jantung koroner, dan kanker dalam bentuk artikel dan program pakar. Pada penelitian kali ini metodologi pengembangan yang akan digunakan adalah metodologi pengembangan Agile dengan XP (Extreme Programming) yang disesuaikan untuk pengembangan situs web. Penilaian ahli media, hasil nilai rata-rata keseluruhan yang dicapai adalah sangat baik yaitu dengan poin nilai 4,28. Uji pada ahli materi hasil nilai rata-rata keseluruhan yang dicapai adalah baik yaitu dengan poin nilai 3,93. Uji coba perorangan (one to one) hasil nilai rata rata keseluruhan yang dicapai adalah sangat baik, yaitu dengan poin nilai 4,23. Hasil nilai rata rata keseluruhan pada uji coba terbatas (small grup) yang dicapai adalah sangat baik, yaitu dengan poin nilai 4,19. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Pengembangan Media Gizi Berbasis Jejaring Sosial Untuk Remaja Dengan Orang Tua Penderita Diabetes Melitus memiliki kualitas baik. Pada tahap uji lapangan, media pembelajaran ini diujicobakan kepada tiga puluh orang mahasiswa Tata Goga-IKK-FT-UNJ secara bersamaan. Hasil nilai rata rata keseluruhan uji lapangan media pembelajaran yang dicapai adalah sangat baik, yaitu dengan nilai keseluruhan kualitas media adalah 1930 dengan nilai rata-rata 4,29. Hal ini menunjukkan bahwa model pendidikan berbasis teknologi informasi melalui terapi gizi dengan memanfaatkan penggunaan web site berupa media dalam bentuk artikel dan program pakar memiliki kualitas sangat baik.
PEMETAAN KETERAMPILAN MAHASISWA PROGRAM STUDI D3 TATA BOGA DARI HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) Masyitha, Tria; Febriana, Rina; Dahlia, Mutiara
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.2.161

Abstract

Abstrak: Pendidikan vokasi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, khususnya pada bidang jasa boga. Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis kerja yang bertujuan menjembatani kompetensi yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik kerja di industri. Namun, keteraplikasian keterampilan mahasiswa selama PKL belum tentu mencerminkan keseluruhan kompetensi yang dirancang dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keterampilan mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Universitas Negeri Jakarta berdasarkan hasil pelaksanaan PKL. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas 37 mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2018 yang telah melaksanakan PKL. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berjumlah 28 butir pernyataan yang mewakili delapan indikator keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase dan pemetaan kategori keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan yang sering diaplikasikan selama PKL meliputi penggunaan alat pengolahan memasak, penerapan potongan bahan makanan, penggunaan dan penyimpanan bumbu, serta pembuatan kaldu. Sebaliknya, keterampilan yang tergolong jarang diaplikasikan meliputi penggunaan alat persiapan memasak, persiapan proses memasak, penerapan metode dasar memasak, serta pembuatan hidangan manis (dessert). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di perguruan tinggi dengan keterampilan yang diterapkan mahasiswa di dunia kerja. Oleh karena itu, hasil pemetaan keterampilan ini dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan kurikulum, khususnya dalam penguatan pembelajaran praktik dan optimalisasi pelaksanaan PKL agar lebih selaras dengan kebutuhan industri jasa boga. Abstract: Vocational education is expected to produce graduates with competencies aligned with the needs of industry, particularly in the culinary service sector. Internship or Practical Work serves as a form of work-based learning designed to bridge competencies acquired in higher education with real workplace practices. However, the extent to which students’ skills are applied during internships does not always reflect the full range of competencies defined in the curriculum. This study aims to map the skills of students in the D3 Culinary Arts Program at Universitas Negeri Jakarta based on their internship experiences. The study employed a descriptive quantitative approach. The participants consisted of 37 D3 Culinary Arts students from the 2018 cohort who had completed their internships. Data were collected using a closed-ended questionnaire comprising 28 items representing eight skill indicators and were analyzed using percentage analysis and skill mapping categorization. The results indicate that skills frequently applied during internships include the use of cooking equipment, food cutting techniques, the use and storage of seasonings, and stock preparation. In contrast, skills that were rarely applied include the use of food preparation tools, preparation of the cooking process, application of basic cooking methods, and dessert preparation. These findings reveal a gap between the competencies taught in higher education and the skills actually applied by students in the workplace. Therefore, the results of this skill mapping can serve as a basis for curriculum evaluation and development, particularly in strengthening practical learning and optimizing internship implementation to better align with the needs of the culinary industry.
Pengaruh Substitusi Buah Plum Pada Pembuatan Permen Jeli Terhadap Sifat Fisik Dan Daya Terima Konsumen Fadillah, Alyarachmawati; Dahlia, Mutiara; Riska, Nur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi buah plum pada pembuatan permen jeli terhadap sifat fisik dan daya terima konsumen meliputi aspek warna, aroma, rasa permen jeli, rasa buah plum, dan tekstur. penelitian dilakukan di Laboratorium Pastry and Bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta yang dimulai sejak Mei 2024 hingga Mei 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen terhadap 3 jenis perlakuan substutusi buah plum yang berbeda, 25%, 50%, dan 75%. Uji organoleptik dilakukan kepada 5 dosen panelis ahli yaitu dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga, dilanjutkan dengan uji daya terima konsumen yang dilakukan oleh 30 orang panelis agak terlatih. Hasil menunjukan bahwa permen jeli substitusi buah plum 75% mendapatkan nilai tertinggi pada aspek warna, aroma, rasa permen jeli, rasa buah plum, dan tekstur. Hasil pengujian hipotesis uji friedman menunjukan bahwa terdapat pengaruh substitusi buah plum pada pembuatan permen jeli terhadap sifat fisik dan daya terima konsumen pada aspek warna, aroma, rasa permen jeli, rasa buah plum, dann tekstur. Hasil uji hipotesis kualitas fisik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata terhadap permen jeli substitusi buah plum 25%, 50%, dan 75%. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa permen jeli substitusi buah plum dapat direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut karena semua mendapatkan penilaian yang baik.
Evaluasi Penerimaan Konsumen Kue Mentega dengan Substitusi Tepung Millet Mutiara (Pennisetum glaucum) Hakimah, Dalilah; Mahdiyah, Mahdiyah; Dahlia, Mutiara
Journal of Law and Social Politics Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v2i1.44

