Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HEPATOPROTECTIVE EFFECT OF BLACK CUMIN (Nigella sativa) AGAINST THE LIVER Aspartame-induced Rattus norvegicus BASED ON HISTOPATHOLOGICAL FEATURES Mukharomah, Katrine Adiansyah Dwi; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 12, No 2 (2024): Meditory, Volume 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v12i2.3596

Abstract

Foods and beverages containing artificial sweeteners in the form of aspartame are widely consumed in various countries including Indonesia, and have increased every year. Excessive consumption of aspartame can increase the occurrence of hepatotoxicity in the liver such as changes in the histopathological picture of the liver characterized by degeneration and cell necrosis (cell death). Hepatoprotectors are compounds that have antioxidant benefits so that they can protect the liver by reducing oxidation reactions in liver damage. One compound that functions as a hepatoprotector is black cumin (Nigella sativa). Aims: This study aims to determine the effect of black cumin administration on macroscopic and microscopic observations of liver organs in male white rats induced by aspartame. Methods: This study was experimental with 5 treatment groups including 1 normal group, 1 negative group and 3 aspartame and black cumin treatment groups. Liver tissue is observed macroscopically based on color, texture and size, while microscopically it is done by assessing the presence of normal cells, degeneration and necrosis. The results. The results of microscopic observations showed that the negative control and treatment groups showed cell damage in the form of cell degeneration and necrosis. The results of the study based on the ANOVA test obtained a significance value of 0.05 which means there is an average difference between groups and continued with the Tukey test. Conclusions: Based on Tukey's test, the fourth group (K4) is a treatment group with the most effective dose of black cumin in preventing liver cell damage to white rats, which is 0.2 ml / 200 g body weight / day.
Pemanfaatan Buah Bit Merah (Beta Vulgaris L.) Sebagai Penurun Hipertensi Dalam Bentuk Olahan Makanan Sayekti, Fitria Diniah Janah; Destiana Septianingrum; Magdalena Budi Verena P; Nindiya Putri Damayanti; Zidhan Hanafi
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jpk.v2i1.12

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ≥ 140/90 mmhg. Buat bit merah (Beta vulgaris L.) terdapat kandungan nitrat dapat menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi segelas jus buah bit setiap hari bisa menjadi tips menurunkan tekanan darah tinggi. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dilakukan di kelurahan Langenharjo memiliki tujuan memberikan pengetahuan terhadap ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dan kader POSBINDU (Pos Binaan Terpadu) mengenai manfaat olahan makanan buah bit merah dapat digunakan sebagai penurun hipertensi. PKMD di Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dikatakan berhasil. Terjadi perubahan signifikan antara nilai pretest dan posttest ditunjukan dengan nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,001, didapatkan nilai rata-rata pretest 84 yang mengalami peningkatan menjadi 93 pada posttest, menunjukkan adanya perubahan pengetahuan dari sebelum dan sesudah pemaparan materi.
EDUKASI PEMERIKSAAN PAPSMEAR PADA WANITA USIA SUBUR SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN WANITA Sayekti, Fitria Diniah Janah; Tasrif Ahmad; Hari Saktiningsih
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papsmear merupakan suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari apusan serviks untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker. Papsmear hendaknya mutlak dilakukan pada setiap wanita yang sudah menikah atau yang sudah pernah melakukan hubungan seksual aktif. Kesadaran wanita yang masih rendah tentang deteksi dini merupakan faktor resiko terjadinya kanker serviks. Sebagian besar penderita baru memeriksakan diri bila sudah ada rasa nyeri atau perdarahan yang cukup banyak, yang tentunya sudah ada pada stadium lanjut. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan wanita khususnya pemeriksaan papsmear. Kegiatan dilaksanakan di Langenharjo RT 004/RW 002, Grogol, Sukoharjo. Edukasi diberikan secara promotif dengan memberikan penyuluhan dan diskusi interaktif terkait kanker serviks dan deteksi dini dengan pemeriksaan papsmear. Hasil pengolahan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata dari 5,29 menjadi 7,71 yang berarti pengetahuan peserta meningkat. Hasil analisis menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan.
EDUKASI EFEK NAPZA DAN KAJIAN HUKUM UNTUK PENCEGAHAN PENYALAHGUNAANNYA Sayekti, Fitria Diniah Janah; Mastuti Widi Lestari; Dahlan Sitohang
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkotika merupakan salah satu obat yang diperlukan dalam dunia pengobatan, demikian juga dalam bidang penelitian, yaitu untuk tujuan pendidikan, pengembangan ilmu, dan penerapannya. Narkotika apabila disalahgunakan dapat menimbulkan akibat sampingan yang sangat merugikan bagi perorangan serta menimbulkan bahaya bagi kehidupan serta nilai-nilai kebudayaan. Desa Mancasan, Baki memiliki populasi usia remaja yang cukup banyak. kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada remaja di Desa Kadilangu, Baki, Sukoharjo mengenai NAPZA, pencegahan dan kajian hukum penyalahgunaannya. Berdasarkan analisis Wilcoxon, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre test dan post peserta penyuluhan. Maka dapat disimpulkan kegiatan penyuluhan ini tepat dan berhasil.
HISTOPATOLOGI HEPAR Rattus norvegicus YANG DIBERI MADU PASKA INDUKSI MINUMAN BERENERGI Arabella, Exyananda Clorinda; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6067

