Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kemampuan Sosial dan Emosional Pada Anak Usia Sekolah Rahmat, Delli Yuliana; Dolifah, Dewi; Prameswari, Ayu
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i1.361

Abstract

Corona virus disease (COVID-19) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan olehvirus corona SARS-CoV-2. Dampak dari pandemi COVID-19 sangat luas, salah satuadalah pada anak sekolah yang diharuskan belajar dirumah, sehingga mempengaruhikemampuan sosial dan emosional anak, diantaranya anak menjadi kurang berinteraksi,sulit berkonsentrasi, sedih, stress, dan mudah marah. Tujuan penelitian ini untukmendapatkan informasi mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap kemampuansosial dan emosional anak usia sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan case-study, dengan jumlah sampel 8 partisipan, yang seluruhnyatinggal di Kecamatan Tanjungsari Sumedang. Teknik pengumpulan data dilakukandengan wawancara semi terstruktur digunakan untuk memperoleh data. Hasil penelitiandidapatkan tiga tema yaitu, anak kurang berinteraksi dengan teman seusianya; motivasibelajar menurun; serta anak menjadi malas dan terkadang marah. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap kemampuan sosialdan emosional, dimana anak menjadi kurang berinteraksi, motivasi menjadi menurun,malas, dan terkadang marah-marah. Saran dalam proses pembelajaran sebaiknya gurulebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan media, sedangkan orangtua diharapkandapat mendampingi anak dalam belajar serta mampu mengontrol emosi dalam menghadapianak.
Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit: Sebuah tinjauan sistematis Taufiq, Fildzah Hashifah; Fitri, Rahmi; Prameswari, Ayu; Tari, Putri Inrian; Arifin, Jafar
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1627

Abstract

Background: High patient satisfaction is crucial for healthcare institutions, with national standards in Indonesia targeting greater than 95% satisfaction in healthcare services, underscoring its importance for quality assurance. Purpose: To examine patient satisfaction with inpatient healthcare services in hospitals. Method: This literature review combined quantitative and qualitative methodologies, focusing on various determinants of satisfaction, such as service quality, communication effectiveness, healthcare professional competence, and infrastructure. Twelve studies were included, with sample sizes ranging from 39 to 476 participants. Results: Findings indicate that patient satisfaction is significantly influenced by dimensions of service quality, including tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Empathy emerged as the most dominant factor across all studies, underscoring the importance of personalized and attentive service. Variations in satisfaction levels were observed based on factors such as hospital type, insurance status, and demographic characteristics. Conclusion: Infrastructure quality has a variable impact, with some environments showing a significant correlation with satisfaction, while others did not.   Keywords: Inpatient Healthcare; Hospital; Patient Satisfaction; Service Quality.   Pendahuluan: Kepuasan pasien yang tinggi sangat penting bagi institusi pelayanan kesehatan, dengan standar nasional di Indonesia yang menargetkan kepuasan lebih dari 95% dalam layanan kesehatan, yang menggarisbawahi pentingnya hal ini untuk jaminan mutu. Tujuan: Untuk mengkaji kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit. Metode: Penelitian kajian psutaka ini menggabungkan metodologi kuantitatif dan kualitatif, dengan fokus pada berbagai determinan kepuasan, seperti kualitas layanan, efektivitas komunikasi, kompetensi tenaga kesehatan, serta infrastruktur. Sebanyak 12 studi disertakan dengan jumlah sampel berkisar antara 39 hingga 476 peserta. Hasil:Temuan menunjukkan bahwa kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh dimensi kualitas layanan, termasuk bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Empati muncul sebagai faktor yang paling dominan di seluruh studi, menegaskan pentingnya pelayanan yang personal dan penuh kepedulian. Variasi tingkat kepuasan diamati berdasarkan faktor-faktor seperti jenis rumah sakit, status asuransi, dan karakteristik demografis. Simpulan: Kualitas infrastruktur memiliki dampak yang bervariasi beberapa lingkungan menunjukkan korelasi signifikan dengan kepuasan, sementara yang lain tidak.   Kata Kunci: Kepuasan Pasien; Kualitas Layanan; Pelayanan Kesehatan Rawat Inap; Rumah Sakit.
From Da‘wa to Politics? Prospects of Indonesian Salafi Movements Becoming Political Parties within Lucardie’s Framework Afandi, Muhamad Ridwan; Ningsih, Sabda; Rizqullah, Muhammad Naufan; Erman, Ery; Prameswari, Ayu; Arifin, Jafar
Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) Vol. 8, No. 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper investigates the prospects of Indonesian Salafi movements transforming into formal political parties by applying Lucardie’s (2000) framework of political project, resource mobilization, and political opportunity structures. While Salafi political participation in contexts such as Egypt, Tunisia, and Malaysia has been widely studied, systematic application of this framework to Indonesia remains limited. This study addresses that gap by employing a qualitative design based on seven elite interviews conducted in 2018 and extensive secondary literature. The analysis identifies two main factions: Traditional Salafis and Salafi Reformers. Findings show that Traditional Salafis articulate a clearer political project, primarily defensive and oriented toward protecting da‘wa spaces, yet lack the institutional resources and cultural legitimacy required for effective party formation. By contrast, Reformist-oriented groups such as Muhammadiyah, Persis, and Al-Irsyad possess robust organizational infrastructures and nationwide networks but consistently reject transformation into political parties, preferring to channel influence indirectly through education, civic engagement, and individual cadres. A paradox therefore emerges: factions with stronger political ambitions lack the capacity to mobilize, while those with resources deliberately avoid party politics. Although digital platforms and hijrah youth networks have expanded Salafi symbolic capital, these remain insufficient to overcome entrenched barriers in Indonesia’s political culture, which is dominated by moderate Islam and stigmatizes Salafi labels. Theoretically, this study contributes by extending Lucardie’s framework through the inclusion of digital mobilization and cultural legitimacy as decisive factors. Practically, it suggests that inclusive democratic spaces for non-violent Islamist actors may mitigate radicalization risks while strengthening pluralism.