Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDI PENDAHULUAN: IDENTIFIKASI PROBLEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI MAN 2 SUMBAWA BESAR Ardianti, Suji; Fitriyanto, Syarif; Yahya, Fahmi; Arianti, Winna Resti
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1646

Abstract

Pendidikan bertujuan membentuk individu yang siap menghadapi tantangan global melalui proses pembelajaran yang komprehensif dan optimal. Pembelajaran fisika sebagai bagian dari IPA menuntut kegiatan observasi dan eksperimen untuk memahami fenomena alam. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran fisika di MAN 2 Sumbawa. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru fisika, dan siswa. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Fokus kajian meliputi lima aspek: kesiapan siswa dan guru, inovasi pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi, proses pembelajaran, sarana prasarana, dan hasil belajar. Hasil menunjukkan sejumlah permasalahan, seperti keterbatasan laboratorium dan alat praktikum, rendahnya frekuensi praktikum, kurangnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta penilaian yang belum menyentuh aspek psikomotorik dan sikap siswa.
PENGARUH KOMPETENSI, LINGKUNGAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. WASKITA KARYA KAMPUNG LALANG MEDAN Yahya, Fahmi; Harahap, Nur’ain
Journal Economic Management and Business Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jfeb.v4i1.6745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh kompetensi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Waskita Karya Kampung Lalang Medan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif. Populasi penelitian adalah karyawan PT Waskita Karya Kampung Lalang Medan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, studi dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Product Sofware Solution (SPSS). Dan untuk membuktikan hipotesis menggunakan uji t, uji F dan uji R2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi  secara parsial berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan kepuasan kerja secara parsial berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan kompetensi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT. Waskita Karya Kampung Lalang Medan. Dan berdasarkan uji koefisien Determinasi  (R2) diketahui bahwa 81,8% variabel kinerja karyawan dapat dijelaskan variabel kompetensi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja sedangkan sisanya 18,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti.
Comparison of Tenth-Grade Students’ Understanding Concept of Motion Between Domino and Snake and Ladders Media Hermansyah, Hermansyah; Yahya, Fahmi; Astuti, Wahyu Indah Widya; Sentaya, I Made; Sulindra, I Gusti Made
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 9 No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v9i1.4978

Abstract

Physics learning should be student center. Students used as learning centers impact their understanding of the material or concepts being taught. However, students do not get to learn like that. It impacts students’ low level of understanding of physics concepts, especially the concept of motion. An alternative solution to this is using dominoes and ladders in physics learning. This study examines the effect of using two learning media (dominos and ladder snakes) on the understanding of physics concepts of class X students at MAN 1 Sumbawa. This type of research is quasi-experimental with a posttest-only design. The research sample was obtained using a purposive sampling technique. The number of research respondents was 138 students, who were divided into two experimental groups. Experimental Group 1 used domino media, and Experimental Group 2 used snakes and ladders media. The data collection instrument used was a concept understanding test in the form of filling in and multiple choice given after the treatment was given. The results showed that the domino group better understood the concept than the snakes and ladders group. The parametric prerequisite test shows that the students’ conceptual comprehension data is homogeneous and not normally distributed. The hypothesis test results show that the data’s significance value is less than 0.05. It can be concluded that there are significant differences in understanding the concept of motion between the domino group and the snakes and ladders group. Applying the domino game in physics learning is better than the snakes and ladders game in maximizing the students’ understanding of the concept of motion in MAN 1 Sumbawa.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Beserta Kaitannya dengan Gaya Kognitif Siswa Yahya, Fahmi; Erma Suryani; Hermansyah, Hermansyah; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i1.142

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Pendekatan ini memperhatikan perbedaan-perbedaan antara siswa dalam kelas, baik dari segi kemampuan, minat, bakat, maupun kebutuhan belajarnya. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat didukung oleh pemanfaatan teknologi untuk memberikan berbagai pilihan aktivitas dan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya kognitif siswa. Kajian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kaitannya dengan gaya belajar kognitif siswa. Artikel ini juga berusaha memberikan contoh penerapan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan studi kepustakaan dengan mengkaji beberapa literature untuk dianalisis dan dibuat kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang potensial untuk meningkatkan pengajaran di sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi membuat proses pembelajaran dapat lebih maksimal. Teknologi memungkin guru untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan gaya kognitif siswa.
Program Peningkatan Kemampuan Literasi Digital bagi Guru SD Negeri Sampar Maras melalui Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Game Based Learning Fitriyanto, Syarif; Suryani, Erma; Musahrain, Musahrain; Yahya, Fahmi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.10198