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai pengganti tepung terigu semakin penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan pengembangan produk pangan fungsional. Tepung millet mutiara (Pennisetum glaucum) memiliki potensi sebagai bahan alternatif dalam produk roti; namun, dampaknya terhadap penerimaan konsumen, terutama dalam kue mentega, belum dieksplorasi secara luas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung millet mutiara dalam kue mentega terhadap penerimaan konsumen berdasarkan atribut kualitas sensorik dan fisik. Metode: Studi eksperimental dilakukan di Laboratorium Pastry dan Bakery, Program Studi Pendidikan Kuliner, Universitas Negeri Jakarta, pada September 2021 hingga Februari 2024. Sampel kue mentega diformulasikan dengan tingkat substitusi tepung millet mutiara sebesar 20%, 30%, dan 40%. Evaluasi sensorik dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan tes organoleptik. Data dianalisis menggunakan tes Friedman untuk atribut sensorik dan ANOVA untuk kualitas fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung millet mutiara tidak memiliki efek yang signifikan pada volume kue, warna remah, kelembutan, struktur pori-pori, aroma mentega, aroma millet mutiara, atau rasa manis. Perbedaan yang signifikan diamati hanya pada warna permukaan atas dan rasa millet mutiara. Analisis kualitas fisik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pembengkakan kue di antara tingkat substitusi. Kesimpulan: Kue mentega dengan substitusi tepung millet mutiara hingga 40% dapat diterima oleh konsumen, dengan tingkat substitusi 30% direkomendasikan sebagai formulasi optimal. Tepung millet mutiara menunjukkan potensi yang kuat sebagai bahan lokal fungsional dalam kue mentega tanpa mengurangi penerimaan konsumen.
Pengaruh Substitusi Tepung Umbi Garut (Maranta arundinacea L) Pada Pembuatan Kue Putu Ayu Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Konsumen Saputra, Sapta Adjie Eka; Dahlia, Mutiara; Febriana, Rina
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi tepung umbi garut (Maranta arundinacea L.) terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen pada produk kue putu ayu. Substitusi dilakukan dalam tiga tingkat, yaitu 45%, 60%, dan 75% dari total penggunaan tepung. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan uji fisik (berat dan volume) serta uji organoleptik oleh panelis agak terlatih. Hasil menunjukkan bahwa substitusi tepung umbi garut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap aspek berat, pori, rasa manis, aroma pandan, dan aroma umbi garut. Namun, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna, rasa umbi garut, dan tekstur, terutama pada substitusi 75% yang menghasilkan mutu sensoris lebih rendah. Berdasarkan analisis hedonik, formulasi substitusi 60% menunjukkan hasil terbaik secara keseluruhan, dengan tingkat kesukaan panelis yang tinggi pada aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penggunaan tepung umbi garut sebagai bahan substitusi tepung terigu memberikan alternatif diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal yang potensial, mendukung ketahanan pangan nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan tepung umbi garut sebesar 60% dalam pembuatan putu ayu dan membuka peluang pengembangan lebih lanjut pada produk pangan lokal lainnya.
Pengaruh Penggunaan Tepung Komposit Porang dan Mocaf Terhadap Sifat Fisik Dan Mutu Sensoris Bolu Gulung Fadhilah, Dhiana; Dahlia, Mutiara
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan komposit mocaf dan porang terhadap fisik dan mutu sensoris bolu gulung. Aspek mutu sensoris meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa pada bolu gulung. Penelitian dimulai sejak september 2023 berlokasi pada Universitas Negeri Jakarta dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen terhadap. Perlakuan yang diberikan berupa penggunaan tepung komposit mocaf dan porang dengan persentase perbandingan 70:30, 60:40, dan 50:50. Pengujian organoleptik mutu sensoris dilakukan oleh 45 panelis agak terlatih. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa penggunaan tepung komposit dengan persentase 60:40 memiliki daya kembang terbesar dan persentase 70:30 memiliki daya kembang yang paling stabil. Hasil uji hipotesis statistik dengan metode hitung kruskal-wallis menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan tepung komposit mocaf dan porang pada pembuatan bolu gulung terhadap mutu sensoris terhadap empat aspek (warna, aroma, rasa, dan tekstur)