Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERANCANGAN ALAT BLENDING/MIXING MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CAD AUTODESK INVENTOR PROFESSIONAL 2010 Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 3 No. 01 (2011): AUSTENIT: April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.599 KB)

Abstract

Desain secara harfiah sering diartikan sebagai merancang, merencana, atau merekayasa suatu produk yang ekonomis dan efisien. Desain dimulai keberadaannya ketika ada kebutuhan akan suatu produk. Pada tahap ini, semua konsep yang dibutuhkan dari fungsi yang akan dicapai, atribut keinginan konsumen, dan semua atribut yang berkaitan dengan produk dipetakan dan menjadi pertimbangan desain produk. Inovasi diperlukan ketika produk akan dibuat, merupakan sesuatu yang baru dari segi desain, sistem, dan fungsinya. Oleh karena ada tujuan fungsi dan sistem yang baru itulah, kemudian dilakukan riset atau penelitian mengenai performansi, reliability dan kemampuan produksinya. Seiring dengan perkembangan perangkat lunak dibidang desain maka desain suatu produk dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Autodesk® Inventor 2010
PENGARUH TEMPERATUR SINTER TERHADAP KEKERASAN ELEKTRODA TEMBAGA-5%KARBON YANG DIBUAT DENGAN METODE SERBUK METALURGI Junaidi, Ahmad; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 3 No. 02 (2011): AUSTENIT: Oktober 2011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.927 KB)

Abstract

Dikenal berbagai material yang dapat dipergunakan untuk bahan elektroda EDM yang harus memiliki sifat tahan panas dan stabil dengan konduktivitas listrik dan tahan terhadap deformasi plastis pada temperature tinggi. Salah satu diantaranya adalah tembaga karbon yang termasuk paduan logam dengan partikel serbuk. Tujuan penelitian adalah membuat material tersebut yang terdiri dari tembaga dengan karbon secara metalurgi serbuk melalui pemaduan mekanik. Penelitian dilakukan dengan cara konsolidasi melalui pembebanan kompaksi dan disusul dengan sinter. Rangkaian percobaan dilakukan terhadap berbagai variasi kompaksi dan variasi suhu sinter dengan komposisi 95%Cu dan 5%C. Percobaan dilakukan di laboratorium teknik mesin dan kimia Polsri. Terhadap tiap benda uji dilakukan percobaan kekerasan. Dari hasil percobaan ternyata bahwa secara umum terdapat kecendrungan dengan meningkatnya beban kompaksi, kekerasan akan meningkat, makin tinggi suhu sinter makin baik konsolidasi serbuk. Hasil penelitian yang diperoleh belum dapat dikatakan sempurna, khususnya pengendalian lingkungan sarana sinter dan proses pembebanan kompaksi. Disarankan agar penelitian ini dilanjutkan dengan percobaan pembuatan elektroda EDM dan percobaan pemotongan dengan EDM sesungguhnya.
PENGARUH PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA MESIN CNC TYPE EDU VR1-MILL Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 5 No. 1 (2013): AUSTENIT: April 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.463 KB)

Abstract

Pada saat ini mesin CNC hampir dapat digunakan disegala bidang. Dari bidang pendidikan dan riset dihasilkan berbagai produk hasil penelitian yang bermanfaat dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sedangkan dibidang industri dan manufaktur pemanfaatan mesin CNC memungkinkan produksi dalam jumlah massal dengan waktu relatif singkat sehingga biaya produksi menjadi lebih murah. Kekasaran permukaan merupakan salah  satu  tolak  ukur  kualitas  suatu  produk  (benda  kerja),  sehingga  perlu diketahui pengaruh parameter pemesinan untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan yang baik. Pada penelitian ini akan digunakan mesin CNC type EDU VR1-MILL, dimana parameter yang akan digunakan adalah media  pendingin, spindle speed dan feedrate sedangkan depth of cut dianggap konstan yaitu 0,5 mm (untuk proses surface finishing)  dengan menggunakan material aluminium paduan sebagai benda kerja. Metode eksperimen yang digunakan adalah desain faktorial dengan 2 level dan 3 faktor, Untuk pengolahan data hasil eksperimen menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan bantuan perangkat lunak design-expert®  versi  8.1.  Dari  hasil  analisa  data  pengujian  menggunakan ANOVA dengan bantuan perangkat lunak Design Expert® versi 8.0.1, diketahui bahwa spindle speed , feedrate dan interaksi keduanya terbukti dengan tingkat keyakinan 95% (α=5%), berpengaruh terhadap nilai kekasaran, dengan persentase kontribusi sebesar, 37%, 32%, 28%.
KAJI EKSPERIMENTAL MESIN STIRLING TIPE β MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN BAKAR BIOMASSA Putri, Fenoria; Arnoldi, Dwi; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.34 KB)