Abstract

SDN Sampar Maras merupakan salah satu sekolah yang berada kawasan transmigranSDN Sampar Maras merupakan salah satu sekolah yang berada kawasan transmigran kabupaten Sumbawa yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Bali. Secara geografis, sekolah ini berada di wilayah terpencil dengan akses teknologi yang terbatas. Berdasarkan survei awal tim program pemberdayaan kemitraaan masyarakat (PKM) terhadap guru dan siswa di sekolah ini, ditemukan beberapa permasalahan sebagai berikut. (1) Rendahnya kompetensi literasi digital guru, mayoritas guru menyatakan keinginannya untuk mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi digital, namun kesempatan untuk mengikuti pelatihan sangatlah terbatas; (2) terbatasnya akses dan fasilitas pendukung pembelajaran digital yang tersedia di sekolah; dan (3) rendahnya minat belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PKM menawarkan beberapa solusi, yaitu (1) Memberikan pelatihan intensif literasi digital dasar dan pengembangan media pembelajaran berbasis digital kepada guru-guru. (2) Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru tentang pemanfaatan Game Based Learning. (3) Memberikan bantuan fasilitas pendukung pembelajaran Digital. berupa Smart TV, beserta Alat Peraga Edukasi (APE) lainnya yang mendukung Game Based Learning (GBL). Dan (4) Melaksanakan Focus Grup Discussion (FGD) berdasarkan hasil temuan dan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan dan rencana tindak lanjut untuk keberlanjutan program. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemampuan literasi digital guru sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis GBL. Melalui pelatihan intensif yang dipadukan dengan praktik langsung, guru mampu mengoperasikan perangkat digital, membuat media pembelajaran interaktif, serta merancang konten kuis dalam GBL. Hasil pendampingan menunjukkan sebagian besar guru dapat mengintegrasikan GBL ke dalam pembelajaran di kelas, yang berdampak pada meningkatnya antusiasme dan keterlibatan siswa. kabupaten Sumbawa yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Bali. Secara geografis, sekolah ini berada di wilayah terpencil dengan akses teknologi yang terbatas. Berdasarkan survei awal tim program pemberdayaan kemitraaan masyarakat (PKM) terhadap guru dan siswa di sekolah ini, ditemukan beberapa permasalahan sebagai berikut. (1) Rendahnya kompetensi literasi digital guru, mayoritas guru menyatakan keinginannya untuk mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi digital, namun kesempatan untuk mengikuti pelatihan sangatlah terbatas; (2) terbatasnya akses dan fasilitas pendukung pembelajaran digital yang tersedia di sekolah; dan (3) rendahnya minat belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PKM menawarkan beberapa solusi, yaitu (1) Memberikan pelatihan intensif literasi digital dasar dan pengembangan media pembelajaran berbasis digital kepada guru-guru. (2) Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru tentang pemanfaatan Game Based Learning. (3) Memberikan bantuan fasilitas pendukung pembelajaran Digital. berupa Smart TV, beserta Alat Peraga Edukasi (APE) lainnya yang mendukung Game Based Learning (GBL). Dan (4) Melaksanakan Focus Grup Discussion (FGD) berdasarkan hasil temuan dan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan dan rencana tindak lanjut untuk keberlanjutan program. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemampuan literasi digital guru sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis GBL. Melalui pelatihan intensif yang dipadukan dengan praktik langsung, guru mampu mengoperasikan perangkat digital, membuat media pembelajaran interaktif, serta merancang konten kuis dalam GBL. Hasil pendampingan menunjukkan sebagian besar guru dapat mengintegrasikan GBL ke dalam pembelajaran di kelas, yang berdampak pada meningkatnya antusiasme dan keterlibatan siswa.
Development of an Integrated Physics Problem-Solving Model in Virtual Media for Class XI Students Astuti, Wahyu Indah Widya; Hermansyah, Hermansyah; Fitriyanto, Syarif; Yahya, Fahmi; Nisyah, Mir'atun
Physics Education Research Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Education, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research and development aims to determine the feasibility of developing problem-solving-based learning tools assisted by virtual media. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (analysis, design, development, implement, evaluate), which is only carried out up to the development stage. The subjects of this research were physics teachers and students of class XI IA MAN 1 Sumbawa for the 2022/2023 academic year. The research instrument uses a questionnaire for material experts, media, practitioners, and students. The instruments used were validation questionnaire sheets and student response questionnaires to determine the feasibility of problem-solving-based learning tools assisted by virtual media. Based on the results of expert validation and product trials, it shows that the product quality has reached the appropriate standards for learning media. Material expert validation obtained an average percentage result of 96.67% with the criteria "very feasible". Media expert validation obtained an average percentage result of 95.14% with the criteria "very feasible". The teacher practitioner test obtained an average percentage result of 100% with the criteria "very good". The limited trials obtained an average percentage result of 88.22% with "very good" criteria. The results of the effectiveness test obtained an average percentage of 90.45% with the criteria "very good". Based on the results of the description above, the product developed, namely a problem-solving-based learning device assisted by virtual media, is said to be suitable for use in learning in Class XI IA.
Developing STEM-Based Interactive Learning Modules Integrating Samawa Local Culture to Enhance Students’ Conceptual Understanding and Science Process Skills Ardianti, Suji; Yahya, Fahmi; Fatmawati, Fatmawati; Anggraeni, Wulan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 11 No 2 (2025): July - December
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v11i2.10286

