Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : CJPP

Makna Resiliensi Remaja Akhir yang Dibesarkan oleh Single Mother Hapsari, Lisa Artika; Anggara, Onny Fransinata
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p774-783

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah keluarga dengan orang tua tunggal akibat perceraian menimbulkan berbagai tantangan psikososial, terutama bagi remaja akhir yang sedang berada dalam masa pembentukan identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna resiliensi pada remaja akhir yang dibesarkan oleh single mother. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA). Lima partisipan berusia 18–22 tahun dipilih secara purposive, dengan kriteria telah diasuh oleh ibu tunggal selama lebih dari lima tahun akibat perceraian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna resiliensi dipengaruhi oleh kualitas hubungan dengan ibu, kemampuan refleksi diri, dan dukungan sosial. Ketujuh aspek resiliensi muncul dengan cara yang berbeda-beda sesuai konteks pengalaman masing-masing partisipan. Penelitian ini menyoroti bahwa resiliensi bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, tetapi terbentuk melalui proses pemaknaan atas pengalaman hidup yang kompleks. Abstract The phenomenon of the increasing number of single-parent families due to divorce poses various psychosocial challenges, especially for late adolescents who are in the period of self-identity formation. This study aims to understand the meaning of resilience in late adolescents raised by single mothers. The approach used was qualitative with the interpretative phenomenological analysis (IPA) method. Five participants aged 18-22 years were purposively selected, with the criteria of having been raised by a single mother for more than five years due to divorce. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically. The results showed that the meaning of resilience was influenced by the quality of the relationship with the mother, the ability of self-reflection, and social support. The seven aspects of resilience emerged in different ways according to the context of each participant's experience.This study highlights that resilience is not something that appears instantly, but is formed through a process of making meaning of complex life experiences.
Gambaran Dinamika Psikologis Pasien Skizoafektif Tipe Campuran dalam Perspektif Psikoanalisis Karimah, Nur Rafidah; Anggara, Onny Fransinata
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p281-289

Abstract

Gangguan skizoafektif tipe campuran merupakan gangguan mental berat yang ditandai oleh kemunculan gejala psikotik yang menetap disertai fluktuasi suasana perasaan berupa episode depresi dan mania, sehingga menimbulkan gangguan signifikan pada fungsi psikososial individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam dinamika psikologis pasien dengan gangguan skizoafektif tipe campuran melalui pendekatan psikoanalisis Freud. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan integratif menggunakan kerangka teoretis psikoanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan yang dialami partisipan berakar pada konflik psikologis yang berlangsung sejak masa kanak-kanak, ditandai oleh dominasi superego yang kaku, lemahnya fungsi ego, serta represi emosi akibat pola relasi keluarga yang menekan dan pengalaman penolakan sosial yang berulang. Kondisi tersebut memicu munculnya gejala psikotik dan afektif sebagai bentuk kegagalan ego dalam mengelola dorongan internal dan realitas eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman psikodinamik penting untuk melengkapi intervensi medis agar penanganan pasien skizoafektif tipe campuran dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan. Abstract Mixed-type schizoaffective disorder is a severe mental disorder characterized by the persistent presence of psychotic symptoms accompanied by fluctuations in mood, including depressive and manic episodes, which result in significant impairment in psychosocial functioning. This study aims to provide an in-depth description of the psychological dynamics of a patient with mixed-type schizoaffective disorder using a Freudian psychoanalytic approach. The study employed a descriptive qualitative design with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and were subsequently analyzed descriptively and integratively within a psychoanalytic theoretical framework. The findings indicate that the participant’s condition is rooted in long-standing psychological conflicts originating in childhood, marked by a rigidly dominant superego, weakened ego functioning, and emotional repression resulting from oppressive family relationships and repeated experiences of social rejection. These conditions contribute to the emergence of psychotic and affective symptoms as manifestations of the ego’s failure to manage internal drives and external reality. This study concludes that a psychodynamic understanding is essential to complement medical interventions in order to achieve more comprehensive and sustainable treatment for patients with mixed-type schizoaffective disorder.