Abstract

Dengan  latar  belakang  semakin  menipisnya  cadangan  bahan  bakar  mineral, maka  tujuan  jangka  panjang  dari  penelitian  ini  adalah  memberikan  solusi alternatif untuk mendapatkan energi mekanik yang tidak bergantung dengan bahan bakar mineral. Target khusus yang ingin dicapai adalah sosialisasi pemakaian bahan bakar nabati (biomassa) yang bersifat tarbarui (renewable). Metode yang dikembangkan adalah pemanfaatan Energi kalor dari pembakaran Biomassa untuk menggerakkan mesin Stirling. Penelitian ini bersifat Induktif dengan metode Kaji Eksperimental. Penelitian dimulai dengan melakukan Rancang bangun satu unit prototipe mesin Stirling tipe β satu silinder dengan kapasitas 5000 cc, dilanjutkan dengan melakukan pengujian mesin. Prototipe sudah diujicobakan beroperasi dengan tiga jenis bahan bakar biomassa, yaitu: gas hasil fermentasi ampas tebu, gas hasil fermentasi sampah basah serta api hasil pembakaran serbuk kayu gergajian dengan hasil sebagai berikut :Gas hasil fermetasi ampas tebu, menghasilkan data-data: putaran optimum mesin 950 rpm, daya spsifik 456 Watt/kg b bakar dan efisiensi 23 %Gas  hasil  fermetasi  sampah     basah,  menghasilkan  data-data:  putaran optimum mesin 720 rpm, daya spsifik 405 Watt/kg b bakar dan efisiensi 21%Serbuk kayu gergajian, menghasilkan data-data: putaran optimum mesin 680 rpm, daya spsifik 324 Watt/kg b bakar dan efisiensi 21%
DESAIN INOVASI ALAT BANTU PEMBUKA KULIT BUAH DURIAN UNTUK INDUSTRI KECIL Anwar Sani, Almadora; Mardiana, Mardiana; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.937 KB)

Abstract

Desain alat ini bertujuan memberikan inovasi dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna. Alat ini dapat dikembangkan untuk digunakan pada Industri Kecil yang berdasarkan tinjauan pustaka. Kebutuhan masyarakat akan manfaat buah durian yang dapat dijadikan bahan olahan, membuat masyarakat ingin megolah isi buah durian. Industri kecil dan menengah di Indonesia berkembang cukup pesat. Banyak industri kecil saat ini berlomba untuk merancang serta menciptakan suatu produk dengan harga murah dan kualitas baik, sehingga dapat bersaing di pasaran dengan produk barang jenis lain. Agar buah durian dapat dinikmati atau diolah perlu proses untuk membuka kulit buah durian dangan cara dibelah. Alat pembelah kulit buah durian dirancang memiliki dimensi 28 x 10 x 2 cm. Alat ini bekerja seperti tang, membuka dan menutup. Alat pembelah buah durian ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk rumah tangga maupun industri kecil. Dengan desain yang sederhana memudahkan untuk penggunaan dalam membuka kulit buah durian. Keunggulan alat ini mudah cara penggunaannya, bisa dibawa, aman dari tertusuk kulit durian, dan perawatan mudah. 
PENGARUH SPINDLE SPEED, FEEDING DAN DEPTH OF CUT PADA TURNING CNC DENGAN MATERIAL PLASTIK TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN Seprianto, Dicky; Wilza, Romi; Zamheri, Zamheri
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.728 KB)

