Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI KLINIK RIDOS TAHUN 2021 Rusdamayanti Silaen, Esra; Sinabariba, Merlina; Manik, Risda M.
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1805

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan suatu infeksi pada usus yang mengakibatkan feses encer atau berair, dengan frekuensi lebih dari 3 kali per hari dalam 24 jam, dan disertai muntah. Kondisi jamban, sumber air minum, kualitas air bersih, tempat pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah merupakan faktor penyebab penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Pada Balita Diklinik Ridos Tahun 2021. Metode: Metode dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, pengambilan sampel dilakukan secara Accidential Sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan baik 13 orang (65,0%), berpengetahuan cukup 5 orang (25,0%) dan berpengetahuan kurang 2 orang ( 10,0%). berdasarkan Pendidikan SMA yang berpengetahuan baik 12 orang (75%). Berdasarkan umur 20 – 35 tahun adalah ibu yang berpengetahuan baik 12 orang (66,7%), Umur > 35 tahun yang berpengetahuan baik 1 orang (50%). berdasarkan pekerjaan Wiraswasta yang berpengetahuan baik 10 orang (83,4), Tidak bekerja yang berpengetahuan baik 3 orang (37,5). berdasarkan Paritas yaitu bahwa ibu Primipara yang berpengetahuan baik 2 orang (50%), Multipara yang berpengetahuan baik 11 orang (68,75) Pembahasan: Pembahasan berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagian besar ibu di Klinik Ridos memiliki pengetahuan yang baik tentang Diare pada balita. Untuk itu hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan Kesehatan tentang Diare pada balita supaya dapat menambah atau meningkatkan wawasan ibu. Kata kunci : Pengetahuan, Diare, Balita
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TM II TENTANG PENCEGAHAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KLINIK HELEN TARIGAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2021 Turnip, Rita Violenta; Sinabariba, Merlina; Manik, Risda Mariana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1806

Abstract

Latar Belakang : Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Bayi yang berada dibawah persentil 10 dinamakan ringan untuk umur kehamilan. Dahulu neonatus dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram atau sama dengan 2500 gram disebut premature.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan terjadinya kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Klinik Helen Tarigan. Peneliti melakukan survey awal terhadap 6 kasus ibu hamil tentang pencegahan BBLR yang terjadi pada tahun 2021.Metode : Penelitian ini bersifat Deskriptif, Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metodesecara Accidential Samplingdengan jumlah responden sebanyak 20 responden.yang ada di klinik Bidan Helen.Hasil : Berdasarkan pengetahuan responden yang berpengetahuan baik (76%-100%) sejumlah 14 orang (66,7%), berpengetahuan cukup (56%-75%) sejumlah 5 orang (23,8%) dan yang berpengetahuan kurang (<56%) sebanyak 1 orang (4,8%). Pembahasanberdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagian besar ibu hamil di Klinik Helen Tarigan memiliki pengetahuan yang baik tentang Pencegahan BBLR. Kesimpulan : Untuk itu hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan BBLR supaya dapat menambah atau meningkatkan wawasan ibu hamil. Kata Kunci :    Pengetahuan, Ibu Hamil TM II Tentang Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Description Of Knowledge and Attitudes of Monthly Injectable Contraceptive Users Regarding Acceptance and Compliance With the Booster Schedule Ambarita, Bernadetta; Hutapea, Lely Maria; Sinabariba, Merlina; Sitepu, Aprilita Br
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1165

