Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Gambaran Kadar Serum Glutamic Pyruvat Transminase (Sgpt) Pada Pengguna Kontrasepsi Pil Kb Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu Anjani, Icha Ayu; Widelia, Putri; Laksono, Heru
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 2 (2025): Hematologi Klinik
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i2.1213

Abstract

Latar Belakang: Pil kontrasepsi (pil KB) adalah salah satu metode keluarga berencana hormonal yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini dapat memengaruhi fungsi hati jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dan salah satu indikator gangguan fungsi hati adalah peningkatan kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT).dan penelitian ini didasarkan pada tingginya penggunaan pil KB sebagai metode kontrasepsi kedua terbanyak di wilayah tersebut, serta adanya potensi efek samping berupa gangguan fungsi hati akibat konsumsi hormon estrogen dan progesteron yang terkandung dalam pil KB. SGPT merupakan enzim hati yang kadarnya meningkat pada kondisi kerusakan sel hati, sehingga dapat dijadikan indikator awal gangguan fungsi hati pada pengguna pil KB. Tujuan: Mengetahui gambaran kadar SGPT pada pengguna kontrasepsi pil KB di wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu tahun 2025. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 38 responden pengguna pil KB. Pemeriksaan kadar SGPT dilakukan di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri kinetik IFCC.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (89,47%) memiliki kadar SGPT normal (0–35 U/L), sedangkan sebagian kecil (10,52%) memiliki kadar SGPT yang tinggi.Kesimpulan: Hampir seluruh pengguna pil KB di wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu memiliki kadar SGPT dalam batas normal. Hanya sebagian kecil yang mengalami peningkatan, yang dapat dikaitkan dengan faktor usia lanjut dan lama penggunaan pil KB lebih dari 10 tahun.
Identifikasi Bakteri Pada Luka Diabetes Melitus Di Praktek Keperawatan Medikal Bedah Alfacare Center Kota Bengkulu Tahun 2025 Olimvia, Ganesa Della; Laksono, Heru
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 2 (2025): Hematologi Klinik
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i2.1214

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolism kronis yang dapat menyebabkan luka kaki diabetes (ulkus diabetikum). Luka ini memiliki risiko tinggi terjadinya infeksi bakteri yang dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko amputasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan 12 sampel luka diabetes mellitus secara simple ramdom sampling di Praktek Keperawatan Medikal Bedah Alfacare Center Kota Bengkulu Tahun 2025. Pemeriksaan sampel luka dilakukan melalui metode pewarnaan gram untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri gram positif maupun Gram negative. Hasil penelitian menunjukan bahwa 42% luka diabetes teridentifikasi bakteri Gram positif, sedangkan 58% luka tidak ditemukan bakteri. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (66%) dan memiliki lama menderita diabetes lebih dari 5 tahun (75%). Tingkat keparahan luka diabetes mellitus hampir seluruh 80% memiliki tingkat keparahan luka besar. Penelitian ini menunjukan adanya bakteri Gram positif pada hampir separuh luka diabetes, menunjukkan pentingnya deteksi dini dan perawatan luka yang tepat untuk meminimalkan risiko infeksi dan komplikasi lebih lanjut.
Gambaran Kadar HbA1c Pada Penderita Diabetes Mellitus dengan Luka Diabetikum di Kota Bengkulu Dwi Ananta, Aufa Yori; Laksono, Heru; Febriyanto, Tedy
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1284

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya luka diabetikum. Kadar HbA1c yaitu indikator penting dalam menilai kontrol glukosa jangka panjang pada penderita DM. Kadar HbA1c yang tidak dikontrol dapat memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kadar HbA1c pada penderita diabetes mellitus dengan luka diabetikum di Praktek Keperawatan Medikal Bedah Alfacare Centre Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif, teknik total sampling digunakan sebagai metode pemilihan sampel terhadap 30 penderita DM dengan luka diabetikum. Data diperoleh melalui pemeriksaan HbA1c dan wawancara terkait karakteristik responden seperti usia, lama menderita dan kepatuhan minum obat DM. Data dianalisis secara deskriptif menggunanakan distribusi frekuensi, persentase serta penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebagian besar responden (80%) memiliki kadar HbA1c ≥ 7% (tidak terkontrol). Sebagian besar responden berusia ≥ 50 tahun (93,3%), menderita DM selama ≥ 5 tahun (73,3%), dan patuh minum obat (80%). Kesimpulan: Sebagian besar penderita diabetes mellitus dengan luka diabetikum memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (≥7%).
IDENTIFIKASI JAMUR Aspergillus Sp. PADA DEBU AC (AIR CONDITIONER) DI JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2025 Melita Agustina; Heru Laksono; Putra Adi Irawan
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.v6i01.990

Abstract

AC (Air Conditioner) is an electronic air conditioner that uses water and condensate to provide coolness for those in the room, and protects humans from exposure to outdoor air pollution. The use of Air Conditioner can increase comfort and work productivity, but Air Conditioner that is rarely cleaned will be a comfortable place for microorganisms to attach and breed. Microorganisms can be mold, fungi, protozoa, viruses and bacteria. Aspergillus fungus is in the Ascomycetes classification which can be found anywhere. Grows as a saprophyte in various rotten plants and in organic dust. The presence of Aspergillus Sp fungus, especially in the Ac unit, is important because Aspergillus Sp can infect the respiratory tract. Aspergillus Sp fungus can be found in environments with high humidity, such as dirty AC filters. The spores spread in the air openly through Ac circulation and inhalation cannot be prevented and can enter from the respiratory tract to the lungs. This study aims to identify Aspergillus Sp fungi in Ac (Air Conditioners) at the Health Analyst Department of the Ministry of Health Polytechnic of Bengkulu in 2025.