Abstract

This study developed and tested the effectiveness of an interactive learning module based on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) integrated with the local culture of Samawa. The main objective was to improve students' conceptual understanding and science process skills of SMA Negeri 4 Sumbawa Besar on kinematics material. Using the ADDIE model research and development (R&D) method, the module was validated by material and media experts before being tested on 30 students through a One-Group Pretest-Posttest design. The validation results showed that the module was very feasible to use, while the implementation test results showed a significant increase in conceptual understanding (N-Gain = 0.65) and science process skills (N-Gain = 0.75). Thus, this module is proven to be effective as an alternative teaching material that is contextual and relevant to the demands of 21st-century learning.
The Impact of Using the STEM Education Approach with Blended Learning to Increase Students' Learning Interest Ardianti, Suji; Yahya, Fahmi; Fitrianto, Syarif
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current education system focuses on 21st-century learning. 21st-century learning is a system of educational renewal movements, especially in the fields of science, mathematics and technology. Educators believe that using learning that integrates technology has the opportunity to increase student interest in education. The hope, the system can be implemented in student learning processes for areas that are categorized as advanced, developing or lagging. This research was conducted at one school in Sumbawa District, West Nusa Tenggara. This research explores the impact of blended learning by using the STEM education approach to increase student interest in physics in high school. This research is qualitative research with a pretest-posttest control group design. The experimental group was taught with blended learning using the STEM education approach. The control group was prepared with conventional learning. The covariate in this study was initial knowledge. The dependent variable is learning interest which is measured using the ARCS model questionnaire. The statistical analysis used was Anacova, with a margin of error of 0.05. This research found that blended learning with STEM education approach is better in terms of increasing student interest in learning than conventional learning. The contribution in this research lies in the unique framework that is in the process of providing knowledge using blended learning integrated STEM education approaches for high school physics lessons.
Kemandirian Belajar Calon Guru Fisika Melalui Pembelajaran Berbasis LMS: Schoology Hermansyah, Hermansyah; Yahya, Fahmi; Fitriyanto, Syarif; Musahrain, Musahrain; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face-to-face learning cannot currently be carried out as usual because of the Covid-19 pandemic. The learning process carried out at home is one way to break the chain of the spread of Covid-19. It is very demanding independence of learning from prospective physics teachers. Use of online media based on the Learning Management System (LMS): Schoology is now very necessary to keep the learning process. This study aims to determine the level of learning independence of prospective physics teachers amid the widespread spread of Covid-19 through the application of LMS-based learning: Schoology. This descriptive qualitative research was conducted on prospective physics teachers in the physics education program at Universitas Samawa, Sumbawa Besar. Respondents from this study were 15 people selected by saturated sampling techniques. The instrument in this study used a questionnaire with a Likert scale of 20 statement items as the main data of learning independence of the prospective physics teacher. The results showed that the level of self-directed learning of physics teacher candidates on Universitas Samawa amid the Covid-19 pandemic was in the very high category through the application of LMS: Schoology in learning.
Tren Inovasi Pembelajaran Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat LPTK Di Indonesia: Dari Pendampingan Klasikal Hingga Ekosistem Literasi Digital Gunawan, Gunawan; Herayanti, Lovy; Ahmadi, Ahmadi; Yahya, Fahmi
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher Training Institutions (LPTK) play a strategic role in transforming educational quality through community service. This article aims to analyze the trends of learning innovation within LPTK service programs in Indonesia during the 2019-2023 period. Based on a literature review of 38 selected references, a significant shift in the mentoring paradigm was identified. Initially, community service focused on classical approaches such as Lesson Study, Classroom Action Research (CAR), and conventional media development. However, driven by post-pandemic demands, the trend has shifted towards establishing comprehensive digital literacy ecosystems. These innovations include the integration of Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Learning Management Systems (LMS), and digital parenting programs. The analysis reveals that LPTKs are no longer solely focused on teachers' technical skills in the classroom but are actively building synergy between schools, families, and technology to create a sustainable digital learning ecosystem.