Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ALAT BANTU PENGGULUNG BENANG SONGKET PALEMBANG PADA LUNGSEN DENGAN SISTEM OTOMATISASI TRANSVERSE ROLL Seprianto, Dicky; Ismail, Iskandar; Wilza, Romi; Faradilla, Novia; Putra, Radika Permana; Fauzan, Zikri Zal
AUSTENIT Vol. 9 No. 1 (2017): AUSTENIT: April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.745 KB)

Abstract

Alat bantu penggulung benang songket Palembang pada lungsen dengan sistem otomatisasi transverse roll bertujuan untuk membantu mempercepat proses penggulungan benang pada lungsen yang dapat meningkatkan produktivitas pengrajin industri rumahan dan meringankan beban pengrajin dari segi tenaga dan waktu. Alat ini memiliki 2 komponen utama yaitu pemutar lungsen dan pengarah benang, dimana pengarah benang tersebut digerakkan oleh motor listrik menggunakan sistem micro controller. Dalam proses pembuatannya, Alat bantu penggulung benang songket palembang pada lungsen dengan sistem otomatisasi transverse roll ini mengggunakan mesin milling, mesin bubut, mesin bor, mesin las, 3D Printing, dan alat perkakas kerja bangku lainnya. Dari hasil pengujian dalam waktu 60 detik dengan putaran motor 1 sebesar 2500 rpm dan motor 2 sebesar 1500 rpm alat ini dapat menggulung benang seberat 19,37 gram dengan tingkat kerapian, kerataan, dan kekencangan yang sangat baik.
DESAIN DAN RANCANG BANGUN ALAT BANTU PRESS TOOL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM METAL FURNITURE Ginting, Muchtar; Seprianto, Dicky; Wilza, Romi
AUSTENIT Vol. 9 No. 1 (2017): AUSTENIT: April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.08 KB)

Abstract

Metal Furniture adalah salah satu sarana yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang yang banyak digunakan di rumah tangga, perkantoran maupun di rumah sakit. Bahan alat ini dikelompokkan menjadi tiga yaitu pipa kotak sebagai rangka, plat besi sebagai tutup/dinding dan asesories. Proses pengerjaan plat ini  masih dilakukan secara konvensional dalam tiga tahap, tahap pertama penggoresan, tahap kedua pemotongan sudut dengan gunting tangan dan tahap ketiga pembendingan sehingga ukuran panjang, lebar dan tinggi sebagai variabel  kurang presisi, tidak seragam dan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Sehuburngan dengan hal di atas maka penulis telah mengadakan penelitian tahun pertama untuk membuat Desain dan Rancang Bangun Prototipe Press Tool  untuk menyederhanakan proses pengerjaan metal furniture menjadi dua tahap, tahap pertama pemotongan sudut plat dan kedua pembendingan. Hasil produk dari Press Tool ini relatif lebih cepat tetapi  ada penyimpangan ukuran yang seragam, ini disebabkan adanya pergeseran peletakan plat pada tahap pertama dan kedua. Untuk menyempurnakan proses produksi komponen metal furniture  tersebut maka pada tahun kedua ini penulis mencoba memperbaiki Prototipe Press Tool yang sudah ada sehingga proses pengerjaan menjadi setahap saja. Dari hasil pengujian  10 perlakuan dan setiap perlakuan diamati 3 kali terhadap variabel panjang, lebar dan tinggi dimana prosentase penyimpangannya relatif kecil yaitu 0,36 %, 0,48% dan 1,75 %  artinya lebih presisi dan efisien.
PENGARUH PROSES PENGECORAN TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS PADA BALING-BALING PERAHU MOTOR Siproni, Siproni; Rasid, Muhammad; Seprianto, Dicky; Yahya, Yahya
AUSTENIT Vol. 10 No. 1 (2018): AUSTENIT: April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.451 KB)