Abstract

Minuman suplemen yang beredar dimasyarakat mengandung senyawa yang dapat menimbulkan adiksi dan hepatotoksik. Honeybee atau madu adalah bahan yang secara empiris dimanfaatkan di masyarakat yang memiliki berbagai kandungan senyawa metabolit sekunder.  Penelitian ini berguna untuk melihat gambaran histologi hepar tikus putih yang diberi madu dengan konsentrasi 20% setelah perlakuan minuman berenergi. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian sebanyak 25 ekor. Hasil makroskopis memperlihatkan bahwa organ hepar berwarna merah kecoklatan, tekstur kenyal dan ukuran cukup bervariasi namun tidak ada perbedaan antara kelompok. Hasil pengamatan mikroskopis memperlihatkan perubahan sel berupa degenerasi dan nekrosis. Uji ANOVA didapatkan nilai sig yaitu 0,393 (≥ 0,05), yang berarti pemberian madu menunjukkan perbaikan histopatologi hepar tikus putih setelah diberi tambahan minuman berenergi.  
EFEK NEFROPROTEKTIF MADU HUTAN TERHADAP GINJAL Rattus norvegicus YANG DIINDUKSI ASPARTAM BERDASARKAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI Putri, Cahaya Anindya; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.285

Abstract

Aspartam merupakan pemanis sintetis yang sering digunakan pada produk makanan dan minuman seperti minuman bersoda, minuman berenergi, kopi instan, dan pada minuman berperisa. Aspartam yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbbulkan perubahan  pada gambaran mikroskopis organ ginjal. Salah satu bahan alam yang memiliki efek nefroprotektif adalah madu yang mengandung flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek nefroprotektof pada histopatologis organ ginjal tikus putih galur wistar yang telah diberikan madu hutan dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% setelah diinduksi aspartam. Perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (K1), kelompok kontrol negatif (K2), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 25% (K3), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 50% (K4), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 75% (K5). Pengamatan secara makroskopis didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan warna ginjal, dimana pada kelompok perlakuan K1, K2, K3, K4, K5 berwarna coklat kemerahan, tekstur kenyal, dan ukuran yang berbeda-beda. Pada hasil pengamatan mikroskopis yang dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova dengan nilai sig. ? 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna rerata pada semua perlakuan. Berdasarkan uji lanjut Post Hoc Tukey didapatkan hasil konsentrasi madu hutan 75% paling efektif dalam memberikan efek nefroprotektif yaitu pada kelompok (K5).
Detection of the Murine Double Minute2 (MDM2) gen in formalin-fixed tissue samples using PCR Sanita, Hanifah Velda; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3605

Abstract

Background: Tissue preservation is a crucial procedure in pathological studies to maintain cellular and structural integrity, commonly performed through formalin fixation. However, formalin fixation may cause DNA degradation, posing challenges for molecular analysis. Detection of cancer biomarker genes, such as Murine Double Minute 2 (MDM2), can be performed using Polymerase Chain Reaction (PCR), a technique for amplifying specific DNA fragments. Objective: This study aimed to determine the presence of the MDM2 gene in formalin-preserved tissues stored for different periods using PCR. Methods: A descriptive qualitative design with random sampling was employed. The study was conducted at the Anatomical Pathology and Molecular Biology Laboratories of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional. Samples included 10 hair and nail tissues as controls, and formalin-fixed tissues stored for 2 days, 1 month, 2 months, and 8 years. DNA isolation was performed using the Geneaid gSYNC™ DNA Extraction Kit. DNA quality was assessed by 1.5% agarose gel electrophoresis, while concentration and purity were measured using a UV-Vis spectrophotometer. DNA concentrations ranged from 320–420 ng/µL, with purity ratios between 0.8 and 1.125. Results: The results showed that the MDM2 gene (178 bp amplicon) was detectable in tissues stored for up to 2 months but was not detected in tissues stored for 8 years. Conclusion: These findings indicate that storage duration affects the success of gene detection in formalin-fixed tissues.