Abstract

Turning (proses bubut) merupakan salah satu proses produksi yang pada prinsipnya adalah pengurangan diameter dari benda kerja. Proses-proses pengerjaan pada mesin bubut secara umum dikelompokkan menjadi dua yaitu: proses pemotongan kasar (roughing) dan pemotongan halus atau semi halus (finishing). Dengan berkembangnya teknologi pemesinan telah terjadi peralihan dari metode konvensional ke CNC (Computer Numerically Controlled), dimana dengan menggunakan mesin berbasis CNC, maka parameter proses pemesinan dapat dikendalikan lebih baik dan produk yang dihasilkan dapat dibuat dalam waktu relatif singkat dengan jumlah yang lebih banyak. Proses pemesinan identikdengan material yang berasal dari logam (ferro), akan tetapi dikarenakan sifatnya yang unrenewable, maka plastik sekarang banyak dikembangkan untuk menggantikan fungsi dari logam, sehingga parameter dari proses pemesinan dengan material plastik perlu diketahui untuk mendapatkan kualitas yang optimal ditinjau dari kekasaran permukaan benda. Pada penelitian ini akan menggunakan mesin Turning CNC dengan post processor tipe siemens S802s, dimana parameter yang akan diteliti adalah spindle speed, feedrate dan depth of cut dengan penggunaan media pendingin ataupun tidak. Sedangkan material plastik dalam bentuk silinder pejal berjenis HDPE (High Density PolyEthylene) sebagai benda kerja. Untuk seluruh data hasil pengukuran diperoleh hasil olah data multiple regression berupa model matematika yang diharapkan dapat dijadikan acuan dalam memprediksi nilai kekasaran permukaan berdasarkan parameter pengujian yang telah ditentukan yaitu : Kekasaran (Ra) =  3.84 – (0.17A) + (2.57B) – (0.14C) – (0.083AB - 0.092AC - 0.085BC - 0.089(ABC)
PENGARUH DEPT OF CUT DAN FEEDRATE DENGAN CUTTER DIAMETER 60 MM TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN MATERIAL ASTM A36 PADA MESIN MITSUBISHI CNC-MILL 3A Suryana, Didi; Sani, Almadora Anwar; Seprianto, Dicky; Iskandar, Iskandar
AUSTENIT Vol. 7 No. 1 (2015): AUSTENIT: April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.262 KB)

Abstract

Fungsi Mesin CNC-Mill 3A salah satunya adalah meratakan permukaan benda kerja. Jenis material yang akan digunakan ASTM a36.  Mesin yang digunakan Mitsubishi CNC-Mill 3A dengan diameter cutter 60 mm. kedalaman pemakanan yang diuji 0,15 mm, 0,1 mm, 0,05 mm; federate  30 mm/mnt, 40 mm/mnt, 50 mm/mnt, 60 mm/mnt; kecepatan putaran spindle 600 rpm. Untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dilakukan dengan pengamatan menggunakan Prussian Blue Paste. Benda kerja yang telah dikerjakan pada mesin CNC-Mill 3A diberikan Prussian Blue Paste dengan cara dioleskan pada permukaan salah satu benda kerja, kemudian disatukan dengan ditumpuk lalu dipisahkan. Hasil uji permukaan benda kerja dengan Prussian Blue Paste menunjukkan kerataan permukaan dipengaruhi oleh dept of cut, federate mempengaruhi kekasaran permukaan, semakin sedikit pemakanan terhadap benda kerja, kerataan permukaan benda kerja jadi semikin rata.
OPTIMASI KOPLING SENTRIFUGAL DENGAN VARIASI MASSA KAMPAS KOPLING Saimona, Natabaya; Widagdo, Tri; Seprianto, Dicky; Yunus, Moch
AUSTENIT Vol. 8 No. 1 (2016): AUSTENIT: April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.694 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa kampas koplingsentrifugal terhadap putaran masuk dan keluar pada mekanisme kopling sentrifugal. Penulis mencari untuk mengetahui apakah penggunaan beberapa model massa kopling sentrifugal ini lebih effesien jika dibandingkan dengan model standar pabrikan. Pengumpulan data dilakukan malalui pengamatan dan pengujian. Untuk menganalisa data menggunakan alat simulasi transmisi CVT dan diukur menggunakan alat ukur tachometer. Kesimpulannya bahwa semakin rendah massa kopling sentrifugal maka semakin mudah meraih menyalurkan putaran pada nilai putaran mesin rendah. Akan tetapi, semakin mudah kehilangan grip pada putaran tinggi. Penulis menyarankan bahwa untuk penggunaan jenis mekanisme kopling sentrifugan dengan massa kampas yang ringan sangat dianjurkan pada kendaraan atau perkakas permesinan yang membutuhkan akselerasi dan momen torsi yang tinggi.
ANALISIS KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP SPINDLE SPEED DAN FEEDING PADA PROSES SURFACE MILLING MENGGUNAKAN MESIN CNC DENGAN TEKNOLOGI CAM Hidayat, Tri; Widagdo, Tri; Seprianto, Dicky; Yunus, Moch
AUSTENIT Vol. 8 No. 1 (2016): AUSTENIT: April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.326 KB)