Abstract

Perahu Motor ( Motor Ketek ) merupakan alat transportasi air yang sangat penting di daerah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Di antara sekian banyak komponen yang ada pada Prahu motor adalah baling-baling (propeller), karena dengan menggunakan baling-baling inilah Prahu motor akan dapat bergerak, bahkan melaju dengan kecepatan yang tinggi. Kebanyakan baling-baling (propeller) yang digunakan sebagai penggerak Perahu motor dibuat dari bahan kuningan (brass) atau paduan aluminium (aluminum alloy), yang masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kuningan mempunyai berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan aluminium, akan tetapi kuningan mempunyai kekuatan mekanis yang lebih besar bila dibandingkan dengan aluminium. Salah satu kesamaan dari kedua material tersebut yaitu anti korosi dan mudah dituang/dicor. Proses pengecoran pada baling-baling dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu pengecoran dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari pasir (sand casting) dan dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari logam (die casting). Dari kedua metode di atas, metode sand casting paling banyak digunakan, oleh karena proses pembuatan cetakan yang mudah dan murah. Sedangkan metode die casting jarang digunakan, oleh karena proses pembuatan cetakan yang rumit. Di Sumatera Selaatan Khusus kota Palembang, pembuatan baling-baling (propeller) banyak dikerjakan oleh industri kecil dengan kapasitas yang masih rendah dan tidak kontinyu (tergantung pesanan). Dari beberapa industri kecil pembuat baling-baling, maka kebanyakan  proses pengecoran yang dilakukan dengan menggunakan metode sand casting. Sedangkan metode die casting digunakan hanya apabila ada pesanan khusus. Proses pengecoran dengan metode sand casting biasanya menghasilkan baling-baling yang kurang baik, misalnya permukaan kasar dan sering terjadi keropos. Hal ini disebabkan oleh karena sifat pasir cetak yang kasar dan mengandung air. Sedangkan pada die casting, kemungkinan di atas tidak akan terjadi, oleh karena permukaan cetakan yang halus dan cetakan tidak mungkin mengandung air. Dengan hasil yang demikian tadi maka sifat-sifat mekanis pada baling-baling juga akan berbeda. Diantara beberapa sifat mekanis yang penting adalah kekerasan (hardness), kekuatan Tarik  dan laju perambatan retak (crack growth rate). Kekerasan sangat diperlukan pada baling-baling oleh karena untuk mempertahankan keausan dari gesekan-gesekan dengan air atau partikel lain. Sedangkan sifat perambatan retak juga diperlukan oleh karena untuk memperlambat terjadinya retak/patah akibat adanya tumbukan dengan benda lain. Oleh karena itu penting sekali untuk mengetahui seberapa besar pengaruh proses pengecoran terhadap sifat-sifat mekanis tadi. Pada material aluminium untuk pembuatan baling-baling motor ketek proses pembentukkan menggunakan cetakan pasir dan cetakan logam tidak terlalu berpengaruh secara siknifikan terhadap kekuatan mekanisnya, tetapi untuk proses pencetakan dengan cetakan pasir mempunyai sifat mekanis yang lebih baik  dari cetakan logam yaitu . 76,187 MPa untuk Tensile Streng dan 53,836 HB untuk kekerasan. Untuk Material Kuningan untuk pembuatan baling-baling motor ketek proses pembentukan dengan menggunakan cetakan yang berbeda mempunyai pengaruh yang cukup siknifikan, dimana proses dengan menggunakan cetakan pasir mempunyai sifat mekanis yang lebih baik dari cetakan logam yaitu 343,495 MPa untuk untuk tensile streng dan 84,365 HB untuk kekerasan.
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS DAN KARDUS UNTUK PENYERAPAN SISA FLUIDA CAIR PADA INDUSTRI (STUDI KASUS di PT. XYZ) Seprianto, Dicky; Yunus, Moch; Zamheri, Ahmad; Endra, Dodi; Yusuf, Moch; Burhanuddin, Alief
AUSTENIT Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.451 KB)

Abstract

Kertas merupakan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok disemua aktifitas perkantoran pada setiap Industri, sehingga tidak bisa dihindari lagi kertas dapat menjadi limbah yang langsung dibuang ke TPA. Begitupun juga dengan Kardus bekas kemasan barang-barang khususnya barang mueble perkantoran seperti bekas kemasan pembelian kursi, meja, AC dan barang perkantoran lainnya serta bekas kemasan makanan dan minuman merupakan limbah yang sama seperti halnya dengan kertas dapat langsung dibuang ke TPA. Oleh karena itu peneliti akan mencoba memanfaatkan limbah kertas dan kardus untuk menyerap dan mengisolir tumpahan, ceceran, maupun genangan sisa fluida cair agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Dengan menggunakan alat yang disebut Absorbent Pillow dari campuran cacahan kertas dan kardus. Alat ini dapat digunakan untuk menyerap sisa fluida cair seperti: genangan air, tumpahan minyak, maupun bocoran oli. Dalam penelitian ini akan dianalisis seberapa besar daya serap zat cair (air, oli, minyak mentah) terhadap campuran kertas dan kardus dengan waktu dan kompisisi yang ditentukan.  
ANALISA PENGUJIAN KOEFISIEN GESEK MATERIAL BAJA S45C TERHADAP BRONZE Yunus, Moch; Seprianto, Dicky; Bhisusman, Agham
AUSTENIT Vol. 11 No. 1 (2019): AUSTENIT: April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.632 KB)