Abstract

Knowledge is the result of a person's understanding of a particular thing. Perception occurs through the five human senses, namely sight, hearing, smell, taste, and touch. Most human knowledge is obtained through the eyes and ears. 1-month injectable contraceptive injection has an important role in ensuring the effectiveness and sustainability of the use of this contraceptive method. This study aims to determine the description of knowledge and attitudes of 1-month injectable contraceptive acceptors with adherence to the repeat injection schedule at the Romauli Silalahi Clinic in 2025. This study is a descriptive study with an accidental sampling method by distributing questionnaires. The sample of this study was 30 respondents. Based on the results of this study, data was obtained that: knowledge of KB acceptors who were respondents was 30 people, the most knowledgeable was 15 people with a percentage of 50%, Attitude of 1-Month Injectable KB Acceptors at the Romauli Silalahi Clinic in 2025, it was found that most respondents had an attitude of agreement as many as 15 people (50%). Compliance of 1 Month KB Injection Acceptors at the Romauli Silalahi Clinic in 2025 was found that most respondents were in accordance with the repeat injection schedule, while 17 people (57%) were not on the repeat injection schedule. The description of mothers' knowledge about injectable contraception showed that 15 respondents (50%) had sufficient knowledge, 15 respondents (50%) agreed with injectable contraception every 1 month, and 17 respondents (57%) complied with injectable contraception every 1 month
Overview of the characteristics, knowledge and actions of pregnant women with anemia on the benefits of beet juice consumption at Romauli Clinik Marelan Year 2025 S, R. Oktaviance; Sihura, Janiartika; Sinabariba, Merlina; Manik, Risda
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2066

Abstract

Beetroot (beta vulgaris) contains flavonoids that are very useful in the formation of red blood cells (erythrocytes). The nutritional content of the beet plant is folic acid, potassium, fiber, vitamin C, magnesium, tryptophan, iron, copper, and phosphorus. Effective non-medical treatment to optimize hemoglobin levels in pregnant women by drinking beet juice. Among all types of fruits, Beetroot is recognized as a fruit that has a lot of folic acid-rich content reaching 43 mg. Purpose of the study: To find out the description of the characteristics, knowledge and actions of pregnant women with anemia on the benefits of beet juice consumption. Research method: this study is descriptive. The collection technique is carried out by purposive sampling with 30 respondents. Pregnant women with elementary education are 2 people (6.7%), junior high school (3.3%), high school (66.7%) and 7 people in college (23.3%). Based on the age of 20-35 years as many as 28 people (93.3%) and the age of >35 years as many as 2 people (6.7%). Based on the characteristics of dominant income, 27 people (90%) do not earn and 3 people have sufficient income (10%). Based on the dominant occupation, 27 (90%) of non-working mothers and 3 working mothers (10%) of them worked. Based on the Gravida, the Primigravida respondents are 14 people (46.7%) and the Multigravida are 16 people (53.3%). Conclusion: Based on the results of the study, it is shown that the majority of high school education, the majority of mothers are 20-35 years old, the majority of mothers' income is not income, the majority of mothers' jobs are not working, the majority of Gravida mothers are Multigravida. The majority of mothers' knowledge is sufficient to know the benefits of consuming beet juice, and the majority of pregnant women do not consume beet juice. It is expected that health workers will increase educational services to pregnant women on the benefits of beet juice so that anemia in pregnant women can be reduced.
“SADARIku, Aku Cinta Diri!”: Edukasi Remaja Deteksi Dini Kanker Payudara Sitindaon, Sry Rumondang; Sinabariba, Merlina; Pakpahan, Rotua Elvina; Mendrofa, Deskrisman Stefan; Ndruru, Anita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah masa peralihan menuju dewasa, dimulai dari perubahan fisik dan psikologis. Remaja umumnya kurang memiliki sikap untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular seperti kanker payudara. Kejadian kanker payudara yang tinggi sering kali berujung pada kematian. Namun, jika tanda dan gejala kanker payudara dapat ditemukan sedini mungkin, maka peluang kesembuhan akan semakin besar. Salah satu cara efektif untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), terutama pada remaja dan wanita memasuki usia reproduksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran remaja untuk melakukan pemeriksaan SADARI secara teratur setiap bulan, sehingga dapat meminimalkan risiko kanker payudara dan menurunkan angka kejadiannya. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan demonstrasi teknik SADARI kepada remaja. Keberhasilan kegiatan ini diukur dari kemampuan remaja untuk melakukan pemeriksaan SADARI dengan benar setelah mengikuti penyuluhan dan demonstrasi. Hasil: Remaja telah memahami dan menguasai pemeriksaan cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan baik. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan telah meningkatkan kemampuan remaja dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk deteksi dini kanker payudara. Dengan demikian, diharapkan risiko kanker payudara dapat ditekan dan tingkat kesembuhan meningkat