Abstract

Analisis Kekasasaran ini  bertujuan Untuk Mengetahui Nilai Kekasaran Terhadap variasi  spindel speed dan feeding berbeda-beda   pada proses surface milling menggunakan mesin CNC dengan teknologi CAM, Kekasaran permukaan merupakan salah satu tolak ukur kualitas suatu produk (benda kerja) maka perlu diketahui strategii pemakanan yang tepat sehingga didapat nilai kekasaran permukaan yang baik. material yang akan di analisa kekasaran  ini mengunakan bahan alumunium paduan dengan ukuran 100x50x15 mm, dengan putaran mesin (n), kecepatan potong (Vc) yang bervariasi , gerak pemakanan (F) yang bervariasi, dengan kecepatan spindle speed (n) = 800 Rpm, 1000 Rpm,1500 Rpm, (F) = 300 mm/menit, 400 mm/menit, 500 mm/menit, mengunakan single depth cutter 2 gigi,  diameter  mm dengan dalam pemakanan 2 mm, 1 mm untuk sekali makan, mesin yang digunakan  adalah mesin emco VMC-200 Dengan kontrol mitsubisi M70  3 axis. Didapat dari analisis yang telah dilakukan bahwa tingkat kekasaran (Ra) yang paling rendah didapat pada spindle speed 1500 Rpm, dengan feeding 300 mm/menit dengan nilai (Ra) 1,062 μm, Nilai Ra Yang paling besar terdapat pada spindle speed 800 Rpm, dengan feeding 400 mm/menit dengan nilai (Ra) 3,686 μm, dan Pengunaan perangkat lunak CAM dapat Mempengaruhi proses pembuatan benda kerja sederhana maupun komplek/rumit, Dengan mengacu pada percobaan mengunakan feeding 300 Rpm dapat dibuat persamaan regresi linear Y= 0,002x+5,282 yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan nilai kekasaran permukaan.
MODIFIKASI TANG SEBAGAI PEMBUKA BUAH DURIAN PORTABLE Anwar Sani, Almadora; Mardiana, Mardiana; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 9 No. 1 (2017): AUSTENIT: April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.254 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan manfaat buah durian yang dapat dijadikan bahan olahan, membuat masyarakat ingin mengolah isi buah durian. Industri kecil dan menengah di Indonesia berkembang cukup pesat. Banyak industri kecil saat ini berlomba untuk merancang serta menciptakan suatu produk dengan harga murah dan kualitas baik, sehingga dapat bersaing di pasaran dengan produk barang jenis lain. Agar buah durian dapat dinikmati atau diolah perlu proses untuk membuka kulit buah durian dangan cara dibelah. Pembuatan alat ini terinspirasi dari sistem kerja tang. Alat ini bekerja seperti tang, membuka dan menutup. Metode dalam penelitian ini meliputi pengamatan, study literature, desain alat dan eksperimental. Alat pembelah buah durian ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk rumah tangga maupun industri kecil dan menengah. Dengan desain yang sederhana memudahkan untuk penggunaan dalam membuka kulit buah durian. Alat Pembuka kulit buah durian dapat digunakan oleh kalangan pribadi, pedagang buah durian, pengusaha buah durian pada industry kecil dan menengah. Alat ini digunakan, simple dan dapat dibawa (portable) dan mudah dalam perawatan.