Abstract

Tujuan utama dari pengujian ini adalah untuk mengetahui nilai hasil koefisien gesek material S45C terhadap bronze. Pengujian ini menggunakan diameter material uji sebagai variabel tetap dan pembebanan torsi sebagai variabel tidak tetap. Pada proses pengujian ini penguji menggunakan alat uji yang menggunakan sistem kerja prony brake dynamometer dengan memberikan torsi terhadap benda uji yang memiliki diameter tertentu dengan bantuan kunci momen sebagai tuas penekan. Hasil dari pengujian ini didapatkan bahwa semakin besar torsi yang diberikan semakin kecil juga koefisien gesek yang didapatkan.
PENYIMPANGAN DIMENSI PROSES PRODUKSI GEAR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DLP (DIGITAL LIGHT PROCESSING) 3D PRINTER Seprianto, Dicky; Hidayat, Nur; Wilza, Romi
AUSTENIT Vol. 13 No. 1 (2021): AUSTENIT: April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Manufaktur Sekarang mengalami Kemajuan Yang Sangat PESAT shalat Satu Metode PENGGUNAAN Bahan Bangunan hearts Teknologi Adalah SLA DLP 3D Printer . Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh parameter ketebalan lapisan dan waktu pencahayaan terhadap proporsi penyimpangan dimensi yang diaplikasikan pada prototipe gear , spesimen uji yang dibuat menggunakan printer SLA DLP 3Ddengan bahan 3D UV resin e-Sun dan mengacu pada ASTM D-955. Faktor-faktor yang diselidiki adalah Ketebalan lapisan dan Waktu Pencahayaan dengan respons ukuran dimensi dari spesimen uji. Dimensi yang diukur dalam penelitian ini yaitu diameter dan ketebalan spesimen uji. Analisis data hasil menggunakan SQC dan ANOVA dengan desain tingkat faktorial tipe 2, desain 3 interaksi faktorial (3FI), dan replikasi 3 dimodelkan dengan perangkat lunak Design-Expert (Trial) .Hasil analisis mengungkapkan bahwa faktor utama yang paling berpengaruh terhadap kepresisian dimensi diameter dan ketebalan spesimen uji adalah faktor ketebalan lapisan dengan kontribusi kontribusi dimensi diameter dan tebal yaitu 21% dan 42%, serta proporsi penyimpangan dimensi diameter dan tebal yaitu 0,045% dan 0,80% .
RANCANG BANGUN ALAT VACUUM FORMING UNTUK PENGEMASAN PRODUK Zamheri, A.; Seprianto, Dicky; Eka F, Yogi; Wilza, Romi; W, Soegeng; Shiddiq, M Hadzik; Pasa, Doni Ahmad; Ryan Bagaskara, Kgs. Muhammad
AUSTENIT Vol. 14 No. 1 (2022): AUSTENIT: April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i1.4240

Abstract

The use of plastic is now very much in human life today. The nature of plastic is easy to form, light, strong, rust-resistant, as a good electrical insulator and of course has a high economic value, this is what makes the use of plastic more and more even replacing the use of metal, wood and glass. This study aims to design and manufacture a vacuum forming packaging device using PET with a pressure of 10 kPa. The method used is the thermo forming method. Vacuum forming is the simplest method. Parameters selected to indicate the quality of the plastic mold include the type of plastic, heating temperature and pressure. As the material to be tested is plastic type of polyethylene terephthalate (PET) measuring 55.5 cm x 61.5 cm with a thickness of 0.30 mm, The heating temperature is set at a constant temperature of 200.
Pengaruh Carburizing Arang Tulang Sapi Terhadap Peningkatan Kekerasan Egrek Produk Pande Besi Desa Tanjung Pinang Sailon, Sailon; Seprianto, Dicky; Andika, Ekki
AUSTENIT Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i2.4922

Abstract

The egrek must have a tough hardness in the eyes of the egrek, but the craftsman there is criticism by consumers regarding the quality of his sharpness and toughness, therefore. The purpose of this study is to determine the effect of carburizing cow bone charcoal on increasing the egrek hardness of blacksmith products in Tanjung Pinang Village. This research method is a pack carburizing experiment using cow bone charcoal with temperature variations of 850°C, 900 °C, and 950°C and a containment time of 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The results of this study prove that the composition of the egrek material of blacksmith products with an elemental carbon value of 0.414% and pack carburizing using cow bone charcoal affects the hardness, the top surface hardness value at a temperature variation of 950°C with a 60-minute containment time of 59.2 HRC. Temperature is very influential in carrying out pack carburizing against the increase in surface hardness.
PENGARUH FRAKSI VOLUME DAN ORIENTASI PADA KOMPOSIT SERAT GAMBAS SERTA TEBU TERHADAP KEKUATAN BENDING Zamheri, Ahmad; Seprianto, Dicky; Sailon, Sailon; Tamilio, Hopay; Andika, Ekki; Ramadoni, Rizki
AUSTENIT Vol. 15 No. 1 (2023): AUSTENIT: April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i1.5188

Abstract

The purpose of this study is to determine the influence of volume fractions and orientation directions on the composite of gambas fiber and sugarcane fiber on bending strength. In this study, the variation in the volume fraction of resin, gambas fiber, and sugarcane fiber was (Resin 60%: Sugarcane Fiber 20%: Gambas Fiber 20%), (Resin 70%: Sugarcane Fiber 15%: Gambas Fiber 15%), and (Resin 80%: Sugarcane Fiber 10%: Gambas Fiber 10%) with the orientation direction of gambas fiber and sugarcane fiber 90°/90°, 90°/45°and 90°/0°. In this test, the bending test specimen was made according to the ASTM D 790-02  standard and the test result data were analyzed using the Two-Way ANOVA method assisted by Microsoft Exel software. This study showed that the volume fraction (Resin 60%: Sugarcane Fiber 20%: Gambas Fiber 20%) and the orientation direction of gambas fiber and sugarcane fiber 90°/90° have  the best bending strength  which is 48.33 (N/,) this value is higher than that of Multiplex with a bending strength value of  26,60 MPa.
Implementasi Kegiatan Awarding Program Mahasiswa Wirausaha sebagai Bentuk Pembinaan dan Apresiasi Prestasi Mahasiswa Politeknik negeri sriwijaya Pratiwi, Indah; Paisal, Paisal; Seprianto, Dicky; Asfitri, Melisa Kurnia; Syakdani, Adi; Zurohaina, Zurohaina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/wd6t7031

Abstract

Mahasiswa wirausaha di politeknik negeri sriwijaya memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha berbasis kompetensi vokasi, namun masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya motivasi berkelanjutan, kurangnya apresiasi terhadap capaian usaha serta belum optimalnya keberlanjutan bisnis mahasiswa. Kegiatan pengabdian ini mengusulkan pelaksanaan awarding program mahasiswa wirausaha sebagai bentuk pembinaan sekaligus apresiasi prestasi untuk menjawab permasalahan tersebut. tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan keberlanjutan usaha mahasiswa wirausaha melalui mekanisme penghargaan yang terstruktur dan partisisipatif. metode pelaksanaan menggunakan pendekatan berbasis komunitas yang dipadukan dengan workshop kewirausahaan, evaluasi usaha, serta penilaian awarding berbasis indikator inovasi, kreativitas, dan keberlanjutan usaha. kegiatan di ikuti oleh sekitar dua ratus peserta yang terdiri dari mahasiswa, mentor dan dosen pembimbing. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan sikap positif mahasiswa terhadap kewiruausahaan terbentunya budaya apresiasi dan kompetisi sehat dilingkungan kampus, serta meningkatnya komitmen mahasiswa untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.kegiatan awarding terbukti efektif sebagai strategi pembinaan kewirausahaan mahasiswa dan berpotensi dikembangkan sebagai model pembinaan berkelanjutan diperguruan tinggi vokasi